Anda di halaman 1dari 25

Presentasi Kasus

Apendisitis Akut
Amal Fathullah Pua Upa
RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Kalten

Identitas Pasien
Nama

: Ny.Y
Usia: 25 tahun
Alamat : Palar, Trucuk, Klaten
Pekerjaan : Swasta
Pendidikan: SD
Tanggal Masuk : 15 Januari 2015
No. Rekam Medis : 80xxxx

Anamnesis
Keluhan

Utama:

Nyeri perut kanan sejak 3 HSMRS

Anamnesis (lanjutan)
Riwayat

Penyakit Sekarang:

3 HSMRS pasien mengeluh nyeri perut


pada kanan bawah. Nyeri dirasakan seperti
ditusuk. Nyeri dirasakan berpindah dari
daerah tengah perut (-). Pasien merasa
lebih nyaman ketika berbaring, nyeri lebih
terasa ketika pasien berjalan. Mual (+),
muntah (+), nafsu makan berkurang (+),
demam(+). Pasien tidak memeriksakan diri.
HMRS keluhan nyeri dirasakan menetap,
demam (+), mual (+), muntah (-), BAB
terakhir 2 hari sebelumnya

Anamnesis (lanjutan)
Riwayat

Penyakit Dahulu:

Riwayat keluhan serupa sebelumnya


disangkal
Riwayat operasi dan mondok di rumah sakit
disangkal
Riwayat sakit hipertensi, DM, asma, dan
alergi disangkal
Riwayat

Penyakit Keluarga:

Riwayat keluarga dengan keluhan serupa


disangkal
Riwayat hipertensi, DM, asma, dan alergi
disangkal

Pemeriksaan Fisik
Keadaan

Umum: compos mentis,

lemah
Tanda vital:

Tekanan darah
: 110/70 mmHg
Nadi
: 108 kpm
Nafas
: 22 kpm
Suhu
: 37,8o C

Pemeriksaan Fisik
(lanjutan)
Kepala:

conjungtiva anemis -/-,


sklera ikterik -/Leher:

limfonodi tak teraba (-),


JVP meningkat (-)

Pemeriksaan Fisik
(lanjutan)
Thoraks

Inspeksi: pengembangan simetris,


ketertinggalan gerak (-)
Palpasi: fremitus taktil kanan = kiri
Perkusi: sonor +/+
Auskultasi: vesikular +/+

Pemeriksaan Fisik
(lanjutan)
Abdomen

Inspeksi: Flat, DC (-), DS (-)


Auskultasi: bising usus (+)
Perkusi: timpani (+)
Palpasi: nyeri tekan (+) di kanan bawah, rebound
tenderness (+) di kanan bawah

Psoas

sign (-)
Obturator sign (+)
Rovsing sign (-)
RT : TMSA dbn, mukosa licin, rectum tidak
kolaps, nyeri tekan (+) posisi jam 11,
STLD(-), feses (+)

Plan Diagnostik
Darah

rutin
Kimia darah
USG abdomen

Pemeriksaan Penunjang
Darah

rutin

15/1/20
15

Normal
Range

Hb

14,9

11,5-15,5

MCV

85,6

80-99

MCHC

33

33-37

WBC

16,4

4,5-14,5

PLT

292

150-450

Hct

45,1

34-40

Lym

8,9%

19-48

Neut

82,9%

40-74

HBsAg: negatif (-)

Kimia darah:
BUN
: 12,6 mg/dL
Creatinin : 0,67 mg/dL
AST
: 23,5 IU/L
ALT
: 14,2 IU/L
TP : 6,09 g/dL
Albumin: 3,63 g/dL
Globulin
: 3,3 mg/dL
Ureum : 27 mg/dL

Elektrolit:
Na : 136
K : 4,0
Cl : 98

Diagnosis
Apendisitis

Akut

Manajemen
Appendectomy
IVFD
Inj.
Inj.
Inj.
Inj.

20 tpm
Cefotaxim 1 gr/12 jam
Metronidazole 500 mg/8 jam
Ketorolac 30 mg/8 jam
Ranitidine 50 mg/12 jam

APENDISITIS AKUT

PEMBAHASAN

Apendisitis Akut
Apendisitis

Akut adalah
peradangan di organ Appendix.
Epidemiologi
Insidensi laki-laki : perempuan
sebanding, kecuali pada usia 20-30
tahun insidensi lebih tinggi pada lakilaki.
Dapat terjadi pada semua umur,
insidensi tertinggi pada kelompok
umur 20-30 tahun.

