Anda di halaman 1dari 25

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jumlah penduduk Indonesia pada kelompok umur 10 24 tahun (remaja)
sekitar 27,6% atau kurang lebih 64 juta jiwa, dari total penduduk Indonesia
berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah yang banyak ini memerlukan
perhatian khusus dari semua pihak, apalagi usia remaja adalah masa pancaroba, masa
pencarian jati diri, ditambah lagi dengan arus globalisasi dan informasi yang kian tak
terkendali, mengakibatkan perilaku hidup remaja menjadi tidak sehat.
Masa remaja atau masa adolensi adalah suatu fase perkembangan yang dinamis
dalam kehidupan seorang individu. Masa ini merupakan masa periode transisi dari
masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik,
mental, emosional dan sosial yang berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan
(Cahyaningsih,2011:89).
Contoh permasalahan remaja saat ini adalah merokok, berkendaraan dengan
kecepatan tinggi, minum-minuman, penggunaan zat yang merusak kesehatan,
kurangnya menjaga kebersihan diri sendiri yang dapat menimbulkan penyakit
pencernaan, serta permasalahan kesehatan reproduksi.
Dari permasalahan tersebut, tantangan yang dihadapi orangtua dan petugas
kesehatan dalam menangani problematika remaja pun semakin kompleks. Namun ada
penyelesaian untuk menangani masalah tersebut, salah satunya dengan melakukan
asuhan keperawatan komunitas pada kelompok remaja.
1.2 Tujuan Penulisan
1.
2.
3.
4.

Mampu menjelaskan konsep teori tentang remaja.


Mampu melaksanakan pengkajian pada remaja dengan masalah yang ada.
Mampu menentukan diagnosa keperawatan pada komunitas remaja.
Mampu membuat rencana tindakan asuhan keperawatan komunitas pada remaja.

1.3 Manfaat Penulisan

Manfaat bagi petugas kesehatan khususnya perawat :


1.
2.
3.
4.

Agar dapat menjelaskan konsep teori tentang remaja.


Agar dapat melaksanakan pengkajian pada remaja dengan masalah yang ada.
Agar dapat menentukan diagnosa keperawatan pada komunitas remaja.
Agar dapat membuat rencana tindakan asuhan keperawatan komunitas pada
remaja.

BAB 2
TINJUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Remaja


2.2.1 Pengertian Remaja
Remaja adalah suatu masa transisi / peralihan yang mempunyai batasan usia
antara 12-21 tahun dimana seseorang mengalami proses pematangan fisik, psikologis,
sosial dan spiritual dari masa anak-anak menuju dewasa (Anjaswarni, 2014:2).
Masa remaja atau masa adolensi adalah suatu fase perkembangan yang dinamis
dalam kehidupan seorang individu. Masa ini merupakan masa periode transisi dari
masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik,
mental, emosional dan sosial yang berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan
(Cahyaningsih,2011:89). Menurut WHO dalam Cahyaningsih (2011:89), remaja
merupakan anak yang telah mencapai umur 10-19 tahun.
2.2.2 Perubahan Masa Remaja
Hurlock (1999) dalam Sumiati dkk. (2009:14-21) pada masa remaja ini ada
beberapa perubahan yang bersifat universal, yaitu meningkatnya emosi, perubahan
fisik, perubahan terhadap minat dan peran, perubahan pola perilaku, nilai-nilai dan
sikap ambivalen terhadap setiap perubahan. Berikut ini dijelaskan satu persatu dari
ciri-ciri perubahan yang terjadi pada masa remaja.
1. Perubahan fisik
Menurut Monks dkk. (1999) dalam Sumiati dkk (2009) perubahan fisik
berhubungan dengan aspek anatomi dan aspek fisiologis, dimas remaja kelenjar
hipofise menjadi masak dan mengeluarkan beberapa hormon, seperti hormon
gonotrop yang berfungsi untuk mempercepat pematangan sel telur dan sperma, serta
mempengaruhi produksi hormon kortikortop berfungsi mempengaruhi kelenjar
suprenalis, testosteron, estrogen, dan suprenalis yang mempengaruhi pertumbuhan
anak sehingga terjadi percepatan pertumbuhan Dampak produksi hormon tersebut
menurut Atwater (1992)dalam Sumiati dkk (2009) adalah: (1) ukuran otot bertambah
dan semakin kuat. (2) testosteron menghasilkan sperma dan estrogen memproduksi
sel telur sebagai tanda kemasakan. (3) munculnya tanda-tanda kelamin sekunder
seperti membesarnya payudara, berubahna suara, ejakulasi pertama, tumbuhnya
rambut-rambut halus sektar kemaluan, ketiak dan muka.
3

2.

Perubahan emosional
Pola emosi pada masa remaja sama dengan pola emosi pada masa kanak-kanak.

