Anda di halaman 1dari 41

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

LABORATORIUM PENGUKURAN LISTRIK DASAR


SEMESTER GENAP 2015/2016
Hubungan seri,parallel dan kombinasi suatu tahanan

Di Buat Oleh :
Kelompok VI
1. MUH. NUR SYAM (321 15 042)
2. I.G.NALANRA (321 15 043)
3. ANDI FADEL ASRUN (321 15 044)

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

2016

LEMBAR PENILAIAN
Judul Percobaan :
Kelompok
:
Tanggal Praktek :
1. Praktikan:
No

Nama

NIM

Persetujuan
(TandaTangan)

1
2
3
4

2. Catatan:

3. Penilaian:
Skor :

Tgl ACC :

LaporanDiperiksa,

( Nama Dosen )

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

DAFTAR ISI
Halaman Sampul...................................................................................................
..............................................................................................................................i
Lembar Penilaian...................................................................................................
...............................................................................................................................ii
Daftar Isi................................................................................................................
Daftar Gambar.......................................................................................................
Daftar Tabel...........................................................................................................
Daftar Lampiran....................................................................................................
Bab I Pendahuluan...............................................................................................
A. Latar Belakang.............................................................................................
B. Tujuan..........................................................................................................
Bab II Teori Dasar...............................................................................................
Bab III Metode Percobaan....................................................................................
A. Alat dan Bahan.............................................................................................
B. Gambar Rangkaian Percobaan.....................................................................
C. Prosedur Percobaan......................................................................................
D. Analisa Perhitungan.....................................................................................
Bab IV Data dan Hasil Percobaan.........................................................................
A. Data Percobaan............................................................................................
B. Grafik Percobaan (jika ada).........................................................................
Bab V Pembahasan................................................................................................
A. Perhitungan secara Teori..............................................................................
B. Perbandingan Teori dan Praktek..................................................................
C. Analisa Hasil Praktikum..............................................................................
Bab VI Jawaban Pertanyaan..................................................................................
Bab VII Kesimpulan..............................................................................................
Daftar Pustaka
Lampiran

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

DAFTAR GAMBAR
Gambar
1.1 Xxxxxxxx
1.2 Yyyyyyyy

Halaman
x
y

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

DAFTAR TABEL
Tabel
1.1 Xxxxxxxx
1.2 Yyyyyyyy

Halaman
x
y

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3

Lembar Asistensi
Copy Kartu Kontrol
Data Sementara

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada semester sebelumnya telah dipelajari tentang rangkaian listrik tertutup,
dimana pada rangkaian listrik tertutup terdapat rangkaian listrik yang saling
berhubungan yang di dalamnya terdapat hambatan (R) dan sumber arus listrik
(elemen, E atau ) sehingga pada rangkaian tersebut mengalir arus listrik. Pada
dasarnya ada dua jenis rangkaian listrik, yaitu rangkaian seri dan paralel.
Rangkaian seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar
(seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri banyaknya
muatan lisrik yang mengalir tiap satuan waktu adalah sama di sepanjang
rangkaian. Jumlah muatan yang mengalir tiap satuan waktu adalah besaran kuat
arus, sehingga kita mendapati sifat yang khas dari rangkaian seri, yaitu kuat arus
di sepanjang rangkaian adalah sama. Adapun rangakain listrik paralel adalah suatu
rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama,
sifat khas dari rangkaian paralel adalah beda potensial pada masing-masing
cabang adalah sama. Dalam perkembangannya saat ini rangkaian seri dan
rangkaian paralel dapat disatukan, penyatuan dari kedua model rangkaian tersebut
dinamakan rangkaian Gabungan atau juga sering disebut rangkaian campuran.
Untuk membuktikan teori tersebut maka perlu adanya pembuktian dengan melalui
dan mengikuti lab pengukuran sehingga dapat lebih mengetahui hal-hal yang
dibicarakan dalam teori tersebut.

