Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PASAR MODAL

PERANAN PEMERINTAH DALAM PASAR MODAL

DISUSUN OLEH

AKUNTANSI / KELAS B

1.
2.
3.
4.
5.

NOVITA CAHYANTI
HENY LINA M
DYAH RAHMALIA H
YOYANDA KRISMA A
AZIZAH ZANIROH

(1313010193)
(1313010233)
(1313010245)
(1313010252)
(1313010253)

PERANAN PEMERINTAH DALAM


PASAR MODAL

Peranan pemerintah dalam suatu perekonomian pada suatu negara adalah


sangat dominan. Demikian halnya, dalam setiap bentuk subsitem perekonomian,
kekuasaan pemerintah sebagai insttitusi yang berwenang terlihat secara nyata.
Kewenangannya sebagai pengatur (legislator body) dan sekaligus sebagai
pelaksanaan (exsekutif) dapat mempengaruhi operasi setiap bentuk perekonomian.
Dengan demikian, pasar keuangan sebagai salah satu subsistem perekonomian
negara tidak akan bisa lepas (bebas) dari peranan pemerintah tersebut. Masalahnya
seberapa besar campur tangan pihak pmerintah dalam setiap sektor perekonomian
tersebut, tergantung pada sistem politik yang diperlakukan suatu negara.
Sistem pasar keuangan adalah sumber pinjaman masyarakat pada suatu
perekonomian. Disamping itu, pasar keuangan merupakan tempat penyimpanan
dana masyarakat dalam berbagai bentuk instrumen keuangan. Misalnya, dalam
bentuk saham, obligasi, opsi, future, dan sekuritas lainnya. Mengingat begitu luas
pengaruh instrumen keuangan pada perekonomian negara, kekuasaan pemerintah
mengatur politik negara yang dirumuskan dalam undang-undang yang disahkan
oleh lembaga-lembaga legislatif pada suatu negara.
Dalam rangka mengatur sistem perekonomian pada umumnya dan sektorsektor ekonomi khususnya pemerintah mempunyai dua kebijakan yaitu:
1. Kebijakan pajak (fiscal policy)
2. Kebijakan moneter (monetary policy)
Dalam menjalankan kebijakan moneter kekuasaan pemerintah diwakili oleh
bank sentral (Bank Indonesia). Jadi bang sentral bertugas mengawasi uang
yang beredar dalam suatu perekonomian negara. Oleh karena itu, bank
sentral mempunyai hubungan langsung dengan pasar keuangan dalam
rangka menjalankan kebijakan politik negara tersebut. Sebagai suatu

kebijakan

pilitik,

banyak

sekali

masalah

yang

harus

dikaji

dan

dipertimbangkan oleh pemegang otoritas.

I.

UANG DAN PERANAN BANK SENTRAL DI PASAR KEUANGAN


Uang merupakan sesuatu yang secara umum berterima untuk
penyelesaian utang atau kewajiban. Pada umumnya uang didefinisikan
sebagai sesuatu yang dapat menjadi media tukar menukar barang atau jasa
dalam sistem transaksi perdagangan. Uang adalah penawaran resmi dari
kreditur untuk diterima debitur yang dibatasi oleh suatu hukum dalam
melaksanakan kewajiban pada seluruh negara di dunia. Disamping media
transaksi tukar menukar, uang mempunyai beberapa fungsi lain. Fungsifungsi tersebut dijelaskan sebagai berikut:
Uang adalah standar ukuran nilai. Berarti bahwa nilai relatif suatu
barang atau jasa ditentukan oleh media yang disebut uang. Pengertian
nilai relatif dalam konteks standar ukuran nilai adalah justifikasi

masyarakat terhadap barang atau jasa yang berterima umum.


Uang merupakan media pertukaran. Uang digunakan sebagai penentu
jumlah dan niali barang atau jasa yang dipertukarkan, berdasarkan
kesepakatan kedua belah pihak. Sebagai suatuan pengukuran nilai,
uang merupakan fasilitas transaksi bisnis, yang dipercayai dan dijamin

dapat digunakan kembali dalam bertransaksi dengan pihak lainnya.


Uang sebagai komoditas. Disamping uang berperan sebagai media
pertukaran dan pengukur nilai, pada dewasa ini uang berperan pula
sebagai komoditas yang diperdagangkan guna memenuhi kebutuhan
terhadap mata uang asing.

