Anda di halaman 1dari 11

G e l o m b a n g

B u n y i

P

T

IK

A

F

I

S

IS

Standart Kompetensi

,, ,

  • 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.

Kompetensi Dasar

  • 1.2 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi dan cahaya

  • 1.3 Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi

Tujuan Pembelajaran

  • 1. Mendefinisikan optika fisis

  • 2. Mendefinisikan pengertian difraksi cahaya

  • 3. Memformulasikan gejala difraksi cahaya pada celah tunggal

  • 4. Memformulasikan daya urai alat optik

  • 5. Mengukur panjang gelombang cahaya dengan menggunakan difraksi cahaya oleh kisi difraksi

  • 6. Mendefinisikan pengertian interferensi cahaya

  • 7. Memformulasikan gejala interferensi cahaya pada celah ganda

  • 8. Memformulasikan gejala interferensi cahaya pada lapisan tipis

39 | F i s i k a

S M A

X I I

( 1 ) / M A

N u r u l

H u d a / B Y

T r i y a n t i

M a n d a s a r i

G e l o m b a n g

B u n y i

  • 9. Menjelaskan peristiwa fisika yang dapat menyebabkan peristiwa polarisasi cahaya

10.

40 | F i s i k a

S M A

X I I

( 1 ) / M A

N u r u l

H u d a / B Y

T r i y a n t i

M a n d a s a r i

G e l o m b a n g

B u n y i

OPTIKA FISIS

Optika fisis Optika fisis mempelajari polarisasi, difraksi, interferensi. Difraksi cahaya Difraksi (pelenturan) cahaya adalah menyebarnya cahaya karena dirintangi celah

celah sempit (kisi). Cahaya akan membentuk garis gelap terang pada layar dengan pola tertentu. Difraksi cahaya pada celah tunggal Difraksi celah tunggal untuk garis gelap ke-n terjadi jika:

d sin

θ

= n

λ

atau

sin

θ

= n

λ

d

θ

θ

θ = L
θ
=
L

y

untuk sudut deviasi

yd

  • L = n

λ

kecil, sin

= tan

Keterangan:

  • d = lebar celah (m) = sudut difraksi / sudut simpangan / sudut deviasi

θ

n = orde difraksi (n = 1, 2, 3, n = 1 (garis gelap ke - 1)

....

)

n = 2 (garis gelap ke - 2)

λ

= panjang gelombang cahaya yang digunakan (m)

y = jarak antara garis gelap dan terang pusat (m)

  • L = jarak celah dengan layar (m)

Perbesaran suatu sistem alat optik Pada sistem alat optik, bukaan / celah cahaya umumnya berbentuk lingkaran. Pada difraksi yang dibentuk oleh suatu bukaan lingkaran terdiri atas suatu bintik

terang pusat berbentuk lingkaran yang dikelilingi lingkaran gelap dan terang secara bergantian.

θ Ukuran sudut λ θ sin = 1,22 D
θ
Ukuran sudut
λ
θ
sin
= 1,22
D
G e l o m b a n g B u n y i OPTIKA FISIS

dari lingkaran gelap pertama diberikan oleh:

jika kita memiliki dua titik dari sumber cahaya S 1 dan S 2 , bayangan keduanya bukanlah dua titik, tetapi dua pola difraksi. Ketika benda-benda berdekatan, pola-pola difraksi benda-benda saling menindih (menumpuk). Apabila benda- benda cukup berdekatan pola difraksi bneda-benda hampir berimpit dan tidak

41 | F i s i k a

S M A

X I I

( 1 ) / M A

N u r u l

H u d a / B Y

T r i y a n t i

M a n d a s a r i

G e l o m b a n g

B u n y i

dapat lagi dipisahkan (dibedakan). Dua titik sumber dapat kita lihat terpisah bila terang pusat (maksimum) pola difraksi dari sumber pertama berhimpit dengan difraksi minimum dari titik sumber kedua (Kriteria Rayleigh)

ukuran sudut pemisah agar dua sumber masih dapat dipisahkan disebut sudut
ukuran sudut pemisah agar dua sumber masih dapat dipisahkan disebut sudut

resolusi minimum atau batas sudut resolusi (

sin θ m

= 1,22

λ

D

θ m )

Karena sudut

θ m

θ m

= 1,22

sangat kecil maka sin

λ

D

θ m

= θ m

sehingga:

Jarak pisah terpendek dari dua sumber dimana bayangan yang dihasilkannya

masih dapat ditampilkan sebagai dua titik pemisah disebut batas resolusi atau daya urai alat optik (d m ). λL

d m

= 1,22

D

Keterangan:

d m = batas resolusi / daya urai alat optik λ

= panjang gelombang (m)

D = diameter bukaan alat optik (m) θ m

= sudut resolusi minimum / batas sudut resolusi L = jarak antara sumber cahaya dan lensa Kisi difraksi Kisi difraksi adalah penghalang yang memiliki sejumlah besar celah (goresan) sejajar yang berjarak sama. Ketika seberkas cahaya dilewatkan melalui kisi didapat pola pita-pita terang yang lebih tajam dibandingkan dengan pola interferensi yang dihasilkan oleh celah ganda Young dan difraksi cahaya celah tunggal.

42 | F i s i k a

S M A

X I I

( 1 ) / M A

N u r u l

H u d a / B Y

T r i y a n t i

M a n d a s a r i

G e l o m b a n g

B u n y i

Pola difraksi maksimum (garis terang) terjadi jika:

d sin

θ

= n

keterangan:

λ

 

1

dengan

d =

N

N = banyak goresan (celah) tiap satuan panjang (m) d = jarak antar celah kisi (m)

θ

n

n

n

λ

= sudut deviasi = orde difraksi (n = 1, 2, 3,

)

... = 0 menyatakan orde ke nol (terang pusat) = 1 menyatakan orde ke satu (terang ke satu) = panjang gelombang yang digunakan (m)

Contoh Soal

  • 1. Seberkas cahaya (

λ

= 600 nm) didifraksikan oleh kisi dengan 200 garis/mm.

Tentukan:

a.

Sudut deviasi orde kedua

b.

Orde maksimum yang mungkin terlihat pada layar

 

Seberkas

  • 2. cahaya

melewati

celah

tunggal

yang

sempit, menghasilkan

interferensi minimum orde ketiga dengan sudut deviasi 30°. Jika cahaya yang

dipergunakan mempunyai panjang gelombang 6.000 Å, maka lebar celahnya adalah ....

  • 3. Seberkas sinar monokromatis dengan panjang gelombang 5.000 Å datang tegak lurus pada kisi. Jika spektrum orde kedua membentuk sudut deviasi 30°, jumlah garis per cm kisi adalah ....

a.

2000 goresan

c. 5000 goresan

 

e. 50000 goresan

b.

4000 goresan

d. 20000 goresan

 

Kaji Soal

  • 1. Suatu berkas sinar sejajar yang panjang gelombangnya 6.000 Å mengenai

tegak lurus suatu celah sempit yang lebarnya 0,3 mm. Jarak celah ke layar 1 m. Jarak garis terang pertama ke pusat pola pada layar adalah ....

a.

0,3 mm

c. 1,0 mm

e. 3,0 mm

b.

0,8 mm

d. 1,5 mm

  • 2. Cahaya monokromatik dari sumber yang jauh datang pada sebuah celah tunggal yang lebarnya 0,80 nm. Pada sebuah layar 3,00 m jauhnya, jarak terang

43 | F i s i k a

S M A

X I I

( 1 ) / M A

N u r u l

H u d a / B Y

T r i y a n t i

M a n d a s a r i

G e l o m b a n g

B u n y i

pusat dari pola difraksi ke gelap pertama sama dengan 1,80 mm. Cahaya

tersebut memiliki panjang gelombang ....

  • a. c. 550 nm

320 nm

  • b. d. 600 nm

480 nm

  • 3. Perhatikan gambar di samping! Celah tunggal S selebar 0,2 mm disinari berkas cahaya sejajar dengan λ = 500 nm (1 nm = 10 9 m). Pola difraksi yang terjadi ditangkap pada layar yang berjarak 60 cm dari celah. Jarak antara garis gelap kedua dan terang pusat adalah ....

    • a. c. 4,8 mm

3,0 mm

  • b. d. 5,8 mm

3,6 mm

e. 900 nm

G e l o m b a n g B u n y i pusat dari

e. 6,0 mm

  • 4. Sebuah kisi difraksi dengan konstanta kisi 500 garis/cm digunakan untuk mendifraksikan cahaya pada layar yang berjarak 1 m dari kisi. Jika jarak antara dua garis terang berturutan pada layar 2,4 cm, maka panjang gelombang cahaya yang digunakan adalah ....