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

B. Tujuan
Tujuan dilakukannya praktek, yaitu :

1. Membuktikan bahwa tahanan seri (Rs) dapat dicari dengan rumus


Rs = R1 + R2 + R3 + ....... + Rn
2. Membuktikan bahwa nilai tahanan paralel (Rp) dapat dicari dengan rumus
1
1
1
1
1
=
+
+
+ +
Rp R 1 R 2 R 3
Rn
3. Menghitung nilai tahanan yang dihubungkan secara kombinasi berdasarkan
rumusan Rs dan Rp
4. Menentukan nilai tahanan pengganti pada hubungan seri, paralel dan kombinasi

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

BAB II
TEORI DASAR
A. Hubungan seri
Pada gambar 1.1 memperlihatkan rangkaian 3 buah resistor atau hambatan
yang di hubungkan secara seri

Gambar 1.1 Rangkaian hubungan seri


Dari Hukum Kirchoff II didapat kan
E = I.R2 + I.R2 + I.R3 + I.R4
Dari Hukum Ohm bahwa
E = I. Rs
Sehingga Persamaan di atas menjadi :
I.Rs = I(R1 + R2 + R3 + R4)
Jadi Rs = R1 + R2 + R3 + R4
Dari persamaan di atas terbukti bahwa tahanan total dari rangkaian seri adalah
jumlah dari masing masing tahanan atau dalam rumus umumnya dapat
ditulistkan
Rs = R1 + R2 + R3 +++..Rn

(1)

B. Hubungan paralel

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

Gambar 2.1 adalah rangkaian 3 buah tahana dalam hubungan paralel

Gambar 2.1 Rangkaian hubungan parallel


Berdasarkan hokum kirchoff maka besar arus:
I = I 1 + I2 + I 3
Kemudian berdasarkan Hukum Ohm dapat disubtitusikan :
E
E
E
E
=
+
+
Rp R 1 R 2 R 3
Sehingga
1
1
1
1
=
+
+
Rp R 1 R 2 R 3

(2)

Khusus untuk dua tahanan yang dihubungkan parallel dapat digunakan


rummus
R 1. R 2
Rp=
R1+ R 2

(3)

C. Hubungan Kombinasi/Campuran
Dalam hubungan Kombinasi ( Campuran seri parallel ) besarnya tahanan
pengganti dapat dicari dengan menggabungkan rumus-rumus pada hubungan
seri dan parallel (bergantung pada susunan atau rangkaian yang ingin
dikerjakan. Sebagai salah satu contoh adalah gambar 3.1. yang merupakan
rangkaian dari 5 buah tahanan yang dihubungkan secara kombinasi paralel

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

Gambar 3.1 Rangkaian hubungan kombinasi


Untuk penyelesaian gambar diatas, pertama-tama R2 + R3 di serikan dan
mendapatkan Rs. kemudian Rs diparalelkan dengan R4 dan R5 sehingga
mendapatkan Rp dan yang terakhir di serikan dengan R1.
Rs = R2 + R3
Rp = Rs // R2 // R3
Rtot = Rs + Rp
Untuk Penyelesaian rangkaian hubungan kombinasi semuanya bergantung
pada bentuk rangkaian yang akan diselesaikan.

BAB III
METODE PERCOBAAN
5

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

A. Alat dan Bahan


Tabel 3.1 Alat dan Bahan
No.