Pola-pola emosi itu berupa marah, takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira sedih
dan kasih sayang. Perbedaan terletak pada rangsangan yang membangkitkan emosi
dan pengendalian dalam mengekspresikan emosi. Remaja umumnya memiliki kondisi
emosi yang labil pengalaman emosi yang ekstrem dan selalu merasa mendapatkan
tekanan menurut Hurlock (1999) dalam Sumiati dkk (2009). Bila pada akhir masa
remaja mampu menahan mampu menahan diri untuk tidak mengekspresikan emosi
secara ekstrem dan mampu mengekspresikan emosi secara tepat sesuai dengan situasi
dan kondisi lingkungan dan dengan cara yang dapat diterima masyarakat, dengan kata
lain remaja yang mencapai kematangan emosi akan memberikan reaksi emosi yang
stabil (Hurlock, 1999).
Nuryoto (1992) menyebutkan ciri-ciri kematangan emosi pada masa remaja
yang ditandai dengan sikap sebagai berikut: (1) tidak bersikap kekanak-kanakan. (2)
bersikap rasional. (3) bersikap objektif. (4) dapat menerima kritikan dari orang lain
sebagai pedoman untuk bertindak lebih lanjut. (5) bertanggung jawab terhadap
tindakan yang dilakukan. (6) mampu menghadapi masalah ddan tantangan yang
dihadapi.
3. Perubahan sosial
Perubahan fisik dan emosi pada masa remaja juga mengakibatkan perubahan
dan perkembangan remaja, Monks, dkk (1999) dalam Sumiati dkk (2009)
menyebutkan dua bentuk perkembangan remaja yaitu, memisahkan diri dari orang tua
dan menuju kearah teman sebaya. Remaja berusaha melepaskan diri dari otoritas
orang tua dengan maksud menemukan jati diri. Remaja lebih banyak berada di luar
rumah dan berkumpul dengan teman sebayanya dengan membentuk kelompok dan
mengekspresikan segala potensi yang dimiliki. Kondisi ini membuat remaja sangat
rentan terhadap pengaruh teman dalam hal minat, sikap, penampilan, dan perilaku.
Perubahan yang paling menonjol adalah hubungan heteroseksual. Remaja akan
memperlihatkan peruabahan radikal dari tidak menyukai lawan jenis menjadi lebih
menyukai. Remaja ingin diterima, diperhatikan dan dicintai oleh lawan jenis dan
kelompoknya.

2.2.3 Tugas Perkembangan Remaja


William Kay dalam Jahja (2011:238), mengemukakan bahwa tugas
perkembang remaja adalah sebagai berikut.
1. Menerima fisiknya sendiri berikut dengan kergaman kualitasnya.
2. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua atau figur-figur yang mempunyai
otoritas.
3. Menegmbangkan ketrampilan komunikasi interpersonal dan belajar bergaul
dengan teman sebaya atauorang lain, baik secara individual maupun kelompok.
4. Menemukan manusia model yang dijadikan identitasnya.
5. Menerima dirnya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kamampuanya
sendiri.
6. Memperkuat self control (kemampuan mengendalikan diri) atas dasar skala nilai,
prinsip-prinsip, atau falsafah hidup.
7. Mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri (sikap/perilaku) kekanakkanakan.
2.2 Konsep Asuhan Keperawatan Komunitas
Konsep pengkajian keperawatan komunitas
A. Data inti/ struktur inti
1. Riwayat/sejarah
a. Identitas wilayah: RT/RW, kelurahan, Kecamatan, Kota/Kab,
Propinsi
b. Proses terbentuknya masyarakat
c. Perkembangan masyarakat: lahir, mati, pindah, berdaya
2. Demografi: Distribusi penduduk menurut umur & jeniskelamin
penduduk
3. Vital statistik
a. Kejadian kesakitan dalam 1 tahun terakhir : DHF, keracunan,
varicella, Malaria.
b. Jumlah kematian dalam 1 tahun terakhir : lahir/mati
c. Jumlah kelahiran dalam 1 tahun terakhir: ditolong: dokter,
bidan, petugas kesehatan, dukun
4. Konsep diri komunitas
a. Kelompok etnis: suku dan etnis
b. Orang yang berpengaruh dimasyarakat

