Anda di halaman 1dari 35

Identifikasi pasien

Nama

: Aslamiyah

Umur

: 59 tahun 9 bulan

Jenis Kelamin

: perempuan

Tanggal Masuk

: Maret 2012

Kamar

: 602 lantai 6 utara (teratai)

Formulir terapi obat


N
o
1.
2.
3.

1.
2.
3.

Nama Obat
Maintate 2,5 mg
1xtab
Valsartan
1x80mg
Parasetamol
500mg
3x1tab (k/p)
Injeksi
Furosemid
2x1 ampul i.v
Ceftazidime
3x1gram i.v
Ranitidine
2x1gram i.v

TANGGAL
20/03/2012 21/03/2012 22/03/2012
P S S M P S S M P S S M
i
o
i
o
i
o
V
V
V

V
V
V

V
V

V
V

Monografi Obat
N
o
1.

Nama
Obat
Maintate
(mims edisi
10 h.46)

Komposisi
Bisoprolol
fumarate
2,5 mg
1xtab
(golongan
penyekat
beta)

Indikasi

Dosis

Pengobatan
gagal jantung
sedang-berat
kronik stabil
dengan
penurunan
fungsi
ventrikular
sistolik sebagai
tambahan
terhadap ACE
inhibitor,
diuresis dan
glikosida
jantung (salah
satunya) ;
pengobatan
hipertensi dan
angina

Gagal
jantung
kronik
stabil: awal
1,25mg
1xsehari pada
minggu
pertama &
ditingkatkan
dosis menjadi
2,5mg/hari
selama 4
minggu,
kemudian
7,5mg/hari
selama 4
minggu,
kemudian
10mg
1xsehari
tergantung
toleribilitas
pasien

PO: diberikan
sebelum atau
sesudah makan

Kontraindika
si
Gagal jantung
akut atau
gagal jantung
selama
episode
dekompensasi
memerlukan
terapi
inotropik i.v

Efek Samping
Rasa dingin
atau dingin
pada
ekstremitas,
lelah,
kehabisan
tenaga, kram,
bradikardi,
gagal jantung
memburuk,
gangguan
tidur, depresi,
bronkospasme
pada pasien
dengan asma
bronkial atau
riwayat
obstruksi
saluran nafas

Interaksi
Obat
-

Monitoring
parameter
-

2.

3.

Valsartan
(DIH edisi
18 h.15421544)

Paracetamo

Valsartan
1x80mg
(Penghamb
at reseptor
Angiotensin
II)

Acetaminop

pagi
Penggunaan
tunggal atau
kombinasi
dengan agen
antihipertensi
lain dalam
perawatan
hipertensi,
mengurangi
kematian
pasien jantung
dengan
meninggalkan
disfungsi
ventrikular
infark post
miokard;
perawatan
gagal jantung
PO: hindari
garam
pengganti
kandungan
potasium,
dapat diberikan
dengan atau
tanpa makanan
Perawatan

Dewasa
Hipertensi:
awal 80 mg
atau 160 mg
1xsehari,
dosis
maksimum
320 mg/hari
Gagal
jantung:
awal 40mg
2xsehari,
dosis
penetapan
kadar 80-160
mg 2xsehari
sebagai
toleransi,
dosis
maksimum
320 mg

Dewasa:

Hipersensitif

>10%
SSP: pusing
Ginjal: BUN
meningkat
>50%

Kecepatan
dan absorpsi
valsaltran
berkurang
50% dan 40%
berturut-turut

Elektrolit, fungsi
ginjal, tekanan
darah,;
pada
CHF
serum
potasium
selama
peningkatan
dosis
dan
periode
setelahnya

PCT-makanan

Sakit atau

1-10%
Kardiovaskular:
Hipotensi,
hipotensi
postural

- Dermatologi:

l 500 mg
(3x1tab)
DIH edisi 18
h.25-26

hen
(analgesik)

demam & sakit


ringan sampai
sedang dan
(antipiretik/anal
gesik)

325-650 mg
setiap 4-6
jam atau
1000 mg 34xsehari,
jangan
melebihi 4
gram/hari

terhadap
rash
Hematologi:
acetaminophe
Anemia
n

kecepatan
absorpsi PCT
berkurang
dengan
adanya
makanan

demam

Hipersensitif
furosemid,
atau
sulfonilurea,

Furosemid
dalam serum
diturunkan
jika diberikan

Monitor
berat
badan, tekanan
darah,
serum
elektrolit, fungsi

Kreatinin
klirens 10-50
ml/menit:
diberikan
setiap 6 jam

4.

