Anda di halaman 1dari 26

Oleh :

Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag


Pgs. Direktur Urusan Agama Islam dan
Pembinaan Syariah
Disampaikan pada Kegiatan Peningkatan Kompetensi dan Budaya Kerja
Penghulu di Surabaya Jawa Timur

DIREKTORAT URUSAN AAMA ISLAM DAN


PEMBINAAN SYARIAH
1

Pendahulua
n

Kekuatan
Fungsional

Berdasarkan Jenis Ketenagaan Jabatan Fungsional


No

Pegawai

Jenis Jabatan Fungsional

Jumlah

Guru

141.822

83.61

Dosen

9.263

5.46

3
4

Penghulu
Pengawas

6.155
4.910

Penyuluh Agama

3.63
2.89

4.412

2.60

Arsiparis

1.099

0.65

Analis Kepegawaian

371

0.22

Widyaiswara

331

0.20

Perencana

314

0.19

10

Pustakawan

228

0.13

11

Pranata Komputer

184

0.11

12

Auditor

158

0.09

13

Peneliti

138

0.08

14

Pranata Humas

122

0.07

15

Dokter

48

0.03

16

Litkayasa

44

0.03

17

Perawat

11

0.01

18

Statistisi

11

0.01

169.621

100

TOTAL

Pembinaan Jabatan Fungsional


Kompetensi

diperoleh dari
Pengalaman dan
Diklat.
Peningkatan
Kompetensi
dilakukan secara
terintegrasi
dalam sistem
pembinaan
kariernya.
Mulai dari
Pengangkatan
pertama
sebagai pejabat
funsional,
pengembangan,
mutasi/promosi
sampai dengan
pensiun

Perbandingan Antar Jabatan


STRUKTURAL

FUNGSIONAL

Kenaikan Pangkat 4 Tahun


Sekali

Kenaikan Pangkat bisa < 4


Tahun

Jenjang Kepangkatan Tidak


Bisa Melebihi Atasan

Jenjang Kepangkatan Bisa


Melebihi Atasan

Usul Pengangkatan Hanya


dari Atasan

Usulan Pengangkatan Bisa


dari Atas (Top Down) atau dari
Bawah (Bottom Up)

Jenis Pekerjaan hanya


berdasarkan tugas, pokok dan
fungsi (Tupoksi) unit kerjanya

Jenis pekerjaan bisa berasal


baik dari dalam maupun dari
luar unit kerjanya
6

Indikator Kunci Keberhasilan JFT

Mengajukan
Usul PAK
kepada tim
penilai angka
kredit

Sikap profesionalisme pemangku jabatan


fungsional tertentu
Mampu
mengimplementasikan
amanat butir kegiatan
kedalam hasil kerja secara
efektif dan efisiensi
Merupakan pendukung
kebenaran melaksanakan
kegiatan

Surat
Tugas

SK
Tim

Surat
Keter
anga
n

Menampilkan bukti fisik


berdasarkan satuan hasil
sesuai ketentuan
8

Issue Strategis
(Obyektivitas Penilaian, Penilaian Terbuka.

Pengukuran Kinerjja, Tindak Lanjut Hasil


Penilaian Kompetensi, Pengembangan Potensi,
Pengembangan Karir. Pendidikan dan
Pengembangan, Kompensasi)

Pembinaan dan
Pengembangan
Langkah Strategis Yang dilakukan :

pembinaan adalah penetapan dan pengendalian terhadap standar profesi yang


meliputi kewenangan penanganan,prosedur pelaksanaan tugas dan
metodologinya.Dalam pembinaan tersebut termasuk didalamnya penetapan
petunjuk teknis yang diperlukan

10

RB dan UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil


Negara (ASN)

11

REFORMASI BIROKRASI

12

STRATEGI PEMERINTAH :
Tahapan Pelaksanaan RPJP 2005Tujuan
2025Berbangsa dan Bernegara (Pembukaan UUD
1945)

Visi RPJP: Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan


Makmur
RPJMN 1
(20052009)

Menata kembali NKRI,


membangun
Indonesia yang aman
dan damai, yang adil
dan demokratis,
dengan tingkat
kesejahteraan yang
lebih baik

RPJMN 2
(2010-2014)

Memantapkan
penataan kembali
NKRI, meningkatkan
kualitas SDM,
membangun
kemampuan iptek,
memperkuat daya
saing perekonomian

RPJMN 3
(2015-2019)
Memantapkan
pembangunan secara
menyeluruh dengan
menekankan pembangunan keunggulan
kompetitif
perekonomian yang
berbasis SDA yang
tersedia, SDM yang
berkualitas, serta
kemampuan iptek

RPJMN 4
(2020-2024)
Mewujudkan
masyarakat Indonesia
yang mandiri, maju,
adil dan makmur
melalui percepatan
pembangunan di
segala bidang dengan
struktur perekonomian
yang kokoh
berlandaskan
keunggulan kompetitif.

Kata kunci:
SDA, SDM, IPTEK

9 PROGRAM MIKRO

Lampiran II Permenpan dan RB No. 31 Tahun 2012 tentang Juknis Penilaian Mandiri Pelaksanaan RB Secara Online

9 PROGRAM PERCEPATAN

Lampiran II Permenpan dan RB No. 31 Tahun 2012 tentang Juknis Penilaian Mandiri Pelaksanaan RB Secara Online

RENCANA

AKSI

a. Penetapan Standar Kompetensi Jabatan;


b. Mutasi dan Rotasi Sesuai Kompetensi Secara Perodik;
c. Peningkatan Kemampuan PNS Berbasis Kompetensi dengan
Membangun Sistem Nasional Diklat PNS Berbasis
Kompetensi;
d. Sertifikasi Kompetensi Profesi;
e. Penegakan Etika dan
f. Disiplin Pegawai Negeri;
f. Pengukuran Kinerja individu;
g. Penguatan Jabatan Fungsional :
Penambahan Jumlah Jabatan Fungsional;
Penetapan Pola Karier Jabatan Fungsional;
Peningkatan Kemampuan Jabatan Fungsional; dan
Peningkatan Tunjangan Jabatan Fungsional.

