Anda di halaman 1dari 15

SISTEM IMUN

By

Ahmad Raihan
1113016100055

SISTEM IMUN

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .......................................................................1
PETA KONSEP ..................................................................2
PENDAHULUAN
A. Apakah sistem limfatik itu? .....................................3
B. Apa saja jenis-jenis sistem kekebalan pada
manusia? ................................................................5
C. Apa saja penyakit yang berhubungan dengan
sistem kekebalan....................................................9
EVALUASI
A. Pilihan ganda..........................................................11
B. Teka-teki silang ......................................................13

SISTEM IMUN

SISTEM IMUN

PENDAHULUAN

ahukah kamu bahwa di dalam tubuhmu terjadi peperangan


setiap waktu? Musuh musuh yang datang menyerangmu
adalah bibit penyakit. Musuh ini dapat berdatangan dari
segala tempat, bahkan dari udara yang kau hirup dan benda benda
yang kau sentuh. Akan tetapi, sering kali kau tidak menyadari adanya
peperangan di dalam tubuhmu. Hal ini karena sistem pertahanan
tubuhmu sangat efektif sehingga kamu tidak langsung sakit jika ada
kuman yang masuk.
Ada orang yang mudah sakit, ada pula orang yang jarang sakit.
Hal ini ada kaitannya dengan sistem pertahanan tubuh yang dimiliki
seseorang. Jaringan tubuh yang berperan penting dalam sistem
pertahanan tubuh adalah jaringan darah dan jaringan limfa. Jaringan
darah yang berperan dalam pertahanan tubuh adalah sel darah putih.

A. Apakah sistem limfatik itu?


SISTEM LIMFATIK
Sistem limfatik terdiri dari dua bagian penting, yaitu pembuluh
limfa serta berbagai macam jaringan dan organ limfoid di seluruh
tubuh. Pembuluh limfa berfungsi untuk mengangkut cairan kembali
ke peredaran darah. Organ limfoid berfungsi sebagai tempat hidup sel
fagositik dan limfosit yang berperan penting untuk melawan penyakit.
Limfa adalah sebutan yang digunakan untuk cairan yang berada
di dalam pembuluh limfa. Awalnya, limfa berasal dari plasma darah
yang merembes keluar dari pembuluh kapiler di sistem peredaran
darah. Cairan yang keluar tersebut menjadi cairan intersisial yang
mengisi ruang antara sel sel di jaringan. Setelah beredar ke seluruh
tubuh dikumpulkan dan dikembalikan ke sistem peredaran darah
melalui sistem limfa.
Fungsi sistem limfa adalah sebagai berikut.
1. Mengambil kelebihan cairan
mengembalikannya ke darah.

dari

jaringan

dan

2. mengabsorpsi lemak dan lakteal di usus halus kemudian


mengangkutnya ke darah.
3. Membantu pertahanan tubuh melawan penyakit.

Gambar 1.1 Sistem Limfatik

SISTEM IMUN
1. PEMBULUH LIMFA
Pembuluh limfa merupakan bagian penting dalam sistem peredaran
limfa. Peredaran limfa adalah peredaran terbuka. Limfa dari jaringan
tubuh akan masuk ke kapiler limfa. Kapiler limfa akan bergabung dengan
kapiler limfa yang lain membentuk pembuluh limfa. Pembuluh limfa
akan kembali ke sistem peredaran darah. Aliran limfa dalam pembuluh
limfa dipengaruhi oleh kontraksi otot rangka. Di sepanjang pembuluh
limfa terdapat buku limfa (nodus limfa) yang berbentuk bulatan kecil.
Semua cairan limfa yang berasal dari daerah kepala, leher, dada,
paru-paru, jantung dan lengan kanan terkumpul dalam pembuluh
pembuluh limfa dan bersatu menjadi pembuluh limfa kanan. Pembuluh
limfa ini bermuara di pembuluh balik (vena) di bawah tulang selangka
kanan. Cairan limfa yang berasal dari bagian yang bermuara di pembuluh
limfa kanan akan bermuara pada limfa dada (duktus toraksikus) yang
bermuara di tulang selangka kiri.

