Anda di halaman 1dari 51

ANATOMI DAN FISIOLOGI

SISTEM ENDOKRIN

Pengertian
Sistem endokrin merupakan sistem
kontrol
kelenjar
tanpa
saluran
(ductless).
Respons Sistem Endokrin sifatnya
lambat : menit, jam,bulan, atau tahun.
Komunikasi Sistem Endokrin melalui
media
yaitu
HORMON.
Hormon
bertindak sebagai "pembawa pesan
melalui aliran darah ke berbagai sel
dan menerjemahkan "pesan sebagai
tindakan

MENGAPA JUGA DISEBUT ENDOKRIN ??


Karena hasil sekresinya tidak
dibuang keluar tubuh tetapi masuk
ke dalam aliran darah
Sedangkan eksokrin hasil sekresinya
dibuang keluar tubuh (kelenjar
ludah, keringat, urine)

SIFAT-SIFAT HORMON
Bekerja secara spesifik pada organ, bagian
tubuh tertentu atau aktivitas tertentu
Dihasilkan tubuh dalam jumlah yang sangat
sedikit tetapi memiliki pengaruh besar
terhadap aktivitas tertentu dalam tubuh
Bekerja lambat, pengaruh hormon tidak
spontan seperti pada pengaturan oleh
syaraf
Sebagai senyawa kimia, hormon tidak
dihasilkan setiap waktu. Hormon diproduksi
hanya apabila dibutuhkan

KELENJAR ENDOKRIN
Kelenjar hipofise atau pituitary (hypophysis or pituitary
gland), terletak di dalam rongga kepala dekat dasar otak
Kelenjar Pineal, di atas kel. hipofise
Kelenjar tiroid (thyroid gland) atau kelenjar gondok,
terletak di leher bagian depan
Kelenjar paratiroid (parathyroid gland), dekat kelenjar
tiroid
Kelenjar suprarenal (suprarenal gland), terletak di kutub
atas ginjal kiri-kanan
Pulau langerhans (islets of langerhans), di dalam
jaringan pancreas
Kelenjar kelamin (gonad) laki-laki di tetis dan
perempuan di ovarium.
Kelenjar Timus, di dalam mediastinum di belakang os
sternum

KELENJAR APA SAJA YANG DAPAT MENGHASILKAN


HORMON PADA MANUSIA??

HIPOFISA
THYROID
PARATHYROID
ADRENAL
PANKREAS
OVARIUM
TESTIS
THYMUS

FUNGSI KELENJAR ENDOKRIN


1. MENGHASILKAN HORMON-HORMON YANG
DIALIRKAN
KEDALAM
DARAH
YANG
DIPERLUKAN OLEH JARINGAN
2. MENGONTROL AKTIVITAS KELENJAR TUBUH
3. MERANGSANG AKTIVITAS KELENJAR TUBUH
4. MERANGSANG PERTUMBUHAN JARINGAN
5. MENGATUR
METABOLISME,
OKSIDASI,
MENINGKATKAN ABSORPSI GLUKOSA PADA
USUS HALUS
6. MEMPENGARUHI METABOLISME LEMAK,
PROTEIN,
HIDRAT
ARANG,
VITAMIN,
MINERAL DAN AIR

HUBUNGAN ANATOMI
HIPOTHALAMUS - HIPOFISIS
HIPOTHALAMUS TERDIRI DARI SEL SEL NEURO
SEKRETORIS
HIPOTHALAMUS
BERHUBUNGAN
DENGAN
HIPOFISIS PARS ANTERIOR (ADENO HIPOPHISIS)
MELALUI PEMBULUH DARAH BALIK (VENA PORTA
HIPOTHALAMO HIPOPHISIAL)
HIPOTHALAMUS
BERHUBUNGAN
DENGAN
HIPOFISIS PARS POSTERIOR (NEURO HIPOPHISIS)
MELALUI HUBUNGAN TALI SYARAF
HIPOTHALAMUS MENGONTROL / MENGENDALIKAN
FUNGSI HIPOPHISIS

HUBUNGAN ANATOMI
HIPOTHALAMUS - HIPOFISIS

Hypothalamus dan saluran sekresi


serta Hipofisis (sayatan memanjang)

Target organ kelenjar endokrin

KELENJAR HIPOFISA
Kelenjar hipofisa master gland
Karena dpt menghasilkan hormon & hormon yang
dihasilkan dapat merangsang kelenjar lain untuk
menghasilkan hormon lain