Furosemid
(DIH edisi
18 h.676678)

Furosemid
2x1ampul
i.v
(diuretik

Pengobatan
edema yang
menyertai
payah jantung

Kreatinin
klirens <10 ml
/menit
diberikan
setiap 8 jam
(akumulasi
metabolit)
Pemberian
obat: pada
saat perut
kosong
Dewasa IM,
IV : 2040mg/hari,
mungkin

Kardiovaskular:
hipotensi akut,
aortitis kronik

Loop)
Sediaan
10mg/ml x
2
Atau
20mg/2ml

kongestif,
sirosis hati dan
gangguan
ginjal termasuk
sindrom
nefrotik.
Pengobatan
hipertensi, baik
diberikan
tunggal atau
kombinasi
dengan obat
antihipertensi.
Furosemida
sangat berguna
untuk keadaankeadaan yang
membutuhkan
diuretik kuat.

5.

Ceftazidime
(DIH edisi
282-283)

Ceftazidime
3x1gram i.v
(sefalospori
n generasi
ketiga)

Perawatan
infeksi
Pseudomonas
aeruginosa dan
infeksi lain
yang rentan
pada
organisme
gram negatif;

diulang 1-2
jam jika
dibutuhkan
dan
ditingkatkan
20mg/dosis
sampai
didapatkan
efek yang
diinginkan.
Interval Dosis
lazim : 6-12
jam untuk
edema paru
akut, dosis
lazim 40 mg
IV 1-2 menit,
jika tidak
adekuat dosis
ditingkatkan
80 mg
Dosis dewasa
IM, IV: 500
mg-2 gram
tiap 8-12 jam

anuria

SSP: pusing,
demam, sakit
kepala, vertigo

bersama
makanan

ginjal

Amati
tanda
dan
gejala
anafilaksis pada
pemberian
pertama

Dermatologi:
pruritus, rash,
urtikaria
GI:anoreksia,
konstipasi

Hipersensitif
ceftazidime
dan golongan
sefaloprorin
lain

1-10%
GI: diare (1%)
Local: sakit
pada tempat
injeksi (1%)

6.

Ranitidine
(DIH edisi
18 h.12951296)

Ranitidine
50mg/2ml
2xsehari
(antagonis
H2)

terapi afebris;
pasien
granulositopeni
a
Terapi
pemeliharaan
duodenal ulser,
gastric ulser,
refluks
gastroesofagus

Dewasa:
pasien yang
tidak dapat
diberikan
secara oral:
IV:intermiten
bolus atau
infus 50mg
setiap 6-8
jam

Hipersensitif
ranitidine

Kardiovaskula
r: aritmia,
vaskulitis
SSP: sakit
kepala, vertigo

AST, ALT,
SERUM
KREATININ,
MONITOR EFEK
SAMPING

DRUG RELATED PROBLEM


No
1.

Kategori DRP
Dosis kerendahan

2.

Dosis Ketinggian

3.

Interaksi obat-obat

Masalah
Dosis ranitidine pasien 50mg/2ml 2xsehari
sedangkan menurut literatur dosis ranitidine
50 mg tiap 6-8 jam
Dosis vectrine syrup pada pasien 3Xc1
sedangkan menurut literatur dosis vectrine
syrup 10 ml 2xsehari
a. Bisoprolol Pct
Efek antihipertensi berkurang dengan
adanya NSAID
b. Ceftazidime ranitidine
Bioavailabilitas
ranitidin
berkurang
dengan adanya ceftazidime
c. Ascardia furosemide

Saran
Ranitidine diberikan
mg 3xsehari

50

Vectrine
diberikan
1
sendok
obat
(10
ml)
2xsehari
a. Monitor
tekanan
darah
b. Ceftazidime
diberikan
2
jam
sebelum ranitidine
c. Hindari penggunaan
bersama jika gagal

Efek
furosemid
berkurang
dengan
adanya ascardia
d. Valsartan ascardia
Ascardia
dosis
tinggi
dapat
mempengaruhi
efektifitas
antihipertensi
e. Valsartan furosemide
Gejala hipotensi mungkin terjadi jika
diberikan furosemid dosis tinggi
f. Valsartan Pct
Penggunaan kombinasi NSAID dan ARB
dapat meningkatkan risiko kerusakan
ginjal dan hiperkalemia

Interactions Report
Nama pasien: ASLAMIYAH

DRUG LIST IS
Acetaminophen
Azithromycin
Bisoprolol (Beta-adrenergic blockers)
Ceftazidime (Cephalosporins)
Domperidone
Furosemide
Ranitidine (Antihistamines, H2-blockers)
Simvastatin (Atorvastatin, simvastatin and lovastatin)
Valsartan
Note: Some additive (e.g., 2 antihypertensives) or theoretical (e.g., metabolized by same enzyme) effects may not be listed.

