Anda di halaman 1dari 6

MUPIROCIN

ODY P.
M. ILHANUL HAKIM

Gugus Fungsi
9-[(E)-4-[(2S,3R,4R,5S)-3,4-dihydroxy-5-[[(2S,3S)-3- [(2S,3S)-3hydroxybutan-2-yl]oxiran-2-yl]methyl] oxan-2-yl]-3methylbut-2-enoyl]oxynonanoic acid

Mupirocin
bersifat
bacteriostatic
ketika
konsentrasinya rendah dan bactericidal ketika
konsentrasinya tinggi. Mupirocin merupakan
percampuran dari beberapa asam pseudomonic,
dengan asam pseudomonic A (PA-A) lebih 90%
pada percampuranya. Dalam mupirocin juga
terdapat
asam
pseudomonic
B
dengan
penambahan pada grup hydroxyl C8, asam
pseudomonic C dengan ikatan rangkap antara
C10 and C11, dan asam pseudomonic D dengan
ikatan rangkap pada C4` and C5` dalam gugus 9hydroxy-nonanoic acid.

Mechanism
Mupirocin menjepit sintesis isoleucyl t-RNA
pada
Staphylococcus
aureus
dan
Streptococcus sp, yang hasilnya dapat
menghambat sintesis protein. Penghambatan
sintesis
RNA
menunjukkan
mekanisme
perlindungan
sebagai
respon
terhadap
kekurangan sebuah amino acid, isoleucine.
Sebuah riset In vivo pada Escherichia coli
menunjukkan bahwa asam pseudomonic
menghambat isoleucine t-RNA synthetase
(IleRS).

Uses
Mupirocin banyak digunakan mengatasi
infeksi bakteri kulit, sebagai contoh,
furuncle, impetigo, open wounds, dll.
Mupirocin
juga
berguna
untuk
menghambat
methicillin-resistant
Staphylococcus aureus (MRSA), yang
secara signifikan menyebabkan kematian
pada pasien yang telah melakukan terapi
dengan menggunakan antibiotik.

Terima Kasih