Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PENDAHULUAN dan

STRATEGI PELAKSANAAN HARGA


DIRI RENDAH
Masalah Utama
Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Proses Terjadinya Masalah
Pengertian
Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri,
hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai keinginan.
Gangguan harga diri yang disebut sebagai harga diri rendah dan dapat terjadi secara :
Situasional
Yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba, misalnya harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus
sekolah, putus hubungan kerja, perasaan malu karena sesuatu (korban perkosaan, dituduh KKN,
dipenjara tiba-tiba).
Pada klien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah, karena :
Privacy yang kurang diperhatikan, misalnya : pemeriksaan fisik yang sembarangan, pemasangan
alat yang tidak sopan (pencukuran pubis, pemasangan kateter, pemeriksaan perneal).
Harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat/ sakit/
penyakit.
Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai, misalnya berbagai pemeriksaan dilakukan
tanpa penjelasan, berbagai tindakan tanpa persetujuan.
Kronik
Yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama, yaitu sebelum sakit/ dirawat. Klien
ini mempunyai cara berfikir yang negatif. Kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi
negatif terhadap dirinya. Kondisi ini mengakibatkan respons yang maladaptive. Kondisi ini dapat
ditemukan pada klien gangguan fisik yang kronis atau pada klien gangguan jiwa.
Tanda dan Gejala
Menurut Carpenito, L.J (1998 : 352); Keliat, B.A (1994 : 20)
Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit.
Misalnya : malu dan sedih karena rambut jadi botak setelah mendapat terapi sinar pada kanker
Rasa bersalah terhadap diri sendiri. Misalnya : ini tidak akan terjadi jika saya segera ke rumah
sakit, menyalahkan/ mengejek dan mengkritik diri sendiri.
Merendahkan martabat. Misalnya : saya tidak bisa, saya tidak mampu, saya orang bodoh dan
tidak tahu apa-apa
Gangguan hubungan sosial, seperti menarik diri. Klien tidak ingin bertemu dengan orang lain,
lebih suka sendiri.
Percaya diri kurang. Klien sukar mengambil keputusan, misalnya tentang memilih alternatif

tindakan.
Mencederai diri. Akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien ingin
mengakhiri kehidupan.
Akibat
Harga diri rendah dapat beresiko terjadinya isolasi sosial : menarik diri, isolasi sosial menarik diri
adalah gangguan kepribadian yang tidak fleksibel pada tingkah laku yang maladaptive,
mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosial (DEPKES RI, 1998 : 336).
Data Subyektif :
Mengungkapkan untuk memulai hubungan/ pembicaraan
Mengungkapkan perasaan malu untuk berhubungan dengan orang lain
Mengungkapkan kekhawatiran terhadap penolakan oleh orang lain
Data Obyektif :
Kurang spontan ketika diajak bicara
Apatis
Ekspresi wajah kosong
Menurun atau tidak adanya komunikasi verbal
Bicara dengan suara pelan dan tidak ada kontak mata saat berbicara
Masalah dan Data yang Perlu Dikaji
No Masalah Keperawatan Data Subyektif Data Obyektif
1 Masalah utama : Gangguan konsep diri : harga diri rendah Mengungkapkan ingin diakui jati
dirinya
Mengungkapkan tidak ada lagi yang peduli
Mengungkpakan tidak bisa apa-apa
Mengungkapkan dirinya tidak berguna
Mengkritik diri sendiri Merusak diri sendiri
Merusak orang lain
Menarik diri dari hubungan sosial
Tampak mudah tersinggung
Tidak mau makan dan tidak tidur
2 MK : Penyebab Tidak efektifnya koping individu Mengungkapkan ketidakmampuan dan
meminta bantuan orang lain
Mengungkapkan malu dan tidak bisa bila diajak melakukan sesuatu Tampak ketergantungan pada
orang lain
Tampak sedih dan tidak melakukan aktivitas yang seharusnya dapat dilakukan
Wajah tampak murung
3 MK : Akibat Isolasi sosial : menarik diri Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi
Mengungkapkan enggan berbicara dengan orang lain
Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain Ekspresi wajah kosong
Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara
Suara pelan dan tidak jelas