c. Kebiasaan/ adat masyarakat yang bepengaruh terhadap progam


kesehatan : gotong royong, berkelompok dalam belajar, bila
ada yang sakit saling kunjung/ kumpulkan dana bantuan,
kepemilikan asuransi kesehatan/ BPJS kesehatan.
d. Visi/misi masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan
sosial: mandiri dalam menyelesaikan masalah kesehatan,
membentuk kelompok kajian .masalah kesehatan, kelompok
kebugaran jasmani, kelompok pengajian dan lain-lain.
e. Norma/ aturan masyarakat: JBSHMS (Jumat bersih, sabtu
hijau, minggu sehat), NKKBS, PHBS
f. Gambaran kondisi masyarakat
1) Kondisi keluarga
a) Jumlah keluarga sejahtera
b) Jumlah keluarga sesuai tahapan perkembangan
keluarga
c) Struktur keluarga: pola komunikasi, sruktur
kekuasaan, struktur peran, nilai/norma.
d) Fungsi keluarga : afektif, sosialisasi, perawatan
kesehatan, reproduksi, ekonomi.
2) Kondisi kelompok rentan/rawan.
a) Remaja: jumlah remaja, pertumbuhan dan
pemenuhan kebutuhan termasuk imunisasi,
perkembangan

dan

stimulasi,

kepersertaan

dalam posbindu, kepesertaan dalam PIK-KRR


5. Jaringan sosial
a. Respon

masyarakat

bila

mengalami

stres:

Rekreasi,

sembahyang berjamaah, unjuk rasa/demonstrasi, penggunaan


alkohol/narkotika
b. Faktor pendukung dan profesionalisme untuk masyarakat:
tokoh

agama,

ahli

hukum,

institusi

kesehatan,

LSM,

pengusaha.
c. Type/ bentuk sistem pendukung masyarakat: formal, informal
d. Kekuatan natural untuk membantu masyarakat: daerah kota,
daerah desa, daerah pegunungan, daerah industri.
e. Type/bentuk masyarakat: agraris, industri, perniagaan, maritim
6. Spirtual & kultural
6

a. Distribusi penduduk menurut agama.


b. Kebiasaan menjalankan ibadah sesuai agama yang dianut
masyarakat
c. Budaya komunikasi/interaksi masyarakat dengan bahasa yang
digunakan sehari-hari
d. Budaya masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan
sosial
1) Pemeliharaan kesehatan masyarakat cara mencapainya
apakah terprogam
2) Peningkatan kesejahteraan cara mencapainya apakah
terprogam
e. Respon masyarakat terhadap perubahan status kesehatam dan
kesejahteraan sosial
1) Menerapkan pola hidup sehat dan poa bantuan bila
sakit
2) Menerapkan pola simpan dana termasuk asuransi
kesehatan &pinjam dana
B. DELAPAN SUB SISTEM YANG MEMPENGARUHI KOMUNITAS
1. Lingkungan fisik
a. Kondisi geografis
1) Luas wilayah (M2)
2) Batas wilayah: utara, selatan, barat, timur
3) Keadaan tanah: subur, tandus, pegunungan, lembah,
rawa
4) Iklim/ cuaca
5) Keberadaan: sungai, sawah, pemukiman, pekarangan

b.

dan industri
6) Situasi jalan: aspal, makadam, tanah, luas/sempit
7) Peta/denah wilayah
Kondisi pemukiman
1) Perumahan: konstruksi,pencahayaan, ventilasi, volume

ruangan/kepadatan
2) Pemanfaatan pekaranagan/halaman rumah
3) Pembuanagan tinja: jamban, sungai, taman
4) Pembuanagan sampah: TPA, tanam, bakar
5) Pembuangan air limbah: comberan ,parit,resepan
6) Sumber air bersih:sumur, PDAM, sungai, air hujan
2. Pelayanan kesehatan dan sosial :

a. Pelayanan

kesehatan:

terjangkau

dan

memadai

terkait

(tenaga,biaya,sarana)
b. Pelayanan sosial (ibadah, pertemuan, panti, pendidikan,
perbelanjaan): terjangkau dan memadai terkait (tenaga, biaya,
sarana)
3. Ekonomi:
a. Finansial :
1) Rumah tangga : rata-rata pendapatan RT, Biaya bulanan
masing-masing RT
2) Individu: pendapatan perorangan
b. Pekerjaan :
1) Status pekerjaan: pengangguran, pekerja, pensiunan
2) Katagori pekerjaan: wiraswasta, swasta, PNS, dosen,
TNI, polisi,petani,buruh lepas
3) Kelompok khusus yang bekerja: wanita dengan anak
balita yang bekerja, anak-anak yang bekerja di bawah
umur
c. Status ekonomi komunitas: miskin, menengah, kaya.
4. Keamanan dan transportasi
a. Keamanan (Pelayanan: kebakaran, polisi, perlindungan
terhadap pencemaran/sanitasi)
b. Transportasi: sarana transportasi.
5. Politik dan pemerintahan
a. Politik
1) Aturan/Undang-undang terkait pelayanan kesehatan.
2) Kebijakan pemerintah terkait pelayanan kesehatan.
b. Pemerintahan
1) Struktur
2) Organisasi masyarakat: PKK, Karang taruna, karang
wredha, kelompok pengajian/yasinan,LPKM
6. Sistem komunikasi
a. Formal: Radio, TV, Telepon, Koran,Pos.
b. Informal: Papan pengumuman
7. Pendidikan
a. Jumlah
penduduk
menurut
status

pendidikan:

SD,SMP,SMA,PT.
b. Type/macam sekolah: Swasta, Negri, Sekolah agama
c.
Pendidikan yang tersedia di dalam komunitas.
d. Ketersediaan program UKS
8. Rekreasi
8

a. Fasilitas anak-anak untuk bermain.


b. Kegiatan untuk mengisi waktu luang: nonton, tamasya, main
musik
c.
Biaya: terjangkau
C. PERSEPSI
1. Persepsi komunitas
Bagaimana pendapat masyarakat tentang komunitasnya?
Apa yang mereka identifikasi sebagai kekuatan?
Apa yang mereka identifikasi sebagai masalah?
2. Persepsi perawat
Pernyataan umum mengenai kesehatan komunitas.
Apa yang menjadi kekuatannya dalam komunitas?
Apa masalah resiko dan aktual yang bisa anda identifikasi?

BAB 3
HASIL KERJA LAPANGAN
Asuhan Keperawatan Komunitas pada Remaja di Kelurahan Jegu
A.

DATA INTI/STRUKTUR INTI

1. Identitas Wilayah :
Kelurahan Jegu RT 10/RW 05 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar
2. Demografi
a. Data Remaja Berdasarkan Umur

Tabel 3.1. Data Remaja Berdasarkan Umur tahun 2015


RT 10 RW
UMUR

05

PROSENTASE

L
P
L
P
17 tahun
3
1
75%
25%
18 tahun
4
1
80%
20%
19 tahun
1
0
100%
20 tahun
1
0
100%
21 tahun
2
2
50%
50%
Total
11
4
Dari Tabel 3.1. Diketahui Remaja RT 10 RW 05 Adalah 15 orang
b. Data Remaja Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 3.2. Data Remaja Berdasarkan Jenis kelamin tahun 2015
Jenis Kelamin
RT 10
Prosentase
Laki-laki
11
73%
Perempuan
4
27%
TOTAL
15
Dari Tabel 3.2. Diketahui Jenis Kelamin Remaja 11 orang laki-laki
dan 4 orang perempun

3. Vital Statistik
a. Kejadian kesakitan dalam 1 tahun terakhir
Gambar 3.3. Diagram lingkaran Berdasarkan Angka Prevalensi Penyakit di RT 10
RW 05 Kel. Jegu Sutojayan Tahun 2015.

10

Dari Diagram 3.3. Diketahui 7% Penduduk remaja RT 10 RW 05


Menderita Penyakit hipertensi, menderita maag 20%, 13% Menderita Influenza,
33% Menderita diare, menderita DHF 7%, dan Thypoid 20% (n:15)
b. Jumlah kematian remaja dalam 1 tahun terakhir
Dalam tahun 2015 tidak ada kematian remaja di RT 10 RW 05 Kelurahan Jegu.
c. Data remaja berdasarkan kebiasaan merokok
Tabel 3.4. Data remaja berdasarkan kebiasaan merokok RW VIII Kelurahan
Bendogerit Periode Juni 2009
Merokok
RT 10
Prosentase
53%
Ya
8
Tidak
7
47%
Total
15
100%
Dari Tabel 3.4. Diketahui Remaja Di RT 10 RW 5 yang Mempunyai Kebiasaan
Merokok Yaitu 53%.
d. Data remaja Berdasarkan pernah mendapatkan info tentang kesehatan reproduksi
Tabel 3.5 Data remaja berdasarkan pernah mendapatkan info tentang kesehatan
reproduksi RT 10 RW 5 Kel jegu Sutojayan Tahun 2015
Pernah dapat info tentang
kesehatan reproduksi
Ya
Tidak

11

RT 10

Prosentase

6
11

40%
60%

Total
15
100%
Dari Tabel 3.5 Diketahui 40% Remaja Pernah Mendapatkan Info Tentang
Kesehatan Reproduksi.
e. Data remaja berdasarkan sumber mendapatkan informasi tentang kesehatan
reproduksi
Table 3.6 Data remaja berdasarkan sumber mendapatkan informasi tentang
kesehatan reproduksi RT 10 RW 5 Kel jegu Sutojayan Tahun 2015
Mendapatkan info dari

RT 10
Prosentase
mana
50%
Media massa
3
Pelayanan kesehatan
1
17%
Keluarga
Orang lain
2
33%
Total
6
100%
Dari Tabel 3.6. Diketahui 50% Remaja Mendapatkan Informasi Kesehatan
Reproduksi Dari Media Massa.
f. Data remaja berdasarkan pernah mengalami gangguan kesehatan alat reproduksi
Tabel 3.7. Data remaja berdasarkan pernah mengalami gangguan kesehatan alat
reproduksi RT 10 RW 5 Kel jegu Sutojayan Tahun 2015.

