Anda di halaman 1dari 2

Obat Anti Perdarahan

A. Tranexamic acid
Mechanisme kerja dari asam tranrksamat menghambat aktivasi
plasminogen dengan membentuk kompleks reversibel yang menggantikan
plasminogen dari fibrin. Sehingga menghambar terjadinya fibrinolisis
(Munoz et al, 2014).
Asam traneksamat diindikasikan untuk perdarahan gastrointestinal
dan jika ada risiko persarahan seperti henofilia, menoragia, dan ekstraksi
dental dengan efek sampung mual, muntah dan diare (Horton-Szar, 2012).
B. Ethamsylate (Dycinone)
Merupakan agen non hormonal yang mengurangi eksudasi kapiler
dan kehilangan darah yang tidak mempengaruhi proses koagulasi karena tidak
memiliki efek terhadap prothrombine times, fibrinolisis,fungsi maupun hitung
trombosit. Walaupun mekanime tepatnya masih belum diketahui, ethamsylate
dipercayamenigkatkan resistensi dinding kapiler, perlekatan trombosit
melalui inhibisi sintesis dan aksi prostaglandid yang mentebabkan disagregasi
platelet, dan meningkatkan permeabilitas kapiler. (Dickman, 2012)
Sumber:
Dickman, Andrew. 2012. Drugs in Palliative Cares. Hampshire: Oxford
UniversityPress
Horton Szar, Dan. 2012. Pharmacology. China: Elsevier
Munoz, Ricardo, et al. 2014. Handbook of Pediatric Cardiovascular Drugs.
New York: Springer
C. Vit K
Vitamin K bekerja dengan meningkatkan produksi dari faktor-faktor
pembekuan

darah

sehingga

mempercepat

waktu

pembekuan

dan

memperpendek waktu perdarahan.


(http://www.webmd.com/drugs/2/drug-93625/vitamin-k-injection/details)
D. Adona
Adona bekerja dengan memicu bradikinin sehingga menginduksi selsel endotel dengan meningkatkan permeabilitasnya sehingga mengurangi
pembentukan actin dan memperbaiki ikatan antar sel sehingga rapat kembali.

(Cecilia et al, 2009. Effect of Furosemide and-Carbazochrome Combination


On Exercise-Induced Pulmonary Hemorrhage In Standarbred Racehorses.
Can Vet J 50:821-827)