Anda di halaman 1dari 24

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena degan rahmat dan
karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk bekerja bersama untuk menyelesaikan
makalah ini. Dimana makalah ini merupakan salah satu dari tugas mata kuliah Pendidikan
Kewarganegaraan, yaitu KETAHANAN NASIONAL.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada bapak Dr. ALI IDRUS ME, M.Pd selaku
dosen pengampu dan temen-temen yang telah memberikan dukungan dalm
menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penulisn makalah ini masih
banyak kekurangan, oleh karena itu kami sangat msngharapkan kritik dan saran yang
membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca
dan temen-temen. Aminn.

Jambi, 20 Desember 2014

HERIYANTO

BAB I
PENDAHHULIAN

A.

Latar Belakang Masalah


Bangsa Indonesia yaitu bangsa yang kaya dalam hal apapun, baik dalam kekayaan alam,

budaya, serta beragam kesenian yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Negara-negara lain tidak
memiliki semua itu, sehingga negara asing seperti Belanda dan Inggris ingin merebut negara
Indonesia sebagai negara mereka. Dan pada akhirnya negara-negara asing tersebut satu
persatu menjajah negara Indonesia selama bertahun-tahun. Tujuan mereka menjajah Negara
Indonesia yaitu untuk merebut semua kekayaan yang ada di Indonesia dan dimiliki oleh
mereka maka dari itu negara asing sangat ingin memiliki Negara Indonesia yang kaya akan
sumber daya alam dan budayanya.
Selama bertahun-tahun negara Indonesia di jajah oleh bangsa asing yang ingin merebut
kekayaan Indonesia, selama bertahun-tahun pula bangsa Indonesia mempertahankan dirinya
supaya tetap berdiri dan tangguh untuk menghadapi segala tindakan-tindakan yang
mengamcam warga Indonesia. Semua warga Indonesia sangat menderita dengan datangnya
warga asing tersebut, mereka hanya di jadikan budak oleh bangsa asing yang menjajah
Indonesia. Ketika warga Indonesia bertani, berkebun,ataupun beternak hewan sebagian
hasilnya wajib di setorkan kepada bangsa asing yang sedang menjajah kita sebagai warga
Indonesia.
Masyarakatpun tidak kuat menghadapi tindakan yang di berikan sang penjajah tersebut
dan semua warga Indonesia yang mengaku dirinya adalah bangsa dan warga Indonesia bersatu
untuk menghadapi penjajah-penjajah yang seenaknya menguasai bangsa Indonesia yaitu
bangsa kita. Dengan demikian warga Indonesia bangkit dari keterpurukan yang melamda
mereka. Penjajahpun di lawan oleh warga Indonesia sehingga warga Indonsia mampu untuk
mengusir penjajah yang bertahun-tahun menjajah kita, dan Indonesiapun merdeka.
Meskipun bangsa Indonesia di hadapkan pada tantangan, Negara Kesatuan Republik
Indonesia masih tetap tegak berdiri sebagai satu bangsa dan Negara yang merdeka, bersatu,

dan berdaulat. Hal tersebut membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki keuletan dan
ketangguhan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam mengatasi setiap bentuk
tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan dari mana pun datangnya.
Dengan sedikit uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk membahas lebih lanjut
mengenai KETAHANAN NASIONAL.
B.

Rumusan Masalah

Dengan melihat latar belakang yang telah di kemukakan, maka beberapa masalah yang dapat
penulis rumuskan dan akan di bahas dalam makalah ini adalah :
1. Asas-asas apa saja yang terdapat pada ketahanan nasional ?
2. Bagaimana cara menjaga ketahanan nasional agar tetap ada,berdiri tegak untuk
memperkokoh bangsa Indonesia sehingga ketahanan nasional tersebut tidak
mengalami kepunahan ?
3. Apa yang akan terjadi jika ketahanan nasional tidak ada di negara kita.

C.

Tujuan

Adapun maksud dan tujuan penulisan yang akan di lakukan penulis adalah :
1.
2.
3.

Untuk mengetahui asas-asas apa saja yang terdapat pada ketahanan nasional.
Untuk mengetahui cara menjaga ketahanan nasional tetap ada berdiri untuk
memperkokoh bangsa Indonesia.
Untuk mengetahui dampak yang akan terjadi jika ketahanan nasional menjadi tidak ada.
D.

Manfaat

1.

Dapat mengetahui asas-asas apa saja yang terdapat pada ketahanan nasional.

2.