Pernah mengalami
gangguan kesehatan alat

RT I

Prosentase

reproduksi
20%
Ya
3
Tidak
14
80%
Total
15
100%
Dari Tabel 3.7. Diketahui 20% Remaja Pernah Mengalami Gangguan
Kesehatan Alat Reproduksi.
g. Data remaja berdasarkan jenis gangguan kesehatan alat reproduksi

12

Table 3.8. Data remaja berdasarkan pernah mengalami gangguan kesehatan alat
reproduksi RT 10 RW 5 Kel jegu Sutojayan Tahun 2015.
Jenis gangguan
Gangguan siklus haid
Keputihan
Nyeri haid
Merasa gatal sekitar alat

RT 10
3

kelamin
Total
3
Dari Tabel 3.8 Diketahui Sebagian 3 Remaja Mempunyai Gangguan Nyeri
ketika Haid.
h. Data remaja berdasarkan cara mengatasi gangguan kesehatan alat reproduksi
Tabel 3.9. Data remaja berdasarkan cara mengatasi gangguan kesehatan alat
reproduksi RT 10 RW 5 Kel jegu Sutojayan Tahun 2015.
Prosentase
Cara mengatasi
RT I
67%
Minum Obat
2
Ke puskesmas
1
33%
Ke dukun
Total
3
100%
Dari Tabel 3.9. Diketahui 67% Remaja Cara Mengatasi Gangguan Kesehatan
Alat Reproduksi Dengan Cara Minum Obat.
i. Data remaja berdasarkan persepsi kesehatan alat reproduksi
Tabel 3.10. Data remaja berdasarkan persepsi kesehatan alat reproduksi RT 10 RW
5 Kel jegu Sutojayan Tahun 2015.
Prosentase
PERSEPSI
RT 10
13%
Baik
2
Cukup
4
26%
Kurang
9
61%
Total
15
100%
Dari Tabel 3.10. Diketahui 61% Remaja Mempunyai Persepsi Kesehatan Alat
Reproduksi Kurang.
4. Konsep diri komunitas
a. Kelompok Etnis :
Seluruh warga di RT 10 RW 05 Kel. Jegu Sutojayan berasal dari suku dan etnis Jawa.

13

b. Orang yang berpengaruh dimasyarakat


Orang yang berpengaruh di RT 10 RW 05 Kel. Jegu Sutojayan adalah RT setempat.
c. Kebiasaan/ adat masyarakat yang berpengaruh terhadap program kesehatan:
1. gotong royong
2. kelompok belajar remaja
3. asuransi kesehatan remaja
No

Jenis asuransi

Jumlah

1
2
3
Total

BPJS
Non BPJS
Tidak Punya

KK
3 KK
0 KK
10 KK
13KK

d. Visi/misi masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan sosial : membentuk


kelompok kajian masalah kesehatan remaja, kelompok kebugaran jasmani
remaja, kelompok pengajian/ yasinan, koperasi/ kelompok usaha.
e. Norma/ aturan masyarakat: Bertamu tidak boleh lebih dari jam 10 malam, dan jika
ada tamu yang ingin menginap harus lapor RT setempat.
Gambaran / kondisi masyarakat
1) Kondisi keluarga
No
1.
2.
3.
4.
Total

Jenis keluarga
Prasejahtera
Sejahtera 1
Sejahtera 2
Sejahtera 3

Jumlah
1
10
4
0

a) Jumlah keluarga sejahtera


: 14
b) Jumlah keluarga sesuai tahapan perkembangan keluarga: 12 keluarga dengan
tahap perkembangan 5 yaitu keluarga dengan anak remaja, 3 KK dengan
tahap perkembangan 6 keluarga dengan anak dewasa atau pelepasan.
c) Struktur keluarga: sebagian besar KK di desa tersebut sudah memenuhi
struktur dalam keluarga berupa pola komunikasi, struktur kekuasaan, struktur
peran, serta nilai/norma
d) Fungsi keluarga : sebagian besar KK di desa tersebut suah memenuhi fungsi
dalam keluarga yang berupa fungsi afektif, sosialisasi, perawatan kesehatan,
reproduksi, serta ekonomi.
14