    • a. c. 480 nm

450 nm

  • b. d. 560 nm

460 nm

e. 600 nm

  • 5. Sebuah kisi difraksi yang memiliki konstanta kisi sebesar 250 garis/cm digunakan untuk mendifraksikan cahaya ke layar yang berjarak 80 cm dari kisi. Jika jarak antara dua garis terang berurutan pada layar 4 cm, maka panjang gelombang cahaya yang digunakan adalah ....

´

  • a. A

2000

c. 4000

´

  • b. A

2500

d. 4500

´

A

´

A

e. 5000

´

A

  • 6. Sebuah kisi memiliki 12.500 garis per cm. Seberkas sinar monokromatis datang tegak lurus pada kisi. Bila spektrum orde pertama membuat sudut 30° dengan garis normal pada kisi, maka panjang gelombang sinar tersebut (1 Å = 10 -10 m) adalah ....

´

  • a. A

4 x 10 -7

c. 4 x 10 -3

´

  • b. A

4 x 10 -5

d. 4 x 10 3

´

A

´

A

e. 4 x 10 5

´

A

  • 7. Sebuah kisi memiliki 6.250 garis per mm. Seberkas sinar monokromatis datang tegak lurus pada kisi. Spektrum orde pertama membuat sudut 30° dengan garis normal pada kisi. Panjang gelombang sinar yang dipakai adalah ....

´

´

´

  • a. A

250

c. 800

A

e. 2000

A

´

´

  • b. A

400

d. 1500

A

44 | F i s i k a

S M A

X I I

( 1 ) / M A

N u r u l

H u d a / B Y

T r i y a n t i

M a n d a s a r i

G e l o m b a n g

B u n y i

  • 8. Dalam percobaan kisi difraksi digunakan kisi berukuran 500 garis/cm. Dari hasil percobaan ternyata diperoleh garis terang orde kedua membentuk sudut 30° terhadap garis normal kisi. Panjang gelombang cahaya yang digunakan adalah

    • a. c. 4,0 x 10 -4 mm

2,5 x 10 -4 mm

  • b. d. 5,0 x 10 -4 mm

3,0 x 10 -4 mm

e. 6,0 x 10 -4 mm

  • 9. Seberkas cahaya jatuh tegak lurus pada kisi yang terdiri dari 5.000 goresan tiap cm. Sudut deviasi orde kedua adalah 30°. Panjang gelombang cahaya yang digunakan adalah ....

´

  • a. A

2500

c. 5000

´

  • b. A

4000

d. 6000

´

A

´

A

e. 7000

´

A

10.Seberkas cahaya monokromatik dengan panjang gelombang 500 nm tegak

lurus pada kisi difraksi. Jika kisi memiliki 400 garis tiap cm dan sudut deviasi

sinar 30°, maka banyaknya garis terang yang terjadi pada layar adalah ....

  • a. c. 26

24

  • b. d. 50

25

e. 51

11. Seberkas cahaya monokromatik yang panjang gelombangnya 600 nm menyinari

tegak lurus kisi yang mempunyai 300 garis/mm. Orde maksimum yang dapat

diamati adalah ....

  • a. 3

c. 5

e. 7

  • b. 4

d. 6

12.Seberkas sinar monokromatis jatuh tegak lurus pada kisi yang terdiri atas 5.000

goresan setiap cm. Panjang gelombang sinar sebesar 500 nm. Besar sudut

deviasi pada orde kedua adalah ....

  • a. 0 o

c. 60 o

e. 125 o

  • b. 30 o

d. 90 o

13.Kisi dengan jumlah goresan 1.000 setiap cm dikenai sinar mokromatis dengan

arah tegak lurus. Panjang gelombang sinar yang dipakai sebesar 500 nm. Sudut

deviasi pada orde 10 sebesar ....

  • a. c. 30 o

0

o

15 o

  • b. d. 45 o

e. 60 o

14.Sinar monokromatik dilewatkan pada kisi difraksi dengan 4.000 goresan setiap

cm. Jika panjang gelombang sinar tersebut 625 nm, sudut yang dibentuk pada

orde kedua adalah ....

  • a. c. 30 o

0

o

15 o

  • b. d. 45 o

e. 60 o

15.Sebuah kisi difraksi berjarak 2 m dari layar. Orde pertama terbentuk pada jarak

1,5 cm. Jika panjang gelombang cahaya yang digunakan 600 nm, kisi difraksi

tersebut memiliki ....

