Anda di halaman 1dari 30

REFERAT

FOTO THORAX
OLEH :
ARIANE N. RAHMADHANI
1102011042
PEMBIMBING :
DR.

S M F I L M U R A D I O LO G I

Pendahuluan

Macam-macam
Pemeriksaan
FLUOROSCOPY THORAX
ROENTGENOGRAPHY
TOMOGRAPHY
COMPUTERIZED TOMOGRAPHY (CT SCAN)
BRONCHOGRAPHY
ARTERIOGRAPHY
ANGIOCARDIOGRAPHY

Pengaturan
1. Posisi
penderita
penderita

Supine = Tidur
telentang

Prone = Tidur
telungkup

2). Posisi obyek


Posisi obyek adalah letak atau kedudukan dari sebagian
dari tubuh penderita yang perlu diatur dalam suatu
pemotretan. Misalnya seorang penderita akan di foto
tangannya, maka yang disebut obyek adalah posisi dari
tangan penderita yang akan di foto

INDIKASI FOTO THORAK :


1. Infeksi traktus respiratorius bawah
Misalnya : TBC Paru, bronkitis, Pneumonia
2. Batuk kronis
3. Batuk berdarah
4. Trauma dada
5. Tumor
6. Nyeri dada
7. Metastase neoplasma
8. Penyakit paru akibat kerja
9. Aspirasi benda asing

PROSEDUR TETAP PEMERIKSAAN THORAX


Persiapan pasien :
Pasien dianjurkan untuk mengganti pakaian dengan pakaian
yang telah tersedia dan melepas (untuk wanita juga melepas
BH) serta melepas perhiasan yang ada di leher.
Posisi pemeriksaan :
AP, PA, Lateral, LLD / RLD dan Top Lordotik.

Posisi Pada Foto Thorax


Posisi PA (Postero Anterior)
Pada posisi ini film diletakkan di depan dada, siku ditarik kedepan
supaya scapula tidak menutupi parenkim paru.

Posisi AP (Antero Posterior)


Dilakukan pada anak-anak atau pada pasien yang tidak kooperatif.
Film diletakkan dibawah punggung, biasanya scapula menutupi
parenkim paru. Jantung juga terlihat lebih besar dari posisi PA.

Posisi Lateral Dextra & Sinistra


Posisi ini hendaknya dibuat setelah posisi PA diperiksa. Buatlah proyeksi
lateral kiri kecuali semua tanda dan gejala klinis terdapat di sebelah kanan,
maka dibuat proyeksi lateral kanan,berarti sebelah kanan terletak pada
film. Foto juga dibuat dalam posisi berdiri.

Posisi Lateral Dekubitus


Foto ini hanya dibuat pada keadaan tertentu,yaitu bila klinis diduga ada
cairan bebas dalam cavum pleura tetapi tidak terlihat pada foto PA atau
lateral. Penderita berbaring pada satu sisi (kiri atau kanan). Film diletakkan
di muka dada penderita dan diberikan sinar dari belakang arah horizontal.

Posisi Apikal (Lordotik)


Hanya dibuat bila pada foto PA menunjukkan kemungkinan adanya
kelainan pada daerah apex kedua paru. Proyeksi tambahan ini hendaknya
hanya dibuat setelah foto rutin diperiksa dan bila ada kesulitan
menginterpretasikan suatu lesi di apex.

Posisi Oblique Iga


Hanya dibuat untuk kelainan-kelainan pada iga (misal pembengkakan
lokal) atau bila terdapat nyeri lokal pada dada yang tidak bisa diterangkan
sebabnya, dan hanya dibuat setelah foto rutin diperiksa. Bahkan dengan
foto oblique yang bagus pun, fraktur iga bisa tidak terlihat.

Posisi Ekspirasi
Adalah foto toraks PA atau AP yang diambil pada waktu penderita
dalam keadaan ekspirasi penuh. Hanya dibuat bila foto rutin gagal
menunjukkan adanya pneumothorax yang diduga secara klinis atau suatu
benda asing yang terinhalasi

Interpretasi Foto Thorax


Cek apakah sentrasi foto sudah benar dan foto dibuat pada
waktu inspirasi penuh. Foto yang dibuat pada waktu ekspirasi
bisa menimbulkan keraguan karena bisa menyerupai suatu
penyakit misal kongesti paru, kardiomegali atau mediastinum
yang lebar.
Cek apakah Exposure sudah benar ( bila sudah diperoleh
densitas yang benar, maka jari yang diletakkan di belakang
daerah yang hitam pada foto tepat dapat terlihat). Foto yang
pucat karena underexposed harus diinterpretasikan dengan
hati-hati, gambaran paru bisa memberi kesan adanya edema
paru atau konsolidasi. Foto yang hitam karena overexposed
bisa memberi kesan adanya emfisema.
Cek apakah tulang-tulang (iga, clavicula, scapula,dll) Normal.
Cek jaringan lunaknya, yaitu kulit, subcutan fat, musculusmusculus seperti pectoralis mayor, trapezius dan
sternocleidomastoideus. Pada wanita dapat terlihat mammae
serta nipplenya.