Dapat mengetahui cara menjaga ketahanan nasional tetap ada berdiri tegak untuk
memperkokoh bangsa Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Ketahanan Nasional


Ketahanan Nasional (Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamis bangsa Indnonesia
yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Ketahanan nasional
berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan
kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman,
hambatan, dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam dan untuk
menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara, serta perjuangan
mencapai tujuan nasional.
A.

HAKIKAT TANNAS DAN KONSEPSI TANNAS INDONESIA

1.

Hakikat ketahanan nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin
kelangsungan bangsa dan negara untuk mencapai tujuan nasional.

2.

Hakikat konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan


kesejahteraan dan keamanan secara seimbang , serasi dan selaras dalam aspek kehidupan
nasional.

B.

ASAS-ASAS TANNAS INDONESIA


Asas ketahanan nasional adalah tata laku berdasarkan nilai nilai pancasila , UUD 1945 ,
dan wawasan Nusantara , yang terdiri dari :

1.

Asas Kesejahteraan Dan Keamanan.


Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan
merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial. Dengan demikian ,
kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional. Tanpa
kesejahteraan dan keamanan , sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung.

Kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan
nasional itu sendiri. Kesejahteraan dan keamanan itu harus selalu ada , berdampingan
pada kondisi apapun.
Dalam kehidupan nasional , tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai
merupakan tolak ukur ketahanan nasional.
2.

Asas komprehensif integral atau meneyeluruh terpadu


Sistem kehidupan nasional mencangkup segenap aspek kehidupan bangsujua dalam
bentuk peran persatuan perpaduan yang seimbang, saerasi, dan selaras pada seluruh aspek
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ketahan nasional mencangkup
ketahanan genap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh, dan terpadu
(konprehensif integral).

3.

Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar


Sistem kehidupan nasioanal merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang
saling berinteraksi. Di samping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan
lingkungan sekelilingnya. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak,
baik yang positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam maupun ke
luar.

a.

Mawas ke Dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat, dan kondisi kehidupan nasional
itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan
kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. Hal ini tidak berarti bahwa
Ketahanan Nasional mengandung sikap isolasi atau nasionalisme sempit.

b.

Mawas ke Luar
Mawas keluar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta mengatasi
dampak lingkungan strategis luar negeri dan menerima kenyataan danya interaksi dan
ketergantungan dengan dunia internasional. Kehidupan nasional harus mampu
mengembangkan kekuatan nasional untuk memberikan dampak ke luar dalam bentuk
daya tangkal dan daya tawar. Interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk
kerjasama yang saling menguntungkan.

4.

Asas Kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong
royong, tenggang rasa, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara. Asas ini mengakui adanya perbedaan. Perbedaan tersebut harus
dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak berkembang menjadi
konflik yang bersifat saling menghancurkan.

D.

Upaya Menjaga Ketahanan Nasional


Di era globalisasi saat ini para pemuda Indonesia haruslah semakin mengerti apa
itu ketahanan nasional serta sebagai penerus bangsa juga harus tahu cara menjaga
ketahanan nasional. Ketahanan Nasional yaitu kondisi dinamis suatu bangsa, meliputi
seluruh aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan, ketangguhan serta
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala
tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar maupun dari dalam, baik secara
langsung maupun tidak langsung membahayakan integrasi, identitas, kelangsungan hidup
bangsa dan negara , serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.
Dalam ketahanan nasional kita punya Asas Ketahanan Nasional diantaranya yaitu
Asas Kesejahteraan dan Keamanan, Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh
Terpadu, Asas Mawas ke Dalam, Mawas ke Luar, serta Asas Kekeluargaan. Dalam diri
seseorang harus ditanamkan sifat ketahanan nasional diantaranya mandiri, dinamis,
wibawa, konsultasi dan kerjasama. Ini semua merupakan modal awal untuk menjaga
ketahanan nasional.

E.

Dampak Tidak Adanya Ketahanan Nasional


Ketahanan nasional berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi
segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan. Jadi jika tidak ada ketahanan
nasional di Negara kita, mungkin Negara kita tidak akan tangguh dan sekokoh seperti

sekarang ini, ketahanan nasional itu dasar dari bersatunya rakyat Indonesia, sehingga
dapat membangun bangsa ini menjadi lebih tangguh dalam menghadapi segala ancaman
yang datangnya secara tiba-tiba sekalipun.

F.

SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA


Ketahanan nasional memiliki sirat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam
landasan dan asas-asanya, yaitu :

1.

Mandiri
Ketahanan nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan
dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan
pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa. Kemandirian (independency) ini
merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam
perkembangan global (independent).

2.