Poin Kunci
Limfosit terdiri dari sel T dan sel B.
Sel T mengalami pematangan di
timus, sedangkan sel B mengalami
pematangan di sumsum merah.

2. ORGAN ORGAN LIMFOID


Organ-organ limfoid mencakup sumsum merah, nodus limfa, limpa,
timus, dan tonsil. Tonsil berfungsi untuk menghasilkan limfosit T. Organ
limfoid lain berperan untuk mengumpulkan dan menghancurkan
mikroorganisme penginfeksi lain di dalam jaringan limfoid.
a. Sumsum merah
Sumsum merah mencakup jaringan yang menghasilkan limfosit.
Saat dilepaskan dari sumsum merah, sel sel limfosit masih identik.
Perkembangan selanjutnya apakah akan menjadi sel B atau sel T
tergantung pada tempat pematangannya. Sel B mengalami pematangan
di sumsum merah, sedangkan sel T mengalami pematangan di timus.
Kedua jenis limfosit tersebut bersirkulasi di seluruh tubuh dan limfa,
kemudian dekonsentrasi dalam limpa, nodus limfa dan jaringan limfatik.
b. Nodus limfa
Nodus limfa diselubungi jaringan ikat longgar yang membagi nodus
menjadi nodulus nodulus. Tiap nodulus mengandung ruang-ruang
(sinus) yang berisi limfosit dan makrofag. Saat cairan limfa melewati
sinus maka makrofag akan memakan bakteri dan mikroorganisme lain
yang terbawa. Jadi fungsi nodus limfa adalah menyaring
mikroorganisme yang ada dalam limfa. Nodus limfa dapat bersifat
tunggal maupun berkelompok.

Gambar 1.2 Sumsum tulang

SISTEM IMUN
c. Limpa
Limpa adalah organ limfoid terbesar. Limpa mempunyai dua fungsi
utama, yaitu membuang antigen yang terdapat dalam darah serta
menghancurkan sel darah merah yang sudah tua.
d. Timus
Timus adalah tempat di mana limfosit berkembang menjadi sel T.
Timpus menyekresikan hormon timopietin yang menyebabkan
kekebalan pada sel T. Timus berbeda dengan organ limfoid lainnya
karena hanya berfungsi untuk tempat pematangan limfosit. Selain itu
juga karena timus adalah satu-satunya organ limfoid yang tidak
memerangi antigen secara langsung.
e. Tonsil

Gambar 1.3 Limpa

Tonsil adalah organ limfoid yang paling sederhana. Tonil berfungsi


untuk melawan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas dan faring.
Tonsil pada manusia mencakup adenoid, tonsil saluran, palatin dan lidah.

B. Apa saja jenis-jenis sistem kekebalan pada manusia?


KEKEBALAN BAWAAN
Kekebalan bawaan merupakan bagian dari tubuh kita. Penghalang
yang melindungi tubuh, sel, dan senyawa kimia yang berfungsi sebagai
pertahanan pertama telah ada sejak kita dilahirkan.
a. Perlindungan permukaan
Kulit dan membran mukosa merupakan lapis pertama pertahanan tubuh.
Selama kulit tidak rusak, epitelium yang berlapis keratin ini sulit
ditembus oleh mikroba. Keratin yang melapisi epitelium kulit juga tahan
terhadap asam dan basa lemah serta racun dan enzim bakteri. Apabila
mikroba dapat menembus kulit, membran mukosa yang menghasilkan
lendir akan menjerat mikroba tersebut. Perlindungan yang dihasilkan
oleh kulit dan membran mukosa adalah sebagai berikut.
1) Hasil sekresi kulit cenderung bersifat asam (PH 3-5), sehingga
menghambat pertumbuhan bakteri. Minyak (sebum) pada kulit
mengandung zat kimia yang beracun bagi bakteri.
2) Mukosa lambung mengandung larutan HCl dan enzim pencerna
protein. Kedua zat tersebut apam membunuh mikroorganisme.
3) Ludah dan air mata mengandung lisozim, yaitu enzim
penghancur bakteri.