jantung memburuk
d. Gunakan
ascardia
dosis lazim 80-110
mg
e. Gunakan dosis awal
pada
furosemide
920-40 mg/hari) ;
hindari hipotensi ;
monitor
tekanan
darah
&
level
potasium
f. Monitor
tekanan
darah

BISOPROLOL-PCT
INTERACTION FOR:
Acetaminophen
Bisoprolol (Beta-adrenergic blockers)

Effect 1:
Decreased acetaminophen clearance with propranolol (decreased metabolism)

Comment/Recommendation:
Clinical significance not established
___________________________

BISOPROLOL-RANITIDIN
INTERACTION FOR:
Bisoprolol (Beta-adrenergic blockers)

Ranitidine (Antihistamines, H2-blockers)

Effect 1:
Possible beta-blocker toxicity with high doses of cimetidine (decreased metabolism and decreased renal excretion in
varying degrees for all stereoisomers)

Comment/Recommendation:
Monitor cardiac performance; may not occur with betaxolol or bisoprolol; may occur with ophthalmic timolol

Effect 2:
Possible ophthalmoplegia with cimetidine (mechanism not established)

Comment/Recommendation:
Single case report (1983)

Effect 3:
Possible metoprolol toxicity with ranitidine (decreased metabolism)

Comment/Recommendation:
Clinical significance not established
___________________________

INTERACTION FOR:
Ceftazidime (Cephalosporins)
Ranitidine (Antihistamines, H2-blockers)

Effect 1:
Possible decreased cefpodoxime or cefditoren effect with famotidine (decreased absorption due to increased pH)

Comment/Recommendation:
Monitor for decreased response to cefpodoxime or cefditoren
___________________________

FUROSEMID-ASPIRIN

VALSARTAN-ASCARDIA

VALSARTAN-FUROSEMID

VALSARTAN-PCT

ASCARDIA-PCT

RANITIDIN-MAKROLIDA

Acetaminophen
Ranitidine (Antihistamines, H2-blockers)

Effect 1:
Possible increased risk of acetaminophen toxicity (possibly decreased metabolism; glucuronidation)

Comment/Recommendation:
Based on study in healthy subjects; clinical importance not established
___________________________

INTERACTION FOR:
Ranitidine (Antihistamines, H2-blockers)
Simvastatin (Atorvastatin, simvastatin and lovastatin)

Effect 1:
Possible fluvastatin toxicity (mechanism not established)

Comment/Recommendation:
Monitor fluvastatin concentration
___________________________

INTERACTION FOR:
Azithromycin
Simvastatin (Atorvastatin, simvastatin and lovastatin)

Effect 1:
Possible rhabdomyolysis with lovastatin or simvastatin (mechanism unknown)

Comment/Recommendation:
Azithromycin unlikely to interact but one single case report (1997)
___________________________

INTERACTION FOR:
Bisoprolol (Beta-adrenergic blockers)
Domperidone

Effect 1:
Possible QT prolongation with sotalol (additive)

Comment/Recommendation:
Both drugs can prolong QT interval; use caution especially in high-risk patients
___________________________

INTERACTION FOR:
Bisoprolol (Beta-adrenergic blockers)
Furosemide

Effect 1:
Possible propranolol toxicity (mechanism not established)

Comment/Recommendation:
Monitor cardiovascular status
___________________________

INTERACTION FOR:
Bisoprolol (Beta-adrenergic blockers)
Valsartan

Effect 1:
Possible increased risk of fetal toxicity (mechanism not established)

Comment/Recommendation:
Based on single case report of fetal death; avoid combination in pregnant patients
___________________________

INTERACTION FOR:
Ceftazidime (Cephalosporins)
Furosemide

Effect 1:
Possible ceftazidime toxicity (delayed renal elimination)

Comment/Recommendation:
Based on study in healthy subjects; clinical significance not established; give at least 6 hours apart
___________________________

Identifikasi pasien
Nama

: Ny. Devi Marbun

Umur

: 35 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Tanggal Masuk

: 17 Maret 2012

Ruangan

: IPD lantai 5 Teratai selatan

R/ Paracetamol 3x500mg k/p (jika perlu)


Azithromycin 1x500mg
Domperidon 3x10mg
Curcuma 3x200mg
Candistatin (Enystin) 4x/cc
Cefotaxim 3x1gram

i.v

Ranitidine 3x1ampul i.v


R/NaCl 0,9% 500cc/8jam

Formulir terapi obat


N
o

Nama Obat

TANGGAL
18/03/2012 19/03/2012
P S S M P S S M
i
o
i
o

1.

