Anda di halaman 1dari 17

ENERGI PANASBUMI

Sebagai Alternatif Energi Terbarukan

DINDA TRI HANDAYANI


22411306

PROGRAM STUDI SAINS KEBUMIAN


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2012

ENERGI PANAS BUMI RAMAH LINGKUNGAN

Ellis dan Mahton (1977) mengklasifikasikan sumber energi ke dalam tiga kelompok
besar yaitu energi matahari, energi nuklir, dan energi panas bumi dimana masingmasing memiliki kelebihan dan kekurangan. Makalah ini akan membahas lebih lanjut
mengenai sistem dan eksplorasi panas bumi, serta berbagai bentuk pemanfaatan
langsung maupun tidak langsung dari energi yang dihasilkan oleh panas bumi.
Energi panas bumi ialah energi panas yang diekstraksi dari panas yang tersimpan
dalam batuan di bawah permukaan bumi dan dari fluida yang terkandung di dalamnya.
Sudah sejak lama pemanfaatan energi panas bumi dirasakan di berbagai belahan dunia
seperti Bangsa Romawi, Suku Maori di New Zeland, dan Negara Jepang. Energi ini
dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, memanaskan ruangan, dan
memasak. Untuk pertama kalinya tahun 1904, energi listrik dihasilkan dari sumur uap
di Larderello (Italy), dan kemudian dipasarkan untuk pertama kalinya pada tahun
1913. Sekarang ini pemanfaatan langsung maupun tidak langsung energi panas bumi
semakin meningkat. Disamping cadangan energi bahan bakar fosil yang semakin
menurun, energi panas bumi merupakan energi yang berkelanjutan serta ramah
lingkungan sehingga tepat dijadikan sebagai alternatif energi saat ini.
Energi panas bumi dirasa sebagai sistem energi yang paling bersih. Pertama energi
panasbumi adalah sumber energi yang berkelanjutan (suistainable energy), yaitu dapat
selalu tersedia dan diperbaharui dengan catatan managemen lapangannya benar.
Energi panas bumi tidak bergantung pada musim dan tersedia setiap saat (24 jam/hari,
7 hari/minggu). Pemakaian lahan untuk pembangunan fasilitas steam field dan power
plan relatif kecil sehingga tidak akan merusak lingkungan dan mengganggu
keberadaan flora dan fauna di sekitarnya. Penggunaan air pada sistem panas bumi juga
relatif sedikit. Kemudian masalah subsidence dan seismisitas mikro dapat dimonitor
sehingga dapat diatasi. Apabila dibandingkan dengan PLTU batubara/fosil fuel dengan
kapasitas sama, polusi kebisingan yang dihasilkan sistem panas bumi sangat minim

atau

hampir

tidak

ada.

Pada

pembangkit listrik panas bumi yang


diemisikan ialah uap air, sementara
emisi gas-gas racun (CO2, SO2, NO)
yang di hasilkan kecil sehingga tidak
membahayakan atmosfer bumi. Selain
itu, proteksi untuk keberlangsungan
manifestasi panas bumi untuk turisme
dan warisan budaya dilindungi oleh
undang-undang.
Tabel 1. Emisi gas CO2 yang dihasilkan beberapa pembangkit listrik
Sumber: IPCC and Indonesias First Communication Report

ENERGI PANAS BUMI (GEOTHERMAL ENERGY)

Sistem

panas

didefinisikan

bumi

dapat

sebagai

suatu

sistem penghantaran panas (heat


transfer) di dalam mantel atas
dan kerak bumi dimana panas
(heat) dipindahkan dari suatu
sumber panas (heat source)
menuju suatu tampungan panas
(heat sink) yang biasanya adalah
permukaan bumi.
Gambar 1. Model Sistematik Sistem Panasbumi