Pohon Masalah
Isolasi sosial : menarik diri
Gangguan konsep diri : Harga diri rendah
Koping individu tidak efektif
Diagnosa Keperawatan
Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah
Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan koping individu tidak efektif
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP)
Masalah : Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Pertemuan : Ke 1 (satu)
Proses Keperawatan
Kondisi : Klien mengatakan malu dan tak berguna
Diagnosa : Perilaku kekerasan berhubungan dengan harga diri rendah
Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
TUK : 1. Klien dapat membina hubungan saling percaya
2. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SP)
Orientasi
Salam terapeutik
Selamat pagi, nama saya Suharti, panggil saya Suster Suharti.
Namanya siapa, senang dipanggil apa ?
Evaluasi/ Validasi
Bagaimana perasaan Heni pagi ini ?
Ada apa di rumah sampai dibawa kemari ? Apa saja yang Heni rasakan ?
Kontrak
Topik
Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan/ hobby atau hal-hal yang biasa Heni
lakukan.

Tempat
Mau dimana kita bercakap-cakap ? Bagaimana kalau dikamar perawat ?
Waktu
Mau berapa lama ? Bagaimana kalau 10 menit.
Kerja
Apa yang biasa Heni lakukan di rumah ? Dari kamar tidur dulu deh, terus apa lagi di kamar tamu,
di dapur, di halaman. Wah bagus sekali (sambil dibuat daftar)
Sekarang, yang biasa dilakukan di sekolah/ tempat kerja (sesuai keadaan klien)
Apa saja yang Heni senangi dari keluarga ? Bagaimana dengan Ayah, Ibu, adik, kakak,
(sesuaikan dengan keadaan klien) ?
Bagaimana pula dengan tempat tinggalnya ? Apa yang disenangi disana ?
Terminasi
Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan Heni setelah kita bercakap-cakap ?
Evaluasi Obyektif
Apa saja tadi kemampuan/ kebiasaan yang Heni lakukan. Bagus sekali ada kemampuan.
Apa saja tadi yang disenangi di keluarga dan di rumah. Bagus sekali
Rencana Tindak Lanjut
Baiklah Heni, selanjutnya coba Heni ingat-ingat kemampuan Heni yang lain yang belum kita
bicarakan. Nanti cerita-cerita pada suster.
Kontrak
Topik :
Nanti kita akan melihat kemampuan Heni yang mana yang masih dapat dilakukan di rumah sakit
dan mana yang bisa dilakukan di rumah.
Tempat :
Tempatnya mau di mana ? Bagaimana kalau disini. Sampai nanti Heni.
Waktu :
Bagaimana kalau jam 11.00 nanti kita bertemu lagi.
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP)
Masalah : Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Pertemuan : Ke 2 (dua)
Proses Keperawatan

Kondisi : Klien telah mengetahui beberapa kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
Diagnosa : Perilaku kekerasan berhubungan dengan harga diri rendah
Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
TUK : 1. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan
Klien dapat memilih kemampuan yang akan digunakan
Klien mencoba kemampuan yang dipilih
Klien menyusun jadual kegiatan harian untuk kemampuan yang telah dicoba
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SP)
Orientasi
Salam terapeutik
Selamat pagi Heni
Evaluasi/ Validasi
Bagaimana perasaan Heni siang ini ?
Masih ada kemampuan Heni yang belum diceritakan pada suster.
Kontrak
Topik
Masih ingat apa yang akan kita bicarakan sekarang ? Betul, kita akan melihat kembali daftar
kemampuan Heni untuk menilai mana yang dapat dikerjakan di rumah sakit. Bagaimana Heni ???
Tempat
Mau dimana kita bercakap-cakap ? Bagaimana kalau di tempat tadi saja ?
Waktu
Mau berapa lama ? Bagaimana kalau 15 menit.
Kerja
Ini daftar kemampuan yang Heni miliki yang telah dibicarakan. Oke, masih ada tambahannya.
Nah, coba kita lihat satu per satu apakah dapat dilakukan di rumah sakit. Yang pertama ini
(sebutkan) bagaimana ? Bagus. (teruskan semua kemampuan sesuai daftar sehingga
menemukan beberapa kemampuan yang dapat dilakukan di Rumah Sakit)
Heni, kita dapat (sebutkan beberapa) kemampuan yang dapat dilakukan di RS. Sekarang
coba Heni pilih yang mana yang bisa kita latih sekarang. Bagaimana kalau ini (sesuaikan dengan
kondisi klien, waktu pelaksanaan). Bagus sekali.
Mari kita coba (perawat mendemonstrasikan sambil mendorong klien melakukannya langkah
demi langkah)
Nah sekarang sudah selesai, mari kita duduk lagi.
Terminasi
Evaluasi Subyektif

