Anda di halaman 1dari 8

TUGAS KELOMPOK

Mata Kuliah
HISTORIS DAN IDEOLOGI MUHAMMADIYAH

Makalah
MUQADDIMAH ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH
Oleh :
Kelompok II

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

YASMAN
RAHMAD H.A
YAZID KHAIRAN
ABDI HAFIZ
TESYA RAHMATIKA
DWI SITI SARAH
RISA AMALIA ULFA

15-107
15-106
15-102
15-154
15-079
15-080
15-081

Kelas: C2

FAKULTAS ILMU HUKUM


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT
TAHUN AKADEMIK 2015-2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Muhammadiyah adalah suatu persyarikatan yang merupakan Gerakan Islam.
Maksud gerakannya ialah, Dawah Islam & Amar Ma'ruf Nahi Munkar yang ditujukan
kepada dua bidang: perseorangan dan masyarakat. Dawah dan Amar Ma'ruf Nahi Munkar
pada bidang yang pertama terbagi kepada dua golongan: kepada yang telah Islam bersifat
pembaharuan (tajdid), yaitu mengembalikan kepada ajaran-ajaran Islam yang asli murni; dan
yang kedua kepada yang belum Islam bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama
Islam. Adapun dawah dan amar ma'ruf nahi munkar yang kedua, ialah kepada masyarakat,
bersifat perbaikan, bimbingan dan peringatan. Kesemuanya itu dilaksanakan bersama dengan
bermusyawarah atas dasar taqwa dan mengharap keridhaan Allah semata.
Dengan melaksanakan dawah dan amar ma'ruf nahi munkar dengan caranya masingmasing yang sesuai, Muhammadiyah menggerakkan masyarakat menuju tujuannya, ialah
terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Mukaddimah Anggaran Dasar
Muhammadiyah pada hakekatnya merupakan ideologi Muhammadiyah yang merupakan
pandangan Muhammadiyah mengenai kehidupan manusia di muka bumi ini, cita-cita yang
ingin diwujudkan dan Cara-cara yang dipergunakan untuk mewujudkan cita-cita tersebut
sebagai ideologi, Muqaddimah Anggaran Dasar menjiwai segala gerak dan usaha
Muhammadiyah dan proses penyusunan sistem kerjasama yang dilakukan untuk mewujudkan
tujuannya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana sejarah sebelum terbentuknya Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah?
2. Bagaimana sejarah perumusan Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah?
3. Apa saja faktor-faktor yang melatar belakangi Mukaddimah Anggaran Dasar
Muhammadiyah?
4. Bagaimana hakikat dan fungsi Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah?
5. Apa saja kandungan Muqadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan
makalah ini adalah:
1. Untuk

mengetahui

sejarah

sebelum

terbentuknya

Mukaddimah

Anggaran

Dasar

Muhammadiyah
2. Untuk mengetahui sejarah perumusan Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang melatar belakangi Mukaddimah Anggaran Dasar
Muhammadiyah
4. Untuk mengetahui hakikat dan fungsi Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
5. Untuk mengetahui kandungan Muqadimah Anggara Dasar Muhammadiyah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Sebelum Terbentuknya Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
2