2.

3.
4.
5.
1.
2.

Parasetamol
500mg
(3x1tab)
Domperidon 10
mg
(3x1tab)
Azithromycin
1x1tab
Curcuma 200mg
(3x1tab)
Enystin 4x/cc
Injeksi
Cefotaxime
3x1 gram i.v
Ranitidin
3x1ampul i.v

Monografi Obat
N
o
1.

Nama
Obat
Paracetamo
l 500 mg
(3x1tab)
DIH edisi 18
h.25-26

Komposisi

Indikasi

Acetaminop
hen
(analgesik

Perawatan
demam & sakit
ringan sampai
sedang dan
(antipiretik/anal
gesik)

Dosis
Dewasa:
325-650 mg
setiap 4-6
jam atau
1000 mg 34xsehari,
jangan
melebihi 4
gram/hari

Kontraindika Efek Samping


si
Hipersensitif - Dermatologi:
terhadap
rash
acetaminophe - Hematologi:
Anemia
n

Interaksi
Obat
PCT-makanan
kecepatan
absorpsi PCT
berkurang
dengan
adanya
makanan

Monitoring
parameter
Sakit atau
demam

Kreatinin
klirens 10-50
ml/menit:
diberikan
setiap 6 jam

2.

Domperido
ne (mims
edisi 10
h.16)

Domperido
ne 10mg

Dispepsia
fungsional,
mual dan
muntah akut
atau mual dan
muntah karena
pemberian
levodopa &
bromokriptin >
12 minggu

Kreatinin
klirens <10 ml
/menit
diberikan
setiap 8 jam
(akumulasi
metabolit)
Pemberian
obat: pada
saat perut
kosong
Dispepsia
fungsional
Dewasa &
lansia 10-20
mg 3xsehari &
10-20 mg
1xsebelum
tidur malam
selama
maksimal 12
minggu
Mual dan

Plaktinoma
tumor hipofise
yang
mengeluarkan
prolaktin

Sedasi, reaksi
ekstrapiramidal
distonik,
parkinson,
mulut kering,
sakit kepala,
diare

Analgesik
opiat,
antikolinergik,
bromokriptin,
antasid

muntah
(termasuk
karena
bromokripti
n dan
levodopa)
dewasa &
lansia 10-20
mg tiap 4-8
jam (IONI
h.150)

3.

Enystin
(mims edisi
10 h.250)

Nystatin
(antijamur)

Kandidiasis oral

Pemberian
Obat (PO):
Diberikan
pada saat
perut kosong
(1 jam
sebelum
makan atau 2
jam sesudah
makan)
Dewasa,
anak & bayi
1ml
(100000ui)
4xsehari
PO: dapat
diberikan

Pasien dengan
riwayat
hipersensitifit
as nistatin

Dosis besar
mengakibatkan
diare,
gangguan GI,
mual, muntah

4.

Azithromyci
n (DIH edisi
18 h.166169)

Azithromyci
n tablet
500mg
(antibiotik
makrolida)

Oral, IV :
perawatan
otitis media
akut oleh
H.influenzae,
M.catarrhalis
atau
s.pneumoniae

bersama atau
tanpa
makanan,
dibiarkan
selama
mungkin
sebelum
ditelan
Dosis lazim
16 tahun
dan dewasa:
oral : 250600mg
1xsehari
atau 1-2 gram
sebagai dosis
tunggal
Dosis IONI
h.223: 500
mg sekali
sehari selama
3 hari
Community
acquired
pneumonia
Oral:
suspensi lepas
lambat 2gram

Hipersensitif
azithromycin,
antibiotik
makrolida lain

>10%
gastrointestinal
: diare 4-9%
pada dosis
tunggal yang
tinggi 12-14% ;
nausea 7%
pada dosis
tunggal yang
tinggi 18%

TES
FUNGSI
LIVER,
COMPLETE
BLOOD COUNT
(CBC) DENGAN
PERBEDAAN

sebagai
sediaan lepas
lambat
IV: 500mg
sebagai dosis
tunggal paling
tidak 2 hari, IV
terapi
mengikuti rute
oral sebagai
dosis tunggal
harian 500 mg
untuk
melengkapi
harian terapi
7-10 hari
Infeksi HIV
oleh
M.avium
Oral:
profilaksis :
1200 mg
1xseminggu
(mungkin
dikombinasi
dengan
rifabutin)
Perawatan
600mg sehari

(dikombinasi
dengan
ethambutol
15mg/kg)

5.

