Anda di halaman 1dari 20

KEY PERFORMANCE INDICATORS(KPIs) /INDIKATOR UTAMA KINERJA KEPALA

RUANG
RUMAH SAKIT DR. MOEWARDI
I.

Latar Belakang
Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan di rumah sakit memegang peranan
penting dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Keberhasilan pelayanan
kesehatan bergantung pada partisipasi perawat dalam memberikan perawatan yang
berkualitas bagi pasien (Potter & Perry, 2005). Hal ini terkait dengan keberadaan perawat
yang bertugas selama 24 jam melayani pasien, serta jumlah perawat yang mendominasi
tenaga kesehatan di rumah sakit, yaitu berkisar 40-60 % (Swansburg, 2000). Rumah sakit
perlu melakukan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) perawat agar terbentuk kinerja
perawat professional sesuai dengan posisi masing-masing. Oleh karena itu perlu adanya
panduan yang disusun bersama oleh kelompok perawat itu sendiri yaitu dipandu oleh
Standar Praktik Profesional dan Standar Kinerja yang disebut Key Performance Indicators
(KPIs)
Key Performance Indicators (KPIs) merupakan istilah yang sering ditemui dalam era
globaisasi ini dimana perusahaan dalam hal ini rumah sakit perlu senantiasa meningkatkan
kualitas pelayanannya agar tetap meiliki daya saing yang baik. Key Performance Indicators
(KPIs) merupakan indicator-indicator kunci yang menjadi tolak ukur dalam penilaian
perusahaan (Rumah sakit) yang dijabarkan ke berbagai unit dalam penulisan ini unit yang
dimaksud adalah keperawatan mulai dari level klinik sampai dengan managerial (Wirawan,
2009).
Rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta merupakan rumah sakit milik pemerintah
provinsi yang siap go International melalui Joint Commission International Accreditation
(JCIA) Standart. Sedangkan salah satu mission statement dari JCI sendiri yaitu Focus on
clinical & managerial monitors. Mengacu pada hal tersebut maka Komite Keperawatan
melalui sub etik keperawatan mencoba menginisiasi pembentukan tolak ukur penilaian
kinerja perawat yang akan dituangkan dalam Key Performance Indicators (KPIs) Perawat

II.

Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta.


Pengertian Key Performance Indicators (KPIs)
Key Performance Indicators (KPIs) atau Indikator utama Kinerja merupakan matrik
yang digunakan oleh rumah sakit untuk mengukur kinerja. KPIs memberikan informasi
sejauh mana rumah sakit telah berhasil mewujudkan target kerja yang telah ditetapkan.
KPIs biasa digunakan untuk menilai masalah kinerja rumah sakit serta tindakan apa yang
diperlukan untuk menyikapi masalah tersebut.

Ciri-ciri KPIs:
a.

Indikator KPIs harus bersifat terukur harus bisa dihitung atau diukur.

b.

Indikator KPIs juga merujuk pada hasil kerja kita (output kerja).

c.

Ukuran keberhasilan harus menunjukkan indikator kinerja yang jelas, spesifik dan
terukur (measurable).

d.

Ukuran keberhasilan harus dinyatakan secara eksplisit dan rinci sehingga menjadi
jelas apa yang diukur.

e.

Biaya untuk mengidentifikasi dan memonitor ukuran keberhasilan sebaiknya tidak


melebihi nilai yang akan diketahui dari pengukuran tersebut.
Selama ini Key Performance Indicators (KPIs) digunakan untuk mengukur parameter

kualitatif yang cenderung sulit pengukurannya. Misalnya kualitas kepemimpinan dan


kepuasan pelanggan. Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa tidak semua matrik adalah
Key Performance Indicators (KPIs). Perbedaan tersebut terletak pada isi matriknya. Matrik
Key Performance Indicators (KPIs) menjelaskan performa kinerja yang hendak dicapai
oleh rumah sakit disertai langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk
merealisasikan program rumah sakit tersebut.
Sebuah matrik dikatakan sebagai Key Performance Indicators ketika memenuhi
kriteria berikut ini.
a.

Memiliki target.
Target yang dimaksud yakni berupa target yang hendak dicapai serta waktu yang
diperkukan untuk meraih target tersebut.

b.

Berorientasi pada outcome.


Matriks tidak sekedar berupa output (hasil dari proses) sebab outcome juga
berpengaruh secara signifikan.

c.

Memiliki nilai threshold (ambang batas).


Nilai threshold dimaksudkan untuk membedakan antara nilai target dengan nilai
aktual.

III. Manfaat Key Performance Indicators (KPIs)


Key Performance Indicators (KPIs) memiliki peran penting bagi kemajuan rumah
sakit. KPIs bisa mengukur pencapaian performa kinerja pegawai rumah sakit dalam hal ini
perawat apakah sudah sesuai atau belum sama sekali. Pengelolaan kinerja perawat
melalui sistem KPIs memberikan sejumlah manfaat positif bagi rumah sakit, diantaranya
adalah:

a.

Kinerja setiap perawat dapat dievaluasi secara lebih obyektif dan terukur, sehingga
dapat mengurangi unsur subyektivitas yang sering terjadi dalam proses penilaian
kinerja perawat.

b.