Dinamis
Ketahanan nasional tidaklah tetap. Ia dapat meningkat atau menurun, tergantung pada
situasi dan kondisi bangsa, negara, serta lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan
hakikat bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senan
tiasa berubah pula. karena itu, upaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa
diorientasikan ke masa depan dan dinamakikanya di arahkan untuk pencapaian kondisi
kehidupan nasional yang lebih baik.

3.

Wibawa
Keberhasilan pembina ketahanan nasional Indonesia secara berlanjut dan
berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa. Makin tinggi
tingkat ketahanan nasional inonesia, makin tinggi pula nilai kewibawaan dan tingkat daya
tangkal yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

4.

Konsultasi dan kerjasama


Konsepsi ketahanan nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan
antaginistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih

mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama, serta saling menghargai dengan


mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian bangsa.

G. PENGARUH ASPEK KETAHANAN NASIONAL TERHADAP


KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
Berdasarkan rumusan pengertian tannas dan kondisi kehidupan nasional Indonesia.
Tannas sesungguhnya merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan nasional
dalam berbagai aspek pada saat tertentu. Tiap-tiap aspek, terutama aspek-aspek dinamis,
didalam tata kehidupan nasional relatif berubah menurut waktu, ruang, dan lingkungan
sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang sangat kompleks dan amat sulit di
pantau. Dalam rangka pemahaman dan pembinaan tata kehidupan nasional tersebut,
diperlukan penyederhanaan dari berbagai aspek kehidupan nasional. Penyederhanaan
tersebut berbentuk model dari hasil pemetaan keadaan nyata melalui analisis mendalam
yang dilandasi oleh teori hubungan antara manusia dan Tuhan, manusia dan manusia atau
masyarakat, dan antara manusia dan lingkungan.
Dari pemahaman tentang hubungan tersebut timbul gambaran bahwa Konsepsi Ketahanan
Nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan , yaitu :
1.

Aspek yang berkaitan dengan alam bersifat statis, yang meliputi aspek Geografi, aspek
Kependudukan dan aspek Sumber Kekayaan Alam.

2.

Aspek yang berkaitan dengan sosial bersifat dinamis, yang meliputi aspek Ideologi,
aspek Politik, aspek Sosial Budayadan aspek Pertahanan dan Keamanan.
Pengaruh Aspek Ideologi
Ideologi adalahsuatu sistem nilai sekaligus kebulatan ajaran yang memberikan
motivasi. Ideologi juga mengandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan
oleh suatu bangsa. Keampuhan suatu ideologi tergantung pada rangkaian nilai yang
dikandungnya, yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi dan kehidupan
manusia. Secara teoritis, suatu ideologi bersumber dari suatu falsafah dan merupakan
pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.

a.

Ideologi Dunia

1.

Liberalisme
Aliran pikiran perseorangan atau inividualistik. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa
negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua
individu dalam masyarakat itu ( kontrak sosial). Menurut aliran pikiran ini, kepentingan
harkat dan martabat individu dijunjung tinggi sehingga masyarakat tiada lebih dari jumlah
para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. Hak dan kebebasan seseorang hanya
dibatasi oleh hak yang sama , bukan oleh kepentingan mastarakat seluruhnya.
Liberalisme bertitik tolak dari HAM sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh
siapapun termasuk penguasa, kecuali atas persetujuan yang bersangkutan. Paham
liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar kebebasan dan kepentingan pribadi yang
menuntut kebebasan individu secara mutlak, yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan
hidup di tengah-tengah kekayaan materiil yang melimpah dan dicapai dengan bebas.
Paham liberalisme selalu mengatkan aliran pikirannya dengan HAM yang menyebabkan
paham tersebut memiliki daya tarik yang kuat dikalangan masyarakat tertentu. (Aliran
pikiran perseorangan/individualistik di ajarkan oleh Thomas Hobbes, John Locke, Jean
Jaques Rousseau, Herbert Spencer dan Harold J. Laski.)

2.

Komunisme
Aliran pikiran golongan (clas theory) yag diajarkan oleh Kar Marx, Engels, dan Lenin
pada mulanya merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat
pada awal revolusi industri.Aliran pikiran ini beranggapan bahwa negara adalah susunan
golongan (kelas) ekonomi kuat menindas ekonomi lemah., karena itu Marx menganjurkan
kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari golongan
kaya kapitalis ban borjuis agar kaumburuh dapat ganti berkuasa dan mengatur negara.
Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran materialistik. Aliran pikiran ini sangat
menonjolkan penggolongan, pertentangan antar golongan, konflik, kekerasan atau
revolusi, dan perebutan kekuasaan negara.