6.

Curcuma
(mims edisi
10 h.334)

Ranitidine
(DIH edisi
18 h.12951296)

Curcuma
200mg

Ranitidine
50mg/2ml
3xsehari
(antagonis

Anoreksia,
ikterus karena
obstruksi,
amenore

Terapi
pemeliharaan
duodenal ulser,
gastric ulser,

PO: dapat
diberikan
bersama atau
tanpa
makanan
Ikterus
karena
obstruksi:
awal 1-2
tab/drag, jika
gejala
berlanjut
dilanjutkan 7.
dengan -1
tab/drag
3xsehari
PO:
diberikan
seetelah
makan
Dewasa:
pasien yang
tidak dapat
diberikan

Hipersensitif
ranitidine

Kardiovaskula
r: aritmia,
vaskulitis
SSP: sakit

AST, ALT,
SERUM
KREATININ,
MONITOR EFEK

7.

Cefotaxime
(DIH edisi
18 h.276278)

H2)

refluks
gastroesofagus

Cefotaxime
3x1 gram
(antibiotik
sefalospori
n generasi
ketiga)

Perawatan
pada infeksi
yang rentan di
saluran nafas,
kulit dan
struktur kulit;
tulang dan
otot; saluran
kemih

secara oral:
IV:intermiten
bolus atau
infus 50mg
setiap 6-8
jam
Dosis anak >
12 tahun
dan dewasa
Infeksi
sedangberat: IM, IV
1-2 gram
setiap 8 jam
*dosis sedang
dikurangi
sesuai dengan
keparahan
penyakit hati
Pemberian:
dapat
diberikan IVP
lebih dari 3-4
menit atau IV
infus
intermitten
lebih dari 1530 menit

Hipersensitif
terhadap
cefotaxime
atau golongan
sefalosporin
lain

kepala, vertigo

SAMPING

1-10%
Dermatologi:
rash, pruritus
GI: diare, mual,
muntah, kolitis
Lokal: sakit
pada tempat
injeksi

TANDA DAN
GEJALA
ANAFILAKSIS
PADA DOSIS
PERTAMA ;
COMPLETE
BLOOD COUNT
(CBC)

DRUG RELATED PROBLEM


No
1.

Kategori DRP
Dosis kerendahan

Masalah
Dosis ranitidine pasien 50mg/2ml 2xsehari
sedangkan menurut literatur dosis ranitidine
50 mg tiap 6-8 jam

Saran
Ranitidine diberikan
mg 3xsehari

50

Identifikasi pasien
Nama

: Suhadah Sanusih

Umur

: 60 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Tanggal Masuk

: 14 Maret 2012

Tanggal keluar

: 27 maret 2012

Ruangan

: lantai 4 GPS kelas 3

Formulir terapi obat


N
o

Nama
Obat

1.

Ascardia
1x80 mg
CPG 1x75
mg
Simvasta
tin
1x20mg
(malam)
Nitrokaf
2x2,5 mg
Furosemi
d
1x40
mg (oral)
Aspar K
1x1 tab
Ambroxo
l 3x1tab
Bisoprolo
l
1x2,5
mg

2.
3.

4.
5.

6.
7.
8.

22/03/2012
Si
So

07.
00
07.
00

23/03/2012
S So
M
i

07.
00
07.
00
22.
00

07.
00
07.
00
07.
00
07.
00

17.
00

12.
00

22.
00

07.
00
07.
00
07.
00
07.
00

18.
00

TANGGAL
24/03/2012
25/03/2012
P
S So
M
P
S So
M
i
i
07.
07.
00
00
07.
07.
00
00
22.
22.
00
00

07.
00
07.
00
07.
00
T
07.
00

18.
00

18.
00

07.
00
07.
00

18.
00

26/03/2012
S So
M
i

07.
00
07.
00

P
07.
00
07.
00

22.
00

07.
00
07.
00

27/03/2012
S S
M
i
o

18.
00

22.
00

07.
00
07.
00

07.
00
T

07.
00

07.
00
T

07.
00

07.
00

07.
00

9.

1.

Captopril
2x12,5
mg
Injeksi
Levoflox
acin 1x1
drip

07.
00

17.
00

07.
00

18.
00

07.
00

07.
00

18.
00

07.
00

07.
00

18.
00

07.
00

07.
00

18.
00

07.
00

07.
00

07.
00

Monografi Obat
N
o
1.

2.