Setiap perawat menjadi lebih paham mengenai hasil kerja yang diharapkan darinya.
Hal ini akan mendorong perawat bekerja lebih optimal untuk mencapai target kinerja
yang telah ditetapkan.

c.

Proses pembinaan kinerja perawat dapat dilakukan secara lebih transparan dan
sistematis.

d.

Hasil skor Key Performance Indicators yang obyektif dan terukur juga dapat dijadikan
dasar untuk pemberian reward dan punishment untuk perawat. Dengan demikian,
perawat yang kinerjanya lebih bagus akan mendapat reward, sebaliknya yang
kerjanya kurang baik akan mendapat punishment.

IV.

Prinsip Key Performance Indicators (KPIs)


Prinsip dalam pembentukan Key Performance Indicators adalah SMART. SMART
merupakan akronim dari specific (spesifik), measureable (terukur), achievable (bisa
dicapai/realistis), reliable (bisa dipercaya), dan time bound (target waktu).
Berikut ini merupakan penjelasan dari kaidah SMART:
a.

Specific (Spesifik)
KPIs harus bersifat khusus, unik dalam merefleksikan tujuan rumah sakit. Jadi
satu rumah sakit ada kemungkinan mempunyai KPIs organisasi yang berbeda
dengan rumah sakit lainnya. Setelah memiliki KPIs rumah sakit, KPIs-KPIs tersebut
di-generate atau di-cascade ke bawah, sehingga muncullah KPIs-KPIs unit kerja
sebagai contoh disini adalah KPIs yang disusun oleh Komite Keperawatan. Dan hasil
generate KPIs unit kerja diterjemahkan ke KPIs masing-masing individu yang ada di
dalam unit kerja yang bersangkutan.

b.

Measurable (Terukur)
Indikator suatu kinerja tidak akan berjalan secara objektif bila tidak dapat diukur
tingkat keberhasilannya.

c.

Achievable (Bisa dicapai)


Achievable merupakan faktor yang paling penting dalam mengidentifikasi efektivitas
KPIs.Target yang dituliskan bisa dicapai oleh masing-masing individu dalam rumah
sakit tersebut. Bisa dicapai, tidak perlu terlalu banyak, realistis sehingga tidak terlalu
rendah (yang mengakibatkan kurang motivasi dan meremehkan suatu KPIs), namun

juga tidak terlalu tinggi (yang membuat orang di dalamnya putus asa karena tidak
mungkin tercapai).
d.

Reliable (Dapat diandalkan)


KPIs yang dibuat haruslah esensial bagi rumah sakit untuk mencapai tujuannya.
KPIs dapat memberikan gambaran pada setiap karyawan terhadap apa yang penting
dan apa yang harus dilakukan agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

e. Time Bound (Target waktu)


Aspek lain yang tidak kalah pentingnya adalah menetapkan perhitungan target
waktu yang dapat menjadi acuan kinerja.

V. Kriteria Key Performance Indicator (KPIs)


A. KPIs yang harus dimiliki seorang perawat secara umum
Ada tujuh indicator yang harus dimiliki perawat baik klinikal maupun managerial yang
akan dijabarkan dalam table berikut:

1.

Indikator
Leadership
(Kepemimpinan)

Deskripsi
Perawat
berkemampuan
mendukung visi, misi, nilai
dan tujuan
rumah sakit
b.
Memiliki
kemampuan
komunikasi efektif baik verbal maupun
tertulis
c.
Bertindak dengan integritas dan
akuntabilitas demi menjaga reputasi dan
suksesnya organisasi
d.
Mampu
mempromosikan/menyampaikan
sense
rumahsakit untuk menrik minat pelanggan
a.

2.

Customer
Service
(Pemberi
pelayanan kepada
pelanggan)

Perawat memiliki sikap:


a.
Melayani adalah prioritas utama
b.
Menjaga hubungan baik dengan
pelanggan
c.
Melihat dan bertindak secara
professional
d.
Meningkatkan kompetensi dan
komunikasi
e.
Menghargai
harkat
dan
martabat manusia, keunikan ragam budaya
dan ragam karakter
f.
Pembelajar seumur hidup

3.

Technical Skill
& Application

a.

Mempraktikkan
ilmu
pengetahuan & keterampilan sesuai posisi

(
Kemampuan
teknik
dan
penerapan)

4.

Personal
&
Professional
Development
(Pengembangan
personal dan sikap
professional)

masing-masing
Belajar
tentang
program
orientasi & kebijakan rumah
sakit
c.
Menguasai
teknologi
baik
komputer maupun internet
d.
Mengadopsi ilmu-ilmu baru dan
disesuaikan dengan kondisi rumah sakit
b.

a.

b.
c.
d.
e.
f.

5.

Team work &


Communication
(Kerja
tim
&
komunikasi)

a.

6.

Continuous
Improvement
(Pengembangan
berkelanjutan)

a.

Secara
kontinu
mengembangkan
personalitas
dan
profesionalitas untuk meningkatkan jenjang
karier
Mengikuti
training/seminar/pelatihan baik di rumah
sakit maupun external rumah sakit
Berpartisipasi
aktif
dalam
proses managemen
Mengevaluasi
kemampuan
pribadi meningkatkan
kompetensi
melalui belajar terus menerus
Dinamis meng-update ilmu dan
issue terkini yang berhubungan dengan
keperawatan
Memperluas networking dengan
profesi kesehatan lain.