Bagaimana perasaan Heni setelah melakukan kegiatan tadi (sebutkan kegiatannya). Bagus
sekali.
Evaluasi Obyektif
Coba sebut ulang cara mengerjakannya ! Bagus, terus, ya benar (Bantu klien).
Rencana Tindak Lanjut
Bagaimana kalau Heni lakukan terus selama di RS agar nanti di rumah sudah lancar.
Nah mau jam berapa Heni melakukannya ? Kita buat jadwalnya ya, biar Heni tidak lupa.
Oke, jadi mau dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur, jadi pada jam 05.30 pagi
Nah, kalau sudah dikerjakan beritahu suster dan nanti kita beri tanda
Kontrak
Topik :
Baiklah, waktu kita sudah habis. Besok kita coba kemampuan yang lain sambil tetap memilih
kemampuan yang tadi.
Tempat :
Tempatnya mau di mana ? Bagaimana kalau disini.
Waktu :
Mau jam berapa ? Bagaimana kalau jam 09.00 pagi ? Baiklah, sampai besok.
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP)
Masalah : Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Pertemuan : Ke 3 (tiga)
Proses Keperawatan
Kondisi : Klien telah mengetahui kemampuan yang dapat dilakukan di RS, dan telah melatih satu
kemampuan yang telah masuk jadual kegiatan harian
(ADL)
Diagnosa : Perilaku kekerasan berhubungan dengan harga diri rendah
Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
TUK : 1. Klien dapat memilih kemampuan kedua yang akan digunakan
2. Klien mencoba kemampuan kedua
3. Klien memasukkan kemampuan kedua dalam jadual kegiatan harian (ADL)
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SP)
Orientasi
Salam terapeutik
Selamat pagi Heni

Evaluasi/ Validasi
Bagaimana perasaan Heni pagi ini ?
Apakah kegiatan yang kita latih kemarin sudah dilakukan ? Bagus sekali.
Coba kita lihat jadualnya, nah kita beri tanda di sini (di jadual) bahwa Heni telah melakukan.
Hebat dong Heni.
Kontrak
Topik
Nah, sekarang kita akan latihan lagi kemampuan yang lain. Bagaimana Heni ?
Tempat
Mau dimana kita bercakap-cakap ? Bagaimana kalau di tempat yang kemarin lagi, mari.
Waktu
Mau berapa lama ? Bagaimana kalau 15 menit.
Kerja
Nah, ini daftar kemampuan Heni. Yang ini telah dicoba kemarin. Sekarang Heni pilih yang mana ?
Bagus
Nah, mari kita praktekkan lagi. Ikuti suster, dan nanti Heni coba sendiri. (Perawat memberi
contoh langkah-langkah pelaksanaannya, sambil memotivasi klien mengikutinya)
Sekarang coba Heni lakukan sendiri sambil suster Bantu. Bagus, teruskan, ya benar, nah Heni
bisakan.
Terminasi
Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan Heni setelah mencobanya sendiri. Ya bagus sekali.
Evaluasi Obyektif
Jadi sudah berapa kegiatan yang Heni lakukan ? Bagus, jadi sudah dua kegiatan
Coba ulangi cara melakukan kegiatan kedua. Ya, benar, terus, bagus sekali.
Rencana Tindak Lanjut
Nah, bagaimana kalau kegiatan barusan juga dilakukan teratur ?
Bagaimana kalau kita masukkan di jadwal kegiatan harian Heni ? Bagus
Nah, mau jam berapa melakukannya (bawa jadwal dan tetapkan bersama klien)
Kontrak
Topik :
Nah, sudah 2 kegiatan yang dilakukan. Bagaimana kalau kita latih lagi kegiatan ketiga
Tempat :
Tempatnya mau di mana ? Bagaimana kalau disini saja.

