Anda di halaman 1dari 3

Upaya Pelayanan Rawat Inap Pada Puskesmas

Oleh: Raymond K.P (0561050135)

Rawat inap (opname) adalah istilah yang berarti proses perawatan pasien oleh tenaga
kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, di mana pasien diinapkan di suatu ruangan di
rumah sakit . Ruang rawat inap adalah ruang tempat pasien dirawat. Ruangan ini dulunya
sering hanya berupa bangsal yang dihuni oleh banyak orang sekaligus. Pasien yang berobat
jalan di Unit Rawat Jalan, akan mendapatkan surat rawat dari dokter yang merawatnya, bila
pasien tersebut memerlukan perawatan di dalam rumah sakit, atau menginap di rumah sakit.
Rawat inap adalah pelayanan pengobatan kepada penderita di suatu fasilitas
pelayanan kesehatan yang oleh karena penyakitnya penderita harus menginap di fasilitas
kesehatan tersebut. Yang dimaksud dengan penderita adalah seseorang yang mengalami /
menderita sakit atau mengidap suatu penyakit. Yang dimaksud dengan fasilitas pelayanan
kesehatan adalah Rumah Sakit baik milik pemerintah maupun swasta dan Puskesmas
Perawatan.
Pelayanan rawat inap diberikan di Puskesmas Perawatan dan ruang rawat inap kelas
III (tiga) di RS Pemerintah termasuk RS Khusus, RS TNI/POLRI dan RS Swasta yang
bekerjasama dengan Departemen Kesehatan. Departemen Kesehatan melalui Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota atas nama Menteri Kesehatan membuat perjanjian kerjasama
(PKS) dengan RS setempat yang diketahui kepala dinas kesehatan Propinsi meliputi berbagai
aspek pengaturan
Puskesmas sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan memiliki peranan penting
dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Saat ini puskesmas telah didirikan hampir
diseluruh pelosok daerah. Puskesmas diperkuat dengan puskemas pembantu serta puskesmas
keliling, kecuali untuk daerah yang jauh dari sarana pelayanan rujukan maka puskesmas
dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Tercatat pada tahun 2002 jumlah puskesmas di seluruh
Indonesia adalah 7.277 unit, puskesmas pembantu 21.587 unit, puskesmas keliling 5.084 unit
(perahu 716 unit, ambulans 1.302 unit).

Sedangkan puskesmas yang memberikan fasilitas pelayanan rawat inap tercatat


sebanyak 1.818 unit, sisanya sebanyak 5.459 unit tidak dilengkapi dengan fasilitas rawat inap
(Depkes RI, 2004).
Puskesmas perawatan adalah suatu kesatuan organisasifungsional yang merupakan pusat
pengembangan masyarakat yang memberikan pelayanan rawat inap kepada pasien. Dengan kata lain
puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam
wilayah kerjanya (Anonim, 1999). Puskesmas yang diberi tambahan ruangan dan fasilitas untuk
menolong penderita gawat darurat baik berupa tindakan operatif terbatas maupun rawat inap
sementara.
Beberapa hal tentang puskesmas perawatan adalah sebagai berikut :
a. Kriteria:
- Puskesmas terletak kurang lebih 20 km dari RS
- Puskesmas mudah dicapai dengan kendaraan bermotor dari Puskesmas sekitarnya
- Puskesmas dipimpin oleh dokter atau tenaga kesehatan lain yang berwenang dan
telah mempunyai tenaga yang memadai
- Jumlah kunjungan Puskesmas minimal 100 orang perhari rata-rata
- Penduduk wilayah kerja Puskesmas dan penduduk wilayah puskesmas sekitarnya
minimal rata-rata 20.000/Puskesmas
- Pemerintah daerah bersedia untuk menyediakan anggaran rutin yang memadai.
b.

Fungsi Puskesmas perawatan adalah sebagai berikut:


Sebagai pusat pengembangan kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya.
Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalamrangka meningkatkan derajat
kesehatan.
Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh danterpadu kepada masyarakat di wilayah
kerjanya

c.

Kegiatan:
1. Melakukan tindakan operatif terbatas terhadap penderita gawat darurat
antara lain:
- kecelakaan lalu lintas

- persalinan dengan penyulit


- penyakit lain yang mendadak dan gawat
2. Merawat sementara penderita gawat darurat atau untuk observasi penderita
dalam rangka diagnostik dengan rata-rata hari perawatan 3 hari atau maksimal 7
hari
3. Melakukan pertolongan sementara untuk mepersiapkan pengiriman penderita
lebih lanjut ke RS
4. Memberi pertolongan persalinan bagi kehamilan dengan resiko tinggi dan
persalinan dengan penyulit
5. Melakukan metode operasi pria dan metode operasi wanita untuk KB
d. Ketenagaan:
1. Dokter kedua di Puskesmas yang telah mendapatkan latihan Klinis di RS 6 bulan
dalam bidang bedah, obstetri-gynekologi, pediatri dan interna
2. Seorang perawat yang telah dilatih selama 6 bulan dalam bidang perawatan bedah,
kebidanan, pediatri dan penyakit dalam.
3. Tiga orang perawat kesehatan/perawat/bidan yang diberi tugas secara bergilir
4. Satu orang pekarya kesehatan SMA +
e. Sarana:
Untuk melaksanakan kegiatannya Puskesmas dengan tempat perawatan memiliki luas
bangunan, ruangan-ruangan pelayanan serta peralatan yang lebih lengkap daripada
Puskesmas, antara lain: Ruang rawat inap, Ruang operasi, Ruang persalinan, Kamar Perawat
Jaga, Ruang Post operasi, Kamar Linen dan Kamar Cuci. Pearalatan Medis berupa: Peralatan
operasi terbatas, Peralatan Obstetri patologis, Peralatan Resusitasi, Peralatan Vasektomi dan
Tubektomi, 10 tempat tidur lengkap dengan peralatan perawatan. Alat-alat komunikasi
berupa: Telpon dan radio komunikasi jarak dekat dan 1 buah ambulance.