Proses perpindahan panas melibatkan perpindahan fluida termal, yaitu batuan yang
meleleh dan gas-gas panas (pada kasus sistem volkanik), air panas, hot brines, uap,
dan gas-gas lain (pada kasus sistem geotermal). Pada masing-masing kasus, partikelpartikel fluida bergerak dengan kekuatan bouyancy dan perpindahan panas dari suatu
daerah di dekat suatu sumber panas menuju permukaan (discharge area). Dalam
perjalanannya, fluida termal dapat tersimpan di suatu reservoir yang berada di suatu
sumber panas dan daerah tampungan panas untuk beberapa waktu lamanya.
Panas dari dalam bumi di pindahkan ke permukaan bumi, dan seluruh permukaan
bumi merupakan heat sink dari energi panas tersebut. Meskipun demikian, di beberapa
lokasi dapat menjadi tempat dimana energi panas ini dapat terkonsentrasi dan
berjumlah sangat besar atau setidaknya melebihi jumlah energi panas rata-rata di
tempat lain. Contoh dimana energi panas ini dapat keluar dan terkonsentrasi di suatu
tempat dengan jumlah besar adalah gunung api atau sistem panas bumi. Suatu gunung
api menjadi tempat terkonsentrasinya energi panas yang keluar yang sifatnya
intermiten, dan sewaktu-waktu dapat dilepaskan pada saat letusan gunung api.
Sedangkan suatu sistem panas bumi dapat menjadi tempat terkonsentrasinya energi
panas yang keluar yang sifatnya kontinyu. Energi panas yang ditransfer keluar ke
permukaan bumi juga dapat menyebar (diffuse) atau tidak terkonsentrasi di suatu
lokasi, misalnya pada kasus peluruhan radioaktif yang terkandung dalam suatu batuan.

SISTEM HIDROTERMAL

Secara singkat sistem geothermal yang umum adalah sistem hidrotermal. Komponen
utama sistem panas bumi hidrotermal adalah sumber panas, reservoir, daerah luahan
(discharge) dan daerah resapan (recharge).

Sistem panas bumi di Indoesia umumnya


merupakan

sistim

hidrothermal

yang

mempunyai temperatur tinggi (>225C),


hanya

beberapa

mempunyai

diantaranya

temperatur

yang
sedang

(150225C). Pada dasarnya sistem panas


bumi terbentuk sebagai hasil perpindahan
panas

dari

suatu

sumber

panas

ke

sekelilingnya yang terjadi secara konduksi


dan secara konveksi.
Gambar 2. Sistem Panasbumi Hidrotermal

Perpindahan panas secara konduksi melalui batuan, sedangkan perpindahan panas


secara konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dengan suatu sumber panas.
Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnya terjadi karena gaya apung
(bouyancy). Air karena gaya gravitasi selalu mempunyai kecenderungan bergerak ke
bawah, akan tetapi apabila air tersebut kontak dengan suatu sumber panas maka akan
terjadi perpindahan panas sehingga temperatur air menjadi lebih tinggi dan air menjadi
lebih ringan. Keadaan ini menyebabkan air yang lebih panas bergerak ke atas dan air
yang lebih dingin bergerak turun ke bawah, sehingga terjadi sirkulasi air atau arus
konveksi.
Adanya suatu sistim hidrotermal di bawah permukaan sering kali ditunjukkan oleh
adanya manifestasi panasbumi di permukaan (geothermal surface manifestation),
seperti mata air panas, kubangan lumpur panas (mud pools), geyser dan manifestasi
panasbumi lainnya, dimana beberapa diantaranya, yaitu mata air panas, kolam air
panas sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mandi, berendam,
mencuci, masak dll. Manifestasi panasbumi di permukaan diperkirakan terjadi karena
adanya perambatan panas dari bawah permukaan atau karena adanya rekahan-rekahan
yang memungkinkan fluida panasbumi (uap dan air panas) mengalir ke permukaan.