SISTEM IMUN
4) Lendir yang lengket akan memerangkap mikroorganisme yang
masuk ke saluran pencernaan dan saluran pernapasan (Marieb,
2004).
b. Kekebalan dalam tubuh
Jika mikroba berhasil melewati penghalang permukaan tubuh maka
masih ada penghalang berikutnya yang bersiap melawannya. Penghalang
yang dimaksud adalah perlindungan dalam tubuh bersifat nonspesifik.
Nonspesifik artinya penghalang tersebut melawan semua patogen tanpa
membeda-bedakan. Perlindungan nonspesifik mencakup antara lain
fagositosis, sel natural killer, dan protein antimikroba.
1) Fagositosis
Fagositosis adalah suatu mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh
sel-sel fagosit, dengan jalan mencerna mikroorganisme/partikel asing
hingga menghancurkannya berkeping-keping. Sel fagosit ini terdiri dari
2 jenis, yaitu fagosit mononuklear dan polimorfonuklear. Fagosit
mononuklear contohnya adalah monosit (di darah) dan jika bermigrasi
ke jaringan menjadi makrofag. Contoh fagosit polimorfonuklear adalah
granulosit, yaitu netrofil, eusinofil, basofil dan cell mast (di jaringan).
Supaya proses ini bisa terjadi, suatu mikroorgansime harus berjarak
dekat dengan sel fagositnya.

Gambar 1.4 Jenis sel darah putih

Mekanisme Fagositosis
1. Pengenalan (recognition), yaitu proses di mana
mikroorganisme/partikel asing terdeteksi oleh sel-sel fagosit.
2. Pergerakan
(chemotaxis);
setelah
suatu
partikel
mikroorganisme dikenali, maka sel fagosit akan bergerak
menuju partikel tersebut. Proses ini sebenarnya belum dapat
dijelaskan, akan tetapi kemungkinan adalah karena
bakteri/mikroorganisme mengeluarkan semacam zat chemoattract seperti kemokin yang dapat memikat sel hidup seperti
fagosit untuk menghampirinya.
3. Perlekatan (adhesion); setelah sel fagosit bergerak menuju
partikel asing, partikel tersebut akan melekat dengan reseptor
pada membran sel fagosit. Proses ini akan dipemudah apabila
mikroorganisme tersebut berlekatan dengan mediator
komplemen seperti opsonin yang dihasilkan komplemen C3b di
dalam plasma (opsonisasi).
4. Penelanan (ingestion); ketika partikel asing telah berikatan
dengan reseptor di membran plasma sel fagosit, seketika
membran sel fagosit tersebut akan menyelubungi seluruh
permukaan partikel asing dan menelannya hidup-hidup ke
dalam sitoplasma. Sekali telan, partikel tersebut akan masuk ke