Muhammadiyah berdiri pada tanggal 8 Zulhijjah 1330 H dan mendapatkan status


berbadan hukum. Sebagai suatu organisasi sudah semestinya ketika akan mencatatkan diri
menjadi sebuah badan hukum harus memenuhi berbagai syarat antara lain harus ada anggaran
dasar. Syarat adanya anggaran dasar pada saat itu masih sederhana,yaitu hanya memuat batang
tubuh saja belum ada pembukaan.
Ditinjau dari segi ilmu hukum, mukaddimah anggaran dasar menempati kedudukan
yang lebih tinggi. Mukaddimah anggaran dasar memuat pokok-pokok pikiran yang sangat
fundamental, yang didalamnya tertuang suatu pandangan hidup, tujuan hidup, serta cara dan
alat untuk mencapai suatu tujuan hidup yang di cita-citakan.
Perumusan Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah baru terealisasi pada masa
Muhammadiyah di bawah kepemimpinan Ki Bagus Hadikusumo (1942-1953). Setelah
melewati empat periode kepemimpinan.
1. Periode K.H. Ahmad Dahlan (1912-1923)
2. Periode K.H. Ahmad Ibrahim (1923-1934)
3. Periode K.H. Hisyam (1934-1936)
4. Periode K.H. Mas Mansur (1936-1942)
B. Sejarah Perumusan Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah di susun secara formal setelah
Muhammadiyah melancarkan aktivitas dan usaha selama 38 tahun. Tetapi bukan berarti
sebelum itu Muhammadiyah belum memiliki jiwa semangat, dan nafsu perjuangan secara pasti.
Sebab KH.Ahmad Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah mengacu kepada Al-Quran
meskipun belum tertuang dalam tulisan. Hal seperti di atas tidak dapat dipertahankan sebab
kepemimpinan akan terus berganti di tambah lagi adanya tuntutan kepastian terhadap cita-cita
Muhammadiyah. Hal itu yang mendorong Ki Bagus Hadikusumo untuk merumuskan secara
tertulis Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.
Hasil rumusan Ki Bagus pertama kali di perkenalkan dalam Muktamar Darurat tahun
1946 di Yogyakarta. Selanjutnya dalam Muktamar Muhammadiyah ke-31 tahun 1950 di
Yogyakarta Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah kembali diajukan dan disahkan
secara resmi. Akan tetapi muncul konsep lain yang di buat oleh Prof. Dr. Hamka dkk. Yang
isinya menitikberatkan pada peranan dan sumbangsih Muhammadiyah dalam mengisi
kemerdekaan dan pembangunan negara. Pada sidang tanwir pada tahun 1951, meneliti dan
melihat Muhammadiyah jauh ke depan. Akhirnya di pakailah konsep Ki Bagus Hadikusumo
dengan penyempurnaan susunan redaksi. Tim penyempurna meliputi:
1. Prof. Dr Hamka
2. Prof. Mr. Kasman Singodimejo
3. KH Farid Maruf
4. Zein Jambek
C. Faktor-faktor yang Melatar Belakangi Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
Faktor-faktor yang melatar belakangi Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah yaitu:
1. Belum

adanya

rumusan

formal

tentang

dasar

dan

cita-cita

perjuangan

Muhammadiyah.
K.H. Ahmad Dahlan membangun persyarikatan Muhammadiyah bukan didasari pada suatu
materi yang dirumuskan secara rinci , sistematik dan ilmiah. Apa yang beliau temukan
dalam Al-Quran dan Al-Hadist langsung beliau amalkan dan ajarkan. Akan tetapi, setelah
3