Cek apakah posisi diafragma normal ; diafragma kanan biasanya


2,5 cm lebih tinggi daripada kiri. Normalnya pertengahan costae
6 depan memotong pada pertengahan hemidiafragma kanan.
Cek sinus costophrenicus baik pada foto PA maupun lateral.
Cek mediastinum superior apakah melebar, atau adakah massa
abnormal, dan carilah trachea.
Cek adakah kelainan pada jantung dan pembuluh darah besar.
Diameter jantung pada orang dewasa (posisi berdiri) harus
kurang dari separuh lebar dada. Atau dapat menentukan CTR
(Cardio Thoracalis Ratio).
Cek hilus dan bronkovaskular pattern. Hilus adalah bagian
tengah pada paru dimana tempat masuknya pembuluh darah,
bronkus, syaraf dan pembuluh limfe. Hilus kiri normal lebih
tinggi daripada hilus kanan.

A
B

F
H

C
J

D
E
Gambar 1: Thorax Foto posisi PA ; A= Lebel Nama, B=
Marker, C= Costae, D= Sinus Costo Cardioprenicus, E=
Sinus Costoprenicus, F= Vert. Cervical VII, G= Os Scapula,
H= Os Clavicula, I= Jantung, J= Hilus, K= Diagphragma.

Hal yang perlu diperhatikan dalam


interpretasi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kedudukan: simetris/asimetris.
Densitas.
Homogen/inhomogen.
Batas: tegas/tidak.
Ada perselubungan (bayangan padat).
Ada cavitas, kalsifikasi, garis fibrotik, bercak-bercak.

Syarat- syarat foto thorax PA bila memungkinkan :


1. Posisi penderita simetris. Hal ini dapat dievaluasi dengan
melihat apakah proyeksi tulang corpus vertebra thoracal
terletak di tengah sendi sternoclavikuler kanan dan kiri.
2. Kondisi sinar X sesuai. mAs (jumlah sinar) cukup dan kV
(kualitas sinar) cukup.
3. Film meliputi seluruh cavum thorax. Mulai dari puncak
cavum thorax sampai sinus-sinus phrenicocostalis kanan kiri
dapat terlihat pada film tersebut.

KELAINAN FOTO THORAX


1. Pada Pulmo
Oedema paru
Bayangan dengan garis tidak tegas
Terdapat suatu bronkogram udara

Tanda silhouette yaitu hilangnya visualisasi bentuk diafragma atau mediastinum berdekatan

Pemadatan paru, seperti : TBC paru, Pneumonia


1. Terlihat bayangan homogen berdensitas tinggi pada satu
segmen, lobus paru atau pada sekumpulan segmen lobus
yang berdekatan, berbatas tegas.
2. Jumlah corakan paru bertambah
3. Konsolidasi di lobus atau segmen pulmonalis

Pneumonia

Gambar
Tuberculosis
milier,
tampak
sarang-sarang
sekecil 1-2 mm atau
sebesar
kepala
jarum,
tersebar
merata
di
kedua
belah paru badai
kabut atau (snow
storm appereance)

Bercak dan
awan Tidak
melebihi garis
median, apeks,
Iga 2 depan dan
tidak ada
kavitas.
Bercak tidak
melebihi luas
satu paru, bila
ada lubang
diameter
kurang dari 4
cm, awan
/onsolidasi
homogen tidak
lebih luas dari
satu paru
Sarang lebih
dari diatas,
diameter
kavitas 4 cm
atau lebih

Tuberkulosis
Secara radiologik ditemukan 4 sarang pada
Tuberkulosis :
1. Sarang eksudatif : awan/ bercak, berbatas tak
tegas,
densitas rendah
2. Sarang produktif : butir bulat kecil, batas tegas,
densitas
sedang
3. Sarang induratif/fibrotik : garis-garis ataupun
pita tebal,
batas tegas,densitas tinggi
4. Kavitas : proses aktif kecuali lubang yang sudah
sangat kecil
(residual kavitas)