Gambar 1.5 Mekanisme


Fagosit

SISTEM IMUN
sitoplasma di dalam sebuah gelembung mirip vakuola yang
disebut fagosom.
5. Pencernaan (digestion); fagosom yang berisi partikel asing di
dalam sitoplasma sel fagosit, dengan segera mengundang
kedatangan lisosom. Lisosom yang berisi enzim-enzim
penghancur seperti acid hydrolase dan peroksidase, berfusi
dengna fagosom membentuk fagolisosom. Enzim-enzim
tersebut pun tumpah ke dalam fagosom dan mencerna seluruh
permukaan partikel asing hingga hancur berkeping-keping.
Sebagian epitop/bagian dari partikel asing tersebut, akan
berikatan dengan sebuah molekul kompleks yang bertugas
mempresentasikan epitop tersebut ke permukaan, molekul ini
dikenal dengan MHC (major histocompatibility complex) untuk
dikenali oleh sistem imunitas spesifik.
6. Pengeluaran (releasing); produk sisa partikel asing yang tidak
dicerna akan dikeluarkan oleh sel fagosit.
2) Sel Natural Killer (Sel NK)
Sel NK berjaga di sistem peredaran darah dan
limfatik. Sel NK merupakan sel pertahanan yang
mampu melisis dan membunuh sel-sel kanker serta
sel tubuh yang terinfeksi virus sebelum
diaktifkannya sistem kekebalan adaptif. Sel NK
tidak bersifat fagositik. Sel-sel ini membunuh
dengan cara menyerang membran sel target dan
melepaskan senyawa kimia yang disebut perforin.
3) Protein Antimikroba
Protein antimikroba meningkatkan pertahanan
dalam tubuh dengan melawan mikroorganisme
Gambar 1.6 Sel Natural Killer (Sel NK)
secara langsung atau dengan menghalangi
kemampuannya untuk bereproduksi. Protein antimikroba yang penting
adalah interferon dan protein komplemen.
Interferon merupakan satu protein yang dihasilkan oleh sel tubuh
yang terinfeksi virus untuk melindungi bagian sel lain di sekitarnya.
Interferon mampu menghambat perbanyakan sel-sel yang terinfeksi,
namun dapat meningkatkan diferensiasi sel-sel.
Protein komplemen adalah sekelompok plasma protein yang
bersirkulasi di darah dalam keadaan tidak aktif. Protein komplemen
dapat diaktifkan oleh munculnya ikatan antigen dan antibodi atau jika
protein komplemen bertemu dengan molekul polisakarida di permukaan
tubuh.

SISTEM IMUN
KEKEBALAN ADAPTIF
Kekebalan adaptif dapat bersifat alami maupun buatan. kekebalan
alami pasif diperoleh bayi dari ibunya saat dalam kandungan, sedangkan
kekebalan adaptif alami aktif didapat misalnya melalui infeksi
(menderita penyakit terlebih dahulu). Kekebalan adaptif buatan pasif
berupa transfer antibodi dari orang lain, sedangkan kekebalan adaptif
buatan aktif diperoleh melalui imunisasi.
Berdasarkan sel yang terlibat dalam mekanisme, kekebalan adaptif
dibagi menjadi dua, yaitu kekebalan humoral dan kekebalan yang
diperantai sel (cell mediated immunity).
Kekebalan Humoral
Unsur yang paling berperan dalam kekebalan humoral adalah
antibodi yang dihasilkan oleh sel-sel B limfosit. Antibodi ditemukan
dalam humor (cairan) tubuh, misalnya darah dan cairan limfa dan
berfungsi mengikat bakteri dan racun bakteri, serta menandai virus untuk
dihancurkan lebih lanjut oleh sel darah putih.
Kekebalan yang Diperantai Sel
Faktor terpenting dalam kekebalan ini adalah sel-sel hidup, yaitu
sel-sel T limfosit. sel-sel ini secara aktif melawan bakteri dan virus yang
ada dalam sel tubuh yang terinfeksi. Sel-sel ini juga melawan protozoa,
jamur, cacing parasit.
Limfosit
Seperti telah dijelaskan dalam sistem limfatik, limfosit akan
berkembang menjadi dua jenis sel, sel T dan sel B. Lihat Gambar 1.7
Limfosit telah matang sebelum bertemu dengan antigen yang akan
dilawannya. Artinya, bukan gen kitalah yang menentukan benda asing
yang akan dilawan oleh limfosit.