Operasionalisasi pikiran-pikiran Karl Marx tentang sosial, ekonomi, dan politik yang
kemudian disistematiskan oleh Frederick Engels dan ditambah dengan pemikian Lenin
terutama dalam hal pengorganisasian, menjadi landasan dari paham komunisme.
Sesuai dengan aliran pikiran yang melandasi komunisme, dalam upaya merebut atau
mempertahankan kekuasaan komunisme akan :
1)

Menciptakan situasi konflik untuk mengadu golongan-golongan tertentu serta


menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

2)

Ajaran komunis bersifat atheis, tidak percaya akan adanya Tuhan YME, dan didasarkan
pada kebendaan (materialistis). Bahkan agama dinyatakan sebagai racun bagi kehidupan
bermasyarakat.

3)

Masyarakat komunis bercorak internasional. Masyarakat yang dicita-citakan oleh


komunis adalah masyarakat komunis dunia yang tidak dibatasi oleh kesadaran nasional.
Hal ini
tercermin dalam seruan Marx yang terkenal Kaum buruh diseluruh dunia bersatulah!
komunisme menghendaki masyarakat tanpa nasionalisme.

4)

Masyarakat komunis yang dicita-citakan adalah masyarakat tanpa kelas. Masyarakat


tanpa kelas dianggap masyarakat yang dapat memberikan suasana hidup yang aman dan
tentram, tanpa pertentangan, tanpa hak milik pribadi atas alat produksi, dan tanpa
pembagian kerja.
Perombakan masyarakat hanya dapat dilaksanakan melalui revolusi. Setelah revolusi
berhasil, hanya kaum proletar yang akan memegang tampuk pimpinan kekuasaan negara
dan menjalankan pemerintahan secara diktatur mutlak ( diktator proletariat.

3.

Paham Agama
Ideologi bersumber dari falsafah agama yang memuat dalam kitab suci agama. Negara
membina kehidupan keagamaan umat. Negar bersifat spiritual religius. Dalam bentuk
lain, negara melaksanakan hukum agama dalam kehidupannya. Negara berdasakan
agama.

b.

Ideologi Pancasila
Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali dari nilai-nilai dasar buday bangsa
Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh berkembang di Indonesia (Ir.
Soekarno 1 Juni 1945).

Sila-sila Pancasila ialah :


a.

Ketuhanan Yang Maha Esa.

b.

Kemanusiaan yang adil dan beradab.

c.
d.

Persatuan Indonesia.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.

e.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Kelima sila Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pengalaman
dan pemahaman nya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung nilai spiritual, memberikan kesempatan
yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penaganut kepercayaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia.nilai ini berfungsi sebagai
kekuatan mental spiritual dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. Dengan demikian
atheisme tidak berhak hidup dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama dibumi
Indonesia.
Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab mengandung nilai kesamaan derajat
maupun kewajiban dan hak, cinta mencintai, hormat menghormati, keberanian membela
kebenaran dan keadilan, toleransi, dan gotong royong.
Sila Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik mengandung
nilai persatuan bangsa dan kesatuan wilayah yang merupakan faktor pengikat dan
jaminam keutuhan nasional atas dasar Bhineka Tunggal Ika. Nilai ini menempatkan
kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau
golongan. Sebaliknya, kepentingan pribadi dan golongan diserasikan dalam rangka
kepentingan bangsa dan bernegara.
Sila Kerakyatanyang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/
Perwakilan menunjukan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat yang diwujudkan
olehpersatuan nasional yang riil dan wajar. Nilai ini mengutamakan kepentingan bangsa
dengan mempertahankan penghargaan atas kepentigan pribadi dan golongan, musyawarah
untuk mufakat, kebenaran dan keadilan.
Sila keadialn bagi seluruh masyakat (WNI), bagi seluruh Rakyat Indonesia
mengandung nilai keadilan, keseimbangan antara hak dan kewajiban penghargaan

terhadap hak orang lai, gotong royong dalam suasana kekeluargaan, ringan tangan dan
kerja kerasuntuk bersama-sama mewujudkan kemajuanyang merata dan berkeadilan
sosial.
c.

Ketahanan pada aspek Ideologi.

1.

Konsepsi tentang ketahan Ideologi.


