Anda di halaman 1dari 9

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Tujuan pembangunan nasional Indonesia adalah mewujudkan masyarakat
yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Untuk mencapai tujuan
tersebut, pemerintah Indonesia dihadapkan pada berbagai masalah dan salah satu
diantaranya adalah dalam hal penyediaan sumber pembiayaan pembangunan itu
sendiri. Sumber-sumber pembiayaan pembangunan dapat berasal dari pajak, utang,
modal asing, dana perimbangan, tabungan dalam negeri dan investasi. Salah satu
sumber pembiayaan pembangunan yang berpengaruh besar adalah investasi.
Sebagaimana yang telah di ketahui investasi sangat berpengaruh besar
terhadap pembangunan ekonomi, Semakin banyak investasi dalam negeri semakin
besar pula kesempatan Negara kita untuk membangun ekonomi dalam negeri.
Pembangunan ekonomi melalui pembiayaan pembangunan tidak akan tercapai jika
dikelola oleh aktor-aktor yang kurang memahami tentang pembiayaan pembangunan
itu sendiri. Maka dari itu, kita sebagai generasi muda selaku calon aktor-aktor yang
akan melanjutkan pembangunan di Indonesia harus mengetahui apa itu pembiayaan
pembangunan, apa sumber-sumber pembangunan, apa saja sumber yang sangat
berpengaruh, apa saja jenis investasi dan lain sebagainya guna mencapai tujuan
pembangunan nasional Indonesia.

1.2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa
permasalahan, yaitu :
a. Apa pengertian dari pembiayaan pembangunan?
b. Apa saja sumber-sumber pembiayaan pembangunan di Indonesia?
c. Apa pengertian dari investasi?
d. Apa peran Penanaman Modal Asing sebagai bentuk investasi

untuk

pembangunan?
e. Apa kebijakan dan manfaat investasi asing bagi negara berkembang?
f. Bagaimana pembiayaan pembangunaan Indonesia selama masa orde baru?
1.3.

Tujuan
Tujuan penulis dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai tugas pengganti UTS
(Ujian Tengah Semester) mata kuliah Pembiayaan Pembangunan dari Bapak Sofyian
Effendi, S.IP., M.Si selaku dosen pengasuh.

Makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang sumber-sumber


pembiayaan pembangunan, salah satunya adalah investasi kepada pembaca.

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1.

Pengertian Pembiayaan Pembangunan


Menurut David N. Hyman (1993), Pembiayaan pembangunan adalah
cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari upaya-upaya pemerintah dalam rangka
membiayai berbagai pengeluaran pemerintah sesuai fungsi yang diembannya terkait
penyediaan barang dan jasa bagi masyarakat, dimana dalam kegiatan penyediaan
barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah terjadi melalui proses politik dengan
berbagai prosedur dan aturan yang berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan pilihan
masyarakat.

2.2.

Sumber-sumber Pembiayaan Pembangunan


Secara universal, modal pembiayaan pembangunan perkotaan diperoleh dari
3 sumber, yaitu pemerintah, swasta, kerjasama antara pemerintah dan swasta. Sumbersumber pendanaan tersebut dapat diperoleh dari instrumen keuangan melalui
pendapatan, hutang/pinjaman dan kekayaan. Pembiayaan juga digunakan untuk
memenuhi kebutuhan kota atau negara di berbagai bidang terutaman di bidang
infrastruktur perkotaan. Semakin maju sebuah peradaban, maka semakin besar
kebutuhannya dan secara otomatis anggaran biaya yang dibutuhkan untuk
merealisasikan kebutuhan tersebut juga semakin besar.
1. Pajak
Dalam melaksanakan pembangunan untuk mencapai target pertumbuhan
ekonomi yang telah ditetapkan, pemerintah dihadapkan pada berbagai pilihan
sumber pembiayaan.