2) Kondisi kelompok rentan/rawan


a) Remaja ( Karang taruna, PKRR )
1. Jumlah : 15
2. Kebutuhan imunisasi : 14 remaja dengan imunisasi lengkap, 1 remaja tidak di
imunisasi DPT II
3. Perkembangan dan stimulasi : perkembangan anak remaja di Kel. Jegu RT 10
RW 05 sesuai dengan perkembangan anak remaja dan tidak ada
penyimpangan perkembangan.
4. Kepesertaan dalam posbindu : di Kel. Jegu RT 10 RW 05 tidak ada Posbindu.
5. Kepesertaan dalam Pik KRR : di Kel. Jegu RT 10 RW 05 tidak ada Pik KRR
b) PUS :
1. Jumlah PUS : 10 orang
2. Jumlah KK yang ikut KB : 7 KK
1. Orang yang berpengaruh dimasyarakat :Tokoh masyarakat dan pemuka agama
(pak Ustadz)
2. Kebiasaan / adat masyarakat yang berpengaruh terhadap program kesehatan:
tidak ada
3. Visi/misi masyarakat terhadap kesejahteraan
4. Norma/ aturan masyarakat :
B. DELAPAN SUB SISTEM YANG MEMPENGARUHI KOMUNITAS
1. Lingkungan fisik

a. Kondisi geografis
1)
2)

3)

4)
5)

Luas wilayah (M2) : 1445 M2


Batas wilayah : utara adalah sungai, selatan adalah kel. Jingglong, barat adalah
RT 11, dan timur adalah sungai
Keadaan tanah: di Kel. Jegu RT 10 RW 05 memiliki keadaan tanah yang subur,
sehingga sebagian besar penduduk memanfaatkan untuk pertanian.
Iklim/cuaca : pada pengkajian saat ini di Kel. Jegu RT 10 RW 05 cuacanya hujan.
Keberadaan: sungai menjadi batas wilayah RT 10 bagian utara dan timur, sawah,

pemukiman
Situasi jalan: jalan yang berada di Kel. Jegu RT 10 RW 05 sudah diaspal.
7)
Peta/denah wilayah
b. Kondisi pemukiman
1) Perumahan
6)

15

Data penduduk Berdasarkan Kepemilikian Rumah atau Bangunan Tempat


Tinggal
Tabel 3.11 Data Penduduk Berdasarkan Konstruksi Rumah RT 10 RW 05 Kel.
Jegu Sutojayan Tahun 2015
KONSTRUKSI RUMAH
RT 10
Prosentase
Milik sendiri
13
100%
Sewa
Menumpang
TOTAL
13
100%
Dari Tabel 3.11. Diketahui Konstruksi Rumah Penduduk RT 10 100% adalah
permanen

Tabel 3.12. Data Penduduk Berdasarkan Sumber Penerangan Utama RW 05


Kel. Jegu Sutojayan Tahun 2015
Pencahayaan Rumah
RT 10
Prosentase
Listrik
13
100%
Genset
Lampu Minyak
Total
13
100%
Dari Tabel 3.12. Diketahui 100% penduduk menggunakan listrik

Data Penduduk Berdasarkan Ada / Tidaknya Ventilasi Rumah


Tabel 3.13. Data Penduduk Berdasarkan Ada / Tidaknya Ventilasi Rumah RT 10
RW 05 Kel. Jegu Sutojayan Tahun 2015
Ventilasi Rumah
RT 10
Prosentase
100%
Jendela dan angin-angin
13
Tidak ada ventilasi
TOTAL
13
100%
Dari Tabel 3.13. Diketahui 100% Ventilasi Rumah Penduduk RT 10 Berupa
Jendela dan angin-angin
2) Pemanfaatan pekarangan/halaman rumah:
3) Fasilitas tempat buang air besar
Tabel 3.14. Data Penduduk Berdasarkan Model Jamban Yang Dipunyai RT 10
RW 05 Kel. Jegu Sutojayan Tahun 2015

16

Jamban
Jamban

RT

Prosent

10

ase
92%

12

sendiri
Jamban

bersama
Jamban

8%

umum
Total
13
100%
Dari Tabel 3.14. Diketahui 92% Penduduk Model Jamban Yang Dipunyai
RT 10 Adalah Model Leher Angsa
4) Pembuangan sampah
Tabel 3.15. Data Penduduk Berdasarkan Tempat Pembuangan Sampah RT 10
RW 05 Kel. Jegu Sutojayan Tahun 2015
Pembuangan
sampah
Bak sampah
Dibakar
Ditimbun/dita

RT 10

Prosentase

2
8

2
nam
Sembarang
Sungai
1
Total
13
100%
Dari Tabel 3.15. Diketashui 60% Penduduk Tempat Pembuangan Sampah
RT 10 Ditimbun/ditanam
5) Pembuangan air limbah :
Tabel 3.16. Data Penduduk Berdasarkan Cara Membuang Air Limbah RT 10 RW
05 Kel. Jegu Sutojayan Tahun 2015
Pembuangan
air limbah
Resapan
Parit/got
Comberan
Sungai
Total