Waktu :
Mau jam berapa ? Bagaimana kalau seperti biasa jam 11.00 Baiklah, sampai nanti ya.

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)


TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANSIETAS

Pertemuan ke-1

A.
1.

Proses Keperawatan
Kondisi Klien

Data Subjektif
a.

Klien mengatakan takut jika pasien berada dirumah.

b.

Klien mengatakan dulu klien pernah dijahati oleh tetanganya.

c.

Klien mengatakan sulit tidur

d.

Klien mengatakan tidak nafsu makan.

Data Objektif
a.
2.

Klien terlihat seperti orang bingung


Diagnosa Keperawatan

Ansietas
3.

Tujuan Tindakan Keperawatan

a.

Tujuan Umum

: mengatasi gangguan ansietas klien.

b.

Tujuan Khusus

1)

Pasien mampu membina hubungan saling percaya

2)

Pasien mampu mengenal ansietas

3)

Pasien mampu mengatasi ansietas melalui teknik relaksasi

4)
Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik relaksasi untuk
mengatasi ansietas
4.

Tindakan Keperawatan

a.
Membina hubungan saling percaya perlu dipertimbangkan agar pasien
merasa aman dan nyaman saat berinteraksi
Tindakan yang harus dilakukan dalam membina hubungan saling percaya adalah
1)

Mengucapkan salam terapeutik

2)

Berjabat tangan

3)

Menjelaskan tujuan interaksi

4)

Membuat kontrak (topik, waktu, tempat, tujuan) setiap kali bertemu pasien

b.

Membantu pasien mengenal ansietas :

1)

Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan menguraikan perasaannya

2)

Bantu pasien menjelaskan situasi yang menimbulkan ansietas

3)

Bantu pasien mengenal penyebab ansietas

4)

Bantu pasien menyadari perilaku akibat ansietas

c.
Mengajarkan pasien teknik relaksasi untuk meningkatkan kontrol dan rasa
percaya diri : pengalihan situasi

B.

Strategi Komunikasi

1.

Fase Orientasi

a.

Salam Terapeutik

Assalamualaikum, Selamat pagi Bu! Saya perawat yang bertugas pada pagi ini,
nama saya YUSUF. Saya adalah mahasiswa dari POLTEKKES JAKARTA III. Nama Ibu
siapa?
Ibu senangnya dipanggil apa?
b.

Evaluasi/validasi

Bagaimana perasaan Ibu hari ini? semalam tidurnya nyenyak?


c.

Kontrak :

Topik

Bagaimana jika sekarang kita berbincang-bincang tentang kecemasan dan latihan


cara mengontrol cemas dengan latihan relaksasi

Waktu

Berapa lama ibu punya waktu untuk berbincang-bincang dengan saya? Bagaimana
kalau 15 menit saja

Tempat

Dimana ibu mau berbincang-bincang dengan saya? Ya sudah, Bagaimana


jikadiruangan ini saja kita berbincang-bincang

Tujuan

Agar ibu dapat mengetahui kecemasan yang ibu rasakan serta cara mengatasinya

2.

Fase Kerja

Sekarang coba ibu ceritakan apa yang ibu rasakan saat ini
Coba Ibu ceritakan pada saya
Ouw jadi ibu merasa takut jika tetangga ibu melakukan tindakan kejahatan kepada
ibu. Jika boleh saya tahu, bagaimana cara Ibu mengatasinya
Saya mengerti bagaimana perasaan Ibu. Setiap orang akan memiliki perasaan
yang sama jika diposisi Ibu. Tapi saya sangat kagum sama Ibu Karena Ibu mampu
menahan semua cobaan ini. Ibu adalah orang yang luar biasa. Yang perlu Ibu
ketahui adalah Ibu saat ini berada pada tingkat kecemasan yang sedang. Untuk itu,