Pembiayaan dalam negeri merupakan pilihan utama

pemerintah untuk pembiayaan pembangunan. Namun sumber penerimaan dalam


negeri yang berasal dari penerimaan pajak, penerimaan migas, serta penerimaan
dalam negeri lainnya belum cukup untuk membiayai pembangunan sesuai target
pertumbuhan yang diinginkan. Saat ini pemerintah Indonesia tidak lagi dapat
mengandalkan

penerimaan

dari

migas,

sehingga

harus

mengupayakan

peningkatan penerimaan pajak. Namun, penerimaan pajak tidak terlepas dari


kondisi perekonomian. Perekonomian yang tumbuh dengan cukup signifikan akan
berdampak terhadap pertumbuhan perusahaan-perusahaan sehingga profitabilitas
perusahaan akan semakin besar. Para pekerjapun akan mengalami peningkatan
pendapatan. Dalam kondisi seperti ini, penerimaan Negara dari perpajakan akan
dapat dipacu peningkatannya. Pajak merupakan instrumen keuangan konvensional
yang sering digunakan di banyak negara. Penerimaan pajak digunakan untuk
membiayai prasarana dan pelayanan perkotaan yang memberikan manfaat bagi
masyarakat umum, yang biasa disebut juga sebagai "public goods".

Bagi pemerintah daerah tingkat II di Indonesia, penerimaan pajak yang


terpenting dan dominan adalah yang bersumber dari Pajak Pembangunan I, pajak
hiburan/tontonan, dan pajak reklame. Selain itu, PBB, yang pada dasarnya
merupakan penerimaan bagi hasil dari pemerintah pusat kepada pemerintah
daerah, dapat dianggap juga sebagai sumber penerimaan pajak yang utama bagi
daerah tingkat II. Oleh karena itu, PBB sering bersama-sama dengan PAD
dikategorikan sebagai Penerimaan Daerah Sendiri (PDS).
2. Utang
Pada umumnya penerimaan pajak tidak cukup untuk membiayai seluruh
kegiatan pembangunan yang dirancang untuk mengejar pertumbuhan yang
ditargetkan Oleh karena itu, pemerintah mengupayakan pembiayaan
pembangunan tersebut dari utang. Pinjaman dalam negeri digunakan untuk
membiayai kegiatan dalam rangka pemberdayaan industri dalam negeri dan
pembangunan infrastruktur untuk pelayanan umum serta kegiatan investasi
yang menghasilkan penerimaan.
3. Modal Asing
Sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan untuk
mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan
ekonomi yang meningkat perlu diikuti oleh perbankan struktur produksi
dan perdagangan. Modal asing dapat berperan penting dalam mobilisasi
dana maupun transformasi struktural. Kebutuhan akan modal asing
menjadi menurun segera setelah perubahan struktur benar-benar terjadi.
Asumsi dasar yang melatar belakangi hubungan positif antara modal
asing dan pertumbuhan ekonomi :
Setiap 1$ modal asing akan mengakibatkan kenaikan 1$ impor dan
investasi. Dengan asumsi ini dan ICOR yang stabil dimungkinkan
untuk menghitung dampak modal asing terhadap pertumbuhan
ekonomi atau sebaliknya menghitung berapa modal asing yang
diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan tertentu. Incremental
Capital Ouput Ratio (ICOR) atau rasio kenaikan ouput akibat
kenaikan kapital adalah indikator ekonomi makro yang sering
digunakan untuk menilai kinerja investasi di suatu Negara.
Kegunaan lainnya adalah untuk menghitung besarnya investasi yang
dibutuhkan agar perekonomian tumbuh dengan laju yang sudah
ditetapkan.
4. Dana Perimbang

Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari penerimaan


APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan
daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Dana perimbangan
terdiri dari:
Bagian Daerah atau Bagi Hasil
Bagian daerah merupakan penerimaan daerah yang berasal
dari hasil bagi atas penerimaan pajak dan bumi bangunan (PBB), bea
perolehan hak atas tanah dan atau bangunan (BPHTB), dan sumber

daya alam.
Dana Alokasi Umum
Menurut Undang-undang No. 25 Tahun 1999 dan Peraturan
Pemerintah No. 104 Tahun 2000, dana alokasi umum (DAU) adalah
dana yang berasal dari APBN, yang dialokasikan dengan tujuan
pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk membiayai

kebutuhan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan desentralisai


Dana alokasi khusus
Dana alokasi khusus (DAK) adalah alokasi dana dari APBN
kepada daerah tertentu untuk membantu membiayai kebutuhan
khusus, yaitu kebutuhan yang tidak dapat diperkirakan seperti dana
alokasi umum dan kebutuhan yang merupakan komitemen atas dasar

prioritas nasional.
5. Tabungan Dalam Negeri
Pertumbuhan ekonomi

membutuhkan

peningkatan

investasi.

