Anda di halaman 1dari 6

Diwaktu siang yang sangat panas,Dea pulang dari kuliah.

Dia pulang
.Karena begitu teriknya matahari itu membuat Dea merasa pusing dan tidak
konsentrasi.Saat ingin menyeberang Dea tidak melihat ada motor yang melaju
begitu cepat. Akhirnya dia tertabrak motor tersebut dan membuatnya tidak
sadarkan diri. Yang menabrak pun melarikan diri.Orang-orang yang melihatnya
segera memberi pertolongan dan membawa Dea ke rumah sakit terdekat.
Setiba di rumah sakit Dea masuk ke ruang ICU. Kemudian keluarga Dea
datang untuk melihat kondisi Dea.Keluarga bertanya ke tempat administrasi.
Kakak

: Permisi mbak.

Resepsionis : Iya mbak, ada yang bisa saya bantu?


Kakak

: Apa benar tadi ada pasien yang baru masuk ke rumah sakit ini
bernama Dea Ananda?

Resepsionis : Sebentar ya mbak saya lihat dulu.


Mama

: Cepetan mbak, saya khawatir banget sama anak saya! Apa yang
terjadi dengan dia.

Resepsionis : Oh iya benar, pasien Dea Ananda baru saja masuk di ruang ICU, ibu
dan mbak bisa langsung kesana.
Kakak

: Ruang ICU nya dimana mbak?

Resepsionis : Ibu dan mbak dari sini lurus saja kemudian belok kanan.
Mama

: Ayo Nak, mama ingin cepat kesana. Buruan!.

Kakak

: Iya mah, Terima kasih mbak.

Resepsionis : Iya mbak sama-sama.


Sampai di depan ruang ICU, keluarga ingin masuk tapi ada perawat yang
melarangnya karena pasien sedang ditangani oleh dokter dan perawat yang lain.
Perawat

: Maaf, ibu dan mbak tunggu di luar saja karena pasien sedang dalam
penanganan dokter.

Mama

: Tapi saya ingin melihat anak saya suster, saya khawatir dengan Dea.

Perawat

: Ibu tenang dulu saja, di dalam sudah ada dokter dan perawat yang
menangani putri ibu , jadi ibu tidak perlu khawatir. Sebaiknya ibu
tunggu di sini dulu dan mendoakan putri ibu agar dia baik-baik saja.

Kakak

: Iya ma, kita tunggu disini saja sambil berdoa untuk keselamatan
adik, nanti kalau kita masuk malah mengganggu kerja dokter.

Mama

: Tapi mama sangat khawatir dengan keadaan Dea.

Perawat

: Ibu, tenang saja. Yang penting sekarang ibu berdoa untuk


keselamatan putri ibu.

Kakak

: Suster benar mah, sebaiknya kita tenang dan banyak berdoa untuk
Dea. Kita duduk di sini dulu yah.

Perawat

: Baik, kalau begitu saya permisi untuk masuk dulu.

Kakak

: Iya suster silahkan.


Beberapa saat kemudian, dokter keluar dari ruang ICU.Mama Dea pun

bergegas mendekat untuk menanyakan keadaan putrinya tersebut.


Mama

: Bagaimana keadaan anak saya dokter?

Dokter

: Ibu tenang dulu saja. Mari ikut keruangan saya sebentar.

Mama

: Tapi anak saya tidak apa-apakan dok. (terlihat cemas)

Dokter

: Nanti akan saya jelaskan di ruangan saya. Mari.

Keluarga pun masuk ke ruangan dokter. Di sana dokter menjelaskan


mengenai keadaan Dea.
Dokter

: Silahkan duduk!

Kakak

: Terimakasih dok.

Mama

: Gimana anak saya dok?

Dokter

: Begini, saat ini putri ibu berada dalam kondisi tidak sadar.

Mama

: Tidak sadar bagaimana dok?

Dokter

: Putri ibu dalam keadaan koma.

Kakak

: Koma dok? (terkejut)

Dokter

: Iya, saat kecelakaan kepalanya terkena benturan yang keras


sehingga dia mengalami trauma kepala cukup berat.

Mama

: Lalu apa yang bisa kita lakukan dokter supaya anak saya cepat sadar?
Tolong dokter

Dokter

: Kami akan melakukan tindakan sebaik mungkin agar putri ibu bisa
cepat sadar dan pulih kembali, yang terpenting saat ini keluarga
mendoakan untuk kesembuhan Dea.

Kakak

: Baik dokter, kalau begitu kami ingin melihat kondisi Dea sekarang.
Bolehkan dok?

Dokter

: Tentu, silahkan....

Kakak

: Terimakasih dokter.

Dokter

: Sama-sama.

Mama dan Kakak menuju ruang ICU untuk melihat kondisi Dea. Di dalam
ruang ICU masih ada perawat yang membereskan alat-alat di sana.
Mama

: Suster, bagaimana keadaan anak saya?