Bersikap & berkemauan possitif


dengan rekan kerja untuk mencapai tujuan
rumah sakit
b.
Berkomunikasi secara efektif
baik verbal maupun tertulis
serta
mampu mendengar aktif
c.
Bekerjasama
secara
dinamis,mendukung ide rekan kerja yang
possitif, meredam konflik
d.
Memberi kesempatan kepada
rekan kerja untuk mengembangkan kareer
dan memotivasi rekan kerja yang malas.
Bersikap komitmen terhadap
peningkatan kualitas dan aktif menjalankan
tata tertib dan standart
b.
menginisiasi dan berkontribusi
aktif dalam peningkatan kualitas pelayanan
rumah sakit
c.
Ikut memonitor pengelolaan
kebijakan dan prosedur rumah sakit serta
memastikan bahwa kebijakan dan prosedur
tersebut efektif dan aman.
d.
Berbartisipasi aktif terhadap
pekerjaan yang berkaitan dengan

kesehatan & safety untuk


menciptakan lingkungan kerja yang aman
bagi pasien, warga rumah sakit, staff dan
pengunjung.
7.

Administration
&
Documentation
(Adminisrasi
&
dokumentasi)

a.

Menjamin bahwa dokumentasi


akurat dan lengkap, diisi secara profesional
dan berstandart waktu
b.
Menjamin setiap kejadian
terekam (dilaporkan) dan berstandar waktu
c.
Ikut mengevaluasi lembar
rekam medis dan mengajukan perbaikanperbaikan
d.
Bekerjasama dengan Nurse
Unir
Manager
untuk
sosialisasi
pentingnya dokumentasi dan
administrasi kepada seluruh pegawai
rumahsakit (kegiatan ini dilakukan secara
berencana & periodik berdasarkan waktu

B. KPIs sesuai dengan jenjang karier perawat


1. KPIs Perawat Manager II (Setara dengan Kepala Ruang)
Indikator
Deskripsi
1. Leadership
(Kepemimpinan)

a. Menjaga nama baik rumah sakit & mampu


menjadi contoh bawahan serta tim kerja
b. Mampu mempromosikan rumah sakit & memiliki
sense (nilai persuasif) untuk menarik minat
pelanggan
c. Merencanakan jumlah, jenis dan mutu tenaga
perawatan serta tenaga lainnya sesuai
kebutuhan
d. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh
kegiatan pelayanan di
wilayah tanggung
jawabnya
e. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga
perawatan dan tenaga lainnya di wilayah
tanggung jawabnya
f. Memberikan program orientasi kepada tenaga
perawatan baru atau tenaga lainnya yang akan
bekerja di wilayah tanggungjawabnya
g. Memberikan pengarahan dan motivasi kepada
tenaga keperawatan & tenaga lainnya untuk
bekerja sesuai SOP
h. Memberikan rasa aman & melindungi petugas
selama pelaksanaan pelayanan berlangsung

2. Customer
Service
(Pemberi pelayanan
kepada pelanggan)

a. Menghargai harkat dan martabat pasien,


keunikan ragam budaya dan karakter
b. Merencanakan dan menentukan jenis kegiatan
yang akan diselenggarakan sesuai kebutuhan
pasien
c. Memberikan program orientasi terhadap pasien

d.

e.
f.
g.
3 Technical Skill &
Application
( Kemampuan teknik
dan penerapan)

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

4. Personal
&
Professional
Development
(Pengembangan
personal dan sikap
professional)

5. Team
work
Communication
(Kerja
tim
komunikasi)

&
&

dan keluarganya yang meliputi penjelasan


tentang peraturan rumah sakit
Berkolaborasi dengan dokter selama visite
untuk memeriksa pasien dan rencana program
pengobatan serta menyampaikan kepada staf
untuk melaksanakannya.
Mengadakan pendekatan kepada setiap pasien
dan menampung keluhan serta membantu
memecahkan masalah yang dihadapinya.
Menjaga perasaan pasien agar merasa aman
dan terlindung selama pelaksanaan pelayanan
berlangsung
Memberikan penyuluhan kesehatan terhadap
pasien dalam batas wewenangnya
Menguasai
teknologi
komputer
(minimal
Microsoft word, exel, power point), serta mampu
mengoperasionalkan internet
Mengenal jenis, kegunaan dan mampu
mengoperasionalkan barang (alat kesehatan &
alat umum) yang ada di ruangan
Mampu memberikan pertolongan pertama pada
pasien yang membutuhkan resusitasi sesuai
kasus yang ada di wilayah tanggungjawabnya
Menguasai clinical pathway kasus yang sesuai
di wilayah tanggungjawabnya
Mengklasifikasikan/mengelompokkan
pasien
menurut tingkat kegawatan, infeksi dan non
infeksi
Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan
perawatan agar selalu dalam keadaan siap
pakai
Menyusun permintaan kebutuhan rutin alat, obat
dan bahan yang diperlukan di wilayah
tanggungjawabnya