16

FUNGSI, TUGAS, DAN PERAN


PNS KEDEPAN

1. Pegawai ASN berfungsi sebagai:


a. pelaksana kebijakan publik;
b. pelayan publik; dan
c. perekat dan pemersatu bangsa
2. Pegawai ASN bertugas:
a. melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh
Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas;
c. mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.
3. Pegawai
ASN
berperan
sebagai
perencana,

pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas


umum pemerintahan dan pembangunan nasional
melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik
yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta
bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme
(Pasal 10,11,12)

17

JABATAN
1. Jabatan ASN terdiri atas:
ASNJabatan Administrasi;
a.
b.
c.

Jabatan Fungsional; dan


Jabatan Pimpinan Tinggi

a.

Jabatan Administrasi terdiri atas:

1)

2)

3)

jabatan administrator:

bertanggung jawab memimpin pelaksanaan seluruh


kegiatan
pelayanan
publik
serta
administrasi
pemerintahan dan pembangunan.
jabatan pengawas:
bertanggung jawab mengendalikan pelaksanaan
kegiatan yang dilakukan oleh pejabat pelaksana
jabatan pelaksana:
bertanggung
jawab
melaksanakan
kegiatan
pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan
pembangunan.
(Pasal 13, 14,15)

18

b. Jabatan Fungsional dalam ASN terdiri atas jabatan

fungsional keahlian dan jabatan fungsional


keterampilan.
1) Jabatan fungsional keahlian terdiri atas:
a)
b)
c)
d)

ahli utama;
ahli madya;
ahli muda; dan
ahli pertama.

2) Jabatan fungsional keterampilan terdiri atas:


a)
b)
c)
d)

penyelia;
mahir;
terampil; dan
pemula

(Pasal 18)

19

c. Jabatan Pimpinan Tinggi terdiri atas:


1) Jabatan Pimpinan Tinggi Utama;
2) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya; dan
3) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
d. Jabatan ASN diisi dari Pegawai ASN.
e. Jabatan ASN tertentu dapat diisi dari:
1) prajurit TNI; dan
2) anggota Polri

(Pasal 19,20)

20

HAK DAN
KEWAJIBAN
1. PNS berhak memperoleh:
a. gaji, tunjangan, dan fasilitas;
b. cuti;
c. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua;
d. perlindungan; dan
e. pengembangan kompetensi.

2. PPPK berhak memperoleh:


a. gaji dan tunjangan;
b. cuti;
c. perlindungan; dan
d. pengembangan kompetensi
(Pasal 21,22)

21

KMA 207 Tahun 2013 tentang Pedoman asesmen


kompetensi bagi PNS Kementerian Agama
(BAB III Pelaksanaan Asesmen) pada huruf C. Prioritas
Pelaksanaan Asesmen, sbb :
Menyusun grand design dan road map;
Menyelesaikan penyusunan Standar Kompetensi Jabatan;
Menyiapkan sarana dan prasarana;
Mendahulukan asesmen pada calon pejabat struktural Eselon III
dan eselon IV; dan
Mendahulukan asesmen pada calon pemangku jabatan
fungsional Kepala Madrasah, Penyuluh Agama, dan Penghulu

22

1. Pelaksanaan Rakor dengan Instansi Pembina

dalam rangka Penetapan SKJ Penghulu yang akan


digunakan sebagai dasar penyusunan Alat Ukur
Asesmen Kompetensi (Tahun 2015)
2. Asesmen Kompetensi pengangkatan pertama
bagi Calon pemangku jabatan Penghulu ( Tahun
2015-2016);
3. Penyusunan Profile kompetensi Penghulu; dan
4. Pengembangan Kediklatan berbasis Kompetensi;

23

Kementerian Agama
Selaku Instansi Pembina PENGHULU

24

Current Trending Issues


pemangku jabatan fungsional penghulu
Memperjelas Status Kepala KUA
Status Kepala KUA sebagai tugas tambahan penghulu harus memiliki payung
hukum yang kuat

Batas Usia Pensiun (BUP)


BUP untuk JFT umum pada level madya pangkat gol runga IV/a itu 60 tahun, eg.
Perencana, pustakawan, auditor, peneliti, widyaiswara, guru etc, tetapi penghulu
masih 58 tahun.

Butir Kegiatan Angka Kredit


Peningkatan Kinerja melalui motivasi pengembangan kegiatan dalam butir angka
klredit sesuai kinerja di lapangan (Bimbingan manasik haji, pengurusan wakaf,
hisab ruyat dan sebagainya)

Tunjangan Jabatan
Tunjangan Jabatan bagi pemangku jabatan fungsional penghulu masih sangat
rendah dibandingkan dengan JFT lainnya. Eg. Analis kepegawaian madya IV/a Rp
1,250,000,- penghulu madya IV/a Rp 450,000 ,-

Membangun Kemitraan dengan Penyuluh Agama

25

TERIMA
KASIH

26