  • a. 500 goresan/cm

  • b. 400 goresan/cm

c. 250 goresan/cm

d. 125 goresan/cm

e. 100 goresan/cm

Interferensi cahaya

45 | F i s i k a

S M A

X I I

( 1 ) / M A

N u r u l

H u d a / B Y

T r i y a n t i

M a n d a s a r i

G e l o m b a n g

B u n y i

Interferensi cahaya adalah perpaduan antara dua

buah gelombang cahaya atau lebih. Syarat

terjadinya interferensi cahaya yaitu “sumber cahaya

harus koheren”. Sumber cahaya yang koheren yaitu

frekuensinya tetap, amplitudonya tetap, dan beda

fasenya juga tetap.

Jarak terang dan gelap yang berdekatan dirumuskan sebagai berikut:

∆ y

=

λL

2 d

Keterangan:

y

= jarak pita terang dan pita gelap yang berdekatan (m)

Interferensi pada celah ganda Young

Pola maksimum (pola terang) yang terjadi pada lintasan optik merupakan bulat

panjang gelombang.

d sin

θ

= n

G e l o m b a n g B u n y i Interferensi cahaya

λ

n = 0 untuk pita terang pusat

n = 1 untuk pita terang kesatu

Pola minimum (pola gelap) yang terjadi pada lintasan optik merupakan

setengah bulat panjang gelombang.

d sin

θ

= (n +

  • 1 λ

2

)

n = 1 untuk pita gelap kesatu

n

= orde interferensi (n = 0, 1, 2, 3,

...

)

  • d = jarak celah (m)

θ

= sudut deviasi

λ

= panjang gelombang (m)

n = 2 untuk pita gelap kedua

Jarak pita terang / pita gelap ke – n dari terang pusat

Jarak terang ke-n dari terang pusat

  • d y n

L

= n

λ

Jarak gelap ke-n dari terang pusat

d

y n

L

= (n +

Keterangan:

1

2

)

λ

y n = jarak terang / gelap ke-n (m)

  • L = jarak layar dari celah (m)

46 | F i s i k a

S M A

X I I

( 1 ) / M A

N u r u l

H u d a / B Y

T r i y a n t i

M a n d a s a r i

G e l o m b a n g

B u n y i

Interferensi pada lapisan tipis

Warna-warni yang tampak pada gelembung air sabun atau lapisan minyak

tanah di atas permukaan air bila terkena sinar matahari merupakan hasil

interferensi.

Interferensi maksimum (konstruktif)

  • 2 nt = (m +

  • 1 λ

2

)

Interferensi manimum (desstruktif)

  • 2 λ

nt = m

Keterangan:

t = tebal lapisan tipis

m = bilangan bulat

n = indeks bias lapisan

Contoh Soal

1.

Dua celah dengan jarak 0,2 mm disinari tegak lurus. Pita terang ketiga terletak

7,5 mm dari terang pusat. Jarak dari celah ke layar 1 m. Tentukan panjang

gelombang sinar yang dipakai?

 

2.

Cahaya monokromatik dengan panjang gelombang 600 nm jatuh pada celah

ganda. Jarak layar terhadap celah sejauh 100 cm. Jika jarak antara terang pusat

dengan gelap pertama 2 mm, maka jarak kedua celah adalah ....

a.

1,25 mm

 

c. 0,60 mm

 

e. 0,15 mm

b.

0,80 mm

d. 0,45 mm

 

Kaji Soal

 

1.

Perhatikan faktor-faktor berikut!

 

(1) Jarak celah ke layar

 

(2) Panjang gelombang

(3) Jarak antara dua celah

 

(4) Selang waktu penyinaran

Faktor-faktor yang memengaruhi jarak antara terang pusat dengan terrang ke-n

pada percobaan Young ditunjukkan oleh nomor ....

 

a.

(1) dan (3)

 

c. (1), (2) dan (4)

e. (3) dan (4)

b.

(1), (2) dan (3)

d. (2), (3) dan (4)

2.

Diketahui

jarak dua

celah

ke

layar

1,5

m dan panjang gelombang yang

digunakan 4 × 10 7 m. Jarak antara terang pusat dan terang ketiga 0,6 cm.

Jarak antara kedua celah adalah ....

 

a.

3 x

10 -5 m

c. 1

x 10 -4 m

e. 3 x 10 -4 m

b.

4,5

x 10 -5 m

d. 2

x

10 -4 m

3.