Hipofisa anterior (depan)


Hipofisa media (tengah)
Hipofisa posterior (belakang)

HIPOFISIS
HIPOFISIS PARS ANTERIOR / ADENO
HIPOFISIS
TERSUSUN OLEH :
1. SEL ACIDOPHYL (-CELL) : 35%
2. SEL BASOPHYL (-CELL) : 15%
3. SEL CHROMOPHOBE : 50%
(SEL-SEL BAKAL UNTUK DAN : TIDAK BERFUNGSI)

HIPOPHISIS TERLETAK DIDALAM SELLA TURSIKA

1. HIPOFISA ANTERIOR
1. Somatotropin / Growth Hormone (GH)

. Bekerja pada tulang, otot, kulit


. FUNGSI :
1. MENGONTROL / MENGENDALIKAN PERTUMBUHAN NORMAL
2. METABOLISME KARBIHODRAT DAN PROTEIN

. Bekerjanya sangat terbatas (pada pria 13-16 thn,


pada wanita 9-12 th)
. Bila bekerja normal tubuh akan normal
Bila hipersekresi manusia raksasa (gigantisme)
Bila hiposekresi manusia kerdil/cebol (kretinisme)
Bila hipersekresi saat tidak tumbuh lagi penebalan
pada tulang wajah, tengkorak, tangan, kaki (akromegali)

2. Thyrotropic Hormone = Thyrosomatotropic


Hormone (TSH)
Merangsang sekresi kelenjar thyroid menghasilkan
thyroksin, lodotironin & kalsitonin
TSH : Menstimulasi pengambilan iodid oleh kelenjar
tiroid.

3. Adreno Cortico Tropic Hormone (ACTH)


1.Glukokortikoid penghasil gula
2.Mineralokortikoid mengatur keseimbangan
cairan antara ion Na & ion K
3.Gonadokortikoid
.utk wanita estrone & progestrone;
utk pria testrone

4. Prolactine = Lactogenic Hormone =


Luteotropic Hormone (LTH)
. Merangsang kelenjar mammae untuk
mensekresikan susu

5. Gonadotropin Hormone (GTH)


Follicle Stimulating Hormone (FSH)
Pd wanita merangsang pertumbuhan folikel
dalam ovarium
Pd pria mempengaruhi proses
spermatogenesis
Luteinizing Hormone (LH) = interstitial cell
stimulating hormone (ISCH)
Pada wanita merangsang pematangan sel telur
(ovulasi)
Pada pria menghasilkan sel leydig yang
memproduksi hormon testosteron

2. HIPOFISA MEDIA
Menghasilkan Melanocyte Stimulating Hormone
(MSH) akan menghasilkan pigmen melanin
untuk warna kulit
Makin banyak melanin makin hitam pigmen kulit,
makin sedikit melanin makin putih pigmen kulit

HIPOFISIS PARS POSTERIOR /


NEURO HIPOFISIS
TERSUSUN OLEH SEL-SEL SYARAF ( NEURO
SEKRETORI) YANG BERHUBUNGAN DENGAN
HIPOTHALAMUS
HORMON YANG DISEKRESI:
1. ANTI DIURETIK HORMON (ADH)
DISEKRESIKAN OLEH : SEL NUCLEUS SUPRAOPTICA
FUNGSI : MENGENDALIKAN / MENGATUR
KESEIMBANGAN KADAR AIR DALAM TUBUH MELALUI
RESORBSI AIR PADA GINJAL mempengaruhi tekanan
darah

DEFISIENSI AKAN TIMBUL PENYAKIT : DIABETES


INSIPIDUS (BANYAK KENCING)

Vasopressin
Vasopressin menghambat diurese (antidiuresis
hormon, ADH, Adiuretin). Mekanisme efek adalah
dengan peningkatan permeabilitas kantung kemih
terhadap penyerapan kembali air. Peningkatan
pengeluaran ADH berlangsung melalui reseptor
osmosa. Peningkatan tekanan osmose darah akan
berakibat pengeluaran ADH, untuk mengurangi
pengeluaran urin yang berakibat pengenceran
darah.
Pada defisiensi ADH (Diabetes insipidus) akan terjadi
pengeluaran urin yang ekstrim (sampai 30 l/hari).
Pada jantung terdapat reseptor volume, yang
berperan dalam mengontrol volume darah, bila
volume darah kurang akan dapat mengakibatkan
pengeluaran ADH. Pada kondisi volume darah tinggi,
tidak lagi pada konsentrasi fisiologis, maka
vasopressin memberikan efek penciutan otot polos
dan pembuluh darah, yang berakibat peningkatan