Ideologi mengandung konsep dasar tentang kehiduan yang dicita-citakan oleh suatu
bangsa. Keampuhan tergantung pada rangkaian nilai yang dapat memenuhi serta
menjamin segala aspirasi kehidupan mausia baik sebagai individu maupun
anggota masyarakat.
Ketahanan Ideologi diartikan sebagi kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa
Indonesia. Ketahanan ini mengandung keuletan dan kekuatan nasional dalam menghadapi
dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan dari luar maupun
dari dalam secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan
kehidupan ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia.
Perwujudan ketahanan ideologi memerlukan kondisi mental bangsayang berlandaskan
keyakinan akan keberanian ideologi Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan negaraserta
berlandaskan pengalaman Pancasila secara konsisten dan berlanjut.
Pancasila merupakan ideologi nasional, dasar negara , sumber hukum, dan pandangan
hidup bangsa Indonesia. Pencapaian Ketahanan Ideologi memerlukan penghayatan dan
pengalaman Pancasilasecara murni dan kosekuen, baik objektif maupun subjektif.
Pelaksanaan objektif adalah pelaksanaan nilai-nilai yang secara tersurat terkandung dalam
ideologi atau paling tidak tersirat dalam UUD 1945 serta segala peraturan perundangundangan dibawahnya dan segala kegiatan penyelenggaraan negara. Pelaksanaan
subjektif adalah pelaksanaan nilai-nilai tersebut oleh masing-masing individu dalam
kehidupan sehari-hari, sebagai pribadi , anggota masyarakat, dan warga negara. Pancasila
mengandung sifat idealistik, realistik dan fleksibel, sehingga terbuka terhadap
perkembangan yang terjadi. Tetapi keterbukaan itu sesuai dengan dealisme yang
terkandung didalamnya.
Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia terdapat dalam Alenia IV
pembukaan UUD 1945, Ketetapan MPR RI Nomor : XVIII/MPR/1998. Pancasila sebagai

ideologi Nasional terdapat dalam ketetapan MPR RI Nomor : XVIII/MPR/1998.


Pancasila sebagai Pandangan Hidup dan Sumber Hukum terdapat dalam Ketetapan MPR
RI Nomor : IX/MPR/1978.
2.

Pembinaan Ketahanan Ideologi


Upaya memperkuat Ketahanan Ideologi memerlukan langkah pembinaan berikut :

a)

Pengalaman Pancasila secara objektif dan subjektif terus dikembangkan serta


ditingkatkan.

b)

Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus direlevansikan dan diaktualisasikan nilai
instrumentalnya agar tetap mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan dalam
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, selaras dengan peradaban dunia tanpa
kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

c)

Bhineka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara yang bersumber dari Pancasila
harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat sebagai upaya untuk selalu
menjaga persatuan bangsa dan kesatuan wilayah serta moralitas yang loyal dan bangga
terhadap bangsa dan negara.

d)

Pancasila sebagai Pandangan hidup bangsa dan dasr negara Republik Indonesia harus
dihyati dan diamalkan secara nyata oleh setiap penyelenggara negara, lembaga
kenegaraan, lembaga kemasyarakat, serta setiap warga negara Indonesia agar kelestarian
dan keampuhannya terjaga dan tujuan nasional serta cita-cita bangsa Indonesia
terwujud.pembanguan, sebagai pengalaman Pancasila, harus menunjukkan keseimbangan
antara fisik material dengan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme
dan sekularisme. Dengan memperhatikan Geografi Indonesia, pembangunan harus adil
dan merata diseluruh wilayah untuk memupuk rasa persatuan bangsa dan kesatuan
wilayah.

e)

Pendidikan Moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik dengan cara
mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran seperti : Pendidikan Budi Pekerti, Pendidikan
Sejarah Perjuangan Bangsa, Bahasa Indonesia dan Kepramukaan.
Pengaruh Aspek Politik

a.

Politik Secara Umum


Politik berasal dari kata politics yang mengandung makna kekuasaan ( pemerintah )
dan atau policy yang berarti kebijaksanaan. Di Indonesia, kita tidak memisahkan politics
dari policy. Hubungan ini tercerin pada pemerintahan negara yang berfungsi sebagai
penentu kebijaksanaan dan dan ingin mewujudkan aspirasi serta tuntutan masyarakat.
Karena itu, kebijaksanan pemerintahan negara tersebut harus serasi dan selaras dengan
keinginan dan aspirasi masyarakat.

b.

Politik di Indonesia
Politik di Indonesia, yang harus dilihat dalam konteks Ketahanan Nasional, meliputi
dua bagian utama, yaitu politik dalam negeri dan politik luar negeri.

1.

Politik Dalam Negeri


Politik dalam negeri adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi
masyarakat dalam satu sistem. Unsur-unsurnya terdiri dari : struktur politik, proses
politik, budaya politik, komunikasi politik, dan partisipasi politik.

a.

