Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Peranan air begitu penting dalam hidup ini. Saat lahir lalu tumbuh
berkembang dari bayi hingga dewasa bahkan tatkala ajal telah tiba jasad
ini

akan

selalu

bersentuhan

dengan

air.

Dengan

air

pula

kita

membersihkan diri, minum dan bergaul.


Tubuh manusia sendiri terdiri dari 70% sampai 80% mengandung
air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di
atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah
memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter
sehari atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah
setengahnya. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar
dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan.
Seluruh makhluk hidup yang ada di bumi pasti membutuhkan air. Air
bisa

dikatakan

sebagai

sumber

kehidupan.

Banyak

manfaat yang

diberikan air untuk makhluk hidup.


1.2. Perumusan Masalah
Atas dasar penentuan latar belakang di atas, maka saya dapat
mengambil pembatasan masalah sebagai berikut :
1.

Asal-usulbuahsirsak?

2.

Apakahkandungansertakegunaanataumanfaatdarisirsak?

3.

Bagaimanacarauntukmembuatsirsakmenjadibahanobat?

4.

Apa keunggulan sirsak dibandingkan dengan buah lain?


1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.

Untuk mengetahui dan memaparkan secara jelas dan rinci asal-usul


buah sirsak.

2.

Untuk mengetahui beberapa kandungan beserta manfaat buah sirsak


untuk kesehatan.

3.

Untuk mengetahui cara membuat sirsak untuk bahan obat.

4.

Untuk mengetahui cara membudidayakan sirsak dengan baik dan benar


sesuai dengan prosedur pertanian agar menghasilkan kwalitas sirsak yang
bagus.

5.

Untuk mengetahui keunggulan sirsak dibandingkan dengan buah lain.


1.4. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai
berikut:

1.

Untuk

menyelesaikan

tugas

pelajaran

Tekhnologi

Informasi

dan

Komunikasi (TIK).
2.

Sebagai

bahan

dalam

memberikan

sumbangan

pemikiran

pada

masyarakat dalam meningkatan kesehatan pada masing-masing anggota


keluarga mereka.
3.

Untuk mengetahui apakah kesehatan masyarakat telah terpenuhi


dengan baik atau sebaliknya.

4.

Untuk mengetahui kandungan serta manfaat dari sirsak.

5.

Karya ini akan membantu dalam pelaksanaan program selanjutnya


terlebih jika siswa lanjut dibidang kedokteran atau keperawatan.
1.5. Batasan Masalah
Berdasarkan

perumusan masalah di

atas,

maka

saya

dapat

mengambil batasan masalah sebagai berikut : Penelitian ini hanya


meneliti dan membahas tentang kandungan dan manfaat sirsak di bidang
kesehatan, tidak meluas ke bidang-bidang yang lain.
1.6. Metodologi Penulisan
Tersusunnya makalah ini didahului dengan kegiatan penelitian,
kemudian berdasarkan data-data yang diperoleh, diolah dan dianalisa
sehingga diperoleh suatu keadaan tertentu, dan kemudian hasil dari
penelitian dan pengolahan atau analisa data tersebut disajikan dalam
bentuk makalah ini.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.1 Pengertian Sirsak
Sirsak, nangka

belanda,

atau durian

belanda (Annona

muricataL.) adalah tumbuhan yang tingginya mencapai 8 m, kulit


buahnya berduri-duri pendek dan lunak, isinya berwarna putih serta
berbiji banyak, berwarna hitam, rasanya masam-masam dan manis serta
berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka
landa (Jawa), nangka
buris (Madura), srikaya
ulondro (Nias), durian

walanda, sirsak (Sunda), nangka


jawa (Bali), deureuyan

belanda(Aceh), durio

betawi (Minangkabau),

serta jambu

landa (diLampung). Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan


bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti "kantung asam")
didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara, yaitu
pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.
Tumbuhan ini berbentuk pohon, berwarna coklat tua, batang
berkayu (lignosus), silindris, permukaan kasar, percabangan simpodial.
Arah tumbuh batang tegak lurus, arah tumbuh cabang ada yang condong
ke atas dan ada yang mendatar.
Memiliki daun berbentuk jorong (ovalis atau ellipticus). Permukaan
daun licin (laevis) dan mengkilat (nitidus), tepi daun rata (integer), daging
daun tebal dan kaku seperti kulit/belulang (coriaceus). Pangkal daun
runcing dan ujung daun tumpul (obtusus).

Tanaman ini ditanam secara komersial untuk diambil daging


buahnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat, paling baik
ditanam di daerah yang cukup berair. Nama sirsak sendiri berasal dari
bahasa Belanda Zuurzak yang berarti kantung yang asam.
Tanaman ini ditanam secara komersial atau sambilan untuk
diambil buahnya. Pohon sirsak bisa mencapai tinggi 9 meter. Di Indonesia
sirsak dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000 m dari
permukaan laut.
Buah sirsak bukan buah sejati, yang ukurannya cukup besar hingga
20-30 cm dengan berat mencapai 2,5 kg. Yang dinamakan "buah"
sebenarnya

adalah

kumpulan

buah-buah

(buah

agregat)

dengan biji tunggal yang saling berhimpitan dan kehilangan batas antar
buah. Daging buah sirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna
hitam. Buah ini sering digunakan untuk bahan baku jus minuman serta es
krim.