2. OKSITOSIN : DISEKRESI OLEH SEL NUCLEUS PARA


VENTRICULARIS
FUNGSI :
a)MERANGSANG
KONTRAKSI
(MIOMETRIUM) SAAT PARTUS

UTERUS

b)MENDORONG
KONTRAKSI
MIOEPITEL
ALVEOLUS UNTUK SEKRESI AIR SUSU (PADA
KEL. MAMMAE)

HORMON HORMON YANG DISKRESI OLEH


HIPOTALAMUS - HIPOPHISIS
HIPOTALAMUS

HIPOPHISIS PARS
ANTERIOR

ORGAN
SASARAN

1. MELANOCYTE
STIMULATING
HORMONE
RELEASING
HORMONE
(MSHRH)

MELANOCYTE
HORMONE

SEL-SEL PIGMEN
PADA KULIT

2. SOMATOTROPIN
RELEASING
HORMON

SOMATOTROPIN
PERTUMBUHAN
HORMONE
TUBUH
(GROWTHHORMONE)

3. TIROTROPIN RH

TIROTROPIN
HORMONE

TIROID

4. ADRENOCORTICO
RELEASING
HORMONE

ADRENO
CORTICOTROPIC
HORMONE (ACTH)

5. GONADOTROPIN -FOLLICLE
RELEASING
STIMULATING
HORMONE (Gn RH) HORMONE (FSH)
- LUTEINIZING
HORMONE (LH)

ADRENAL

GONAD
- OVARIUM
- TESTIS
- CORPUS LUTEUM

6. PROLACTIN
RELEASING
HORMONE (PRH)

MENINGKATKAN
SEKRESI HORMONE
PROLAKTIN
(LUTEOTROPIK
HORMONE)

KEL. SUSU

7. PROLAKTIN
INHIBITING
HORMONE (PIH)

MENGHAMBAT
SEKRESI HORMON
PROLAKTIN

KEL. SUSU

HIPOPHISIS
PARS
POSTERIOR
8. ANTI DIURETIC
HORMONE (ADH)
9. OKSITOSIN

ADH

GINJAL

OKSITOSIN

- KEL. SUSU
- KONTRAKSI UTERUS

KELENJAR TIROID
TERLETAK DIBAWAH LARINX (KIRI KANAN TRACHEA)

SEKRESI : HORMON TIROKSIN, DIBAWAH KENDALI


HORMON TIROTROPIN DARI HIPOFISE PARS ANTERIOR

Kelenjar tyroid menghasilkan 3 jenis hormon :


T3 (triiodotironin)
T4 (tetraiodotironin)
Tyrokalsitonin merupakan bahan baku pembentukkan Parathormon
yang juga disekresikan oleh kelenjar Parathyroid, berfungsi untuk mengatur
kadar calcium (ion CA2+) dalam darah

FUNGSI HORMON TIROKSIN


1. MENINGKATKAN PRODUK ENERGI & PENGGUNAAN O2 DISELURUH JARINGAN
(CALORIGENIC ACTION)
2. MENINGKATKAN METABOLISME
3. ESSENSIAL UNTUK FUNGSI SISTEM SYARAF
4. MENGATUR PERTUMBUHAN

KELAINAN FUNGSI KEL. TIROID


1. HIPOSEKRESI : HORMON TIROKSIN RENDAH
(HIPOTIROIDISME / MIXEDEMA)
GEJALA : - SUHU TUBUH RENDAH / KEDINGINAN
- GERAK LAMBAN MENGANTUK
JIKA KEJADIANNYA MULAI MASA KANAK -KANAK AKAN
TERJADI : CEBOL (KRITISNISME)
GEJALA :
- UKURAN BADAN KECIL
- INTELEGENSI RENDAH
- TIDAK PERNAH MATANG SEKSUAL
MIKSEDEMA ; PADA ORANG DEWASA TERDAPAT
KECENDRUNGAN UNTUK BERTAMBAH BERAT BADAN,
BERFIKIR, BERBICARA DAN BERGERAK SECARA LAMBAN,
KULIT TEBAL DAN BERKERINGAT, RAMBUT RONTOK,
SUHU BADAN DIBAWAH NORMAL DAN DENYUT NADI
PERLAHAN

