Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH MOBILITAS

PENDUDUK

DISUSUN OLEH:
1.
2.
3.
4.
5.

Ariska Maya Lestari


Hafid Reyhan Uly Fuady
Hafizd Akbar Istnaeninavireza
Jasmine Puspita Kelaswara
Nana Yulia Ardani

(05)
(14)
(15)
(21)
(27)

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan
rahmat kepada kami semua sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Mobilitas
Penduduk. Terima kasih kepada guru mata
pelajaran IPS yang telah membimbing kami.
Dalam pembuatan makalah ini kami mendapat
ilmu dari berbagai sumber. Salah satunya dari buku
pegangan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sekian dan
terima kasih.

Banjarnegara

LEMBAR PENGESAHAN
Tugas yang berjudul Makalah
Mobilitas Penduduk di kelas VII-A
Semester 1, SMPN 1 Banjarnegara telah
dibaca dan di sahkan pada tanggal 28
November 2015 di Banjarnegara, oleh:

Mengetahui
Guru Mapel IPS

Dra. SW Anik Suprapti

DAFTAR ISI

Kata pengantar i
Lembar pengesahan ii
Daftar isi ..iii
Bab I Pendahuluan 1
1.1Latar belakang ..
Bab II Isi ..
2.2 Bentuk mobilitas penduduk
2.2 Pengaruh Sarana dan Transportasi terhadap
Mobilitas Penduduk
2.3 Pengaruh Kondisi Mobilitas Ekonomi terhadap
Mobilitas Penduduk
Bab II Penutup

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang:
Suatu yang melekat pada perkembangan manusia
adalah pertumbuhannya yang terus meningkat dari
tahun ke tahun . Berdasarkan laporan kependudukan
1996 yang bertema Dunia Semakin Kecil menyatakan
meskipun pertumbuhan jumlah penduduk terus
menurun , namun setiap tahun lebih 86 bayi di lahirkan .
Menurut proyeksi PBB ,jumlah ini terus bertahan sampai
tahun 2015 .
Hal lain yang juga merupakan masalah rumit yang
terkait lansung dengan pertumbuhan penduduk dunia di
atas adalah masalah distribusi penduduk yang sangat
tidak merata . Secara geografis luas daratan yang
merupakan habitat manusia , hanya sekitar seperempat
dari seluruh permukaan bola bumi . Dari jumlah tersebut
rempat yang layak di huni manusia juga sangat terbatas
sekali .

Asana gejala di atas nampaknya tidak terlepas dari


masalah ekonomi dan faktor-faktor yang berkaitan
dengan ekonomi. Tujuan yang paling umum menjadi
sasaran perpindahan adalah perkotaan ( urbanisasi ).
Faktor-faktor pendorong urbanisasi antara lain,makin
berkurangnya sumber-sumber alam,di samping itu juga
ada faktor-faktor penarik di perkotaan yang
menyebabkan urbanisasi.Faktor tersebut antara
lain,asana kesempatan yang lebih tinggi untuk
mendapatkan tempat pendidikan dan lapangan pekerjaan
serta tersedianya tempat-tempat hiburan dan pusat
kebudayaan.
Migrasi penduduk desa kota akan menyebabkan
jumlah penduduk kota mencapai 40 persen.berdasarkan
proyeksi PBB,pada tahun 2025 Tokyo akan menjadi kota
terpadat di Dunia dengan 28 penduduk.bombay
menduduki posisi kedua dengan 27 juta
penduduk.Lagos,Shanghai,Jakarta,Sau
Paolo,Karachi,Dakha dan Mexico City menenpati
urutan ketiga sampai kesepuluh dengan jumlah penduduk
lebih dari 18 juta.Tantangan yang cukup besar adalah
kemiskinan.

BAB II
ISI
a) Pengertian
Mobilitas penduduk adalah perpindahan
penduduk dari tempat satu ke tempat lainnya.
1.

Bentuk Mobilitas Penduduk


Perbedaan ruang dan sumber daya yang dimiliki
pada berbagai wilayah mendorong penduduk untuk
melakukan mobilitas penduduk. Faktor umum
dilakukannya mobilitas biasanya karena faktor
ekonomi. Mobilitas penduduk terjadi setiap tahun
ke tahun dan bentuknya pun semakin beragam.
Bentuk mobilitas penduduk terdiri atas 2
macam,yaitu mobilitas yang bersifat sementara dan
mobilitas yang bersifat permanen.

a) Mobilitas sementara

Mobilitas sementara adalah mobilitas yang


bersifat sementara atau tidak menetap.
Bentuk mobilitas sementara sebagai berikut :
- Komutasi
Komutasi adalah perpindahan penduduk yang
bersifat sementara pada hari yang sama. Orang
yang melakukan komutasi disebut komuter. Contoh
komutasi adalah seorang pekerja yang rumahnnya di
kecamatan