Nama
Obat
Ascardia
(DIH edisi
18 h. 142144)

Clopidogrel
(DIH edisi
18 h.356)

Komposisi

Indikasi

Dosis

Acetylsalicy
lic acid
80mg

Perawatan sakit
ringan-sedang,
inflamasi, dan
demam,
mungkin
digunakan
sebagai
profilaksis
infark miokard

Infark
Miokardial
(pencegahan
primer) Oral:
75-162 mg
1xsehari atau
75-100 mg
(biasanya 81
mg)
1xsehari

Pemberian
: Segera
setelah
makan,
diminum
dengan 1
gelas air
atau susu
(Antiplatele
t)
Clopidogrel
1x75 mg
(agen
antiplatelet

Mengurangi
kecepatan
terjadinya
atherotromboti

Dosis lazim
mims: 80110mg
ACS (acute
coronary
syndrome):
angina tidak

Kontraindika
si
Hipersensitif
salisilat,
NSAIDs lain,
asma, rinitis,
kehamilan
(khususnya
trisemester 3)

Hipersensitif
clopidogrel ;
patologi
pendarahan

Efek Samping

Monitoring
parameter

Kardiokardiovas
kular:
hipotensi,
takikardi,
edema
Gastrointestinal
: nausea,
vomit,
dyspepsia,
sakit perut

>10% GI: sakit


perut, muntah,
dispepsia,
gastritis dan

TANDA
PENDARAHAN;
MONITOR
HEMOGLOBIN

)
PO:
diberikan
sebelum /
tanpa
makanan

3.

Simvastatin
(DIH edisi
18 h.13701372)

Simvastatin
20 mg
Pemberian
: diberikan
tanpa atau
dengan
makanan,
untuk efek
maksimal
diberikan
sore hari

c (infark
miokard,
stroke) pada
pasien stroke,
angina tidak
stabil atau
sindrome
koroner akut NSTEMI

Penegahan
kedua pada
kardivaskular
pada pasien
hiperkolesterol
emia dengan
penyakit
jantung koroner
atau berisiko
PJK; untuk
mengurangi
infark miokard,
untuk
mengurangi
risiko stroke
dan serangan
iskemik ;

stabil, NSTEMI awal


300 mg
sebagai
loading dose
selanjutnya
75 mg
1xsehari
(dalam
kombinasi
dengan
aspirin 75-325
mg 1xsehari)
Pasien yang
hanya
membutuhkan
pengurangan
sedang dari
kolesterol LDL
dimulai dari
10 mg
1xsehari

aktif seperti
peptic ulser

konstipasi

DAN
HEMATOKRIT
SECARA
BERKALA

Hipersensitivit
as simvastatin
atau
komponen
lain di
formulasi;
penyakit liver
aktif, hamil,
menyusui

1-10%
Gastrointesti
nal: Konstipasi
(2%), dispepsia
(1%)

Level kreatinin
fosfokinase
;
serum
kolesterol

4.

Nitrokaf
(mims edisi
10 h. 39)

Glyceryl
trinitrate
2x2,5 mg
PO:
diberikan 1
jam
sebelum
makan

5.

Furosemid
(DIH edisi
18 h.676)

Furosemid
2x1 ampul
i.v (diuretikLoop)
PO:
diberikan
pada saat
perut
kosong,
mungkin
diberikan
makanan
atau susu
jika

hiperlipidemia
Pencegahan
dan terapi
jangka panjang
angina
pektoris;
insufisiensi
koroner; angina
pasca infark;
masa
penyembuhan
pasca koroner;
terapi supportif
untuk gagal
jantung
Manajemen
edema yang
berhubungan
dengan gagal
jantung
kongestif,
penyakit hati
atau ginjal ;
penggunaan
tunggal atau
kombinasi
dengan
antihipertensi
lain didalam
pengobatan

2,5 mg 23xsehari pada


kasus berat 5
mg 2-3xsehari

Anemia berat,
trauma
kepala,
pendarahan
otak,
glaukoma,
hipotensi,
syok
kardiogenik,
hamil,
pemberian
bersama
slidenafil

Hipotensi
ortostatik, sakit
kepala,
mengantuk,
rash, refleks
takikardi

Dewasa: IM,
IV 20-40
mg/hari
mungkin
diulang dalam
1-2 jam jika
diperlukan
dan
ditingkatkan
menjadi
20mg/dosis
sampai
didapat efek
yang
diinginkan

Hipersensitif
furosemid,
sulfonilurea,
anuria, pasien
pasien
dengan
kehilangan
elektrolit

Kardiovaskular:
hipotensi akut
SSP: sakit
kepala, pusing,
vertigo, demam

BERAT BADAN,
TEKANAN
DARAH,
ORTHOSTATIS,
SERUM
ELEKTROLIT,
FUNGSI GINJAL ;
PADA
DOSIS
BESAR
MONITORING
PENDENGARAN

6.