Gambar 3. Manifestasi Panasbumi di Permukaan

Berdasarkan pada jenis fluida produksi dan jenis kandungan fluida utamanya,
sistim hidrotermal dibedakan menjadi dua, yaitu sistim satu fasa atau sistim dua fasa.
Sistim dua fasa dapat merupakan sistem dominasi air atau sistem dominasi uap. Sistim
dominasi uap merupakan sistim yang sangat jarang dijumpai dimana reservoir panas
buminya mempunyai kandungan fasa uap yang lebih dominan dibandingkan dengan
fasa airnya. Rekahan umumnya terisi oleh uap dan poripori batuan masih menyimpan
air. Reservoir air panasnya umumnya terletak jauh di kedalaman di bawah reservoir
dominasi uapnya. Sistim dominasi air merupakan sistim panas bumi yang umum
terdapat di dunia dimana reservoirnya mempunyai kandungan air yang sangat
dominan walaupun boiling sering terjadi pada bagian atas reservoir membentuk
lapisan penudung uap yang mempunyai temperatur dan tekanan tinggi.

Dibandingkan dengan temperatur reservoir minyak, temperatur reservoir panasbumi


relatif sangat tinggi, bisa mencapai 350C. Berdasarkan pada besarnya temperatur,
Hochstein (1990) membedakan sistim panasbumi menjadi tiga, yaitu:
1. Sistim panasbumi bertemperatur rendah, yaitu suatu sistim yang reservoirnya
mengandung fluida dengan temperatur lebih kecil dari 125C.
2. Sistim/reservoir bertemperatur sedang, yaitu suatu sistim yang reservoirnya
mengandung fluida bertemperatur antara 125C dan 225C.
3. Sistim/reservoir bertemperatur tinggi, yaitu suatu sistim yang reservoirnya
mengandung fluida bertemperatur diatas 225C.

Sistem panasbumi seringkali juga diklasifikasikan berdasarkan entalpi fluida yaitu


sistim entalpi rendah, sedang dan tinggi. Kriteria yang digunakan sebagai dasar
klasifikasi pada kenyataannya tidak berdasarkan pada harga entalphi, akan tetapi
berdasarkan pada temperatur mengingat entalphi adalah fungsi dari temperatur. Pada
Tabel dibawah ini ditunjukkan klasifikasi sistim panasbumi yang biasa digunakan.

Tabel 2. Klasifikasi Sistem Panasbumi Berdasarkan Entalphi

ENERGI PANAS BUMI DI INDONESIA

Meningkatnya kebutuhan akan energi serta meningkatnya harga minyak, memacu


beberapa

negara

untuk

mengurangi

ketergantungan

pada

minyak

dengan

memanfaatkan fluida panas bumi. Hal ini terlihat dari meningkatnya kapasitas instalasi
listrik tenaga panas bumi. Walaupun demikian masih banyak negara-negara yang
belum memanfaatkan sumber daya panas bumi dengan maksimal, karena seperti
halnya dengan eksplorasi minyak bumi, eksplotasi sumber daya panas bumi juga
memerlukan modal yang besar dan resikonya tinggi. Sumber daya panas bumi pada
umumnya terdapat di daerah pegunungan yang sulit dijangkau. Di negara-negara yang
mempunyai sumber energi lainnya, sumber daya panas bumi harus bersaing keras
dengan sumber energi lainnya. Di indonesia usaha pencarian energi panas bumi
pertama kali dilakukan di daerah kawah kamojang pada tahun 1918. Pada tahun 1926
hingga tahun 1929 lima sumur eksplorasi di bor dimana sampai salah satu dari sumur
tersebut, yaitu KMJ-3 masih memproduksikan uap panas kering atau dry steam.
Karena terhambat pecahnya perang dunia dan perang kemerdekaan indonesia serta
7

keterbatasan dana, kegiatan eksplorasi panas bumi di indonesia baru dimulai lagi pada
tahun 1972.
Dari hasil survey dilaporkan bahwa di Indonesia terdapat 217 prospek panas bumi
yaitu sepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian barat Sumatera, terus ke Pulau Jawa,
Bali, Nusa Tenggara, dan kemudian membelok ke utara melalui Maluku dan Sulawesi.
Terjadinya sumber energi panasbumi di Indonesia serta karakteristiknya dikarenakan
terdapat tiga lempengan yang berinteraksi di Indonesia, yaitu lempeng Pasifik,
lempeng Idia-Australia dan lempeng Eurasia. Tumbukan yang terjadi antara ketiga
lempeng tektonik tersebut telah memberikan peranan yang sangat penting bagi
terbentuknya sumber energi panas bumi di Indonesia. Sumber daya panas bumi di
yang terdapat di indonesia sangat potensial bila dimanfaatkan sebagai pembangkit
listrik, karena umumnya merupakan sistem hidrotermal yang mempunyai temperatur
tinggi (>225C). Hanya beberapa diantaranya yang mempunyai temperatur sedang
(150-225C).