Peningkatan Investasi pada gilirannya membutuhkan dana pembiayaan


yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Dari kedua sumber
pembiayaan ini, sumber dana dalam negeri seyogyanya merupakan
sumber pokok pembiayaan. Terutama dilihat dari konteks pertumbuhan
ekonomi jangka panjang, dimana suatu negara haruslah mendasarkan
pembiayaan investasi dari sumber dalam negeri. Dari berbagai sumber
pembiayaan dalam negeri, tabungan domestic merupakan salah satu
faktor penting bagi pembiayaan. Tabungan dalam negeri dapat bersumber
dari tabungan masyarakat/swasta, maupun tabungan pemerintah. Dalam
konteks tabungan domestik, idealnya kedua komponen tersebut harus
dapat ditingkatkan secara sinergis dan bersamaan.
6. Investasi
Sebagaimana yang telah di ketahui investasi sangat berpengaruh
besar terhadap pembangunan ekonomi, Semakin banyak investasi dalam

negeri semakin besar pula kesempatan Negara kita untuk membangun


ekonomi dalam negeri.
2.3.

Pengertian Investasi
Menurut Henry Simamora, Investasi ialah suatu aktiva yang digunakan oleh
perusahaan untuk menambahkan atau pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi
hasil investasi (misal pedapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain
-lain ), untuk apresiasi nilai investasi, atau juga untuk manfaat lain bagi suatu
perusahaan yang berinvestasi, yang seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan
dagang.

2.4.

Peran Penanaman Modal Asing sebagai bentuk investasi


Penanaman Modal Asing (PMA) sebagai salah satu komponen aliran modal
yang masuk ke suatu negara dianggap sebagai aliran modal yang relatif stabil dan
mempunyai resiko yang kecil dibandingkan aliran modal lainnya, misalnya portofolio
investasi ataupun utang luar negeri. Salah satu sebabnya adalah dikarenakan PMA
tidak begitu mudah terkena gejolak fluktuasi mata uang (seperti halnya investasi
portofolio) ataupun beban bunga yang berat (misalnya utang luar negeri). Salah satu
contoh adalah krisis ekonomi yang terjadi di Asia pada tahun 1997. PMA yang
dianggap sebagai salah satu pemicu terjadinya krisis ekonomi di Asia, melainkan
faktor pemicunya adalah investasi portofolio. Selain itu kita bisa melihat begitu
beratnya beban pembayaran bunga yang diderita masyarakat Indonesia akibat utang
luar negeri.
Sehingga pada masa mendatang sudah dapat dipastikan bahwa PMA
diharapkan akan menjadi kunci suksesnya pembangunan di Indonesia. Pembangunan
yang diharapkan bagi negara kita pada masa mendatang adalah pembangunan
berkelanjutan. Sehingga PMA yang harus diterapkan di negara kita adalah PMA yang
berdasarkan pembangunan berkelanjutan. Yang dimaksud dengan PMA yang
berkelanjutan di sini adalah PMA yang dapat memaksimalkan keuntungan PMA bagi
Indonesia (misalnya kesempatan kerja; kenaikan pendapatan; transfer teknologi;
stabilitas ekonomi); dan meminimalkan dampak negatif PMA bagi Indonesia
(misalnya monopoli oleh perusahaan multinasional; dampak negatif terhadap sosial
dan ekonomi; dan degradasi terhadap lingkungan).