Alat Dan Bahan

Jumlah

Power Supply 10 V

1 buah

Amperemeter

3 buah

Voltmeter

1 buah

Resistor 1K

3 buah

Resistor 2K2

1 buah

Resistor 3K3

1 buah

Resistor 330

1 buah

Saklar

1 buah

Kabel Penghubung

Secukupnya

10

Papan percobaan

1 buah

B. Gambar Rangkaian Percobaan


1. Rangkaian hubungan seri

Gambar 4.1 Rangkaian Hubungan Seri


2. Rangkaian hubungan paralel

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

Gambar 4.2 Rangkaian Hubungan Paralel


3. Rangkaian hubungan kombinasi

Gambar 4.3 Rangkaian Hubungan Kombinasi

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

C. Prosedur Percobaan

Memeriksa
Alat
dan
yang
digunakan

Mencatat
Pengukuran
Tahanan

Semua
bahan
akan

hasil
dari

Membuat
rangkaian
sesuai gambar 3.1 , 3.2
dan 3.3 untuk mengukur
arus dan tegangan yang
mengalir

Mencatat
Hasil
Pengukuran Arus (I)
dan Tegangan (V)

Membuka Saklar (S)


dan Mematikan
power supply

Membuat rangkaian
untuk
mengukur
tahanan

Mengukur Tahanan
Resistansi
menggunakan
Ohmeter

Menyalakan Power
supply
dengan
tegangan 10 Volt

Menutup Saklar (S)

Membuka rangkaian
dan mengembalikan
alat dan bahan yang
telah digunakan

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

D. AnalisaPercobaan
1. TahananKombinasi
R AB=R1 +

2. Hukum Ohm
V =I . R

R2 . R3
R2 + R 3

(4)

(5)

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

3. Hukum Kirchoff I
e=0

(6)

4. Hukum Kirchoff II
I =I 1 + I 2+ I 3

(7)

5. Pembagi Arus

R2
I
R1 +R2 T

(8)

6. Pembagi Tegangan
R1
V 1=
E
R 1+ R 2

(9)

7. Persentase Kesalahan
PerhitunganPengukuran
Error=
100
Perhitungan

(10)

I1 =

BAB IV
DATA DAN HASIL PERCOBAAN
A. Data Percobaan
1. Rangkaian Hubungan Seri
Tabel 4.1 Hasil Percobaan Hubungan Seri

10

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

Resistansi
Total ()

Resistansi ()

No

KodeWarna
R1 = 1 K
R2 = 1 K
R3 = 1 K
R1 = 1 K
R2 = 2K2
R3 = 3K3

1.
2.

Pengukuran
900
925
950
950
2100
3300

Arus
(mA)

JatuhTegangan (V)
VRx
3,41
3,38
3,37
1,59
3,45
5,18

2,97 K
6,43 K

VTOT
10,13

3,2

10,25

1,5

*x=1,2,3

2. Rangkaian Hubungan Paralel


Tabel 4.2 Hasil Percobaan Hubungan Paralel
Resistansi
()
KodeWarna Pengukuran
R1 = 1 K
900
R2 = 1 K
925
R1 = 2K2
2100
R2 = 1 K
950
R1 = 3K3
3200
R2 = 330
300

No
1.
2.
3.

A1

Arus
(mA)
A2

A3

480

19,8

10,07

9,93

9,94

9,89

630

14,6

4,64

9,96

10,05

9,99

270

33,5

3,08

30,4

9,97

9,96

Resistansi
Total
()

JatuhTegangan
(V)
V1
V2

3. Rangkaian Hubungan Kombinasi


Tabel 4.3Hasil Percobaan Hubungan Kombinasi Seri dan Paralel
No
1.
2.

Resistansi
()
KodeWarna
Pengukuran
R1 = 1 K
900
R2 = 1 K
925
R3 = 1 K
950
R1 = 1 K
900
R2 = 2K2
2100
R3 = 3K3
3200

A1

Arus
(mA)
A2

A3

JatuhTegangan
(V)
V1
V2
V3

1,495K

6,7

3,3

3,4

6,6

3,5

3,4

2,29K

4,44

2,6

1,78

4,4

5,7

5,7

Resistansi
Total
()

BAB V
PEMBAHASAN
A. Perhitungan secara Teori
1.

Perhitungan untuk mencari nilai resistansi

11

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

5.1 Tabel Nilai resistansi


No
1.
2.