a. Mengikuti training/seminar/pelatihan baik di


rumah sakit maupun external rumah sakit
b. Berpartisipasi aktif dalam proses managemen
c. Mengevaluasi
kemampuan
pribadi
meningkatkan
kompetensi melalui belajar
terus menerus
d. Dinamis meng-update ilmu dan issue terkini
yang berhubungan dengan keperawatan
e. Memperluas
networking
dengan
profesi
kesehatan lain
a. Mengadakan kerjasama dan memelihara
hubungan baik dengan kepala ruang rawat
lainnya, seluruh kepala bidang, kepala bagian,
kepala instalasi dan kepala SMF di rumah sakit
b. Menciptakan dan memelihara suasana kerja
yang baik antara petugas, pasien dan
keluarganya, sehingga memberi ketenangan
c. Berkomunikasi secara efektif baik verbal
maupun tertulis serta mampu mendengar aktif
d. Bekerjasama secara dinamis,mendukung ide
rekan kerja/bawahan yang possitif

e. Memberi
kesempatan
kepada
rekan
kerja/bawahan untuk mengembangkan kareer
f. Mampu melakukan handle complain (meredam
complain) baik terhadap rekan kerja maupun
pasien
6. Continuous
Improvement
(Pengembangan
berkelanjutan)

7. Administration
Documentation
(Adminisrasi
dokumentasi)

8. Berorientasi

a. Mengadakan pertemuan berkala dengan


pelaksana perawatan dan tenaga lainnya yang
berada di wilayah tanggung jawabnya
b. Memeriksa dan meneliti pengisian formulir
sensus harian di wilayah tanggungjawabnya
secara tepat dan benar
c. Memeriksa dan meneliti pengisian daftar
permintaan makanan, berdasarkan macam dan
jenis makanan pasien kemudian memeriksa dan
meneliti ulang pada saat penyajiaannya sesuai
dengan dietnya.
d. Mengawasi dan menilai pelaksanaan pelayanan
keperawatan yang telah ditentukan
e. Mengawasi
peserta
didik
di
wilayah
tanggungjawabnya
untuk
memperoleh
pengalaman belajar, sesuai program pendidikan
f. Melakukan audit secara berkala terhadap
kinerja pegawai yang berada di wilayah
tanggungjawabnya
&
&

pada
hasil kerja
yang
optimal
(Optimum
outcome)

a. Menjamin bahwa dokumentasi akurat dan


lengkap,
diisi
secara
profesional
dan
berstandart waktu
b. Menjamin setiap kejadian terekam (dilaporkan)
dan berstandar waktu
c. Ikut mengevaluasi lembar rekam medis dan
mengajukan perbaikanperbaikan
d. Mempertanggung
jawabkan
pelaksanaan
inventarisasi dalam unit kerjanya
e. Memelihara buku register dan berkas catatan
medic
f. Membuat laporan harian dan bulanan mengenai
pelaksanaan kegiatan pelayanan keperawatan
serta kegiatan lain
a. Menjamin pelayanan yang diberikan memberi
kepuasan terhadap pasien dan keluarga
b. Memberikan kontribusi baik bagi kemajuan
rumah sakit

VI. Mekanisme Penilaian Kinerja Perawat


Terdapat waktu khusus untuk uji kompetensi yang meliputi ujian tertulis,
wawancara, psikotes yang dilakukan oleh Komite keperawatan sub kredensial sebagai
penanggungjawab yang akan membentuk tim adhoc yang terdiri dari unsur profesi
keperawatan, bagian kepegawaian, psikolog, unsur direksi, dilakukan secara periodik
yaitu setiap satu tahun sekali atau dalam kondisi tertentu misalnya seorang kepala ruang

mengundurkan diri/sakit/meninggal/ mutasi sehingga tidak bisa melaksanakan tugas


dengan baik maka membutuhkan pengganti, atau pegawai yang di promosikan naik
jabatan.( SPO terlampir )
Sistem penilaian dengan prosentasi proporsi dari masing-masing indicator sesuai
dengan posisi/jabatan perawat tersebut yang akan di jelaskan secara detail dalam
lampiran.
VII. Penutup
Kesimpulan
1. KPIs di butuhkan oleh setiap rumah sakit untuk menilai seberapa jauh pencapaian RS
terhadap target yang sudah ditetapkan.
2. Pembuatan KPIs harus berdasarkan criteria SMART (Spesific, Measurable,
Achievable, Realiable, Time Bound) agar hasil evaluasi benar-benar valid dan objektif
3. KPIs merupakan hal baru di Rumah Sakit Dr. Moewardi yang perlu ditinjau lebih
dalam, perlu monitoring secara konsisten dan dikembangkan lebih lanjut demi
dinamisasi rumah sakit.
VIII. Daftar Pustaka
-