Berbagai teori permintaan uang telah dikembangkan oleh berapa ahli/ilmuwan


antara lain, Milton Friedmond dan para ekonomi klasik. Permintaan uang ditentukan
oleh motif tertentu, yaitu:
1. Motif Transaksi
Motif transaksi ditentukan oleh kebutuhan manusia dalam kehidupan
sehari-hari. Sejumlah uang tuni yang diminta adalah suatu fungsi indeks
harga dan tingkat harga sekarang.

2. Motif Berjaga-jaga
Motif berjaga-jaga dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tertentu
yang tidak dapat diramalkan. Di samping itu juga sebagai jaga-jaga apabila
ada penurunan pendapatan atau hasil yang diharapkan (return).
3. Motif Spekulasi
Menurut Keyness, motif spekulasi dilakukan dengan tujuan untuk
memperoleh keuntungan dengan memakai pengetahuan yang baik tentang
pasar masa yang akan datang. Motif spekulasi juga dilakukan sebagai
keyakinan bahwa calon pemodal tidak mengalami capital loss pada suatu
pasr modal maupun pasar uang.
4. Fungsi penyimpanan nilai kekayaan
Fungsi barang kadangkala tidak mempunyai sebagai nilai simpan,
sebab nilai dan kualitas fisik suatu barang akan menyusut dengan berlakunya
waktu. Begitupun nilai uang dalam jangka panjang cenderung turun pada
kasus kondisi inflasi struktural.
5. Fungsi uang sebagai standar pembayaran yang ditangguhkan
Pernan uang sebagai sutu standar nilai penyimpanan berhubungan
erat dengan bentuk standar pembayaran yang ditangguhkan.

II.

STABILITAS PASAR MODAL


Stabilitas pasar mdoal mempunyai peranan sangat penting dalam
menunjang peran bank sentral dalam suatu perekonomian. Pasar modal
adalah titik pertemuan antara penawaran dengan permintaan surat berharga,
dimana individu-individu atau badan usaha yang mempunyai kelebihan dana
(suplus funds) menginvestasikan dalam perusahaan-perusahaan (entities)
yang membutuhkan dana. Tetapi, untuk merealisasikan hal tersebut
masyarakat harus mempunyai kepercayaan dalam institusi keuangan, agar
mereka tertarik untuk melakukan investasi. Dari segi lain, apabila tingkat
bunga terlalu berfluktuasi dan harga sekuitas mengikutinya, masyarakat akan
kehilangan kepercayaan dalam institusi keuangan tersebut.
Untuk menghindari hal tersebut bank sentral menyediakan dana untuk
para pedagang (emiten) apabila mengalami kesulitan keuangan. Hal itu
membantu para pedagang untuk jual beli sekuritas dalan suatu pasar.

Misalnya, apabila tingkat bunga meningkat atau turun secara drastis, hal
tersebut berakibat buruk dalam suatu ekonomi. Bank sentral mempunyai
intervensi (campur tangan) untuk membuat stabilitas tingkat bunga. Bank
melakukan tindakan (membuat kebijakan) tersebut dengan cara merubah
tingkat bunga pinjaman kepada para pedagang atau institusi peminjam.
Intervensi bank entral tersebut akan berakibat, pasar modal menjadi stabil.

III.

TUJUAN BANK SENTRAL (Pemerintah)


Pemerintah berkepentingan untuk mengembangkan pasar modal dan
juga

melakukan

perlindungan

bagi

masyarakat

agar

efek

negatif

perekonomian kapitalistik dapat dikurangi. Pemerintah mempunyai empat


tujuan yang sangat penting dalam operasi bank sentral, yaitu:
Pemanfaatan keseluruhan sumber daya (full employment of resources)
Stabilitas tingkat inflasi yang normal
Stabilitas pertumbuhan ekonomi
Neraca pembayaran yang stabil
Keempat tujuan pokok tersebut merupakan permasalahan dasar yang
harus dipertimbangkan dan dijabarkan dalam pelaksanaan fungsi bank
sentral. Dalam rangka mencapai keempat tujuan tersebut bank sentral
melakukan kebijakan tingkat bunga. Bank sentral mempengaruhi besarkecilnya tingkat bunga yang berlaku dalam suatu perekonomian.

IV.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PENAWARAN UANG


Pada umumnya, faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang pada
suatu perekonomian adalah sebagai berikut:
1.

Dalam perekonomian di jaman modern ini, bank komersial


memainkan peranan penting dalam penentuan penawaran uang pada
suatu sistem perekonomian. Biasanya bank komersial memberi
fasilitas potongan pinjaman kepada para institusi atau individu.
Kebijakan tersebut akan menarik minat para institusi ataupun individuindividu yang dapat meningkatkan permintaan pinjaman pada suatu
perekonomian.