Nilai
R1 = 1 K
R2 = 1 K
R3 = 1 K
R1 = 1 K
R2 = 2K2
R3 = 3K3

Resistansi ()
Kode Warna
Coklat Hitam Merah Emas
Coklat Hitam Merah Emas
Coklat Hitam Merah Emas
Coklat Hitam Merah Emas
Merah Merah Merah Emas
Jingga Jingga Merah Emas

Nilai resistansi
1000
1000
1000
1000
2200
3300

2. Pehitungan untuk mencari nilai total resistansi rangkaian seri


Rs=R 1+ R 2+ R 3+ ..+ Rn
Rs=3 k

Rs=R 1+ R 2+ R 3

Rs=1 k +1 k +1 k

Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang

sama seperti pada rumus yang diatas.

Tabel 5.2 Nilai total resistansi rangkaian seri


Reistansi ()
No
Resistansi
Kode Warna
total
R1 = 1 K
1. R2 = 1 K
3k
R3 = 1 K
R1 = 1 K
2. R2 = 2K2
6k
R3 = 3K3
12

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

3. Perhitungan jatuh tegangan secara teori pada masing-masing reistor pada


rangkaian seri
V =I . R
Vrx=I . R 1

Vrx=0,33.1000
Vrx=3,33V

Maka jatuh tegangan pada masing reistor dapat menggunakan rumus


V = Vs Vr
V = 10 3,3
V = 6,7 V
Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada
rumus yang diatas.
Tabel 5.3 Nilai jatuh tegangan pada reistor rangkaian seri

Resistansi
()

No

1.
2.

KodeWarna
R1 = 1 K
R2 = 1 K
R3 = 1 K
R1 = 1 K
R2 = 2K2
R3 = 3K3

Tegangan
pada
resistor
(V)
VRx
3,3
3,3
3,3
1,5
3,3
4,95

Jatuh
teganga
n (V)

6,7
6,7
6,7
8,5
6,7
4.05

4. Perhitungan jatuh tegangan total secara teori pada rangkaian seri


V =I . R
V =0,003 . 3000

V =10 V

13

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada
rumus yang diatas.
Tabel 5.4 Perhitungan jatuh tegangan total rangkaian seri
Resistansi
()
Kode Warna
R1 = 1 K
R2 = 1 K
R3 = 1 K
R1 = 1 K
R2 = 2K2
R3 = 3K3

Tegangan
total (V)
10
10

5. Perhitungan arus total secara teori pada rangkaian seri


V =I . R

10=I .3000
I=

10
3000

14

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

I =3,33 mA
Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada
rumus yang diatas.
Tabel 5.5 Perhitungan arus total Rangkaian seri
No
1.
2.

Resistansi
Kode Warna
R1 = 1 K
R2 = 1 K
R3 = 1 K
R1 = 1 K
R2 = 2K2
R3 = 3K3

Arus
(Ma)

3,33
1,5

6. Perhitungan untuk mencari nilai masing-masing resistansi pada rangkaian paralel


Tabel 5.6 Perhitungan resistansi pada rangkaian paralel

N
o

1.

2.

3.

Resistansi
()
Kode
Penguku
Warna
ran
R1 = 1
1000
K
R2 = 1
1000
K
R1 =
2200
2K2
R2 = 1
1000
K
R1 =
3300
3K3
R2 =
330
330

7. Perhitungan resistansi total pada rangkaian paralel

15

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

1
1
1
1
1
=
+
+
+ +
Rp R 1 R 2 R 3
Rn
1
1
1
=
+
Rp 1000 1000
1
2
=
Rp 1000

Rp=

1000
2

Rp=500
Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada rumus
yang diatas.
Tabel 5.7 Perhitungan resistansi total pada rangkaian paralel
N
o
1.

2.

3.