Muhammadiyah berkembang luas mengakibatkan mereka semakin jauh dari sumber


gagasan dan ide yang menjadi landasan pijak Muhammadiyah.
2. Kehidupan rohani warga Muhammadiyah menampakkan gejala menurun akibat
pengaruh kehidupan duniawi.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terus berkembang dengan pesatnya. Banyak hal
yang baru bermunculan mencengangkan semua orang termasuk warga Muhammadiyah,
budaya asing masuk melalui sarana teknologi seperti media cetak ( koran dan majalah) dan
elektronik seperti film , radio ,dan televisi. Perkembangan hidup duniawi menjadi semakin
tak terkendali dan menanamkan pengaruh lebih dominan kepada masyarakat
Muhammadiyah.
3. Makin kuatnya berbagai pengaruh alam pikiran luar, yang langsung atau tidak
langsung bersinggungan dengan faham dan keyakinan hidup Muhammadiyah.
Dari perkembangan zaman maka pengaruh luar masuk berwujud seperti cara pikir,
sikap hidup dan falsafah asing. Disinilah letak pentingnya adanya rumusan resmi dari
Muhammadiyah yang dapat dijadikan pegangan bagi mereka agar tidak terombang-ambing
oleh keadaan.
4. Dorongan disusunnya Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Ki Bagus Hadikusumo merupakan salah seorang yang terlibat langsung dalam
penyusunan UUD 1945 termasuk pembukaannya. Dari pengalaman itu beliau menyadari
pentingnya Pembukaan UUD. Namun betapa kagetnya beliau ketika menyadari bahwa
Anggaran Dasar Muhammadiyah baru terdiri dari batang tubuh berupa pasal-pasal, namun
belum memiliki mukaddimah padahal di dalam mukaddimah itulah terdapat fondasi atau
roh muhammadiyah.
D. Hakikat dan Fungsi Mukadimah Anggaran Dasar Muhammyadiah
1. Hakekat Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah pada hakekatnya merupakan suatu
kesimpulan dari perintah dan ajaran Al-Quran dan As-Sunah tentang pengabdian dan manusia
kepada Allah SWT, amal dan perjuangan bagi setiap umat muslim yang sadar akan
kedudukannya selaku hamba dan Khalifah dimuka bumi.
2. Fungsi Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah merupakan jiwa,nafas dan semangat
pengabdian dan perjuangan ke dalam tubuh dan segala gerak organisasinya, yang harus
dijadikan asas dan pusat tujuan perjuangan Muhammadiyah.
E. Kandungan Muqadimah Anggara Dasar Muhammadiyah
Muqadimah Anggara Dasar Muhammadiyah mengandung 7 pilar. Pendirian ialah:
1. Pokok Pikiran Pertama
Hidup manusia harus berdasarkan Tauhid (Mengesakan) Allah; ber-Tuhan beribadah
serta tunduk hanya kepada Allah. Pokok pikiran tersebut dirumuskan dalam Muqaddimah
Anggaran Dasar sebagai berikut :

Amma badu, bahwa sesungguhnya ke-Tuhanan itu adalah Hak Allah semata-mata, berTuhan dan beribadah serta tunduk dan taat kepada Allah adalah satu-satunya ketentuan yang
wajib atas tiap-tiap makhluk, terutama manusia.
2. Pokok Pikiran Kedua
Hidup manusia itu bermasyarakat. Pokok pikiran tersebut dirumuskan dalam
Muqaddimah Anggaran Dasar sebagai berikut :
Hidup bermasyarakat itu adalah sunnah (hukum qudrat iradah) Allah atas hidup manusia di
dunia ini.
3. Pokok Pikiran Ketiga
Hanya hukum Allah yang sebenara-benarnyalah satu-satunya yang dapat dijadikan
sendi untuk membentuk pribadi yang utama dan mengatur ketertiban hidup bersama
(bermasyarakat) dalam menuju hidup bahagia dan sejahtera yang haqiqi, didunia dan
akhirat. Pokok pikiran tersebut dirumuskan dalam Muqaddimah Anggaran Dasar sebagai
berikut :
masyarakat yang sejahtera, aman, damai, makmur dan bahagia hanyalah dapat diwujudkan
diatas keadilan, kejujuran, persaudaraan dan gotong royong, bertolong-tolongan dengan
bersendikan hukum Allah yang sebenar-benarnya, lepas dari pengaruh syaitan dan hawa
nafsu
4. Pokok Pikiran Keempat
Berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan
masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, adalah wajib, sebagai ibadah kepada Allah
berbuat ihs dan islah kepada manusia atau mayarakat. Pokok pikiran tersebut dirumuskan
dalam Muqaddimah Anggaran Dasar sebagai berikut:
menjunjung tinggi hukum Allah lebih dari pada hukum yang manapun juga adalah
kewajiban mutlak bagi tiap-tiap orang yang mengaku bertuhan kepada Allah. Agama Islam
adalah Agama Allah yang dibawa oleh Nabi, sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad
SAW dan diajarkan kepada umatnya masing-masing untuk mendapatkan hidup bahagia
dunia dan akhirat.
5. Pokok Pikiran Kelima
Perjuangan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam yang sebenarbenarnya, hanyalah akan dapat berhasil bila dengan mengikuti jejak (ittiba) perjuangan para
Nabi terutama perjuangan Nabi Besar Muhammad SAW. Pokok pikiran tersebut dirumuskan
dalam Muqaddimah Anggaran Dasar sebagai berikut :
Syahdan, untuk menciptakan masyarakat yang bahagia dan sentosa sebagaimana yang
tersebut diatas, tiap-tiap orang terutama ummat islam, yang percaya kepada Allah dan Hari
Kemudian, wajiblah mengikuti jejak sekalian Nabi yang suci itu, beribadat kepada Allah dan
berusaha segiat-giatnya mengumpulkan segala kekuatan dan menggunakannya untuk
menjelmakan masyarakat itu di dunia ini, dengan niat yang murni tulus dan ikhlas karena
Allah semata-mata dan hanya mengharapkan karunia Allah dan ridha-Nya belaka serta
mempunyai rasa tanggung jawab dihadirat Allah atas segala perbuatannya, lagi pula harus
5