Struktur Politik merupakan wadah penyaluran kepentingan masyarakat dan sekaligus


wadah pengkaderan pimpinan nasional.

b.

Proses Politik merupakan suatu rangkaian pengambilan keputusan tentang berbagai


kepentingan politik maupun kepentingan umum yang bersifat nasional dan penentuan
dalam pemilihan kepemimpinan yang puncak nya terselenggara dalam Pemilu.

c.

Budaya Politik merupakan pencerminan dari aktualisasi hak dan kewajiban rakyat
dalam kehidupan bermasyarakat ,berbangsa, dan bernegara yang dilaksanakan secara
sadar dan rasional melalui pendidikan politik dan kegiatan politik yang sesuai dengan
disiplin nasional.

d.

Komunikasi Politik merupakan suatu hubungan timbal balik dalam kehidupan


bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dimana rakyat merupakan sumber aspirasi dan
sumber pimpinan nasional.

2.

Politik Luar Negeri

Politik Luar Negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam
pergaulan antar bangsa. Politik Luar Negeri Indonesia yang berdasarkan pembukaan
UUD 1945 melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,
keadilan sosial, serta anti penjajahan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan
peri keadilan.
a.

Sebagai Bagian Integral dari Strategi Nasional


Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional dalam kehidupan
antarbangsa. Dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntutan moral dan etika,
politik luar negeri Indonesia ditujukan pada kepentingan nasional terutama pembangunan
nasional. Dengan demikian, politik luar negeri merupakan bagian integral dari strategi
nasional dan secara keseluruhan merupakan salah satu sarana pencapaian tujuan nasional.

b.

Garis Politik Luar Negeri


Politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas, dalam pengertian bahwa
Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang tidak sesuai dengan kepribadian
bangsa. Aktif, dalam pengertian peran Indonesia dalam percaturan internasional tidak
bersifat reaktif dan Indonesia tidak menjadi objek percaturan internasional. Indonesia
berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan
UUD 1945. Karena Heteroginitas kepentingan bangsa-bangsa di dunia, politik luar negeri
harus bersifat kenyal, dalam arti bersikap moderat dalam hal yang kurang prinsipil dan
tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar seperti yang ditentukan dalam pembukaan
UUD 1945. Politik Luar Negeri juga harus lincah dalam menghadapi dinamika perubahan
hubungan antar bangsa yang cepat dan tidak menentu. Daya penyesuaian yang tinggi
diperlukan dalam menanggapi dan menghadapi perkembangan-perkembangan itu

a.

Kedudukan
Ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh
bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara
berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan,
wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual,

yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan
konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.
b.

Fungsi
Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu
dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola
kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter - regional (wilayah), inter sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir
yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi,
maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam
cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan
nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan
pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang
dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.

c.

Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan
nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari
luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negar serta
perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini :
a.

Perekonomian Secara Umum

perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan
pemenuhan kebutuhan masyarakat , yang meliputi produksi , distribusi , serta konsumsi
barang dan jasa , dan dengan usaha usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
sistem perekonomian yang dianut oleh suatu negara akan memberi corak pada kehidupan
perekonomian negara tersebut . sistem perekonomian liberal dengan orientasi pasar secara
murni akan sangat peka terhadap pengaruh pengaruh yang datang dari luar. di lain
pihak, sistem perekonomian sosialis dengan perencanaan serta pegendalian secara penuh
oleh pemerintah kurang peka terhadap pengaruh dari luar. kini tidak ada lagi sistem

perekonomian liberal murni atau sistem perekonomian sosial murni. sistem libaral yang
terdapat di dunia kapitalis sudah menyerap beberapa unsur sosialisme , sedangkan negara
negara komunis sudah mulai memasukan beberapa aspek kapitalisme meskipun
dengan modifikasi tertentu .

b.