Resistansi ()
Kode
Total
Warna
R1 = 1
K
500
R2 = 1
K
R1
=
2K2
687,5
R2 = 1
K
R1
=
3K3
300
R2
=
330

8. Perhitungan arus pada masing-masing resistor


V =I . R

16

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

I=

V
R

I=

10
500

I =20 mA

Sehingga dapat digunakan untuk mencari arus pada masing-masing resistor dengan
menggunakan rumus
R2
I1 =
I
R1 + R2 T
I1 =

1000
20
1000+1000

I 1 =10 mA
Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada rumus
yang diatas.
5.8 Tabel Perhitungan arus pada masing-masing resistor

N
o

1.

2.

3.

Resista
nsi ()
Kode
ATOTAL
Warna
R1 = 1
K
20
R2 = 1
K
R1
=
2K2
15
R2 = 1
K
R1
=
3K3
33,3
R2
=
330

Arus
(mA)
A1

A2

10

10

10

3,0
3

30,3

17

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

9. Perhitungan jatuh tegangan pada masing-masing resistor pada rangkaian paralel


Karena rangkaian ini merupakan rangkaian paralel maka tegangan disetiap resistor
memiliki nilai yang sama
Maka jatuh tegangan pada masing reistor dapat menggunakan rumus
V = Vs Vr
V = 10 10
V = 0V
Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada rumus
yang diatas.

Tabel 5.9 nilai jatuh tegangan pada rangkaian paralel

N
o

1.

2.

3.

Resista
nsi ()

Teganga
n (V)

Kode
V1
Warna
R1 = 1 10
K
R2 = 1
K
R1
= 10
2K2
R2 = 1
K
R1
= 10
3K3
R2
=
330

V2

Jatuh
Teganga
n (V)
V1
V2

10

10

10

18

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

10. Perhitungan nilai resistansi pada masing-masing resistor


Tabel 5.10 nilai resistansi pada resistor kombinasi

No
1.
2.

Resistansi
()
Kode Warna
Pengukuran
R1 = 1 K
1000
R2 = 1 K
1000
R3 = 1 K
1000
R1 = 1 K
1000
R2 = 2K2
2200
R3 = 3K3
3300

11. Perhitungan nilai resistansi total pada rangkaian kombinasi


R .R
R AB=R1 + 2 3
R2 + R3

R AB=1000+

1000.1000
1000+1000

R AB=1500

Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada rumus
yang diatas.
Tabel 5.11 nilai resistansi total pada rangkaian kombinasi

No

1.

Resistansi
()
Kode
Warna
R1 = 1 K
R2 = 1 K
R3 = 1 K

Total
1500

19

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

R1 = 1 K
R2 = 2K2
R3 = 3K3

2.

2200

12. Perhitungan nilai arus total pada rangkaian kombinasi


V =I . R
I=

V
R

I=

10
1500

I 1=6,6 mA

Lalu
I2 =

1000
6,6
1000+1000

I 2 =3,3 mA
Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada rumus
yang diatas.

Tabel 5.12 nilai arus pada resistor kombinasi

No
1.

Arus
(mA)

Resistansi
()
Kode
Warna
R1 = 1 K

AT

A1

A2

6,6

3,3

3,3
20

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

2.

R2
R3
R1
R2
R3

=
=
=
=
=

1K
1K
1K
2K2
3K3

4,5

2,7

2,25

13. Perhitungan nilai tegangan resistor kombinasi


R1
V 1=
E
R 1+ R p
V 1=

1000
10
1000+500

V 1=6,6
Lalu
V 2=

R2
V1
R2+ R 3

V 1=

1000
6,6
1000+1000

V 1=3,3
Sehingga
V = Vs Vr
V = 10 6,6
V = 3,4V
Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada rumus
yang diatas.

Tabel 5.13 nilai tegangan pada resistor


No

Resistansi

Tegangan

Jatuh

21

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

1.
2.

