Anda di halaman 1dari 6

MATEMATIKA TERAPAN

Oleh :
1. Alexander Zulkarnain

(061440411717)

2. Andrean

(061440411718)

3. Arrani Asma Firdausia

(061440411719)

Jurusan

Teknik Kimia Prodi Teknik Energi

Kelas

3 EG.D

Pembimbing :

Ir. A. Husaini, M.T.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


Tahun Akademik 2015 2016

1. Pendahuluan
Pemodelan

matematika

merupakan

bidang

matematika

yang

berusaha

untuk

merepresentasi dan menjelaskan sistem-sistem fisik atau problem pada dunia real dalam
pernyataan matematik, sehingga diperoleh pemahaman dari problem dunia real ini menjadi
lebih tepat. Representasi matematika yang dihasilkan dari proses ini dikenal sebagai
Model Matematika. Konstruksi, analisis dan penggunaan model matematika dipandang
sebagai salah satu aplikasi matematika yang paling penting.
Model matematika digunakan dalam banyak disiplin ilmu dan bidang studi yang berbeda.
Kita dapat mencari aplikasi model matematika di bidang-bidang seperti fisika, ilmu
biologi dan kedokteran, teknik, ilmu social dan politik, ekonomi, bisnis dan keuangan,
juga problem-problem jaringan computer. Tentunya bidang dan tipe aplikasi yang berbeda
menghendaki bidang-bidang matematika yang berbeda

Definisi
Model adalah representasi dari suatu objek, benda, atau ide dalam bentuk yang
disederhanakan. Model berisi informasi dari suatu sistem yang dibuat dengan tujuan
mempelajari sistem seperti proses sesungguhnya

Manfaat
- Menambah kecepatan, kejelasan, dan kekuatan-kekuatan gagasan dalam jangka
-

waktu yang relatif singkat,


Deskripsi masalah menjadi pusat perhatian,
Mendapatkan pengertian atau kejelasan mekanisme dalam masalah,
Dapat digunakan untuk memprediksi kejadian yang akan muncul dari suatu

fenomena atau perluasannya,


Sebagai dasar perencanaan dan control dalam pembuatan kebijakan, dan lain-lain.
Untuk memformulasikan fenomena fisika dan fisikokimia, yaitu perpindahan
panas, perpindahan massa dan perpindahan momentum, serta reaksi kimia di

dalam sistem homogen dan heterogen.


Untuk mendesain operasi perpindahan massa, menghitung penukar panas,

merekayasa reaksi kimia, dan mengendalikan proses.


Klasifikasi Model
- Model Simbolik : Merupakan model yang menggunakan simbol untuk
menggambarkan suatu sistem. Banyak digunakan untuk dokumentasi pada

perancangan suatu sistem dan proses rekayasa ulang. Misalkan, diagram alir
proses, diagram tata letak fasilitas, diagram organisasi, dsb.
Model Analitik : Merupakan model matematik yang menghasilkan solusi

kuantitatif.model ini dapat memberikan hasil optimum tanpa proses coba coba.
Misalkan, model untuk menghitung ekspektasi jumlah pelanggan (entiti -N) pada
suatu sistem yang terdiri dari saru server tunggal dan satu jalur kedatangan dengan
tingkat kedatangan () berdistribusi Possion, waktu pelayanan berdistribusi
Exponential dengan mean (), yaitu : N = /(-).
Model Simulasi : Merupakan model yang menggambarkan hubungan sebab dan

akibat dalam suatu sistem pada model komputer yang mampu menggambarkan
perilaku yang mungkin terjadi pada sistem nyatanya.

Model Fisikokimia
- Model deterministik atau elemen model : Nilai atau seperangkat nilai setiap
variabel atau parameter model pada kondisi tertentu telah ditentukan.
Model statistik atau elemen model statistic : Variabel dan parameter model

merupakan besaran statistik, berupa probabilitas atau momen dari fungsi densitas
probabilitas.