Ibu perlu melakukan terapi disaat ibu merasakan perasaan cemas yang berat.
Terapi ini akan membantu menurunkan tingkat kecemasan Ibu. Bagaimana kalau
sekarang kita coba mengatasi kecemasan ibu dengan latihan relaksasi dengan cara
tarik nafas dalam, ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecemasan
yang ibu rasakan
Bagaimana kalau kita latihan sekarang, Saya akan lakukan, ibu perhatikan saya,
lalu ibu bisa mengikuti cara yang sudah saya ajarkan. Kita mulai ya bu. Ibu silakan
duduk dengan posisi seperti saya. Pertama-tama, ibu tarik nafas dalam perlahanlahan, setelah itu tahan nafas dalam hitungan tiga setelah itu ibu hembuskan udara
melalui mulut dengan meniup udara perlahan-lahan. Sekarang coba ibu praktikkan
Bagus sekali, ibu sudah mampu melakukannya. ibu bisa melakukan latihan ini
selama 5 sampai 10 kali sampai ibu merasa relaks atau santai. Selain cara tersebut
untuk mengatasi kecemasan ibu, ibu bisa melakukan dengan metode pengalihan
yaitu dengan ibu melepas kecemasan dengan tertawa, berolahraga, menulis
kecemasan ibu disebuah kertas,bersantai seperti jalan-jalan atau ibu juga bisa
mengatasinya dengan mendengarkan musik.

3.
a.

Fase Terminasi
Evaluasi
Subyektif

Bagaimana perasaan ibu setelah kita ngobrol tentang masalah yang ibu rasakan
dan latihan relaksasi?

Obyektif

Coba ibu ulangi lagi cara yang sudah kita pelajari.


b.

Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Jam berapa ibu akan berlatih lagi melakukan cara ini?


Mari, kita masukkan dalam jadwal harian ibu. Jadi, setiap ibu merasa cemas, ibu
bisa langsung praktikkan cara ini
c.

Kontrak yang akan datang

Topik

Cara yang kita praktikkan tadi baru mengurangi sedikit kecemasan yang ibu
rasakan, bagamana jika kita latihan kembali besok bu? Jangan lupa ibu mencoba
teknik yang lain untuk mengurangi kecemasan ibu ya

Waktu

Bagaimana kalau kita latihan cara yang kedua ini besok, dengan jam yang sama
seperti hari ini. Berapa lama ibu punya waktu untuk berbincang-bincang dengan
saya besok? Bagaimana kalau 20 menit saja

Tempat

Dimana ibu akan latihan dengan saya besok? Ya sudah, bagaimana kalau besok
kita melakukannya disini saja

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)


TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANSIETAS

Pertemuan ke-2

A.

Proses Keperawatan

1.

Kondisi Klien

Data Subjektif
e.

Klien mengatakan takut jika pasien berada dirumah.

f.

Klien mengatakan dulu klien pernah dijahati oleh tetanganya.

g.

Klien mengatakan sulit tidur

h.

Klien mengatakan tidak nafsu makan.

Data Objektif
b.

2.

Klien terlihat seperti orang bingung

Diagnosa Keperawatan

Ansietas

3.
a.

Tujuan Tindakan Keperawatan


Tujuan Umum

Mengatasi gangguan ansietas klien

b.

Tujuan Khusus

Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik distraksi untuk


mengatasi ansietas
-

Pasien mampu mengatasi ansietas melalui teknik distraksi

Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik distraksi untuk


mengatasiansietas

4.

Tindakan Keperawatan

a.
Ajarkan pasien teknik distraksi untuk meningkatkan kontrol diri dan
mengurangi ansietas :
1)

Melakukan hal yang disukai

2)

Menonton TV

3)

Mendengarkan music yang disukai

4)

Membaca koran, buku atau majalah

b.

Motivasi pasien untuk melakukan teknik distraksi setiap kali ansietas muncul

B.

Strategi Komunikasi

4.

Fase Orientasi

d. Salam Terapeutik
Assalamualaikum, Selamat pagi ibu ! Saya perawat yang bertugas pada pagi ini,
sayayusuf, Ibu bisa memanggil saya Teguh. Saya adalah mahasiswa
dari POLTEKKES JAKARTA III. Nama ibu siapa? Ibu senangnya dipanggil apa?

e.