Cahaya monokromatik dari sumber cahaya datang pada sebuah celah ganda

yang lebar antar celahnya 0,8 mm dan jarak pusat terang ke terang kedua

47 | F i s i k a

S M A

X I I

( 1 ) / M A

N u r u l

H u d a / B Y

T r i y a n t i

M a n d a s a r i

G e l o m b a n g

B u n y i

adalah 1,80 mm dan panjang gelombang cahaya 4800 A maka jarak celah ke

layar adalah ….

  • a. 2 m

c. 1 m

e. 0,02 m

  • b. 1,5 m

d. 0,5 m

  • 4. Seberkas cahaya jatuh tegak lurus mengenai 2 celah yang berjarak 0,4 mm. Garis terang tingkat ke-3 yang dihasilkan pada layar berjarak 0,5 mm dari terang pusat. Bila jarak layar dengan celah adalah 40 cm, maka panjang gelombang cahaya tersebut adalah ....

  • a. 1,0 x 10 -7 m

c. 1,7 x 10 -7 m

e. 4,0 x 10 -7 m

  • b. 1,2 x 10 -7 m

d. 2,0 x 10 -7 m

  • 5. Jarak pada terang kedua dari terang pusat pada percobaan Young adalah 2 cm. Jika jarak antara dua celah 0,3 mm dan layar berada 5 m dari celah, panjang gelombang cahaya yang digunakan adalah ....

    • a. c. 500 nm

400 nm

  • b. d. 560 nm

450 nm

e. 600 nm

  • 6. Pada percobaan Young, jarak antara celah dengan layar adalah 100 cm. Jika cahaya koheren dilewatkan pada dua celah yang berjarak 4 mm ternyata pola gelap pertama terbentuk pada jarak 0,1 mm dari pola terang pusat, maka panjang gelombang yang digunakan adalah ....

´

  • a. A

4000

c. 6000

´

  • b. A

5000

d. 7000

´

A

´

A

e. 8000

´

A

  • 7. Pada percobaan Young, dua celah berjarak 1 mm diletakkan pada jarak 1 meter dari sebuah layar. Bila jarak terdekat antara pola interferensi garis terang pertama dan garis terang kesebelas adalah 4 mm, maka panjang gelombang cahaya yang menyinari adalah ....

´

  • a. A

1000

c. 3000

´

  • b. A

2000

d. 4000

´

A

´

A

e. 5000

´

A

  • 8. Pada percobaan Young digunakan dua celah sempit yang berjarak 0,3 mm satu dengan lainnya. Jika jarak layar dengan celah 1 m dan jarak garis terang pertama dari terang pusat 1,5 mm, maka panjang gelombang cahaya adalah ....

  • a. 4,5 x 10 -3 m

c. 4,5 x 10 -5 m

e. 4,5 x 10 -7 m

  • b. 4,5 x 10 -4 m

d. 4,5 x 10 -6 m

  • 9. Untuk menentukan panjang gelombang sinar monokromatik digunakan percobaan Young yang data-datanya sebagai berikut: Jarak antara kedua celah = 0,3 mm Jarak antara celah ke layar = 50 cm Jarak antara garis gelap ke-2 dengan garis gelap ke-3 pada layar = 1 mm Panjang gelombang sinar monokromatik tersebut adalah ....

  • a. 400 nm

c. 500 nm

 

e. 600 nm

  • b. 480 nm

d. 580 nm

 

48 | F i s i k a

S M A

X I I

( 1 ) / M A

N u r u l

H u d a / B Y

T r i y a n t i

M a n d a s a r i

G e l o m b a n g

B u n y i

Polarisasi

Polarisasi adalah peristiwa terserapnya sebagian arah getar cahaya. Cahaya yang

sebagian arah getarnya diserap disebut cahaya terpolarisasi. Jika hanya

mempunyai satu arah getar tertentu disebut cahaya terpolarisasi linear.

Polarisasi cahaya dapat terjadi karena:

Pemantulan

Pembiasan rangkap

Absorpsi

Hamburan

Contoh Soal

  • 1. Cahaya terpolarisasi dapat dihasilkan dengan cara berikut ini kecuali ....

  • a. Penyerapan selektif

d. interferensi

  • b. Pembiasan ganda

e. hamburan

  • c. Pemantulan

Catatan

1 nm = 1 x 10 -9 m

1 angstrom (

´

A

) = 1 x 10 -10 m

1 mm = 1 x 10 -3 m

1 cm = 1 x 10 -2 m

49 | F i s i k a

S M A

X I I

( 1 ) / M A

N u r u l

H u d a / B Y

T r i y a n t i

M a n d a s a r i