Tegangan
(V)

(V)

()
Kode
Warna
R1 = 1 K
R2 = 1 K
R3 = 1 K
R1 = 1 K
R2 = 2K2
R3 = 3K3

V1

V2

V3

V1

V2

V3

6,6

3,3

3,3

3,4

3,3

3,3

4,3

5,69

5,69

5,5

2,5
8

1,7
2

B. Perbandingan Teori dan Praktek


Berisi tabel dan grafik perbandingan
Tabel 5.14 Perbandingan teori praktek hubungan kombinasi
R Total
(k)

Resistansi ()
No

1.
2.

Kode
Warna
(K)
R1 = 1
R2 = 1
R3 = 1
R1 = 1
R2 = 2,2
R3 = 3,3

VRx
P

900
925
950
950
2100
3300

1000
1000
1000
1000
2200
3300

2,9

6,4

Arus
(mA)

Tegangan (V)
VTOT

3,41
3,38
3,37
1,59
3,45
5,18

3,3
3,3
3,3
1,5
3,3
4,9

Error=

PerhitunganPengukuran
100
Perhitungan

Error=

1000900
100
1000

10,1

10

10,2

10

V
6,7
6,7
6,7
8,5
6,7
4.05

3,
2

3,3

1,
5

1,5

Error RESISTANSI =0,1


Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada rumus
yang diatas.
Tabel 5.15 Presentasi kesalahan hubungan seri
PRESENTASI KESALAHAN (%)

22

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

No

1.
2.

Resistansi ()
R1 = 1
R2 = 1
R3 = 1
R1 = 1
R2 = 2,2
R3 = 3,3

0,1
0,075
0,05
0,05
0,045
0

R Total
(k)
VRx
0,03
-0,06

Arus
(mA)

Tegangan (V)

-0,03
-0,024
-0,12
-0,06
-0,045
0,057

VTOT
-0,02
-0,1

V
--

0,03
0

23

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

Tabel 5.16 Perbandingan Hasil Pengukuran dan Teori Hubungan Paralel


Resistansi
Resistansi
Arus
Total
()
(mA)
()
No
AT
A1
KodeWarna
P
T
P
T
P
T
P
T
100
R1 = 1 K
900
0
480
500 19,8 20 10,07 10
1.
100
R2 = 1 K
925
0
220
R1 = 2K2
2100
0
687,
5
2.
630
14,6 15 4,64
5
100
R2 = 1 K
950
0
330
R1 = 3K3
3200
33,
3,0
0
3.
270 300 33,5
3,08
3
3
R2 = 330
300 330

Tegangan (V)
A2

V1

V2

9,93

10

9,94

10

9,89

10

9,96

10

10,05

10

9,99

10

30,4

30,
3

9,97

10

9,96

10

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

Error=

PerhitunganPengukuran
100
Perhitungan

Error=

1000900
100
1000

Error RESISTANSI =0,1

Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada rumus yang diatas.
Tabel 5.17 Tabel Presentasi Kesalahan Hubungan Paralel
PRESENTASI KESALAHAN (%)

No

1.
2.

Resistansi
Total
()

Resistansi
()
KodeWarna

NILAI

R1 = 1 K
R2 = 1 K
R1 = 2K2
R2 = 1 K

0,1
0,07
0,04
0,05

Arus
(mA)

Tegangan (V)

TOTAL

AT

A1

A2

V1

V2

0,04

0,006

0,07

0,007

0,006

0,019

0,08

0,025

0,072

0,004

-0,0005

0,01

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik


3.