2. HIPERSEKRESI : HORMON TIROKSIN TINGGI


(HIPER TIROIDISME)

GEJALA
KECEPATAN
METABOLISME,
PENINGKATAN SUHU TUBUH, BERAT BADAN
TURUN, GELISAH, MUDAH MARAH, DENYUT NADI
NAIK. PADA KASUS KEKURANGAN YODIUM
BERAKIBAT
PENINGKATAN
SEKRESI
TSH
SEHINGGA KELENJAR TIROID MEMBESAR MENJADI
GOITER

HIPERAKTIVITAS : DISEBABKAN OLEH KADAR I2


(IODIUM) RENDAH DALAM TUBUH
TIMBUL
PENYAKIT
GONDOK
/
BASEDOW
KEL.
MEMBENGKAK
KARENA
JUMLAH
FOLIKEL
BERTAMBAH

KELENJAR PARATIROID
(GL. PARATYROID)
UKURAN SANGAT KECIL, MELEKAT / BERDEKATAN DENGAN KEL. TIROID
PADA MANUSIA BERJUMLAH 4 BUAH

Organ target PTH tulang, ginjal dan usus halus


SEKRESI HORMON PARATIROID / PARATHORMON
FUNGSI : - MENDORONG ABSORSI CALCIUM PADA USUS
- MENDORONG EKSKRESI FOSFAT MELALUI URINE
- BERPERAN DALAM PROSES PENULANGAN (OSSIFIKASI)

HIPOPARATIROIDISME, TERJADI PADA KASUS KEKURANGAN KALSIUM


DIDALAM DARAH (HIPOKALSEMIA) MENGAKIBATKAN KEJADIAN TETANI
DENGAN GEJALA KHAS KEJANG KHUSUSNYA PADA TANGAN DAN KAKI
(KARPOPEDAL SPASMUS) DAPAT DIRINGANKAN DENGAN PEMBERIAN
KALSIUM
HIPERPARATIROIDISME, BIASANYA BERHUBUNGAN DENGAN TUMOR
KELENJAR. TERDAPAT GANGGUAN DISTRIBUSI KALSIUM DARI TULANG
DIMASUKKAN KEMBALI KE SERUM DARAH, DAPAT MENYEBABKAN
OSTEOPHOROSIS DAN OSTEOMIELITIS

KELENJAR PANKREAS
(GL. PANCREATICUS)
LETAK : MEMBENTUK DIANTARA BENTUK TAPAL
KUDA DUODENUM
FUNGSI : - KEL. EKSOKRIN OLEH SEL ACINI: ENZIM
- KEL. ENDOKRIN OLEH SEL SEL GUGUS
PULAU LANGERHANS HORMON
GUGUS PULAU LANGERHANS TERSUSUN OLEH
1. SEL ALPHA () : 15-20% HORMON GLUKAGON
2. SEL BETA () : 60 90% HORMON INSULIN
3. SEL C DAN D : 1-8%

HORMON INSULIN
FUNGSI : 1. MENDORONG GLUKOSA KE DALAM
SEL
2. MENDORONG GLUKOSA GLIKOGEN
GLUKOSA LEMAK
3. MENCEGAH GLUKOGENOLISIS
4. MENDORONG SINTESIS PROTEIN
DEFISIENSI INSULIN : DIABETES MELLITUS
BERAKIBAT :
HIPERGLIKEMIA
KERUSAKAN FUNGSI ORGAN. MIS : NEUROPATI,
NEPHROPATI, RETINOPATI, CARDIOPATI DAN
GANGREN

HORMON GLUKAGON
FUNGSI : MENINGKATKAN KADAR GLUKOSA
DARAH
MELALUI : - GLIKOGENOLISIS
- GLUKONEOGENESIS
- LIPOLISIS
(DALAM KEADAAN TERTENTU )
ISTILAH ISTILAH :
GLUKOLISIS : PEMECAHAN GLUKOSA ATP
GLIKOGENOLISIS : PEMECAHAN GLIKOGEN
MENJADI GLUKOSA
GLUKONEOGENESIS : PEMBENTUKAN GLUKOSA
DARI NON KH

