Anda di halaman 1dari 3

ILMU PENGETAHUAN

Jumat, 04 Oktober 2013


GAMBARAN UMUM ETIKA

1. Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata 'etika' yaitu ethos sedangkan
bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa,
padang

rumput,

kandang,

kebiasaan/adat,

akhlak,watak,

perasaan,

sikap,

cara

berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatarbelakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat
moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang
biasa dilakukanatau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).
K. Bertens berpendapat bahwa arti kata etika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik dibalik, karena arti kata
ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti
berikut :
1. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu
kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang Jawa, etika agama Budha, etika Protestan dan
sebagainya, maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika
sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun
pada taraf sosial.
2. kumpulan asas atau nilai moral.
Yang dimaksud di sini adalah kode etik. Contoh : Kode Etik Jurnalistik
3. ilmu tentang yang baik atau buruk.
Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai `tentang
yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali

tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Etika di sini
sama artinya dengan filsafat moral.
2. Norma-norma Umum
Norma-norma umum adalah aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat.
Norma Umum dibagi menjadi 3 bagian antara lain:
Norma sopan santun, atau norma etiket, adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap
lahiriah manusia, misalnya menyangkut sikap dan perilaku seperti bertamu, makan dan minum,
duduk, berpakaian dan sebagainya. Norma ini lebih menyangkut tata cara lahiriah dalam
pergaulan sehari-hari.Norma ini tidak menentukan baik buruknya seseorang sebagai manusia.
Karena, ia hanya menyangkut sikap dan perilaku lahiriah. Kendati perilaku dan sikap lahiriah
bisa menentukan pribadi seseorang, tidak dengan sendirinya sikap ini menentukan sikap moral
seseorang.
Norma hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena
dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan
bermasyarakat. Norma ini mencerminkan harapan, keinginan, dan keyakinan seluruh anggota
masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana
masyarakat tersebut harus diatur secara baik. Karena itu, ia mengikat semua anggota masyarakat
tanpa kecuali.
Norma moral yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma ini
menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia
dilihat sebagai manusia. Norma moral lalu menjadi tolok ukur yang dipakai oleh masyarakat
untuk menentukan baik buruknya tindakan manusia sebagai manusia, entah sebagai anggota
masyarakat ataupun sebagai orang dengan jabatan atau profesi tertentu. Norma moral diharapkan
untuk dipatuhi oleh setiap orang tanpa mempedulikan sanksi atau hukuman - karena memang
norma moral tidak mengenal sanksi semacam itu.

Etika Deontologi
Yaitu menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik.
Tiga prinsip yang harus dipenuhi:
Supaya suatu tindakan punya nilai moral, tindakan itu harus dijalankan berdasarkan kewajiban.
Nilai moral dari tindakan itu tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu
melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan

itu-berarti kalaupun tujuannya tidak tercapai, tindakan itu sudah di nilai baik. Sebagai
konsekuensi dari kedua prinsip itu, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang
dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hokum moral universal.
EtikaTeleologi
Yaitu mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan
tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Misalnya, mencuri bagi
etika teleologi tidak dinilai baik atau buruk berdasarkan baik buruknya tindakan itu sendiri,
melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu.

kesimpulan:
jadi gambaran umum etika itu prilaku kita dalam kehidupan sehari-hari atau dengan masyarakat
lain. Manusia dituntun untuk menjalankan etikanya pada saat tertentu misalnya ketika kita
berbicara yang sopan kepada orang lain dan berprilaku baik terhadap orang lain. Patuhilah
norma yang berlaku dalam adat istiadat maupun dalam lingkungan sekitar. Norma merupakan
tolak ukur bagi kita untuk membatasi perbuatan buruk atau menghindari perbuatan maupun
prilaku yang buruk, dengan adanya norma dalam kehidupan akan lebih teratur dan tertib.

Sumber:
DR. A. Sonny Keraf. 2006. Etika Bisnis. Yogyakarta : Kanisius.
http://menyereading.blogspot.com/2013/03/hubungan-norma-danetika.html#ixzz2gfGTwwro