Banjarmangu

bekerja

di

SMP

Banjarnegara sebagai guru. Jika sudah selesai


bekerja, Pada sore hari, dia pulang ke rumah.
- Sirkulasi
Sirkulasi adalah mobilitas penduduk yang bersifat
sementara dalam satu atau beberapa hari. Contoh
sirkulasi adalah orang yang sedang melaksanakan
tugas di luar kota dan menginap di hotel selama
beberapa hari.

b) Mobilitas Permanen

Mobilitas permanen adalah mobilitas dengan


tujuan menetap. Mobilitas permanen sering
disebut migrasi. Bentuk-bentuk mobilitas
permanen adalah migrasi nasional dan migrasi
internasional. Migrasi nasional adalah
perpindahan penduduk dari tempat satu ke
tempat lainnya. Migrasi Internasional adalah
perpindahan penduduk antarnegara.
Pada umumnya, Warga Indonesia melakukan
migrasi Nasional, tetapi ada juga yang melakukan
migrasi Internasional. Berikut contohnya :
- Urbanisasi, adalah perpindahan penduduk dari
desa menuju kota. Urbanisasi dapat terjadi
karena 2 faktor utama, yaitu faktor pendorong
dan faktor penarik. Penjelasan 2 faktor
tersebut sebagai berikut.
Faktor pendorong
Semakin sempitnya lahan pertanian di
pedesaan karena semakin banyaknya
penduduk dan pemukimannya;
Upah kerja di desa lebih kecil
dibandingkan di kota.
Adanya harapan penduduk desa untuk
meningkatkan taraf hidupnya;

Fasilitas sosial seperti lembaga


pendidikan, tempat hiburan, rumah sakit,
dan fasilitas lainnya jarang atau tidak

ditemukan di desa.
Faktor Penarik
Lapangan kerja di kota jauh lebih beragam
dibandingkan dengan di desa yang umumnya hanya

pertanian;
Tersedianya fasilitas pendidikan yang memadai;
Tersedianya fasilitas hiburan, olah raga, kesehatan,

dan rekreasi yang beragam;


Tersedianya fasilitas transportasi dan komunikasi
yang memadai di perkotaan.
Dampak positif urbanisasi
Terpenuhi nya kebutuhan akan tenaga kerja
di kota;
Meningkatkan taraf kehidupan penduduk
desa karena sebagian pendapatannya;
Berkurangnya pengangguran di desa karena
sebagian penduduknya bekerja di kota;
Berkembangnya aktivitas perekonomian di
kota karena banyak penduduk desa yang
membuka usaha di kota.
Dampak negatif urbanisasi

Berkurangnya tenaga kerja produkti di desa


yang bekerja di sektor pertanian;
Berkurangnya tenaga kerja yang memiliki
ketrampilan dan pendidikan tinggi di desa;
Kurang berkembangnya aktivitas pertaninan
karena tenaga kerja produktif dan
berpendidikan semakin sedikit;
Banyaknya tindak kejahatan di perkotaan;
Maraknya kawasan permukinan kotor di
kota;
Munculnya masalah kemacetan karena
semakin banyak orang yang bergerak;serta
Munculnya masalah lingkungan seperti
masalah sampah.
- Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari
daerah padat penduduk ke daerah jarang
penduduk. Orang yang melakukan transmigrasi
disebut transmigran.
Transmigrasi dibedakan menjadi beberapa jenis
sebagai berikut:

o Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang


dibiayai oleh pemerintah mulai dari daerah asal
sampai daerah tujuan transmigrasi.
o Transmigrasi spontan, yaitu transmigrasi yang
dilakukan oleh penduduk atas biaya, kesadaran, dan
kemauan sendiri.
o Transmigrasi sektoral, yaitu transmigrasi yang
biayanya ditanggung bersama antara pemerintah
daerah asal transmigran dan pemerintah daerah
yang dituju transmigran.
o Transmigrasi swakarsa, yaitu transmigrasi yang
seluruh pembiayaannya ditanggung oleh pihak
transmigran atau pihak lain (bukan pemerintah).
o Transimgrasi khusus, yaitu transmigrasi dalam
rangka pembangunan proyek-proyek tertentu.

2.