17

RT 10

Prosentase

8
5
13

100%

Dari Tabel 3.16. Diketahui 75% Penduduk RT 10 Cara Membuang Air


Limbah ke Resapan dan 25% ke Comberan
6) Sumber air bersih
Tabel 3.17. Data Penduduk Berdasarkan Cara Mendapatkan Air Bersih RT 10
RW 05 Kel. Jegu Sutojayan Tahun 2015
Sumber air
RT 10
Prosentase
Ledeng atau kemasan
13
100%
Sumur terlindung atau pompa
Air hujan atau air sungai
Total
13
100%
Dari Tabel 3.17. Diketahui 100% Penduduk RT 10 Cara Mendapatkan Air
Bersih Berasal Dari Sumur Gali
2. Pelayanan kesehatan dan sosial :
a. Pelayanan Kesehatan : 13 KK seluruh anggota keluarga bila sakit berobat ke
fasilitas kesehatan berupa puskesmas.
b. Pelayanan sosial : 11 KK keluarga ikut dalam kegiatan social di lingkungan RT,
4 lainnya tidak.
4.1 Analisa Data Dan Visualisasi Data
N
O
1

PENGELOMPOKAN DATA

KEMUNGKINAN

MASALAH

PENYEBAB
Pola perilaku kurang

KESEHATAN
Kecenderungan

Penyakit Remaja Di RT 10

sehat / gaya hidup

peningkatan angka

RW 5

kurang sehat

prevalensi penyakit

Angka Kejadian Penyakit


Kelurahan

Jegu

Sutojayan Tahun 2015.

maag, diare,

a. Diketahui

influenza, thypoid,

remaja

DHF

menderita maag 20%


b.

13% remaja menderita


Influenza

c.

33% remaja menderita


diare

d. Remaja

menderita

DHF 7%

18

e.

Remaja

menderita

Thypoid 20%
Pola perilaku tidak sehat
53%

mempunyai

kebiasaan merokok
60% (11 remaja) Belum

Kurang terpaparnya

Kurang

mendapat informasi tentang

informasi tentang

pengetauhan

kesehatan reproduksi.

kesehatan reproduksi

remaja tentang

remaja

kesehatan

sebanyak 3 remaja putri

reproduksi

Pernah mengalami Nyeri


haid
Berdasarkan pengetahuan
alat reproduksi
26% (sebanyak 4
remaja) pengetahuan
Cukup
3% (sebanyak 9
remaja) pengetahuan
Kurang
4.2 Diagnosa Keperawatan Komunitas
1.

Kecenderungan peningkatan angka prevalensi penyakit maag, diare, influenza,


thypoid, DHF b.d Pola perilaku kurang sehat / gaya hidup kurang sehat

2.

Kurang pengetauhan remaja tentang kesehatan reproduksi b.d kurang


terpaparnya informasi tentang kesehatan reproduksi remaja.

3.

Perencanaan

1. Kecenderungan peningkatan angka prevalensi penyakit maag, diare, influenza,


thypoid, DHF b.d pola perilaku kurang sehat / gaya hidup kurang sehat
a.

Tujuan :

Remaja sadar akan pentingnya pola hidup sehat untuk mengurangi angka

19

prevalensi penyakit maag, diare, influenza, thypoid, DHF

b.

Mempraktekkan pola hidup sehat


Kriteria hasil :

Remaja mampu memahami tentang penyakit maag, diare, influenza,


thypoid, DHF

beserta diitnya, dibuktikan 80% remaja mampu menjawab

pertanyaan dengan benar.

Remaja mampu mengidentifikasi penyelesaian masalah dan adanya upaya


peningkatan Pola Hidup sehat.

c.

Sasaran
Remaja di RT 10 RW 5 Kel jegu Sutojayan

d.

Rencana kegiatan

Rencana kegiatan

Melakukan promosi kesehatan

Sumber
Tenaga: mahasiswa

tentang keperawatan penyakit maag, diare,

kesehatan

influenza,

Biaya: mahasiswa

thypoid,

DHF

(Rencana

dan kader

Sarana : kediaman remaja tiap RT.

terlampir)

Waktu : menyesuaikan remaja RT.


e.

Evaluator
Mahasiswa, kader dan masyarakat

2. Kurang pengetauhan remaja tentang kesehatan reproduksi b.d Kurang


terpaparnya informasi tentang kesehatan reproduksi remaja
a.

Tujuan :

b.

Remaja mengerti tentang kesehatan reproduksi remaja.


Kriteria hasil :

Remaja mampu memahami

tentang kesehatan reproduksi remaja,

dibuktikan 80% remaja RT yang hadir dalam penyuluhan kesehatan reproduksi,


mampu menjawab pertanyaan dengan benar.
c.

Sasaran
Remaja yang ada di RT 10 RW 5 Kel. Jegu

d.