Evaluasi/Validasi

Bagaimana perasaan ibu hari ini? Apakah ibu sudah melatih cara mengalihkan
situasi untuk menghilangkan kecemasan ibu?

f.

Kontrak :

Topik

Baiklah ibu sesuai janji kita kemarin, hari ini saya datang kembali untuk
mendiskusikan tentang latihan distraksi dengan tehnik pengalihan.

Waktu

Berapa lama kita akan berlatih ibu? Bagaimana jika 10 menit?

Tempat

Dimana kita akan berdiskusi? Bagaimana jika di halaman samping?

Tujuan

Tujuan dari latihan hari ini adalah agar ibu dapat meningkatkan
kontrol kecemasanpada diri ibu dan ibu dapat mempraktekkannya dalam
kehidupan sehari-hari ibu.

5.

Fase Kerja

Ibu, kemarin waktu kita diskusi ibu mengatakan bahwa saat cemas rasanya
seluruh badan ibu tegang, baik pikiran maupun fisik. Nah, latihan distraksi ini
bermanfaat untuk mengalihkan rasa cemas ibu sehingga membuat pikiran dan fisik
ibu relak atau santai. Dalam teknik ini ibu harus melakukan hal-hal yang dapat

membuat ibu relak misalnya dengan menonton acara televisi kesukaan ibu,
membaca buku atau majalah yang ibu suka, atau dengan mendengar music yang
ibu sukai. Nah, sekarang ibu sudah tau kan hal-hal apa saja yang dapat ibu lakukan
untuk mengurangi rasa cemas ibu. Nanti apabila ibu merasa cemas lagi, ibu bisa
melakukan salah satu teknik distraksi atau pengalihan yang saya beritahu tadi.

6.
d.

Fase Terminasi
Evaluasi
Subjektif

Bagaimana apa ada yang ingin ibu tanyakan dari penjelasan saya tadi?

Objektif

Coba ibu ulangi lagi cara yang sudah kita pelajari. Wah bagus sekali, nanti jika ibu
merasa cemas, ibu dapat melakukan teknik ditraksi yang tadi saya jelaskan ya.

e.

Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Kapan ibu akan mulai mencoba melakukan cara ini? Baiklah setiap ibu merasa
cemas,ibu bisa langsung mempraktikkan cara ini.

f.

Kontrak yang akan datang


Topik

Nah, ibu, masih ada cara yang bisa digunakan untuk mengatasi kecemasan ibu
yaitu dengan teknik hipnotis diri sendiri atau hipnotis dengan 5 jari.

Waktu

Bagaimana kalau kita latihan cara yang ketiga ini besok dengan jam yang sama
seperti hari ini?

Tempat

Mau latihan dimana kita bu? Bagaimana jika disini lagi ? Apa masih ada yang mau
ditanyakan bu? Baiklah kalau tidak ada saya pamit dulu. Selamat siang.

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)


TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANSIETAS

Pertemuan ke-3

A.

Proses Keperawatan

5.

Kondisi Klien

Data Subjektif

Klien mengatakan takut jika pasien berada dirumah.

Klien mengatakan dulu klien pernah dijahati oleh tetanganya.

Klien mengatakan sulit tidur

Klien mengatakan tidak nafsu makan.

Data Objektif

Klien terlihat seperti orang bingung

Klien tampak seperti orang bingung

Klien sulit berkonsentrasi

6.

Diagnosa Keperawatan

Ansietas

7.

Tujuan Tindakan Keperawatan

a.

Tujuan Umum :

Pasien mampu mengatasi ansietas melalui teknik relaksasi hipnotis 5 jari


b.

Tujuan Khusus :

Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik relaksasi hipnotis 5 jari


untuk mengatasi ansietas

8.
a.
b.

Tindakan Keperawatan
Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
Menjelaskan cara teknik relaksasi hipnotis 5 jari

c.
Membantu pasien mempraktikkan teknik relaksasi hipnotis 5 jari dan
memasukkan dalam jadwal
d.