Swansburg, R.C. (2000). Kepemimpinan dan manajemen keperawatan. untuk


perawat klinis, Alih Bahasa Suharyati Samba. Jakarta: EGC
Tabak, N. & Koprak, O. (2007). Relationship between how nurses resolve their
conflicts with doctors, their stress and job satisfaction. Journal of Nursing
Management 15, 321331
Widyatmini & Luqman, H. (2008). Hubungan kepemimpinan, kompensasi dan
kompetensi terhadap kinerja pegawai dinas kesehatan kota depok. Jurnal Ekonomi
Bisnis No. 2 Vol. 1
Marquis, B.L. & Huston, C., J. ( 2010). Kepemimpinan dan manajemen keperawatan:
teori & aplikasi, ed 4, alih Bahasa, Widyawati dkk, Editor edisi bahasa Indonesia Egi
komara yuda dkk, Jakarta: EGC
Potter, P.A. & Perry, A. G. (2005). Fundamental of nursing: concepts, process and
practice, Harcourt Australia: Mosby

Lampiran 1. Tools Penilaian KPI kepala ruang


N
o.
1

Indikator

Diskripsi uraian tugas

Leadership
(Kepemimpinan)

a. Menjaga nama baik rumah sakit & mampu


menjadi contoh bawahan serta tim kerja

b. Mampu mempromosikan rumah sakit &


memiliki sense (nilai persuasif) untuk
menarik minat pelanggan

c. Merencanakan jumlah, jenis dan mutu


tenaga perawatan serta sumber daya lainnya
sesuai kebutuhan

Media Pembuktian
1
2
3

Sebutkan visi Rumah Sakit Dr. Moewardi


Sebutkan misi Rumah Sakit Dr. Moewardi
Sebutkan falsafah Rumah Sakit Dr.
Moewardi
4 Sebutkan tujuan Rumah Sakit Dr. Moewardi
5 Sebutkan visi dan misi keperawatan Rumah
Sakit Dr. Moewardi
6 Print out finger terpenuhi jam kerja
7 Maksimal tidak apel pagi 3 kali selama 1
bulan dibuktikan dengan lembar presensi
apel pagi
8 Tidak ada keluhan secara tertulis (surat/sms
yang ditujukan ke direktur) dari bawahan
terhadap kepala ruang selama 1 tahun
masa jabatan
9 Memberi contoh performance berseragam
yang baik setiap bekerja
Pertanyaan tentang pelayanan unggulan RS
1 Apa saja yang termasuk pelayanan
unggulan Rumah Sakit Dr. Moewardi
2 Bagaimana program promosi Rumah Sakit
Dr. Moewardi
3 Apa program pelayanan unggulan di
ruangan/instalasi
4 Adanya daftar pelayanan unggulan di
ruangan beserta bukti promosi pelayanan
unggulan tersebut.
1 Adanya program kerja ruangan
2 Bagaimana
cara
penghitungan
3

d. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh


kegiatan pelayanan di wilayah tanggung

kebutuhan tenaga keperawatan


Bukti
program
pemberdayaan
sumber daya manusia dan sumber
daya lainnya.
Memahami
proses
manajerial/manajemen
yang

Standa
rt
30 %

Nilai
1
2
3

jawabnya
2
3
4

e. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga


perawatan dan tenaga lainnya di wilayah
tanggung jawabnya

1
2
3

f.

Memberikan program orientasi kepada


tenaga perawatan baru atau tenaga lainnya
yang
akan
bekerja
di
wilayah
tanggungjawabnya

1
2
3
4

g. Memberikan

pengarahan dan motivasi


kepada tenaga keperawatan & tenaga
lainnya untuk bekerja sesuai SPO

h. Memberikan rasa aman & melindungi


petugas selama pelaksanaan pelayanan
berlangsung

1
2
3
4
1
2
3

berupa PDCA dan diterapkan dalam


bentuk program kerja ruangan.
Adanya mapping tentang kegiatan
dan program harian ruangan
Penggunaan SIM RS untuk mapping
pasien
Mengetahui kasus-kasus khusus di
ruangannya yang membutuhkan
perhatian .
Adanya daftar dinas ruangan
Bagaimana
teknik
pembuatan
daftar dinas
Staf ruangan mampu menyebutkan
tugas hari ini.
Adanya
dokumen
orientasi
pegawai baru
Adanya program orientasi pegawai
baru
Ada evaluasi program orientasi
Terdapat
bukti
hasil
evaluasi
program orientasi pegawai baru
beserta
analisis
dan
tindaklanjutnya.
Adanya dokumen pre dan post conference
Adanya dokumen meeting ruangan minimal
3 bulan sekali
Observasi pelaksanaan pre dan post
conference
Observasi pelaksanaan meeting ruangan
Adanya dokumen pembinaan pegawai
Observasi pembinaan pegawai
Terdapat bukti sosialisasi tentang program
keselamatan pasien dan keselamatan
pekerja

TOTAL: ... X 30%


34
2

Customer

a. Menghargai harkat dan martabat pasien,

Adanya bukti pemilahan pasien laki-laki dan

10%

Service
(Pemberi
pelayanan
kepada
pelanggan)

keunikan ragam budaya dan karakter


2
3
4
5

perempuan
Adanya bukti pelayanan kerohanian dari tim
terkait
Bagaimana
kebijakan
tentang
ruang
perawatan
Bagaimana panduan tentang pelayanan
kerohanian
Bagaimana panduan tentang pelayanan tim
translater
Adanya rencana harian kepala ruang dan
tertuang dalam pre conference
Adanya bukti pemahaman kasus pasien
khusus.
Adanya kelengkapan edukasi multidisiplin
Adanya kelengkapan general consent
minimal 10 rekam medis/disesuaikan dengan
kapasitas ruangan
Wawancara tentang 1 dokumen rekam
medis meliputi program pengobatan dan
perawatan pasien
Adanya mapping harian pasien meliputi
program harian dari masing-masing pasien
Adanya
bukti
dokumen
tentang
permasalahan pasien di ruangan

b. Merencanakan dan menentukan jenis


kegiatan yang akan diselenggarakan sesuai
kebutuhan pasien

c.