Gambar 4. Prospek Panasbumi di Seluruh Wilayah Indonesia

Walaupun daerah prospek panas bumi di Indonesia sangat benyak jumlahnya, tetapi
hingga saat ini baru beberapa lapangan yang telah dikembangkan dalam skala besar
dan fluidanya dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Lapangan-lapangan tersebut
antara lain adalah Kamojang (140 MWe), Awibengkok-Salak (330 MWe); Darajat

(55MWe), dan lapangan wayang windu (110 Mw). Selain itu terdapat dua unit
pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil, yaitu satu uinit berkapasitas 2.5
MWe di lapangana Lahendong (Sulawesi Utara) dan satu unit berkapasitas 2 MWe di
lapangan sibayak (Sumatera Utara).
Perkembangan pengusahaan energi panas bumi di Indonesia relatif lambat, antara lain
karena Indonesia memiliki banyak sumber energi lain yang dapat dimanfaatkan untuk
pembangkit listrik, yaitu air, minyak, gas, batu bara. Selain itu juga harga listrik yang
dihasilkan dari uap panas bumi dinilai lebih mahal, tertama jika dibandingkan dengan
harga listrik dari batu bara. Para ahli geothermal berpendapat bahwa hal ini
disebabkan karena biaya penanggulangan pencemaran lingkungan dari batu bara
belum diperhitungkan. Harga listrik yang dihasilkan dari panas bumi dapat bersaing
dan bahkan lebih murah dari harga listrik dari batu bara apabila biaya penanggulangan
pencemaran lingkungan diperhitungkan, karena dampak pencemaran lingkungan dari
batu bara lebih besar dari panas bumi. Harga listrik yang dihasilkan dari panas bumi
juga tidak dapat bersaing dengan harga listrik yang dihasilkan menggunakan bahan
bakar minyak yang saat ini masih di subsidi. Energi panas bumi yang relatif tidak
menimbulkan polusi dan terdapat menyebar di seluruh kepulauan Indonesia (kecuali
Kalimantan) sesungguhnya merupakan salah satu energi terbarukan yang tepat untuk
dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik di masa yang akan datang untuk memenuhi
sebagian dari kebutuhan listrik nasional yang cenderung terus meningkat.

KEGIATAN USAHA PANASBUMI

Kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan panasbumi yang dilakukan dalam


usaha mencari sumberdaya panasbumi, membuktikan adanya sumberdaya serta
memproduksikan dan memanfaatkan fluidanya dilakukan dengan tahapan sebagai
berikut.

Survei pendahuluan (reconna


reconnaince survey)
dilakukan untuk mencari daerah prospek
panasbumi,, yaitu daerah yang menunjukkan
tanda-tanda
tanda adanya sumberdaya panas bumi
dilihat dari kenampakannya di permukaan
(manifestasi) yang antara lain berupa: tanah
hangat, permukaan tanah beruap, mata air
panas atau hangat, kolam air panas, telaga
air panas, fumarole, geyser, kubangan
lumpur panas, silika sinter, batuan yang
mengalami alterasi. Survei pendahuluan juga
dilakukan untuk mendapatkan gambaran
mengenai

geologi

regional

di

daerah

tersebut. Secara garis besar pekerjaan yang


dilakukan pada tahap ini terdiri dari studi
Literatur, survei Lapangan, analisa data, dan
menemukan daerah prospek
prospek.
Grafik
afik 1. Tahapan Kegiatan Usaha Panasbumi

Eksplorasi (Pre-feasibility
feasibility Study
Study) adalah rangkaian kegiatan yang meliputi
penyelidikan lebih lanjut mengenai kondisi geologi permukaan dan bawah permukaan.
Serta mengidentifikasi daerah yang diduga mengandung sumberdaya panasbumi. Dari
hasil eksplorasi ini diketahui dengan lebih baik mengenai penyebaran batuan, struktur
geologi, daerah alterasi hodrotermal, geometri cad
cadangan
angan panasbumi, hidrologi, sistem
panasbumi, temperatur reservoir, potensi sumberdaya serta potensi listriknya.