Pengaruh Sarana dan Transportasi terhadap


mobilitas Penduduk
a.
Transportasi darat berkembang dari
masa ke masa. Saat ini telah berkembang
berbagai alat transportasi darat seperti
sepeda motor, mobil, truk, dan kereta api.
Pada masa praaksara penduduk baru

mengenal alat transposrtasi dengan


mengandalkan tenaga hewan. Oleh karena
itu, masyarakat praaksara hanya dapat
melakukan mobilitas ke daerah daerah
yang lokasinya dekat. Pada masa HinduBudha dan Islam alat transportasi darat
yang banyak berkembang di Indonesia
adalah kereta kuda. Pada masa ini alat
transportasi darat semakin canggih
sehingga penduduk mampu mencapai derah
terpencil sekalipun.
Keberadaan alat transportasi darat
ditunjang dengan sarana jalan yang telah
dibangun diberbagai daerah di Indonesia.
Namun demikian, tingkat intensitas
penggunaan jalan di Pulau Jawa lebih
besar, jaringan jalan di wilayah ini lebih
berkembang pesat. Kondisi ini dimungkinkan
karena tingkat kepadatan di Pulau Jawa
yang tinggi. Jaringan jalan berperan
penting dalam menunjang aktivitas sosial
ekonomi penduduk melalui daratan. Selain
jalan, diwilayah Indonesia terdapat jalan
kereta api atau rel. Saat ini jalan kereta

api,hanya terdapat diwilayah pulau Jawa


dan Sumatra.
b. Transportasi Udara.
Sejak zaman praaksara, nenek moyang
bangsa Indonesia menggunakan jalur laut
saat migrasi ke Indonesia. Dahulu,mereka
menggunakan perahu cadik untuk
menyebrangi laut.
Keberadaan sarana transportasi laut
mendukung interaksi penduduk antarpulau
di Indonesia. Tidak hanya itu, sarana
transportasi laut juga mendukung interaksi
antarnegara. Contoh transportasi laut
adalah kapal laut yang memiliki keunggulan
dapat menampung penumpang yang
jumlahnya banyak dan barang yang
jumlahnya banyak.
c. Transportasi Udara.
Transportasi udara adalah
alternatif baru untuk mencapai daerah lain
dengan cepat. Berpergian menggunakan
transportasi udara dapa menghemat waktu.
Perkembangan transportasi udara dapat

meningkatkan mobilitas penduduk daerah


terpencil atau pedalaman.Sebagai contoh,
Pemukiman di Provinsi Jawa Barat terdapat
hutan lebat dan sulit di tempuh oleh
transportasi darat. Salah satu caranya
adalah menggunakan transportasi udara.
Dengan demikian, dapat disimpulkan,bahwa
transportasi udara dapat mempermudah
mobilitas penduduk.
Sarana transportasi udara
dikembangkan pemerintah Indonesia
melalui pembangunan dibeberapa daerah.
Beberapa rute juga ditambah untuk
memenuhi kebutuhan penduduk dan
membuka keterisolasian suatu wilayah.
Sarana transportasi udara di manfaatkan
untuk mengangkut penumpang dan barang.
3.

Pengaruh Kondisi Mobilitas Ekonomi terhadap


Mobilitas Penduduk
Selain potensi alam dan transportasi,
Mobilitas penduduk dipengaruhi kondisi sosial
ekonomi. Kondisi sosial ekonomi yang dimaksud

meliputi daerah asal dan daerah tujuan. Kondisi


sosial ekonomi yang mendorong seseorang
melakukan mobilitas. Sementara itu, daya Tarik
sosial ekonomi di daerah tujuan di sebut faktor
penarik.
a. Faktor Pendorong Mobilitas
Faktor sosial ekonomi yang mendorong
seseorang melakukan mobilitas atau migrasi
sebagai berikut.
- Terjadi bencana seperti banjir, kebakaran,
gempa, tsunami, musim kemarau panjang, atau
adanya wabah penyakit.
- Ada tekanan dari pihak lain, baik berupa
tekanan politik, agama, dan suku sehingga
mengganggu hak asasi penduduk di daerah asal.
- Kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian di
daerah asal.
- Lapangan pekerjaan di daerah asal menyempit
- Keinginan melanjutkan pendidikan, memperoleh
pekerjaan di daerah lain, atau perkawinan
dengan penduduk di daerah lain
b. Faktor penarik mobilitas penduduk

- Ada harapan memperoleh kesempatan untuk


memperbaiki taraf hidup di daerah tujuan
- Ada kesempatan memperoleh pendidikan yang
lebih baik di daerah tujuan
- Kehidupan sosial lebih menyenangkan di daerah
tujuan,misalnya hubungan sosila harmonis
- Beragam aktivitas ekonomi didaerah tujuan
seperti pusat industri, pusat hiburan, dan pusat
kebudayaan

BAB III
PENUTUP
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai
materi yang menjadi bahasan dalam makalah ini ,
tentunya banyak kekurangan dan kelemahan karena
terbatasnya pengetahuan, kurangnya rujukan atau
referensi yang kami peroleh hubungannya dengan
makalah ini. Kami banyak berharap kepada para
pembaca memberikan kritik saran yang membangun
kepada kami demi sempurnanya makalah ini. Semoga

makalah ini dapat bermaanfaat bagi kami dan para


pembaca.Amin