Anda di halaman 1dari 16

FISIKA BATUAN

PARAMETER PETROFISIKA
BATUAN
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Rita Juliani, M.Si.
OLEH:
KELOMPOK 7
1.FAUZAN AMRI
4132240014
2.NURDIENI EKA SARI
4131240006
3.RIZKI SYAHFINA B.

PETROFISIKA
Petrofisika (petro adalah bahasa Latin untuk "rock" dan fisika
adalah ilmu alam) adalah cabang dari ahli kebumian (Geoscience)
yang mempelajari sifatsifat batuan termasuk isi yang terdapat
didalamnya meliputi cairan dan bahan pembentuk itu sendiri.

Ilmu ini diperlukan untuk melakukan analisa formasi batuan.

Di industri oil & gas, sifat fisik batuan sangat penting dipelajari
untuk mengetahui karakter reservoar (batuan tempat menyimpan
hidrokarbon) sebagai batuan yang layak untuk dilakukan
pengeboran ataupun perforasi (produksi) lebih lanjut, Pengambilan
data pada lubang bor untuk mengetahui unsur kandungan batuan,
dengan memasukan detektor elektronik dan radioaktif pada
lubang sumur.

PARAMETER PETROFISIK
1

Porositas

Permeabilitas

Saturasi

Wettabilitas

Resistivitas Batuan

1.
Porositas
Porositas, merupakan perbandingan antara volume
semua ruang (termasuk pori, rekahan (fracture),
retakan (cracks), celah, lubang, dll) terhadap
volume total suatu massa batuan atau medium.
Lambang porositas adalah . Karena merupakan
perbandingan, maka porositas tidak memiliki
satuan.

Porositas () =
Porositas efektif yaitu rongga-rongga
dalam batuan yang saling berhungan
sehingga porositas efektif lebih kecil
daripada rongga pori- pori total.
Porositas (e) =

Porositas Batuan Beku

Saat pembentukan, batuan intrusif tidak memiliki porositas


intergranular yang signifikan
Terbentuk dari kristalisasi liquid magma, butir terikat rapat,
hampir tidak menyisakan ruang
Beda halnya dengan batuan volkanik
Karena pendinginan yang sangat cepat dan pelapukan,
porositas menjadi lebih besar
Pada umumnya fluida yang mengalir dalam batuan
beku melalui retakan dan rekahan yang timbul akibat
proses tektonik
Rekahan ini berpotongan satu sama lain membentuk suatu
jaringan
Batuan beku dengan rekahan intensif umumnya memiliki
porositas yang rendah, namun porositas yang rendah ini dapat
memiliki permeabilitas yang sangat tinggi

Porositas Batuan Sedimen


Pembentukan batuan sedimen akan menjelaskan mengapa sebagian
batuan sedimen lebih berpori dibandingkan yang lain
Batuan sedimen klastik tersusun atas butiran yang tertransport dan
terdeposisi secara mekanik dan hingga tersusun menjadi sebuah jaringan
porositas
Sedimen dengan distribusi partikel yang sempit memiliki
porositas inisial antara 0.40-0.45
Ketergantungan porositas inisial terhadap diameter butiran disebabkan oleh
perbandingan antara gravitasi dan gaya gesek yang bekerja pada butiran
Saat ukuran butir mengecil, gaya gesek menjadi sebanding dengan
gaya gravitasi yang bekerja pada partikel
Jadi, ukuran partikel yang lebih kecil akan membentuk kerangka
sedimentasi rigid dengan porositas inisial yang lebih besar
Saat sedimen terendap, meningkatnya volume mengompakan sedimen
hingga bervolume lebih kecil
Kompaksi merupakan hasil konsentrasi tekanan pada butiran
Sedimen kimiawi yang terbentuk karena penguapan air laut pada

Fungsi Porositas
Menentukan OOIP (original oil in place).
Menentukan probable recovery / recovery factor.
Mengambil keputusan apakah minyak yang terdapat
pada reservoir tersebut layak diproduksi atau tidak
dilihat dari segi ekonomi.
Mengetahui posisi kedalaman reservoir.
Menentukan jenis batuan.
Menentukan kemungkinan susunan butir pada
batuan reservoir.
Menentukan besar permeabilitas pada pori-pori
batuan.
Menentukan cadangan potensial dari sutau reservoir
minyak/gas.
Menentukan selang waktu untuk perforasi atau
acidizing.

2.
Permeabilit
as
Permeabilitas adalah kemampuan untuk meloloskan
cairan melalui pori-pori yang ada
Besaran yang digunakan untuk menunjukkan seberapa
besar kemampuan suatu batuan untuk mengalirkan
fluida yang terkandung didalamnya.

2. Permeabilitas
(Lanjutan)

Permeabilitas pada suatu batuan tergantung pada:


Porositas
Ukuran pori
Bentuk pori
Morfologi permukaan pori bagian dalam

Susunan pori dan batang pori (topologi dari jaringan


pori),
Ukuran butir dan distribusinya
Kompaksi dan sementasi

Jenis-Jenis Permeabilitas
Permeabilitas Absolut (ka) : Kemampuan batuan
meloloskan satu jenis fluida yang 100% jenuh
oleh fluida tersebut.
Permeabilitas Efektif (k) : Kemampuan batuan
meloloskan satu macam fluida bila terdapat dua
macam fluida yang immiscible. Permeabilitas
efektif lebih kecil daripada permeabilitas absolut.
Permeabilitas relatif (kr) : Yaitu perbandingan
antara permeabilitas efektif fluida pada nilai
saturasi tertentu, terhadap permeabilitas absolut
pada saturasi 100%.

3. Saturasi
Saturasi adalah perbandingan kuantitas (volume)
suatu fluida dengan pori-pori batuan tempat
fluida tersebut berada
Saturasi dilambangkan dengan Sw untuk air, So
untuk minyak, dan Sg untuk gas. Karena tidak
mungkin ada pori-pori yang kosong oleh fluida
(vakum) maka Sw+So+Sg=1.
Secara umum ada 2 cara untuk menentukan
saturasi, yaitu dengan analisis laboratorium atas
sampel core dari reservoir, dan dengan log.
Secara matematis = Volume fluida / volume
rongga.

4.
Wettabilitas
Wettabilitas
didefinisikan
sebagai
suatu
kecenderungan dari adanya fluida lain yang tidak
saling
mencampur.
Apabila
dua
fluida
bersinggungan dengan benda padat, maka salah
satu fluida akan bersifat membasahi permukaan
benda padat tersebut, hal ini disebabkan adanya
gaya adhesi.

5. Resistivitas
Batuan
Resistivitas adalah pengukuran dasar dari saturasi fluida reservoir,
resistivitas merupakan fungsi dari porositas, jenis fluida, dan jenis
batuan. Hubungan antara resistivitas air (Rw) dengan resistivitas
batuan basah (Ro), ditunjukkan dengan persamaan :
F = Ro / Rw
dimana :
F = Faktor formasi
Ro : Resistivitas dari formasi batuan yang seluruh
pori porinya berisi air 100%
Rw : Resistivitas air formasi

Kesimpulan
1. Petrofisika adalah cabang dari ahli kebumian

yang

mempelajari sifatsifat batuan termasuk isi yang terdapat


didalamnya meliputi cairan dan bahan pembentuk itu
sendiri.
2. Beberapa parameter dalam petrofisik meliputi :
1.Porositas
2. Permeabilitas
3. Saturasi
4. Wettabilitas
5. Resistivitas batuan