Anda di halaman 1dari 1

Etilen Oksida

Etilen oksida bereaksi sebagai bakterisida dengan alkalis asam amino, hidroksi atau gugus
sulfur dari enzim seluler atau protein. Tingkat kelembaban dibutuhkan untuk etilen oksida
berpenetrasi dan menghancurkan sel. Kelembaban rendah misalnya minimal 20%, angka
kematian tidak logaritmik (tidak nyata). Tetapi mikroorganisme akan mengalami peningkatan
resistensi dengan menurunnya kelembaban. Dalam prakteknya, kelembaban dalam chamber
pensteril ditingkatkan dari 50-60% dan dijaga beberapa waktu pada permukaan dan
kelembaban membran sel sebelum penggunaan etilen oksida.
Etilen oksida bersifat eksplosif ketika dicampur dengan udara. Penghilangan sifat eksplosif
dengan menggunakan campuran etilen oksida dan karbondioksida, seperti Carboxide,
Oxyfume 20, campuran etilen oksida dengan hidrokarbon terflouronasi seperti Storoxide 12.
Keduanya diluent inert yang mempunyai tekanan uap yang tinggi dan bereaksi sebagai
pembakar etilen oksida keluar dari silinder masuk ke dalam chamber steril. Komponen
terfloronasi mempunyai keuntungan dibandingkan karbondioksida yang disimpan dalam
wadah yang ringan dan campuran dapat memiliki tekanan parsial tinggi dari etilen oksida
pada chamber pensteril dalam tingkat tekanan total yang sama.
Sterilisasi gas berjalan lambat pada proses sterilisasi tergantung pada keberadaan
kontaminasi, kelembaban, temperatur dan konsentrasi etilen oksida. Konsentrasi minimum
etilen oksida dalam 450 mg/L, 271 Psi, konsentrasi ini 85C dan 50% kelembabannya
relative, dan dibutuhkan 4-5 jam pemaparan. Di bawah kondisi yang sama, 1000 mg/L
membutuhkan sterilisasi 2-3 jam. Dalam sebuah partikel, 6 jam pemaparan etilen oksida
digunakan untuk menyiapkan partikel yang aman dan dapat membuat penetrasi gas ke dalam
bahan sterilisasi. Sisa gas dihilangkan dengan terminal vakum dilanjutkan oleh pembersihan
udara yang difiltrasi. Cara ini digunakan untuk mensterilkan obat serbuk seperti penisilin,
juga telah digunakan untuk sterilisasi benang, plastik tube. Penggunaan etilen oksida untuk
sterilisasi akhir peralatan parenteral tertentu seperti kertas karf dan lapisan tipis polietilen.
Semprot aerosol etilen oksida telah digunakan untuk mensterilkan daerah sempit dimana
dilakukan teknik aseptis. Metode sterilisasi etilen oksida merupakan metode sterilisasi suhu
rendah.
Sumber:

Husain FW, Hasjmy MA, Akib KM. Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi (Central Sterile
Supply Department/CSSD) Di Rumah Sakit. Jakarta; Departemen Kesehatan RI; 2009.