Gambar 1.7 Perkembangan sel


limfosit

Jika ada protein asing (antigen) masuk ke dalam tubuh, sel B yang
telah spesialisasi akan menghasilkan protein yang disebut antibodi yang
disebut juga imunoglobulin (Ig). Ada tiga jenis antigen, yaitu:
a. Heteroantigen, merupakan antigen yang berasal dari spesies lain.
b. Isoantigen, merupakan antigen dari spesies yang sama tetapi
struktur genetiknya berbeda.

SISTEM IMUN
c. Autoantigen, merupakan antigen yang berasal dari tubuh itu
sendiri dan menyebabkan pembentukan antibodi tubuh juga.
Antibodi tidak dapat langsung menghancurkan antigen. Antibodi
yang dapat menggumpalkan antigen disebut presipitin. Antibodi yang
dapat menguraikan antigen disebut lisin. Antibodi yang dapat
menawarkan racun disebut antitoksin. Keadaan sistem pertahanan tubuh
yang sangat peka terhadap antigen tertentu disebut alergi.

C. Apa saja penyakit yang berhubungan


dengan sistem kekebalan?

PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM IMUN


Hal hal tertentu dapat menyebabkan terganggunya sistem
kekebalan. Masalah yang timbul pada sistem kekebalan dapat terjadi
karena defisiensi kekebalan (misalnya pada AIDS) dan autoimunitas.
1. AIDS
Pada tahun 1981, para ahli kesehatan di Amerika Serikat
menemukan penyakit kerusakan sistem kekebalan atau Acquired
Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Kemudian pada tahun 1983,
ahli virus Amerika dan Prancis berhasil mengidentifikasi penyebab
penyakit AIDS. Virus ini disebut HIV (Human Immunodeficiency
Virus). HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyerang sel-sel T
pembantu (Helper T-cells). Sel T yang terinfeksi dapat membentuk
virus baru dalam jangka waktu yang lama. HIV juga dapat menetap
selama bertahun-tahun sebagai provirus yang berbaur dalam genom
sel yang di infeksi. Provirus ini selalu menyerang sistem kekebalan.
Gambar 1.8.

Gambar 1.8 Struktur virus HIV

HIV melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit.


Seseorang yang terinfeksi HIV bisa mengalami kematian jika mengalami
berbagai penyakit karena melemahnya sistem imun.
Mengingat sampai saat ini obat untuk mengobati dan vaksin untuk
mencegah AIDS belum ditemukan, maka alternatif untuk menanggulangi
masalah AIDS yang terus meningkat ini adalah dengan upaya

SISTEM IMUN
pencegahan oleh semua pihak untuk tidak terlibat dalam lingkaran
transmisi yang memungkinkan dapat terserang HIV.
Pada dasarnya upaya pencegahan AIDS dapat dilakukan oleh semua
pihak asal mengetahui cara-cara penyebaran AIDS.
2. Autoimunitas
Suatu kelainan dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan
tubuh sendiri. Contoh penyakit autoimunitas adalah penyakit addison
kelenjar adrenal, toroiditis, artritis rematoid, multiple sclerosis, anemia
pernisisus, dan lupus.
Pada artitis rematoid, penyebabnya diduga dipicu oleh infeksi virus
dan bakteri yang memiliki molekul permukaan mirip dengan molekul
pada persendian. Ketika tubuh dirangsang untuk menyerang molekul
asing, jaringan pada sendi juga ikut diserang karena kemiripan molekul
tersebut.