Aspar K
(mims edisi
10 h.328)

keadaan GI
distress ;
mungkin
karena
terjadi
kehilangan
potasium
diperlukan
suplemen
potasium

hipertensi

Kalium Laspartat
1x1tab
(elektrolit)

Suplemen
vitamin K pada
penyakit
jantung,
penyakit hati;
hipokalemia
karena
pemberian
antihipertensi
diuretik,
digitalis dan
insulin;
gangguan
metabolisme K
lain (pra &
pasca op, mual,
muntah)
Sebagai
sekretolitik

PO:
diberikan
sesudah
makan

7.

Ambroxol
(mims edisi

Ambroxol
HCl tab

Lansia; oral ,
IM, IV awal
20
mg/haridosis
ditingkatkan
perlahan
sampai
dicapai efek
yang
diinginkan
1-3 tab
3xsehari
atau lebih
jika perlu

Tab
dan

dewasa
anak

Hiperkalemia
pada pasien
yang
menggunakan
diuretik hemat
K ; gangguan
ginjal berat

Gangguan GI,
hiperkalemia

Efek GI ringan
dan
reaksi

8.

9.

10 h.101)

3xsehari
(mukolitik)

Bisoprolol
(DIH
edisi
18 h.200)

Bisoprolol
1x2,5 mg
(beta bloker
selektif)

Captopril

Captopril

pada penyakit
saluran nafas
akut dan kronik
terutama pada
eksaserbasi
bronkitis
kronik,
bronkitis
asmatik 7 asma
bronkial
Perawatan
hipertensi
tunggal atau
kombinasi
dengan agen
lain

Manajemen

>12 tahun 1
tab 2-3xsehari

Dewasa: 2,55 mg 1xsehari


mungkin
ditingkatkan
sampai 10 mg
kemudian 20
mg 1xsehari
jika perlu
Lansia: dosis
awal
2,5
mg/hari
mungkin
ditingkatkan
menjadi 2,5-5
mg/hari
;
dosis
maksimum
20mg/hari
Dewasa:

alergi

Syok
kardiogenik,
gagal jantung

1-10%
Kardiovaskular:
nyeri dada,

Tekanan darah,
ECG,
status
neurologi

SSP:
lemas,
insomnia
GI: diare, mual,
muntah

Hipersensitif

1-10%:

BLOOD

UREA

(DIH edisi
18 h. 249251)

2x12,5 mg
(ACE
inhibitor)

hipertensi ;
perawatan
gagal jantung,
disfungsi
ventrikel kiri
setelah infark
miokard;
diabetik
nefropathy

Hipertensi
akut: 12,525mg
mungkin
diulang jika
dibutuhkan
Hipertensi:
dosis awal:
12,5-25mg
2-3xsehari,
12,5-25mg
mungkin
ditingkatkan
interval 1-2
minggu
sampai 50mg
3xsehari;
dosis
maksimum
150mg
3xsehari ;
ditambah
diuretik
sebelum dosis
ditingkatkan.
Gagal
Jantung
Kongestive ;
dosis awal
6,25-12,5mg

captopril, ACE
inhibitor lain;
angioedema
yang
berhubungan
dengan
perawatan
sebelumnya
dengan ACE
inhibitor

Kardiovaskula
r: hipotensi 12,5% ; takikardi
1% ; nyeri dada
1% ; palpitasi
1%
Pernafasan:
batuk 0,5-2%
Endokrin &
metabolik:
hiperkalemia 111%

NITROGEN
(BUN),
ELEKTROLIT,
SERUM
KREATININ,
TEKANAN
DARAH,
URIN
LIPSTIK
(CEK
PROTEIN
ADA
DI URIN ATAU
TIDAK)

10
.