Buah

sirsak

terutama fruktosa. Kandungan


B1 dan vitamin

B2 yang

mengandung
gizi

cukup

lainnya

banyak karbohidrat,

adalahvitamin

banyak. Bijinya beracun,

C, vitamin
dan

dapat

digunakan sebagai insektisida alami, sebagaimana biji srikaya.


2.1.2. Kandungan Sirsak
Kandungan Gizi dalam buah sirsak adalah sebagai berikut:
Buah sirsak terdiri atas 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit
buah, 8,5 persen biji buah, dan 4 persen inti buah.
Setelah air, kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak adalah
karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula
pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 93,6 persen dari
kandungan gula total.
Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak (0,3 g/100 g),
sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal
dari asam organik non volatil, terutama asam malat, asam sitrat, dan
asam isositrat.
Vitamin yang paling dominan dalam buah sirsak adalah vitamin C,
yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per

orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat dipenuhi hanya dengan
mengkonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang
cukup tinggi pada sirsak merupakan zat antioksidan yang sangat baik
untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta memperlambat proses
penuaan (tetap awet muda).
Mineral yang cukup dominan adalah fosfor dan kalsium, masingmasing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting
untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk
tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.
Selain komponen gizi, dalam buah sirsak juga sangat kaya akan
komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak
serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah.
Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan
serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan
senyawa fitokimia, sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut
sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan. Senyawa fitokimia tersebut
dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan, walaupun belum semuanya
terbukti secara ilmiah. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain
pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan
selera makan. Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk
memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit (susah
buang air besar).
2.1.3. Manfaat Sirsak
Manfaat sirsak bagi kesehatan tidak hanya terletak pada daging
buahnya. Namun manfaat sirsak tersebar ke bagian daun, biji, kulit
batang, akar dan bunga. Setiap bagian pohon sirsak memiliki khasiat yang
berbeda-beda dan berpotensi sebagian zat sitotoksik(zat racun).
Manfaat sirsak ditinjau dari bagian-bagiannya yaitu sebagai berikut :
a) Buah
Daging buah merupakan bagian buah yang dapat dimakan.
Senyawa-senyawa

fitokimia

diantaranya, annonain,

yang

terkandung

acetaldehyde,

muricine,

dalam

buah

muricinine,

sirsak
tannin,

ananol, anomurine juga mengandung senyawa sitotoksikyang cukup kuat,


yaitu acetogennis. Senyawa acetogennis adalah senyawa bioaktif yang
berfungsi sebagai sitotoksik di dalam tubuh manusia.
Buah sirsak mengandung serat yang tinggi. Serat sangat baik untuk
membantu proses pencernaan. Serat ini mampu menghambat timbulnya
penyakit-penyakit dalam usus atau saluran pencernaan. Dengan berbagai
kandungan yang dimilikinya buah sirsak diyakini dapat mengobati
penyakit, disentri, osteoporosis, asam urat, demam, diabetes dan batu
empedu.
Manfaat sirsak untuk pengobatan adalah sebagai berikut :
Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan
dan penyembuhan penyakit kanker. Untuk pencegahan, disarankan
makan atau minum jus buah sirsak. Untuk penyembuhan, bisa dengan
merebus 10 lembar daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke
dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1
gelas saja. Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2
kali.
Untuk mengobati ambeien . Caranya peras buah sirsak yang sudah
masak untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi
dan sore.
Untuk obat sakit kandung air seni. Caranya adalah dari buah sirsak
setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut
dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, kemudian lakukan terus secara
rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
Untuk bayi manfaat yang terkandung dari sirsak juga ada. Terutama
untuk obat tradisonal mencret. Untuk mendapatkan khasiat semacam ini
caranya adalah buah sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan
disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret
sebanyak 2-3 sendok makan.
Untuk sakit pinggang, caranya pakai 20 lembar daun sirsak, direbus
dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, diminum 1
kali sehari 3/4 gelas. Tapi kalau sakit pinggangnya terlalu parah obat
tradisonal ini mungkin nggak sanggup.

Untuk

obat

bisul.

Gunakan

daun

sirsak

yang

masih

muda

secukupnya, ditumbuk halus dan ditambah 1/2 sendok air, diaduk sampai
merata, ditempelkan pada bagian bisul.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Buah sirsak merupakan tanaman yang berasal dari Karibia, Amerika
Tengah dan Amerika Selatan. Tanaman ini ditanam secara komersial untuk
diambil daging buahnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh disembarang
tempat, paling banyak ditanam di daerah yang cukup berair. Ternyata
buah ini juga memiliki banyak maanfaat yang sangat baik untuk
kesehatan

kita.

membudidayakan

Namun
buah

sayangnya
tersebut.

masih

Padahal

sedikit
cara

kalangan

yang

pembudidayaannya

tidaklah sulit, hanya membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Jika kita


menelusuri lebih nutrisi yang terkandung dalam buah ini maka kita dapat
mengetahui banyaknya manfaat pada buah ini. Selain itu buah ini juga
memiliki potensi yang cukup besar untuk diolah menjadi makanan
alternatif yang memiliki nilai jual yang tinggi.
3.2. Saran
Dengan lebih mengetahui banyaknya manfaat yang terdapat dalam
kandungan buah ini sudah selayaknya kita dapat mengolahnya menjadi
makanan bernutrisi yang dapat bernilai ekonomis tinggi. Sebagai aktivitas
akademika kita juga dapat melakukan penelitian agar buah ini juga bisa
dijadikan salah satu produk pertanian unggulan dalam negeri untuk bisa
bersaing dalam perdagangan global saat ini.