Etiologi Apendisitis Akut


Infeksi

bakteri, dengan faktor


pencetusnya adalah adanya:

Sumbatan lumen
Hiperplasia limfonodi
Fekalit
Tumor apendiks
Cacing askaris

Diet

rendah serat dan konstipasi juga


berpengaruh
Konstipasi tekanan intrasekal
sumbatan fungsional pertumbuhan kuman
kolon

Patologi Apendisitis Akut


Peradangan

berawal dari mukosa dan


melibatkan seluruh lapisan dinding apendiks
dalam waktu 24-48 jam pertama
Usaha tubuh: membentuk massa
periapendikuler (omentum, ileum, adneksa).
Jika terjadi nekrosis berupa abses
perforasi
Jika sembuh massa periapendikulaer akan
mengurai secara lambat
Tidak akan sembuh sempurna, akan
terbentuk jaringan parut perlengketan
keluhan berulang di perut kanan bawah

Klinis Apendisitis Akut


Gejala

klasik apendisitis : nyeri


tumpul yang merupakan nyeri
visceral di daerah epigastrium di
sekitar umbilicus.
Disertai mual, muntah dan nafsu
makan berkurang.
Dalam beberapa jam nyeri
berpindah titik McBurney
nyeri tajam dan jelas letaknya
(somatik).

Klinis Apendisitis Akut


Tanda

awal

Nyeri mulai di epigastrium atau regio umbilikus disertai


mual dan anoreksi
Nyeri

pindah ke kanan bawah dan menunjukkan


tanda rangsangan peritoneum lokal di titik McBurney
Nyeri tekan
Nyeri lepas
Defans muskuler

Nyeri

rangsangan peritoneum tidak langsung

Nyeri kanan bawah pada tekanan kiri (Rovsing)


Nyeri kanan bawah bila tekanan di sebelah kiri dilepaskan
(Blumberg)
Nyeri kanan bawah bila peritoneum bergerak seperti nafas
dalam, berjalan, batuk, mengedan

Klinis Apendisitis Akut


Penemuan

fisik lain:

Demam ringan (37,5o-38,5o C)


Penonjolan perut kanan bawah pada
massa apendikuler
Colok dubur nyeri di daerah infeksi
Psoas sign
Obturator sign

Diagnosis Apendisitis
Akut
Tanda

klinis khas apendisitis akut


(kemungkinan kesalahan 1520%)
Ultrasonografi, dapat
meningkatkan akurasi diagnosis
Leukositosis, terutama pada
kasus dengan komplikasi

Manajemen Apendisitis
Akut
Diagnosis

klinik jelas apendektomi.

Open atau laparoscopy


Diagnosis

tidak jelas observasi

Laboratorium dan USG


Laparoskopi diagnostik
Antibiotik

Terutama apendisitis gangrenosa atau perforata


Untuk mencegah komplikasi pada apendisitis yang
tenang
Sebaiknya yang berefek baik pada bakteri aerob
maupun anaerob
Pilihan penicillin, cephalosporin, aminoglikosida,
carbapenem, fluoroquinolon

Komplikasi Apendisitis
Akut
Komplikasi

paling sering

perforasi
Komplikasi terjadi terutama pada
apendisitis dengan nekrosis,
supuratif, dan gangrenosa

Terminologi
Apendisitis

perforata

Faktor yang berperan dalam perforasi apendiks


adalah adanya fekalit dalam lumen, usia (orang tua
atau anak muda), dan keterlambatan diagnosis.
Apendisitis

rekurens

Serangan berulang di perut kanan bawah.


Serangan apendisitis akut pertama kali sembuh
spontan.
Apendisitis

kronis

Apendisitis dengan syarat: nyeri perut kanan


bawah lebih dari 2 minggu; radang kronik apendiks
secara makroskopik dan mikroskopik; keluhan
menghilang setelah apendektomi.

Referensi
Sjamsuhidajat, R, Jong, Wd. 2012. Buku-Ajar Ilmu Bedah.
Jakarta: EGC.
Craig, S, MD, et al. 2014. Appendicitis. Dalam situs eMedicine
Medscape online reference.

Anda mungkin juga menyukai