Memberikan program orientasi terhadap


pasien dan keluarganya yang meliputi
penjelasan tentang peraturan rumah sakit.

d. Berkolaborasi dengan dokter selama visite


untuk memeriksa pasien dan rencana
program pengobatan serta menyampaikan
kepada staf untuk melaksanakannya.

e. Mengadakan pendekatan kepada setiap


pasien dan menampung keluhan serta
membantu memecahkan masalah yang
dihadapinya.
f. Menjaga perasaan pasien agar merasa
aman dan terlindung selama pelaksanaan
pelayanan berlangsung

Keluhan pelanggan, maksimal 1 komplain


keperawatan per bulan (Data Humas)

g. Memberikan penyuluhan kesehatan


terhadap pasien dalam batas wewenangnya

Adanya dokumen edukasi pasien

TOTAL: ... X 10%


14
3. Technical Skill &
Application
( Kemampuan
teknik dan

a. Menguasai teknologi komputer (minimal


Microsoft word, excel, power point), serta
mampu mengoperasionalkan internet

1
2
3
4

Uji kemampuan word


Uji kemampuan excel
Uji kemampuan powerpoint
Uji kemampuan internet dasar

10%

penerapan)

b. Mengenal jenis, kegunaan dan mampu


mengoperasionalkan barang (alat kesehatan
& alat umum) yang ada di ruangan
c. Mampu memberikan pertolongan pertama
pada pasien yang membutuhkan resusitasi
sesuai kasus yang ada di wilayah
tanggungjawabnya
d. Menguasai clinical pathway kasus yang
sesuai di wilayah tanggungjawabnya

e. Mengklasifikasikan/mengelompokkan pasien
menurut tingkat kegawatan, infeksi dan non
infeksi

f.

Mengatur
dan
mengkoordinasikan
pemeliharaan perawatan agar selalu dalam
keadaan siap pakai

1 Uji kemampuan penguasaan alat diruangan


1
2
1
2
3
4
5

masing-masing (minimal 3 alat medis yang


ditentukan oleh penguji)
Mampu mendiskripsikan BLS
Uji BLS

Bagaimana etiologi kasus


Bagaimana patofisiologi kasus
Bagaimana clinical pathway kasus
Bagaimana penatalaksanaan kasus
Bagaimana rencana keperawatan kasus
(@ item 3 kasus)
6.
mampu
memahami
dan
mengimplementasikan
proses
asuhan
keperawatan pada pasien.
1 Bagaimana teknik pengelompokan pasien
berdasarkan tingkat kegawatan
2 Bagaimana teknik pengelompokan pasien
berdasarkan status infeksi
3 Bagaimana penanganan pasien pada
masing-masing tingkat kegawatan
4 Bagaimana penanganan pasien pada ruang
infeksi
5 Bagaimana penanganan pasien pada ruang
non infeksi
6 Adanya
pengelompokan
pasien
berdasarkan tingkat kegawatan
7 Adanya
pengelompokan
pasien
berdasarkan infeksi dan non infeksi
8 Bukti pemahaman tentang sistem isolasi
dan kohorting
1 Adanya kelengkapan inventaris ruangan
2 Adanya program pemeliharaan peralatan
dan ruangan
3 Adanya bukti pelaksanaan pemeliharaan
alat dan lingkungan.
4 Observasi menunjukkan ruangan dalam
keadaan 5 R (Ringkas, rapi, Resik, Rawat,
Rajin)

g. Menyusun permintaan kebutuhan rutin alat,


obat dan bahan yang diperlukan di wilayah
tanggungjawabnya

1
2
3

Adanya permintaan kebutuhan bahan habis


pakai
Adanya permintaan kebutuhan rumah
tangga
Adanya program pengadaan alat medis

TOTAL: ... X 10%


27
4.

Personal
&
Professional
Development
(Pengembanga
npersonal dan
sikap
professional)

a. Secara
kontinu
mengembangkan
personalitas dan profesionalitas untuk
meningkatkan jenjang karier

b. Berpartisipasi
managemen

c.

aktif

dalam

Mengevaluasi
kemampuan
meningkatkan
kompetensi
belajar terus menerus

proses

pribadi
melalui

d. Dinamis meng-update ilmu dan issue terkini


yang berhubungan dengan keperawatan
e. Memperluas networking
kesehatan lain

dengan

profesi

1. Menunjukkan
minimal
1
sertifikat
pelatihan/seminar
tentang
keperawatan/program pelayanan dalam 1
tahun terakhir.
2. Menunjukkan bukti program/usulan tentang
pendidikan dan pelatihan diri pribadi
1. Menunjukkan buku notulen hasil rapat
kordinasi rutin bulanan selama 1 tahun
terakhir
2. Menunj8ukkan
bukti
pelaksanaan
peningkatan mutu dan keselamatan pasien :
GKM,FMEA, risk manajemen, sasaran mutu
3. Menunjukkan dokumen usulan-usulan terkait
dengan peningkatan mutu pelayanan di area
kerjanya
1. Adanya buku evaluasi pribadi yang berisi
tentang kelebihan dan kekurangan serta
rencana perbaikan.
2. Wawancara tentang bakat dan minat/passion