R1 = 3K3
R2 = 330

0,03
0,09

0,23

-0,006

-0,165

-0,003

0,0003

0,004

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik


Resistansi
Total
()

Resistansi
()

N
o

KodeWarna

Arus
(mA)
AT
P

A1
T

100
0
R2 = 1 K
100
150
6,6
1.
925
1,495K
6,7
3,3
0
0
R3 = 1 K
100
950
0
R1 = 1 K
100
900
0
R2 = 2K2
220
220
4,44 4,5 2,6
2.
2100
2,29K
0
0
R3 = 3K3
330
3200
0
Tabel 5.18 Tabel Perbandingan Hasil Pengukuran Hubungan Kombinasi
R1 = 1 K

Tegangan
(V)
A2

V1
T

V2
T

V3
T

V
T

900

3,4
3,
3

3,4

3,3

6,6

6,
6

3,5

3,3

3,4

3,
3

0.1
0,1
5,7

2,
7

1,78

2,2
5

4,4

4,
3

5,7

5,6

5,7

5,
6

0,1
0,1

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

Error=

PerhitunganPengukuran
100
Perhitungan

Error=

1000900
100
1000

Error RESISTANSI =0,1

Untuk perhitungan selanjutnya lakukan dengan cara yang sama seperti pada rumus yang diatas.
Tabel 5.19 Tabel Presentasi Keasalah hubungan Kombinasi
Resistansi
Resistansi
Total
()
()
N
o
KodeWarna
P
T
P
T
1.

R1 = 1 K
R2 = 1 K
R3 = 1 K

0,01
0,075
0,05

0,003

Arus
(mA)
AT
P

-0,01

Tegangan
(V)

A1
T

A2
T

V1
T

-0,03

V2
T

V3
T

-0,06

V
T

-0,03

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik


2.

R1 = 1 K
R2 = 2K2
R3 = 3K3

0,01
0,045
0,03

-0,04

0,02

0,03

0,2

0,02

-0,01

-0,01

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

E. Analisa Hail Praktikum


Pada percobaan 4.1, 4.2 dan 4.3 kita mencoba untuk
menganalisis besar hambatan total, tegangan, tegangan jatuh, dan
arus yang mengalir pada setiap rangkaian. Berdasarkan analisis
pertama pada rangkaian seri menggunakan 6 resistor yang
dirangkai sejajar untuk menentukan 2 kemungkinan hubungan atar
ketiga resistor tersebut. Sedangkan untuk percobaan 4.2 keenam
resistor tersebut dirangkai paralel sesuai gambar petunjuk pada job
sheet. Adapun pada percobaan yang 4.3 yang juga menggunakan
R1: 1K , R2: 1K , R3: 1K , R4: 1K , R5: 2K2 dan R3: 3,3K ,
kita menentukan 2 kemungkinan hubungan antara ketiga resistor
tersebut.
Dari hasil pengukuran 4.1, 4.2 dan 4.3 analisis yang diperoleh
pada ketiga percobaan adalah dari hasil pengukuran secara teori
diatas jelas terdapat perbedaan dengan hasil pengukuran langsung
(praktikum), perbedaan tersebut terjadi dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti, kesalahan kalibrasi alat ukur, kesalahan
pembacaan, ketidak telitian, limiting error, umur alat ukur (live
time) dan juga adanya efek pembebanan (loading efek).

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

BAB VI
JAWABAN PERTANYAAN
Soal 1
1.Dari hasil percobaan saudara, tunjukan bahwa hubungan seri suatu tahanan
merupakan penjumlahan dari tahanan!
Solusi
Dari hasil percobaan, dapat dibuktikan bahwa tahanan yang dihubungkan secara
seri, tahana totalnya merupakan jumlah dari tahana-tahanan itu sendiri. Dapat
dibuktikan pada percobaan, dimana tiga buah tahanan 1K yang dihubungkan secara
seri maka alat ukura yang digunakan menunjukan angka 3K. Hal ini sesuai dengan
hukum kirchof II yaitu E= I.R1+I.R2+I.R3
Dari rumuss tersebut dapat diketahui bahawa pada rangkaian seri, arus yang
mengalir disetiap bagian adalah sama.
Soal 2
2. Sesuai dengan percobaan rangkaian 4.2 yang telah saudara lakukan dengan teori?
Jelaskan!
Solusi
Dari hasil percobaan terdapat selisih antara hasil penunjukan alat ukur denga teori
yang ada. Tetapi selisih yang ditunjukan tidak terlalu besar, hal ini didukung oleh
berbagai oleh berbagai faktor seperti ketelitian dari alat ukur, kecermatan dalam
pembacaan alat ukur serta kecilnya toleransi dari tahanan-tahananyang digunakan
dan kecermatan dalam merangkai alat ukur sesuai dengan rangkaian yang benar.
Soal 3
3.Pada percobaan rangkaian gambar 4.3 bandingkan hasil pengukuran antara VR2
dengan VR3!
Solusi
Perbandingan antar VR2 dan VR3 bisa dikatakan sama dimana :