Perekonomian Indonesia
sistem perekonomian bangsa Indonesia mengacu pada pasal 33 UUD 1945 , yang
menyebutkan bahwa sistem perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama
berdasarkan asas kekeluargaan . cabang cabang produksi yang penting bagi negara dan
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bumi dan kekayaan alam yang
terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar besarnya untuk
kemakmuran rakyat.
sistem perekonomian sebagai usaha bersama berarti bahwa setiap warga negara
mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda perekonomian
dengan tujuan untuk mensejahterakan bangsa. Dengan demikian , perekonomian tidak
hanya dijalankan oleh pemerintah dan diwujudkan dalam bentuk kegiatan perekonomian
dalam bentuk usaha usaha swasta diberbagai bidang. didalam perekonomian
Indonesia tidak dikenal adanya usaha monopoli maupun monopsoni , baik yang
dilakukan oleh pemerintah maupun oleh swasta. Masyarakat yang tidak termasuk dalam
badan usaha swasta masih mempunyai peluang untuk membentuk badan usaha dalam
bentuk koperasi.
secara makro , sistem perekonomian Indonesia dapat disebut sebagai sistem
perekonomian kerakyatan. Bumi , air , dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya
dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar - besarnya kemakmuran rakyat .
kemakmuran rakyat yang dimaksud adalah kemakmuran rakyat Indonesia , termasuk
mereka yang berada di pulau pulau kecil terpencil di puncak gunung atau di tengah
hutan belantara. Negara, dalam hal ini pemerintah, harus dapat memakmurkan rakyat
setempat melalui pemanfaatan sumber kekayaan alam yang berada didaerah mereka
masing masing.

dalam era globalisasi , satu negara tidak mungkin menutup diri dari sistem perekonomian
dunia . Demikian juga Indonesia , ia terbuka terhadap perkembangan sistem ,
ekonomi dunia. tingkat integrasi ekonomi nasional dengan ekonomi global sangat
penting , karena hal ini merupakan ukuran dari kemampuan ekonomi nasional untuk
secara adaptif mengikuti irama dan dinamika pasar internasional . keberanian Indonesia
untuk menyutujui GATT , AFTA , dan APEC menunjukan kemauannya untuk menjadi
bagian integral dari sistem pasar internasional.
d.

Ketahanan pada Aspek Ekonomi


ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian
bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam mengahadapi serta
mengatasi segala tantangan, ancaman , hambatan dan gangguan yang datang dari luar
maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin
kelangsungan perekonomian bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.

a.

Ketahanan Pada Aspek Politik Dalam Negeri

1)

System pemerintahan yang berdasarkan hukum, tidak berdasarkan kekuasaan yang


bersifat absolut, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya
oleh MPR sebagai penjelmaan seluruh rakyat.

2)

Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. Namun perbedaan


tersebut tidak menyangkut nilai dasar, sehingga tidak menjurus pada konflik fisik. Di
samping itu, timbulnya dictator mayoritas dan tirani minoritas harus di cegah.

3)

Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam


masyarakat dan tetap berada dalam lingkup pancasila, UUD 1945, dan wawasan
nusantara.

4)

Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat, dan antar
kelompok /golongan dalam masyarakat dalam rangka mencapai tujuan nasional dan
kepentingan nasional.

b.

Ketahanan pada aspek politik luar negeri

1)

Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama internasional di


berbagai bidang atas dasar sikap saling menguntungkan, meningkatkan citra positif
Indonesia di luar negeri, dan memantapkan persatuan bangsa serta keutuhan NKRI.

2)

Politik luar negeri terus di kembangkan menurut prioritas dalam rangka meningkatkan
persahabatan dan kerjasama antar Negara berkembang dan Negara maju sesuai
kemampuan demi kepentingan nasional. Peran Indonesia dalam membina dan
mempererat persahabatan dan kerjasama antarbangsa yang saling menguntungkan perlu
terus diperluas dan ditingkatkan. Kerjasama dengan Negara-negara anggota ASEAN,
terutama di bidang ekonomi, iptek dan social budaya terus dilanjutkan dan
dikembangkan. Peran aktif Indonesia dalam gerakan Non- Blok dan OKI serta
mengembangkan hubungan demi kerjasama antarnegara di kawasan Asia Pasifik perlu
terus ditingkatkan.

3)

Citra positif Indonesia terus ditingkatkan dan diperluas Antara lain melalui promosi,
peningkatan diplomasi, lobi internasional, pertukaran pemuda, pelajar, dan mahasiswa,
serta kegiatan olah raga.

4)

Perkembangan, perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan seksama
agar terjadinya dampak negatifyang dapat mempengaruhi stabilitas nasional dan
menghambat kelancaran pembangunan dan pencapaian tujuan nasional dapat diperkirakan
secara dini.

5)

Langkah bersama Negara berkembang dengan Negara industry maju untuk


memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan perlu ditingkatkan melalui
perjanjian perdagangan internasional serta kerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan
internasional.

6)

Perjuangan mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia berdasarkan


kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social melalui penggalangan, pemupukan
solidaritas, kesamaan sikap, serta kerjasama internasional dalam berbagai forum regional
dan global. Peran aktif Indonesia dalam perlucutan senjata, pengiriman serta pelibatan

pasukan perdamaian, dan penyelesaian konflik antarbangsa perlu terus ditingkatkan.