sabar dan tawakkal bertabah hati menghadapi segala kesukaran atau kesulitan yang
menimpa dirinya,dengan penuh pengharapan akan perlindungan dan pertolongan Allah Yang
Maha Kuasa.
6. Pokok Pikiran Keenam
Perjuangan mewujudkan pikiran-pikiran tersebut hanyalah akan dapat dilaksanakan
dengan sebaik-baiknya dan berhasil, bila dengan cara berorganisasi. Organisasi adalah satusatunya alat atau cara perjuangan yag sebaik-baiknya. Pokok pikiran tersebut dirumuskan
dalam Muqaddimah Anggaran Dasar sebagai berikut :
untuk melaksanakan terwujudnya masyarakat yang demikian itu, maka dengan berkat
rahmat Allah dan didorong oleh Firman Allah dalam Al-Quran :
Q.S ALI IMRAN 104

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh(berbuat) yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar[217]; dan mereka itulah
orang-orang yang beruntung.
7. Pokok Pikiran Ketujuh
Pokok pikiran / prinsip / pendirian seperti yang diuraikan dan diterangkan di muka
itu, adalah yang dapat untuk melaksanakan ideloginya terutama untuk mencapai tujuan yang
menjadi cita-citanya, ialah terwujudnya masyarakat adil dan makmur lahir batin yang di
ridhai Allah, ialah Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Pokok pikiran tersebut
dirumuskan dalam Muqaddimah Anggaran Dasar sebagai berikut :
kesemua itu perlu untuk menunaikan kewajiban mengamalkan perintah-perintah Allah dan
mengikuti Sunnah Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW guna mendapat karunia dan ridhonya
di dunia dan akhirat untuk mencapai masyarakat yang sentosa dan bahagia, disertai nikmat
dan rahmat Allah yang melimpah-limpah, sehingga merupakan:
suatu negara yang indah, bersih, suci dan makmur dibawah lindungan Tuhan yang Maha
Pengampun
Maka dengan Muhammadiyah ini, mudah-mudahan ummat Islam dapatlah diantar ke pintu
gerbang surga Jannatun Naim dengan keridhaan Allah Rahman dan Rahim.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah didirikan tahun oleh ketua pengurus besar
Muhammadiyah 1942 sampai 1953 yaitu Ki Bagus H Hadikusuma dengan bantuan beberapa
sahabatnya.
2. Latarbelakang didirikanya Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah yaitu adanya
kekeburan dalam Muhammadiyah sebagai akibat dari proses kehidupnya sesudah lebih dari
30 tahun yang ditandai oleh:
a) Terdesaknya pertumbuhan dan perkembangan jiwa/roh Muhammadiyah oleh perkembangan
lahiriah.
b) Masuknya pengaruh dari luar yang tidak seuai yang sudah menjadi lebih kuat.
B. Saran
Demikian makalah ini kami buat, terima kasih atas partisipasi saudara serta temanteman, adapun kritik dan saran dari saudara serta teman-teman sekalian kami ucapkan terima
kasih.

DAFTAR PUSTAKA
1. Mustafa, Kamal Pasha. 2000. Muhammadiyah sebagai Gerakan islam. PT. Persatuan.
Yoyakarta
2. www.google.anggarandasarmuhammadiyah.com