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

VR2 = 3.3 V(teori) dan VR2 = 3.3(praktek)


VR3 = 3.5 V(teori) dan VR3 = 3.4(praktek)
Hal ini disebabkan karena kedua tahana tersebut dipasang secara paralel dan seperti
yang kita ketahui bahawa apabila suatu tahanan dipasang secara paralel maka
taegangan pada tahanan-tahanan tersebut adalah sama.
Soal 1
4.Ada 7 buah tahanan masing masing 3 x 18 ; 2 x 10 ; 2 x 1 rangkailah tahana
tersebut agar diperoleh tahana 13!
Solusi

Sehingga R totalnya adalah


RT = 1 +1 +

RT =

1
18 +18 +18

1
10 +10

39

RT = 13

Soal 1
5.Tentukan nilai-nilai tahanan total pada rangkaian ini !
R1=R2=R3=R4=R5=18
Solusi
Dari gambar di atas R2, R3 dan R4 paralel maka:
1
1 1 1
= + +
R 1.2 .3 18 18 18
R1.2.3 = 6

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

Jadi : Rt = R1 + R1.2.3 +R5


Rt = 18+ 6+18

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
A Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum ini kami menyimpulkan bahwa telah
terbukti secara praktek maupun perhitungan teori bahwa:
1. dalam mencari nilai hambatan total (Rs) pada tahanan seri dapat
dilakukan menggunakan rumus pertama dan pada hubungan ini arus
yang mengalir akan tetap sama sedangkan tegangan yang diperoleh
akan berbeda.
2. begitupun juga pada nilai (Rp) rangkaian paralel kita dapat
menggunakan rumus ke dua dan pada rangkaian ini tegangan yang
mengalir akan tetap sama sedangkan arus yang diperoleh akan
berbeda.
3. adapun dalam mencari (Rt) pada rangkaian kombinasi kita
menggukan rumus ke 3 dengan memadukan rumusan Rs dan Rp
(untuk penyelesaian rangkaian hubungan kombinasi semuanya
bergantung pada bentuk rangkaian yang akan diselesaikan).
4. adapun dalam menentukan nilai tahanan pengganti pada setiap
hubungan kita dapat menggunakan rumus ke 5.
5. Jika R1=R2=R3 maka hasil yang diperoleh pada V2 adalah sama,
sedangkan jika R1, R2, R3 berbeda maka hasil yang diperoleh pada
V2 dan V3 berbeda.
B Saran
Dalam melaksanakan praktikum sebaiknya setiap praktikan
seharusnya sangat memperhatikan faktor K3 (Kesehatan dan
keselamatan kerja), ini dikarenakan keselamatan praktikan dan alat
maupun bahan kerja yang ada di lap adalah hal utama yang harus
diutamakan, mengingat pada saat praktikum masih ada praktikan yang
tidak menggunakan kaos kaki dan menggunakan aksesoris berupa
cincin

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

DAFTAR PUSTAKA

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

LAMPIRAN LAMPIRAN
Lampiran 1.
Dst........

Anda mungkin juga menyukai