Upaya restrukturisasi PBB terutama dewan keamanan agar efektif, efisien, dan
demokratis harus terus dilaksanakan.
7)

Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan dengan pembenahan


system pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan calon diplomat secara menyeluruh agar
mereka dapat menjawab tantangan tugas yang mereka hadapi. Selain itu, aspek-aspek
kelembagaan dan sarana penunjang lainnya perlu ditingkatkan.

8)

Perjuangan bangsa Indonesia yang menyangkut kepentingan nasional, seperti


melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negative Negara lain dan
melindungi hak-hak warga Negara republic Indonesia di luar negeri perlu ditingkatkan.

3. Pengaruh Aspek Ekonomi


a. perekonomian secara umum
Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan
pemenuhan kebutuhan masyarakat, yang meliputi produksi, distribusi, serta konsumsi
barang dan jasa, dan dengan usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
System perekonomian yang dianut oleh suatu Negara akan memberi corak pada
kehidupan perekonomian Negara tersebut. System perekonomian liberal dengan orientasi
pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruh-pengaruh yang datang dari luar.
Di lain pihak, system perekonomian sosialis dengan perencanaan serta pengendalian
secara penuh oleh pemerintah kurang peka terhadap pengaruh dari luar. kini tidak ada lagi
system perekonomian liberal murni atau system perekonomian social murni. System
liberal yang terdapat di dunia kapitals sudah menyerap beberapa unsur sosialisme,
sedangkan Negara-negara komunis sudah mulai memasukan beberapa aspek kapitalisme
meskipun dengan modifikasi tertentu.

b.perekonomian Indonesia
system perekonomian bangsa Indonesia mengacu pada pasal 33 UUD 1945, yang
menyebutkan bahwa system perekonomian Indonesia di susun sebagai usaha bersama
berdasarkan asas kekeluargaan. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. Bumi dan kekayaan alam

yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh Negara dan di pergunakan sebesar- besarnya
untuk kemakmuran rakyat.

c. Ketahan pada aspek ekonomi


Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa
yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar
maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsunguntuk menjamin
kelangsungan perekonomian bangsa dan Negara republic Indonesia berdasarkan pancasila
dan UUD 1945.
Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi yang diingikan memerlukan pembinaan
berbagai hal, yaitu Antara lain:
1. System ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan
kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah nusantara. Melalui ekonomi
kerakyatan serta untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan
kelangsungan hidup bangsa dan Negara berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
2. Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan:
a.

System free fight liberalism yang hanya menguntungkan pelaku ekonomi kuat dan tidak
memungkinkan berkembangnya ekonomi kerakyatan.

b. System etatisme, dalam arti Negara beserta aparatur ekonomi Negara bersifat dominan
serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sector
Negara.
c.

Pemutusan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang
merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita dan keadilan social.

3. Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam


keselarasan dan keterpaduan antar sector pertanian dan perindustrian serta jasa

BAB III
PENUTUP

A.

Kesimpulan
Ketahanan nasional merupakan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan
nasional dalam menghadapi segala ancaman yang datang, jadi ketahanan nasional
sangatlah penting bagi Negara, berfungsi sebagai pengokoh Negara yang bersatu dalam
menghadapi segala ancaman.

B.

Saran
Dari adanya uraian di atas, kita sebagai warga Negara Indonesia menjadi tahu apa arti
penting ketahanan nasional, maka dari itu kita khususnya sebagai penerus bangsa harus
menjaga ketahanan nasional dengan baik,selalu ada sehingga ketahanan nasional tidak
mengalami kepunahan.

DAFTAR PUSTAKA

http://ragilmujiyanto.blogspot.com/2013/05/upaya-menjaga-ketahanannasional.html
http://yokoisvip.blogspot.com/2013/05/kewarganegaraan-upaya-untukmenjaga.html
http://emperordeva.wordpress.com/about/ketahanan-nasional/
http://gilatugas.blogspot.com/p/ketahanan-nasional.html

Posted by Muhammad Gafur at 12:26 PM


Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
Digg itStumbleUponFacebookTwitterdel.icio.us
0 comments:
Post a Comment
Older PostHome
Subscribe to: Post Comments (Atom)
About Me
MU HA MMA D GA FU R
V IEW M Y COM P LE TE P RO F ILE
Followers
Powered by Blogger.
Blog Archive

2013 (1)

November (1)
Makalah Ketahanan Nasional

2012 (6)

Copyright 2010 berbagi ilmu


Carbon 12 Blogger template by Blogger Bits. Supported by Bloggermint