10%

1. Menunjukkan hasil download dari internet


minimal 5 isue terkini tentang keperawatan
dalam 1 tahun terakhir, dan telah
disosialisasikan.
1. Memiliki account e-mail
2. Menunjukkan aktivitas email sering dipakai
dibuktikan dengan minimal 2 kali kirim &
terima dokumen dalam 1 bulan.

TOTAL: ... X 10%


9

5.

Team work &


Communication
(Kerja tim &
komunikasi)

a. Mengadakan kerjasama dan memelihara


hubungan baik dengan kepala ruang rawat
lainnya, seluruh kepala bidang, kepala
bagian, kepala instalasi dan kepala SMF di
rumah sakit

1. Menunjukkan file arsip surat menyurat


ruangan dalam 1 tahun terakhir
2. Hasil
wawancara/observasi
langsung
terhadap staf ruangan/pasien menunjukkan
kepala ruang bersifat mengayomi

b. Menciptakan dan memelihara suasana kerja


yang baik antara petugas, pasien dan
keluarganya, sehingga memberi ketenangan

1. Mampu menjelaskan secara rasional


tentang LOS pasien yang lama.
2. Wawancara dengan pasien tentang cara
menyampaikan keluhgan/ komplain.

c. Berkomunikasi secara efektif baik verbal


maupun tertulis serta mampu mendengar
aktif

1. Menunjukkan dokumentasi keikutsertaan


komunikasi kepala ruang dalam operan jaga
dari shift pagi ke siang minimal 10 kali dalam
1 bulan
2. Menunjukkan
buku
komunikasi/buku
masalah diruangan yang boleh diisi oleh
keluarga pasien, pasien, pegawai maupun
mahasiswa
1. Mengikuti gelar budaya (GKM) dan
menunjukkan applikasi GKM yang dibuat
secara kontinu
1. Menunjukkan dokumen usulan pelatihan
kompetensi/pendidikan pegawai selama 1
tahun

d. Bekerjasama secara dinamis,mendukung ide


rekan kerja/bawahan yang possitif
e. Memberi
kesempatan
kepada
rekan
kerja/bawahan untuk mengembangkan karier
f.

Mampu
melakukan
handle
complain
(meredam complain) baik terhadap rekan
kerja maupun pasien

1.

Buku masalah/complain
di ruangan
menunjukkan tidak ada masalah yang tidak
terselesaikan.
2. Wawancara kepada karyawan menunjukkan
kepala ruang mampu meredam complain
antar pegawai
3. wawancara dengan peserta didik tentang
kepuasan bimbingan klinik.

10%

TOTAL: ... X 10%


11
6.

Continuous
a.
Improvement
(Pengembanga
n
berkelanjutan) b.

Mengadakan pertemuan berkala dengan


pelaksana perawatan dan tenaga lainnya
yang berada di wilayah tanggung jawabnya
dengan agenda peningkatan mutu.
Memeriksa dan meneliti pengisian formulir
sensus harian di wilayah tanggungjawabnya
secara tepat dan benar

c.

Mengawasi
dan menilai pelaksanaan
pelayanan
keperawatan
yang
telah
dilaksanakan.
d. Mengawasi peserta didik di wilayah
tanggungjawabnya
untuk
memperoleh
pengalaman
belajar,
sesuai
program
pendidikan
e. Melakukan audit secara berkala terhadap
kinerja pegawai yang berada di wilayah
tanggungjawabnya

1. Menunjukkan dokumen rutin


ruangan dalam 1 tahun terakhir

meeting

20%

1. Menunjukkan hasil mapping harian pegawai


sesuai tugas ruangan (dokumen dalam 1
tahun terakhir), dan mampu melakukan
sensus/menevaluasi sensus harian pasien
1. Menunjukkan notulen hasil post conference
dalam 1 tahun terakhir
1. Menunjukkan dokumen pembagian jadwal
mahasiswa
dan
kompetensi
serta
pembinaan mahasiswa
1.Menunjukkan dokumen hasil kinerja staf
secara berkala.
2. wawancara tentang cara penilaian kinerja
staf: cara, waktu, pelaporan.

TOTAL: ... X 10%


7
7.