Perawat

: Seperti yang ibu lihat, saat ini mbak Dea masih belum sadarkan diri.

Mama

: Kira-kira kapan anak saya bisa sadar sus, saya tidak mau kalau anak
saya nantinya. (menangis)

Perawat

: Ibu, ibu sebaiknya tenang dan sabar. Insyaallah mbak Dea akan baikbaik saja. Ibu banyak-banyak berdoa supaya mbak Dea bisa cepat
sadar. Ibu juga harus memberikan semangat kepada mbak Dea, karena
perlu ibu ketahui bahwa meskipun mbak Dea saat ini dalam keadaan

koma, mbak Dea masih bisa mendengar suara ibu.Jadi, kalau bisa ibu
jangan sedih dihadapan mbak Dea, karena kalau ibu sedih dan mbak
Dea mendengarnya nanti mbak Dea pasti akan ikut sedih, dan itu juga
akan berpengaruh pada proses kesembuhannya.
Mama

: Begitu ya sus?

Perawat

: Iya ibu, jadi ibu bisa memberi motivasi pada mbak Dea supaya mbak
Dea bisa cepat sadar.

Mama

: Baiklah kalau begitu sus. apapun akan saya lakukan demi kesembuhan
anak saya suster.

Perawat

: Ibu, karena tugas saya disini sudah selesai saya akan kembali ke
ruangan saya. Nanti akan ada perawat yang datang untuk melakukan
tindakan selanjutnya. Atau kalau ibu membutuhkan bantuan, ibu bisa
memanggil perawat di ruang perawat atau memencet bel yang ada di
sini.

Mama

: Baik suster. Terimakasih.

Perawat

: Sama-sama ibu. Saya permisi ya bu.

Mama

: Silahkan sus.
15 menit kemudian perawat datang untuk memberikan obat kepada

pasien.
Perawat

: Selamat siang ibu, benar dengan keluarga Dea Ananda?

Kakak

: Iya benar sus, ada apa ya?

Perawat

: Begini, saya perawat Anita yang bertugas siang hari ini. Saya akan
memberikan obat kepada mbak Dea. Ini obat analgetik opioid yang
berbentuk cairan dengan dosis 80mg. ibu ini bertujuan untuk
mengurangi rasa nyeri yang diderita mbak Dea. Namun obat ini juga
mempunyai efek samping ibu, dimana nanti pernafasan mbak Dea tidak
teratur tapi ibu tidak usah khawatir karena ini efek obat yang di
konsumsi. Nanti obatnya saya akan masukan lewat selang infus yang

terpasang di tubuh mbak Dea. Apakah ibu mengijinkan saya untuk


melakukan tindakan tersebut?
Mama

: Tentu saja suster. Asal anak saya cepat sembuh.

Kakak

: Tapi hati-hati ya sus, jangan sampai menyakiti adik saya!

Perawat

: Baik mbak, saya akan berhati-hati. Bisa saya masuk sekarang?

Mama

: Silahkan sus.
Perawat masuk.

Perawat

: Selamat siang mbak Dea. Saya perawat Anita yang bertugas di


ruangan ini. Siang ini jadwalnya mbak Dea untuk minum obat. Obat ini
jenisnya analgetik opioid yang berbentuk cairan dengan dosis 80mg.
mbak obat ini bertujuan mengurangi rasa nyeri mbak. Nanti obatnya
saya masukkan melalui selang infus ya mbak. Saya mulai sekarang ya
mbak. (melakukan tindakan).
Baik mbak, saya sudah selesai memasukkan obatnya. Semoga setelah
dilakukan pemberian obat ini mbak bisa segera pulih, karena keluarga
mbak sangat mengharapkan kesembuhan mbak sehingga nantinya bisa
berkumpul bersama lagi. Mama dan Kakak mbak Dea sekarang berada di
luar sedang menunggui mbak Dea. Mereka juga selalu berdoa untuk
kesembuhan mbak. Baik mbak, karena saya sudah selesai melakukan
tugas saya, saya permisi untuk kembali ke ruangan saya.Terimakasih
atas kerjasamanya dan semoga mbak lekas sembuh ya.

Perawat keluar dari ruangan.


Perawat

: Ibu, saya sudah selesai memberikan obat kepada mbak Dea, semoga
dengan ini mbak Dea bisa cepat sadar dan pulih kembali.

Mama

: Iya sus, terimakasih.

Perawat

: Kalau begitu saya permisi untuk kembali ke ruangan saya.

Mama

: Silahkan sus.

Setelah dirawat beberapa bulan di rumah sakit tersebut Dea masih belum sadarkan
diri. Keluaraga dan teman-temannya bergantian menunggui Dea sambil mendoakan
agar Dea segera siuman dan sadar dari komanya.

~~~~~SELESAI~~~~~