Studi Kelayakan (Feasibility Study


Study) perlu dilakukan apabila ada beberapa sumursumur
sumur eksplorasi menghasilkan fluida panasbumi. Tujuan dari stu
studi
di ini adalah untuk
menilai apakah sumberdaya panasbumi yang terdapat di daerah tersebut secara teknis
dan ekonomis menarik untuk diproduksikan. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan

10

adalah: mengevaluasi data geologi, geokimia, geofisika, dan data sumur; memperbaiki
model sistem panasbumi; menghitung besarnya sumberdaya dan cadangan panasbumi
(recoverable reserve) serta potensi listrik yang dapat dihasilkannya. Kegiatan lainnya
adalah: mengevaluasi potensi sumur serta memperkirakan kinerjanya; menganalisa
sifat fluida panasbumi dan kandungan non condensible gas serta memperkirakan sifat
korosifitas air dan kemungkinan pembentukan scale; mempelajari apakah ada
permintaan energi listrik, untuk apa dan berapa banyak; mengusulkan alternatif
pengembangan dan kapasitas instalasi pembangkit listrik; serta melakukan analisa
keekonomian untuk semua alternatif yang diusulkan.

Eksploitasi adalah rangkaian kegiatan pada suatu wilayah kerja tertentu yang meliputi
pengeboran sumur pengembangan dan sumur reinjeksi, pembangunan fasilitas
lapangan dan operasi produksi sumber daya Panasbumi.
Pemanfaatan Tidak Langsung untuk tenaga listrik adalah kegiatan usaha
pemanfaatan energi Panasbumi untuk pembangkit tenaga listrik, baik untuk
kepentingan umum maupun untuk kepentingan sendiri. Sedangkan Pemanfaatan
Langsung yaitu kegiatan usaha pemanfaatan energi dan/atau fluida Panasbumi untuk
keperluan nonlistrik, baik untuk kepentingan umum maupun untuk kepentingan
sendiri.

FLUIDA PANASBUMI UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK


(Undirect Use)

Gambar 5. Pemanfaatan Energi Panasbumi Untuk Pembangkit Listrik

11

Fluida panas bumi bertemperatur tinggi (>225C) telah lama digunakan di beberapa
negara untuk pembangkit listrik, namun beberapa tahun terakhir ini perkembangan
teknologi telah memungkinkan digunakannya fluida panas bumi bertemperatur sedang
(150-225C) untuk pembangkit listrik. Selain temperatur, faktor-faktor lain yang
biasanya dipertimbangkan dalam memutuskan apakah suatu sumber daya panas bumi
tepat untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik adalah sebagai berikut:
 Sumber daya panas bumi mempunyai kandungan panas atau cadangan yang
besar sehingga mampu memproduksikan uap untuk jangka waktu yang cukup
lama, yaitu sekitar 25-30 tahun
 Sumber daya panas bumi memproduksikan fluida yang mempunyai pH
hampir netral agar laju korosinya relatif rendah, sehingga fasilitas produksi
tidak cepat terkorosi. Selain itu hendaknya kecenderungan fluida membentuk
scale relatif rendah
 Reservoirnya tidak terlalu dalam, biasanya tidak lebih dari 3 km
 Sumber daya panas bumi terdapat di daerah yang relatif tidak sulit dicapai
 Sumber daya panas bumi terdapat di daerah dengan kemungkinan terjadinya
erupsi hidrotermal relatif rendah. diproduksikannya fluida panas bumi dapat
meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi hidrotermal