Administration
&
Documentation
(Adminisrasi &
dokumentasi)

a. Menjamin bahwa dokumentasi akurat dan


lengkap, diisi secara profesional dan
berstandart waktu

b. Menjamin
setiap
kejadian
(dilaporkan) dan berstandar waktu

terekam

c. Ikut mengevaluasi lembar rekam medis dan


mengajukan perbaikanperbaikan
d. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan
inventarisasi dalam unit kerjanya

1. Dari 5 dokumen RM pasien ruangan yang


diambil secara acak dalam 3 bulan terakhir
menunjukkan kelengkapan dari assessment
sampai dengan resume medis kecuali poli
dan igd
2. mampu mempraktekkan dokumentasi proses
asuhan keperawatan
1. Dari 10 sample lembar integrasi RM pasien
menunjukkan perawat menuliskan tgl,bln,
tahun dan jam,tindakan, ttd, nama terang
1. Menuliskan evaluasi terhadap lembar RM
sesuai
ruangan
masing-masing
dan
mengajukan perbaikan (portofolio)
1. Menunjukkan dokumen inventarisasi alat
dalam unit kerja, khusus trolley emergensi

10%

e. Memelihara buku
catatan medic

register

dan

berkas

f. Membuat laporan harian dan bulanan


mengenai pelaksanaan kegiatan pelayanan
keperawatan serta kegiatan lain

dilakukan secara harian


2. wawancara tentang penghapusan, pengalihan
dan perbaikan aset ruangan.
1. Dari 5 sample RM pasien yang masih dirawat
menujukkan kerapihan dan kelengkapan
RM
1. Menunjukkan dokumen laporan kegiatan
bulanan yang diserahkan pada ka. Inst/Ka.
Bid Yan Kep/koordinasi dg ka Instalasi.

TOTAL: ... X 10%


8
8

Berorientasi
pada hasil kerja
yang
optimal
(Optimum
outcome)

1. Menjamin pelayanan yang diberikan memberi


kepuasan terhadap pasien dan keluarga

1.

menunjukkan angka kepuasan pasien


minimal sesuai dengan SPM (dibuktikan
dengan lampiran form kepuasan pasien)
2.. laporan indikator mutu dan keselamatan
pasien yang dipersyaratkan dilaporkan tepat
waktu.
3. capaian masing masing indikator mutu dan
keselamatan pasien minimal sesuai standar

2.Memberikan kontribusi baik bagi kemajuan


rumah sakit

1
2

Mampu menjaga nama baik rumah sakit


dibuktikan dengan tidak ditemukannya kasus
terkait nama baik individu.
Berperan aktif dalam kegiatan peningkatan
mutu dan keselamatan pasien rumah sakit.

Total :

X 10 %
5

Lampiran : SPO alur penilaian KPI

PENILAIAN INDIKATOR UTAMA KINERJA KEPALA


RUANG
RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH DR.MOEWARDI

No. Dokumen

Revisi

Tanggal Terbit:

Halaman
1/2
Ditetapkan
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
BASOEKI SOETARDJO
NIP.19581018 198603 1 09
PENGERTIAN
TUJUAN

Indikator utama Kinerja merupakan matrik yang digunakan oleh rumah sakit
untuk mengukur kinerja kepala ruang
1 Untuk melakukan penilaian secara objektif terhadap kinerja kepala ruang.
2

Memberikan pemahaman kepada kepala ruang terhadap hasil kerja yang


telah direncanakan.

Mendorong kepala ruang bekerja lebih optimal untuk mencapai target


kinerja yang telah ditetapkan.

Meningkatkan proses pembinaan kinerja kepala ruang yang dilakukan


secara lebih transparan dan sistematis.

Hasil skor Key Performance Indicators yang obyektif dan terukur dapat
dijadikan dasar oleh managemen dalam pemberian rekomendasi
selanjutnya.

KEBIJAKAN

PROSEDUR

1. Peraturan Direktur RSUD Dr.Moewardi No : 188.4/316A/2013


Tentang Kebijakan Pelayanan RSUD Dr.Moewardi
2. Peraturan Direktur RSUD Dr.Moewardi No : 188.4/19.441/2013
tentang Asuhan Keperawatan dan Kebidanan
3. Kebijakan Direktur RSUD Dr.Moewardi No : 821.2/ 18276/2012
tentang Penugasan Klinis Tenaga Keperawatan
4. Permenkes No HK 02.02/ Menkes/ I/148 tahun 2010 Tentang Ijin
dan Penyelenggaraan Praktik Perawat.
5. Permenkes No : 1464/Menkes/Per/x/2010 Tentang Izin dan
Penyelenggaraan Praktek Bidan
6. PERMENKES No. 49/Menkes/2013 Tentang Komite keperawatan
1. Komite keperawatan menetapkan tanggal pelaksanaan penilaian
secara periodik yaitu satu tahun sekali, pada Tiap Bulan November.
2. Sub komite kredensial Komite Keperawatan akan membentuk tim
adhoc yang terdiri dari :

3.

4.
5.
UNIT TERKAIT

1.
2.
3.

a. Unsur keperawatan (peergroup/mitra bestari ) yang memiliki


jabatan diatas kepala ruang dan memiliki sertifikat assessor
(TOT/MOT)
b.
Psikolog
c.
Direksi
d.
Organisasi Kepegawaian
pelaksanaan penilaian meliputi:
a. uji tulis
b. wawancara
c. portofolio (dokumen)
Hasil penilaian diserahkan kepada direksi beserta dengan
rekomendasinya paling lama 1 minggu setelah dilakukan penilaian.
Keputusan sepenuhnya atas hasil penilaian menjadi kewenangan
direktur
Instalasi rawat inap dan rawat jalan
Organisasi dan kepegawaian
Bidang keperawatan