Tokoh Sains

Pada tahun 1908, Paul Ehrlich (1854-1915) seorang peneliti berkebangsaan


Jerman mendapat hadiah Nobel berkat karyanya tentang sistem pertahanan tubuh
dalam memerangi penyakit dan infeksi. Ehrlich menemukan obat yang dapat
melawan mikroba selektif antibodi yang dihasilkan oleh tubuh. Ehrlich menyebut
obat tersebut sebagai peluru-peluru gaib sambil membayangkan obat tersebut
menembak mikroba-mikroba dengan jitu dan membunuh mereka, sehingga bagian
lain tubuh sama sekali tidak terluka.
Pada abad 19, farmakologi atau ilmu yang mempelajari pengaruh obat terhadap tubuh menjadi bidang
spesialisasi yang sepenuhnya ilmiah. Penggunaan teknik kimiawi dalam pembuatan obat dan obat-obatan sintetis
pertama baru muncul di awal abad ke-20. Inilah kemoterapi yang dipelopori oleh Paul Ehrlich. Pada tahun 1910, ia
dan muridnya Sahachiro, membuat Salvarsan untuk mengobati sifilis. Itulah obat pertama yang dibuat di
laboratorium, khusus untuk mengobati penyebab penyakit.

10

SISTEM IMUN

EVALUASI
A. PILIHAN GANDA
Pilihlah satu jawaban yang benar!
1. Peredaran apa yang digunakan pada peredaran limfa?
a. Peredaran tertutup
b. Peredaran terbuka
c. Peredaran ganda
d. Peredaran tunggal
2. Apa yang mempengaruhi aliran limfa dalam pembuluh darah?
a. Kontraksi otot rangka
b. Kontraksi jantung
c. Kontraksi pembuluh limfa
d. Kontraksi pembuluh limfa dada
3. Setelah masuk ke dalam sistem peredaran, monosit akan
berkembang menjadi....
a. Neutrofil
b. Eosinofil
c. Makrofag
d. Tropofil
4. Berikut ini yang termasuk pertahanan pada permukaan tubuh
adalah.....
a. Kulit dan membran mukosa
b. Air mata dan air liur
c. Bakteri flora normal tubuh
d. Urine
5. Sel B dan sel T adalah....
a. Limfosit
b. Sel pembuluh
c. Fagosit
d. Makrofag
6. Molekul yang dikenali limfosit sebagai zat asing dan memicu
sistem kekebalan tubuh disebut....
a. Interleukin
b. Antibodi
c. Imunoglobulin
d. Antigen
7. Penyuntikan antibodi yang dihasilkan oleh organisme lain ke
dalam tubuh pasien, adalah bentuk kekebalan....
a. Aktif

11

SISTEM IMUN
b. Pasif
c. Tubuh
d. Sel
8. Pada AIDS, sel yang diserang oleh virus HIV adalah.....
a. Saraf
b. Otot
c. Epitel
d. Limfosit
9. Autoimunitas berbahaya karena....
a. Sel limfosit tidak bereaksi terhadap antigen
b. Sel fagosit menyerang sel-sel tubuh
c. Sel limfosit rusak oleh virus atau bakteri
d. Sel limfosit menyerang sel-sel tubuh
10. HIV sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian
karena....
a. Dapat merusak jaringan tubuh
b. Dapat ditularkan melalui kontak cairan tubuh
c. Menyerang sel-sel limfosit
d. Menurunkan kekebalan tubuh sehingga memudahkan
infeksi penyakit lain

12

SISTEM IMUN
TEKA-TEKI SILANG

SISTEM IMUN
1

2
3
4

5
6

9
10

11

12

13

14

15

16

EclipseCrossword.com

13

SISTEM IMUN

MENDATAR
1.

Organ limfoid terbesar

4.

Molekul asing

6.

Antigen dari spesies sama tapi genetiknya berbeda

8.

Sel darah putih yang berperan melawan cacing parasit

11. Antigen yang berasal dari spesies lain


12. Tempat limfosit menjadi sel T
13. Proses sel darah putih memakan mikroba
16. Protein plasma yang dihasilkan oleh sel limfosit B

MENURUN
2.

Antibodi yang menawarkan racun

3.

Sel yang di rusak virus HIV

5.

Zat yang dilepaskan saat terjadi alergi

7.

Antibodi yang menggumpalkan antigen

9.

Nama lain antibodi

10. Organ limfoid paling sederhana


14. Cairan yang berada di dalam pembuluh limfa
15. Antibodi yang menguraikan antigen

14