SEL C DAN SEL D


Sel C
Mensekresi somatotastin yang
berpengaruh :
Menekan Gh
Menghambat saluran cerna
(pengosongan lambung, sekresi asam
lambung, kontraksi bladder)

Sel D
Mensekresi polipeptida (Gastrin)

KELENJAR ADRENAL
(GL. ADRENALIN / GL. SUPRARENALIS / KEL. ANAK
GINJAL)
LETAK / KEDUDUKAN : ANTERIOR / SUPERIOR REN
JUMLAH : 2 BUAH, DIBUNGKUS OLEH CAPSULA
ADRENAL TERPISAH DENGAN GINJAL OLEH
BANTALAN LEMAK
BENTUK : - KANAN BERBENTUK PIRAMID
- KIRI BERBENTUK BULAN SABIT
BERDASARKAN FUNGSINYA TERBAGI MENJADI 2
BAGIAN :
1. BAGIAN KORTEX (LUAR) MESODERM
2. BAGIAN MEDULLA (DALAM) EKTODERM

Korteks adrenal
Dibagi menjadi 3 zona :
ZONA GLOMERULUS

Menghasilkan aldosteron (mineralokortikoid), Fungsi:


merangsang penyerapan ion Natrium dari tubulus
ginjal dan menurunkan penyerapan ion Kalium,
sehingga mempertahankan tekanan osmotik darah.
Efek primer pada metabolisme air dan mineral.
ZONA FASICULATE

Menghasilkan cortisol (glukokortikoid), Fungsi:


meningkatkan pembentukan glukosa dari asam Amino,
antialergi dan inflamasi, menghasilkan energi. efek
primer pada metabolisme protein, lemak, karbohidrat.
ZONA RETIKULARIS

Menghasilkan androgen (efek maskulinisasi) dan


estrogen (tidak mempunyai efek feminisasi), efek
primer untuk tanda-tanda sex sekunder.

KORTEKS ADRENAL : TERBAGI 3 ZONA


1. ZONA GLUMEROLOSA : DIBAWAH KAPSULA
ADRENAL

TERDIRI DARI SEL SEL BERUKURAN KECIL


DAN BENTUKNYA TIDAK BERATURAN
TIDAK DIBAWAH PENGARUH : ACTH (HIP.
ANTERIOR)
FUNGSI :
MENGHASILKAN HORMON ALDOSTERON
(MINERALOCORTICOID)
MENGATUR KADAR ELEKTROLIT DAN AIR DALAM
TUBUH

2. ZONA FASIKULATA :
DIBAWAH ZONA GLUMEROLOSA
TERDIRI DARI SEL SEL POLIGONAL
BERUKURAN BESAR

3. ZONA RETIKULARIS :

DIBAWAH ZONA FASIKULATA DAN BERBATASAN


LANGSUNG DENGAN BAG. MEDULA
TERSUSUN OLEH SEL SEL YANG TIDAK BERATURAN

ZONA FASIKULATA DAN RETIKULARIS : ADA


DIBAWAH PENGARUH ACTH
KEDUA ZONA TERSEBUT SAMA SAMA
MENGHASILKAN : CORTISOL, COSTICOSTERON
DAN CORTISON
BERPERAN DALAM METABOLISME PROTEIN DAN
KARBOHIDRAT (GLUKO KORTOID)
HORMON HORMON ADRENAL KORTEKS ADALAH
HORMON STEROID

KELENJAR ADRENAL (ANAK GINJAL)


Bagian Korteks mempunyai 3 (tiga) kelompok besar:
1. Glukokortikoid menghasilkan kortison & hidrokortison, berperan dalam menaikkan kadar gula darah,
pengubahan protein menjadi glikogen di hati dan
selanjutnya mengubahnya menjadi glukosa
2. Mineralokortiod aldosteron, berperan menyerap na
dari darah dan mengatur reabsorpsi air pada ginjal
3. Gonadokortikoid pembentukan hormon pd wanita
estrone & progestrone serta pd pria testrone