Rencana kegiatan

20

Rencana kegiatan

Melakukan

promosi

Sumber
Tenaga: Mahasiswa

kesehatan tentang kesehatan reproduksi

Biaya: Mahasiswa

remaja

Sarana : Kediaman warga tiap RT.


Waktu : Menyesuaikan warga RT.

e.

Evaluator
Mahasiswa, kader dan masyarakat

21

BAB 4
PEMBAHASAN
4.1 Pengkajian
Dalam melakukan pengkajian, pengumpulan data didapatkan dengan
mudah atau tidak terdapat kendala karena warga Kelurahan Jegu dapat menerima
kehadiran perawat komunitas (mahasiswa) untuk memberikan keterangan yang
dibutuhkan dengan keterangan yang benar adanya.
4.3 Diagnosa Keperawatan
Remaja Kelurahan Jegu banyak yang berperilaku yang tidak baik untuk
kesehatan mereka, kebiasaan merokok, minum beralkohol, dan sering kebutkebutan menjadikan semua ini masalah yang harus diatasi, melalui penyuluhan
yang dilakukan oleh mahasiswa diharapkan terbentuk karang taruna atau
organisasi. Diagnosa yang dapat ditegakkan di Kelurahan Jegu pada remajanya
adalah Kecenderungan peningkatan

angka prevalensi penyakit maag, diare,

influenza, thypoid, DHF b.d Pola perilaku kurang sehat / gaya hidup kurang sehat
dan Kurang pengetauhan remaja tentang kesehatan reproduksi b.d Kurang
terpaparnya informasi tentang kesehatan reproduksi remaja.
4.4 Intervensi Keperawatan
Intervensi yang direncanakan untuk permasalahan pada remaja di
Kelurahan Jegu adalah Melakukan promosi kesehatan tentang keperawatan
penyakit maag, diare, influenza, thypoid, DHF dan tentang kesehatan reproduksi
remaja.

22

BAB 5
PENUTUP
5.1 Simpulan
Remaja adalah suatu masa transisi / peralihan yang mempunyai batasan usia
antara 12-21 tahun dimana seseorang mengalami proses pematangan fisik,
psikologis, sosial dan spiritual dari masa anak-anak menuju dewasa (Anjaswarni,
2014:2).
Masa remaja atau masa adolensi adalah suatu fase perkembangan yang
dinamis dalam kehidupan seorang individu. Masa ini merupakan masa periode
transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan
perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial yang berlangsung pada dekade
kedua

masa

kehidupan

(Cahyaningsih,2011:89).

Menurut

WHO

dalam

Cahyaningsih (2011:89), remaja merupakan anak yang telah mencapai umur 1019 tahun.
Diagnosa yang dapat ditegakkan di Kelurahan Jegu pada remajanya adalah
Kecenderungan peningkatan angka prevalensi penyakit maag, diare, influenza,
thypoid, DHF b.d Pola perilaku kurang sehat / gaya hidup kurang sehat dan
Kurang pengetauhan remaja tentang kesehatan reproduksi b.d Kurang terpaparnya
informasi tentang kesehatan reproduksi remaja. Asuhan keperawatan komunitas
bertujuan untuk meningkatkan kesehatan pada masyarakat khususnya remaja.
Remaja dengan jiwa yang masih labil masih perlu bimbingan melalui penyuluhan
agar resiko peningkatan angka kematian dan perubahan pemeliharaan kesehatan
pada remaja Kelurahan Jegu teratasi.
5.2 Saran
1. Bagi remaja Kelurahan Jegu
Kesehatan merupakan hal yang paling penting dan utama demi masa
depan nantinya agar cita-cita dapat tercapai, diharapkan dengan adanya
penyuluhan ini remaja menjadi manusia yang kreatif dan berkarakter yang kuat
dan remaja dapat meningkatkan pemeliharaan kesehatan.

23

2. Bagi para pembaca


Makalah ini bisa digunakan sebagai tambahan bahan untuk menambah
wawasan mengenai asuhan keperawatan komunitas khususnya remaja diharapkan
para pembaca dapat menyempurnakan makalah ini lebih baik lagi.

24

DAFTAR PUSTAKA
Anjaswarni,T. 2014. Juvenile Delinquency Kenakalan Anak Remaja: Teori,
Hasil Penelitian dan Aplikasi Asuhan Keperawatan. Sidoarjo: Zifatama
Publisher.
Cahyaningsih,D.S. 2011. Pertumbuhan Perkembangan Anak Remaja. Jakarta:
CV. Trans Info Media.
Sumiati,dkk. 2009. Kesehatan Jiwa Remaja Dan Konseling. Jakarta: Trans Info
Media.
Jahja. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: PT. Kharisma Putra Utama.

25