Levofloxaci
n (DIH edisi
18 h. 875)

Levofloxaci
n 1x1 drip
(Quinolone)

Perawatan CAP
termasuk
multidrug
resisten (MDR)
strain
S.pneumoniae ;
nasokomial
pneumonia ;
bronkitis kronik

3xsehari
dengan terapi
diuretik
Dosis lazim
dewasa oral,
IV: 250-500
mg tiap 24
jam ; infeksi
berat atau
komplikasi
750 mg tiap
24 jam

Hipersensitifit
as
levofloxacin
atau kuinolon
lain

1-10%
Kardiovaskular:
nyeri dada,
edema
SSP: pusing,
lemas, nyeri
Dermatologi:
rash, pruritus

EVALUASI
FUNGSI SISTEM
ORGAN SECARA
BERKALA
SELAMA TERAPI
(GINJAL,
HATI,
PENGLIHATAN,
HEMATOPOEITI
C)
KEMUNGKINAN
KRISTALUREA
SEBAIKNYA
DIPANTAU NILAI
WBC
DAN
TANDA INFEKSI

DATA LABORATORIUM
PEMERIKSAAN

METODE

HASIL

14/3/20
12

15/3/20
12

16/3/20
12

17/3/20
12

18/3/20
12

SATUA
N

NILAI
RUJUKA
N

11,715,5
33-45
5,0-10

19/03/20
12

HEMATOLOGI
Hemoglobin

Automatic

9,5

9,8

g/dl

Hematokrit
Leukosit

Automatic
Automatic

28
11,3

29
7,0

%
ribu/ul

Trombosit
Eritrosit
LED
Hemostatis
APTT
Kontrol APTT
PT
Kontrol PT
INR
VER/HER/KHER/
RDW
VER
HER
KHER
RDW

Automatic
Automatic
Automatic

370
3,19

Mekanik

optik

30,3
33
12,6
13,5
0,9

Automatic
Automatic
Automatic
Automatic

89
29,9
33,6
14,4

88,1
30,0
34,1
14,2

fl
pg
g/dl
%

80-100
26-34
32-36
11,514,5

KIMIA KLINIK
Fungsi hati
SGOT
SGPT
Globulin

IFCC, 370C
IFCC, 370C
Perhitungan

37
12

26
7
33,0

U/l
U/l
g/dl

Protein total

Biuret

6,8

g/dl

Albumin

BCG

3,5

g/dl

0,3
0,1
0,2

mg/dl
mg/dl
mg/dl

0-34
0-40
6,008,00
3,404,80
2,503,00
0,1-1
< 0,2
< 0,6

34
1,0

mg/dl
mg/dl

20-40
0,6-1,5

Bilirubin total
Bilirubin direk
Bilirubin indirek
Fungsi Ginjal
Ureum darah
Creatinin darah
Diabetes

mekanik

Urease
Jaffe de deprot

43
1,2

345
3,25
100
98,7
32,6
13,4
13,1
1,03

22,7
34,1
11,1
13,2
0,79

31,1
34,1
12,1
13,2
0,89

98,7
32,6
12,4
13,2
0,92

ribu/ul
juta/ul
%

150-440
3,8-5,2
0-10

Detik

27,439,3
11,314,7

Detik
detik

Glukosa
darah
sewaktu
Glukosa darah 2
jam PP
Lemak
Trigliserida
Kolesterol total
Kolesterol HDL
Kolesterol LDL
Elektrolit darah
Na (darah)
K (darah)
Cl (darah)
Jantung
Troponin T
CK
CK-MB

Hexokinase

133

66

mg/dl

70-140

107

mg/dl

80-145

169
210
29
147

mg/dl
mg/dl
mg/dl
mg/dl

< 150
< 200
28-63
< 130

145
3,08
100

mmol/l
mmol/l
mmol/l

135-147
3,1-5,1
95-108
< 50
negatif
<= 40
7-25

ISE
ISE
ISE

142
3,28
103

Immunochromat
ografi
IFCC, 370C
IFCC, 370C

134

217

ng/l

108
20

134
15

mg

DRUG RELATED PROBLEM


No
3.

Kategori DRP
Interaksi obat-obat

Masalah
Saran
a. Captopril asam asetil salisilat (ascardia) a. Hindari
penggunaan
Penurunan efek antihipertensi
bersama
(captopril
b. Captopril furosemide
diberikan pada siang
Peningkatan risiko gagal ginjal
dan
malam
hari
;
c. Clopidogrel simvastatin
ascardia diberikan pada
Antiplatelet menurun dengan adanya
pagi hari) ; monitor
simvastatin (jarang ditemukan)
tekanan darah
d. Aspirin clopidogrel
b.
Monitor tekanan darah,
Pendarahan GI

fungsi ginjal ; hindari


pengunaan
bersama
(captopril
diberikan
pada siang dan malam
hari
;
furosemide
diberikan
pada
pagi
hari)
c. Hindari
penggunaan
bersama
d. Memantau
Hb
dan
hematokrit ; clopidogrel
diberikan malam hari ;
ascardia diberikan pada
pagi hari)