KELAINAN FUNGSI KORTEKS ADRENAL


1. HIPO FUNGSI HIPOKORTIKOIDISME
PENYAKIT : ADDISONS
AKUT KEMATIAN
KRONIS KULIT BERWARNA GELAP KARENA
PENIMBUNAN PIGMEN DAERAH TERBUKA
2. HIPER FUNGSI HIPERKORTIKOIDISME
PENYAKIT : CUSHING SYNDROME
: PASCA MELAHIRKAN PERTUMBUHAN
RAMBUT YANG BERLEBIHAN

MEDULA ADRENAL :
- TERSUSUN OLEH SEL SEL POLYGONAL
FUNGSI : MENGHASILKAN HORMON
- ADRENALIN / EPINEPHRIN
- NORADRENALIN / NOREPINEPHRIN

FUNGSI HORMON ADRENALIN / EPINEPHRIN :


1. DILATASI BRONCHIAL PENDERITA ASMA
2. MENINGKATKAN KERJA JANTUNG
3. MERANGSANG KONTRAKSI OTOT POLOS
4. MENINGKATKAN KECEPATAN METABOLISME
5. MENINGKATKAN GLUKOSA DARAH
6. SEBAGAI NEURO TRNASMITER SISTEM SYARAF
SIMPATIS
BERSAMA

SAMA
DENGAN
NORADRENALIN NEUROHUMOR

GONAD
GONAD :
1. OVARIUM WANITA
MENGHASILKAN :
A. ESTROGEN OLEH FOLIKEL de GRAAF
B.PROGESTERON OLEH CORPUS LUTEUM
2. TESTIS GONAD PRIA
MENGHASILKAN : ANDROGEN / TESTOSTERON
OLEH SEL LEYDIG

FUNGSI HORMON HORMON GONAD :


1.BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU
2.PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ORGAN ORGAN SEX
3.MERANGSANG PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN SEX - KARAKTERISTIK
4.MERANGSANG LIBIDO
. FUNGSI GONAD DIKENDALIKAN OLEH : FSH DAN
LH DARI HIPOPHISIS (HORMON GONADOTROPIN)

KELENJAR OVARIUM
Menghasilkan Estrogen & Progesteron
Estrogen

berfungsi
untuk
mematangkan telur dalam folikel-2 telur
(folikel awal, primer, sekunder, tersier,
de graaf), menebalkan dinding rahim
utk persiapan ovulasi
Tanda seks pada wanita
Menstimuli pertemuan ovum dengan sel
sperma pada saluran telur (oviduct)
Progesteron

berfungsi
mempertahankan
ketebalan
dinding
rahim shg bila terjadi pertemuan ovum
dg sel sperma akan di implantasikan

Hormon estrogen berperan penting


dalam mengatur siklus menstruasi
dan mengatur sistem reproduksi
Hormon
Progesteron
berperan
penting dalam mengatur siklus
menstruasi, perkembangan ovum
dan ciri kelamin sekunder wanita.

KELENJAR TESTIS (TESTES)


Menghasilkan hormon testosteron
Setiap 3 (tiga) tubulus seminiferus dlm
testis ketemu akan menghasilkan hormon
tsb
Meningkatkan hasrat libido pria
Sebagai tanda seks sekunder pria suara
berat, tumbuh jakun, bahu melebar,
pinggang
tetap
ramping
dan
pada
pengaturan produksi sperma

KELENJAR TIMUS
TERLETAK DIDALAM MEDIASTINUM DIBELAKANG
STERNUM, HANYA DIJUMPAI PADA ANAK
DIBAWAH 18 TAHUN. WARNANYA KEMERAHMERAHAN DAN TERDIRI ATAS DUA LOBUS
MENGHASILKAN TYMOSIN
PADA BAYI BARU LAHIR UKURAN KELENJAR
SANGAT KECIL DAN BERATNYA KIRA-KIRA 10
GRAM, UKURANNYA BERTAMBAH PADA MASA
REMAJA MENJADI 30-40 GRAM DAN KEMUDIAN
BERKERUT LAGI
FUNGSI KELENJAR TIMUS ;
1. MENGAKTIFKAN PERTUMBUHAN BADAN
2. MENGURANGI AKTIVITAS KELENJAR KELAMIN
3. SEBAGAI IMUNITAS TUBUH

GLAND PINEAL
Terletak diatas kelenjar Hipofise.
Menghasilkan hormon Melatonin.
Fungsi: mengatur sekresi yang
dilakukan Oleh Corpus Lutheum
dan mengaktifkan sel melanosit
menghasilkan melatonin untuk
warna kulit.