Dampak dari PMA terhadap perekonomian suatu negara dapat disimpulkan


bahwa dampak terhadap ekonomi secara keseluruhan sangat tergantung dari kondisi
host countries; tingkat tabungan-investasi domestik; metode yang digunakan dalam
PMA (misalnya merger & acuisition ataupun greenfield investment); sektor-sektor
yang terlibat dalam PMA; dan tentunya stabilitas dari host countries. Pada akhirnya
diharapkan perlu untuk melakukan penilaian terhadap faktor faktor yang
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh PMA. Keputusan perusahaan asing dalam
melakukan PMA akan didasarkan pada berbagai pertimbangan, misalnya stabilitas
politik di host countries, aksesibilitas dan potensial pasar di host countreis, repatriasi
keuntungan untuk kepentingan investor asing, dan terdapatnya infrastruktur yang
memadai di host countries. Privatisasi dan deregulasi merupakan faktor kunci untuk
menarik PMA.
Penanaman modal asing merupakan salah satu komponen aliran modal yang
masuk ke suatu negara menunjukkan bahwa penanaman modal asing merupakan aliran
modal yang relatif stabil dan mempunyai resiko yang kecil dibandingkan aliran modal
lainnya, misalnya portofolio investasi ataupun utang luar negeri. Salah satu sebabnya
adalah dikarenakan PMA tidak begitu mudah terkena gejolak fluktuasi mata uang
(seperti halnya investasi portofolio) ataupun beban bunga yang berat (misalnya utang
luar negeri).
Sumber dana eksternal dapat dimanfaatkan untuk mempercepat investasi
dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti oleh
perbankan struktur produksi dan perdagangan. Modal asing dapat berperan penting
dalam mobilisasi dana maupun transformasi struktural. Kebutuhan akan modal asing
menjadi menurun segera setelah perubahan struktur benar-benar terjadi.
2.5.

Kebijakan dan Manfaat Investasi Asing bagi Negara Berkembang


Kebijakan-kebijakan Negara Berkembang Terhadap Investasi Asing
Menggunakan Kebijakan Restriktif :
a). Prasyarat kinerja
b). Hukum Kejenuhan (Saturation)
c). Pengendalian Repatriasi Laba
Menggunakan Kebijakan Insentif (Rangsangan) adalah pajak.
Manfaat Investasi Asing:

Menciptakan perluasan kerja


Proses alih teknologi & keterampilan yg bermanfaat, Know How


2.6.

Sebagai sumber tabungan / devisa


Pembiayaan pembangunaan Indonesia selama masa orde baru
Pembiayaan pembangunaan Indonesia selama masa orde baru hampir

sebagian besar didapatkan dari penanaman modal asing. Dengan demikian Indonesia
telah menjadi importir modal. Arus masuk modal asing ke Indonesia meningkat dari
US 300 juta dollar per tahun pada akhir tahun 1960 an hingga mencapai lebih dari US
3 milyar dollar pada tahun 1984. Selama kurun waktu tersebut hanya satu kali terjadi
arus modal keluar. Pada tahun 1975 seiring dengan adanya krisis di pertamina. Pada
umumnya porsi terbesar PMA dialokasikan di sektor pertambangan dan minyak,
sedang peringkat kedua disektor manufaktur (hill 1996). Selama periode 1967-1985
sektor migas menerima 78% dari investasi total, sementara disektor manufaktur
hampir mencapai 20 %. Investasi di sektor pertanian dan jasa relatif sangat kecil
karena terbatasnya pemodal asing melirik disektor ini.

DAFTAR PUSTAKA

https://annisamuawanah.wordpress.com/2013/07/31/pembiayaan-pembangunan/ (Diakses
pada 27 Maret 2016 pukul 19.23 Wib)
http://budirismayadi.tripod.com/ekbang-5.htm (Diakses pada 26 Maret 2016 pukul 22.35
Wib)
http://dyan11.blogspot.co.id/2011/04/uang-dan-pembiayaan-pembangunan.html

(Diakses

pada 26 Maret 2016 pukul 23.19 Wib)


http://fikriansyah15.blogspot.co.id/2013/07/sumber-pembiayaan-pembangunan.html
(Diakses pada 26 Maret 2016 pukul 22.27 Wib)

www.bappenas.go.id/index.php/download_file/view/11324/231 (Diakses pada 26 Maret


2016 pukul 23.03 Wib)
http://www.gurupendidikan.com/10-pengertian-dan-devinisi-investasi-menurut-ahliekonomi/ (Diakses pada 27 Maret 2016 pukul 19.36 Wib)

Anda mungkin juga menyukai