PERPINDAHAN PANAS
Ilmu yang mempelajari tentang laju perpindahan panas diantara material/benda karena
adanya perbedaan suhu (panas dan dingin)

Kegunaan Ilmu Perpindahan Panas


Untuk merencanakan alat-alat penukar panas (heat exchanger).
Untuk menghitung kebutuhan media pemanas/ pendingin pada suatu reboiler
kondensor atau dalam kolom destilasi.
Untuk perhitungan furnace/dapur. radiasi
Untuk perancangan ketel uap/boiler.
Untuk perancangan alat-alat penguap (evaporator).
Untuk perancangan reactor kimia
Eksotermis butuh pendingin

Endotermis butuh pemanas

Mekanisme Perpindahan Panas


1. Konduksi (hantaran) adalah proses perpindahan panas jika panas mengalir dari tempat
yang suhunya tinggi ke tempat yang suhunya lebih rendah, dengan media penghantar
panas tetap. Dasar : Hukum Fourier
2. Konveksi yaitu perpindahan panas yang terjadi antara permukaan padat dengan fluida
yang mengalir di sekitarnya, dengan menggunakan media penghantar berupa fluida
(cairan/gas). Dasar : Hukum Newton
Macam-macam Konveksi : 1. Konveksi bebas/konveksi alamiah (free convection/natural
convection) perpindahan panas yang disebabkan oleh beda
suhu dan beda rapat saja dan tidak ada tenaga dari luar yang
mendorongnya. Contoh : plat panas dibiarkan berada di
udara sekitar tanpa ada sumber gerakan dari luar
2. Konveksi paksaan (forced convection) perpindahan panas
aliran gas atau cairan yang disebabkan adanya tenaga dari
luar. Contoh : plat panas dihembus udara dengan
kipas/blower
3. Radiasi (sinaran) adalah perpindahan panas yang terjadi karena pancaran/sinaran/radiasi
gelombang elektro-magnetik, tanpa memerlukan media perantara. Dasar : Hukum StefanBoltzman

Contoh Fenomena Perpindahan

Penyebaran / disipasi aroma atau bau di udara; difusi massa


Terjadi perpindahan massa dari suatu tempat yang konsentrasi senyawa penimbul
aroma/baunya tinggi ke daerah yang konsentrasinya rendah.
Konduksi panas pada bahan padat
Panas merambat dari daerah yang suhunya tinggi ke daerah yang suhunya lebih
rendah.
Pada aliran fluida, jika terdapat perbedaan kecepatan antara dua titik, maka sistem
akan mengupayakan penyamaan kecepatan melalui perpindahan momentum.

2. Persamaan Diferensial
Persamaan diferensial adalah persamaan matematika untuk fungsi satu variabel atau lebih,
yang menghubungkan nilai fungsi itu sendiri dan turunannya dalam berbagai orde.
Persamaan diferensial memegang peranan penting dalam rekayasa, fisika, ilmu ekonomi
dan berbagai macam disiplin ilmu alin.
Persamaan Differensial dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Persamaan Differensial Biasa, yaitu persamaan differensial yang mengandung hanya
satu variabel bebas

Contoh dari Persamaan Diferensial Biasa adalah :


1. Rangkaian Listrik seri RLC :
dimana Q(t) = muatan listrik , L= Induktor
R = Tahanan, C= Kapasitor
E(t) = Voltage

2. Persamaan gerak pegas tanpa redaman :


dimana y(t) = posisi massa pada saat t
m = massa
k = konstanta pegas

2. Persamaan Differensial Parsial, yaitu persamaan differensial yang mengandung lebih


dari satu variabel bebas.

Contoh dari Persamaan Diferensial Parsial

1.

2.

Persamaan potensial

Persamaan difusi atau induksi panas.

Tingkat (Ordo) suatu PD adalah tingkat turunan tertingi yang terlibat dalam PD tersebut.
Derajat (degree) suatu PD adalah pangkat dari turunan ordo tertinggi jika PD tersebut
ditulis sebagai polinomial dalam turunan.