B.

Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

Strategi Komunikasi

7.

Fase Orientasi

g.

Salam Terapeutik

Selamat pagi ibu

h.

Evaluasi/validasi

Bagaimana perasaan ibu pagi ini? Apakah ibu masih gelisah dan tidak bisa tidur?
Apakah yang kemaren saya ajarkan sudah di praktekkan dalam jadwal harian ibu?
Nah kalau sudah coba di praktikkan kembali ya. Bagus bu

i.

Kontrak :

Topik, Waktu, Tempat, Tujuan

Baiklah bu, bagaimana kalau sekarang kita berbincang-bincang tentang perasaan


yang ibu rasakan? Dan saya akan mengajarkan ibu teknik relaksasi hipnotis 5 jari
untuk menghilangkan rasa gelisah ibu. Kita akan berbincang-bincang
selama 30 menit. Kita akan lakukan disini saja ya bu.

Tujuan

Tujuan perbincangan kita hari ini adalah agar ibu mengetahui cara untuk
menghilangkan rasa gelisah ibu dengan teknik relaksasi hipnotis 5 jari dan
ibu dapat mempraktekkan ketika rasa gelisah ibu datang kembali.

8.

Fase Kerja

Tadi ibu katakan, ibu merasa gelisah, tidak bisa tidur, coba ibu ceritakan lebih
lanjut tentang perasaan ibu, kenapa ibu tidak bisa tidur, apa yang ibu pikirkan? Oh,
jadi ibu merasa takut jika dijahati oleh tetangga ibu, ouw. Dulu ibu pernah
dihipnotis oleh tetangga ibu dan tetangga ibu mengambil barang berharga ibu. Dan
ibu takut jika kejadian itu terulang lagi. Nah ibu, sekarang saya akan mengajarkan
ibu teknik relaksasi degan cara hipnotis 5 jari. Kita mulai ya bu. Ibu pejamkan mata
ibu, nah sekarang sentuh jari telunjuk ibu dengan jempol ibu, sekarang bayangkan
pada saat ibu sedang bahagia. Sekarang sentuh jari tengah ibu, bayangkan saat ibu
bersama orang yang ibu sayangi/ cintai, sekarang sentuh jari manis ibu, bayangkan
ketika ibu di puji oleh seseorang, dan sekarang sentuh jari kelingking ibu,
bayangkan tempat yang paling indah yang pernah di kunjungi. Ibu, coba ulangi lagi
cara teknik hipnotis 5 jari yang sudah kita pelajari tadi. Wah bagus sekali, mari kita
masukkan dalam jadwal harian ibu. Jadi, setiap ibu merasa cemas, ibu bisa
langsung praktikkan cara ini, dan bisa melakukannya lagi sesuai jadwal yang telah
kita buat.

9.
g.

Fase Terminasi
Evaluasi
Subyektif

Bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincang bincang tentang masalah yang
ibu rasakan dan latihan mempaktekkan teknik relaksasi hipnotis 5 jari?

Obyektif

Nah, coba ibu praktikkan kembali apa yang telah saya ajarkan tadi. Bagus,
ternyata ibu masih ingat apa yang telah saya ajarkan.

h.

Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Saya harap apa yang tadi saya ajarkan kepada ibu, ibu dapat mempraktekkan
kembali dan jangan lupa untuk memasukannya dalam jadwal kegiatan
harian yaitu sekitar 2 kali dalam sehari ya bu.

i.

Kontrak yang akan datang


Topik, Waktu, Tempat

Ibu sudah tidak terasa sudah 30 menit kita berbincang-bincang. Latihan relaksasi
ini adalah cara ke-3 yang bisa digunakan untuk mengatasi kecemasan atau
keteganganibu, masih ada cara ke-4 yaitu dengan melakukan pendekatan spiritual,
bagaimana kalau kita latihan cara yang ke 4 ini besok pagi, jam berapa bu? Seperti
biasa jam 10 pagi ya dikamar ibu? Masih ada yang mau ditanyakan atau tidak bu?
Baiklah kalau tidak ada saya pamit dulu. Terimakasih atas waktunya.