Jenis-Jenis Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi


Fluida panas bumi yang telah dikeluarkan ke permukaan bumi mengandung energi
panas yang akan dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Hal ini
dimungkinkan oleh suatu sistem konversi energi fluida panas bumi (geothermal power
cycle) yang mengubah energi panas dari fluida menjadi energi listrik.
Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) pada prisnsipnya sama seperrti
pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), hanya pada PLTU uap dibuat di permukaan
menggunakan boiler, sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panas bumi.
Apabila fluida di kepala sumur berupa fasa uap, maka uap tersebut dapat dialirkan

12

langsung ke turbin, dan kemudian turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi
energi gerak yang memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik. Apabila fluida
panas bumi keluar dari kepala sumur sebagai campuran fluida dua fasa (fasa uap dan
air) maka terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan pada fluida. Hal ini
dimungkinkan dengan melewatkan fluida ke dalam separator sehingga fasa uap akan
terpisahkan dari fasa cairnya. Fraksi uap yang dihasilkan dari separator inilah yang
kemudian dialirkan ke turbin.

Gambar 6. Perbandingan Prinsip Kerja PLTU dan PLTP

Gambar 7. Sistem Panasbumi Dua Fasa

13

Banyak sistem pembangkitan listrik dari fluida panas bumi yang telah di terapkan di
lapangan diantaranya:
1.

Direct dry steam

6.

Brine/freon

binary

2.

Separated steal

3.

Single flash steam

7.

Combined cycle

4.

Double flash steam

8.

Hybrid/fossil-geothermal

5.

Multi flash steam

cycle,

brine/isobutane binary cycle

conversion system

PEMANFAATAN PANASBUMI SECARA LANGSUNG


(Direct Use)

Gambar 8. Pemanfaatan Energi Panasbumi Secara Langsung

Disamping untuk pembangkit listrik, fluida panasbumi juga dimanfaatkan untuk sektor
non-listrik, antara lain untuk pemanas ruangan (space/district heating), pemanas
rumah kaca (green house heating), pemanasan tanah pertanian (soil heating),
pengeringan hasil pertanian dan peternakan, pengeringan kayu, kertas, pariwisata,
medical treatment, mencairkan salju dan lain-lain (Tabel 3).

14

Tabel 3. Penggunaan Fluida PanasbumI Untuk Sektor Non Listrik

Hingga saat ini di Indonesia, selain untuk kolam renang fluida panasbumi belum
terlalu banyak digunakan pemanfaatannya untuk sektor non listrik lainnya. Akan tetapi
di masa yang akan datang diharapkan fluida panasbumi dapat dimanfaatkan lebih
efektif lagi sesuai dengan temperatur panasnya seperti yang tertera pada tabel di atas.

16

PUSTAKA ACUAN

Ellis A.J. dan Mahon W. AJ. 1997. Chemistry and Geothermal Systems. Academic
press. New York: 391 hal
Nenny Saptadji. ____ . Jurnal: Sekilas Tentang Panasbumi. Jurusan Teknik
Perminyakan. Fakultas Ilmu dan Teknologi Mineral. ITB
Nenny Saptadji. 2001. Teknik Panasbumi. Jurusan Teknik Perminyakan. Fakultas
Ilmu dan Teknologi Mineral. ITB
Nenny Saptadji. 2012. Sistem Hidrotermal dan Pemanfaatannya. Bahan Ajar Mata
Kuliah Sains Kebumian. Jurusan Teknik Perminyakan. Fakultas Ilmu dan
Teknologi Mineral. ITB
Ninik Suryantini. 2012. Energi Panasbumi, Pemanfaatan dan Keterdapatannya.
Bahan Ajar Mata Kuliah Sains Kebumian. Jurusan Teknik Perminyakan.
Fakultas Ilmu dan Teknologi Mineral. ITB
Ninik Suryantini. 2012. Sistem dan Teknologi Panasbumi, Survey dan Eksplorasi
Panasbumi. Bahan Ajar Mata Kuliah Sains Kebumian. Jurusan Teknik
Perminyakan. Fakultas Ilmu dan Teknologi Mineral. ITB

17

18