Dalam

menjalankan

operasi

sebagai

lembaga

keuangan, sebagian kebutuhan dana bank komersial meminjam dari


bank sentral. Dana dengan bunga (cost of money) yang murah
tersebut

dialurkan

kembali

ke

masyarakat,

sebagai

pinjaman

komersial. Apabila bank sentral memberikan potongan kepada bank


komersial, maka mekanisme pasar keuangan akan mendorong bank
komersial akan memberi potongan kepada nasabahnya pula. Hal ini
akan mengakibatkan permintaan uang dari bank komersial juga akan
naik. Dengan demikian tingkat bunga pinjaman yang diberikan bank
sentral kepada bank komersial seperti diuraikan di atas disebut bank
rate.
2. Selain hal tersebut diatas, bank sentral juga mempunyai instrumen
lain yang dapat digunakan untuk mengatur jumlah uang yang
ditawarkan dan peredarannya. Melalui Lender of last resort (pinjaman
akhir) dan alat-alat kebijakan moneter lain seperti moral suassion, dan
legal reserve requirement bank sentral dapat secara aktif menyedot
peredaran uang atau sebaliknya.
3. Operasi suat berharga pmerintah. Peredaran dan penawaran uang
juga dipengaruhi oleh surat berharga pemeintah (treasry bills).
Biasanya, bank komersial membeli banyak surat berharga yang
dikeluarkan oleh bank sentral. Apabila bank komersial membeli banyak
surat berharga, berarti bahwa uang yang dikeluarkan oleh bank
komersial tersebut akan masuk ke bank sentral. Pada dasarnya
pembelian surat berharga pemerintah tesebut merupakan proses
menarik uang dari sirkulasi di masyarakat.
4. Perdagangan valuta asing sebagai komoditas. Peredaran uang
dapat meningkat karena kunjungan/ kedatangan turis asing, ekspor
barang dan jasa ke negara lain, dan investasi asing. Hal ini
menyebabkan peredaran uang meningkat mengingat mata uang asing
harus ditukar dengan mata uang lokal guna membayar jasa-jasa serta
ongkos produksinya. Apabila perdagangan antarnegara meningkat
maka uang asing yang masuk di suatu negara perlu ditukar dengan
uang lokal. Walaupun pertukaran tidak dilakukan langsung dengan
bank sentral juga. Kondisi sebaliknya juga akan terjadi, bila turis

outbond, impor, dan investasi ke luar negeri meningkat. Kebutuhan


akan valuta asing dapat menyedot peredaran uang lokal dalam suatu
perekonomian negara. Dengan menggunakan mekanisme pasar
keuangan tersebut, bank sentral dapat mengendalikan jumlah uang
yang beredar.

V.

KEBIJAKAN FISKAL (FISCAL POLICY)


Kebijakan fiskal adalah pengeluaran pemerintah dan pemasukan
perpajakan dalam satu tahun anggaran atau lebih. Apabila pengeluaran
pemerintah lebih besar dibandingkan pemasukan (pendapatan negara),
makan menyebabkan kekurangan dana yang disebut defisit. Untuk mengatasi
defisit anggaran tersebut, pemerintah meminjam uang dari bank sentral untuk
menutupnya. Dari segi lain, bank sentral itu sendiri meminjam dana dari pasar
keuangan, misalnya dengan menerbitkan surat berharga untuk memenuhi
kebutuhan pemerintah. Sebagai akibatnya akan menurunkan penawaran
uang pada suatu perekonomian dan selanjutnya akan mempengaruhi harga
sekuitas di pasar modal. Di samping itu, pemerintah juga mempunyai
alternatif lain guna meningkatkan pendapatan. Selain meminjam dana dari
pasar modal, pemerintah juga mempunyai alternatif lain guna meningkatkan
pendapatan. Selain meminjam dana dari pasar modal, pemerintah dapat
menaikkan tarif pajak.

VI.

RISIKO DALAM SITEM PASAR KEUANGAN


Berbagai keadaan dan situasi bank internal maupun eksternal sistem
perkonomian dapat menciptakan berbagai bentuk risiko keuangan. Ada
beberapa resiko penting yang harus dipelajari yaitu:
1. Resiko politik
Pemerintah mempunyai metode untuk mengatur perekonomian
negara termasuk pasar modal dengan cara merubah peraturan hukum
guna mendorong sistem perekonomian menjadi lebih efisien. Produk
hukum (undang-undang dan pemerintah) dapat memperbaiki posisi
pemodal atau memperburuk posisi pemodal. Kemungkinan tersebut

bisa menurunkan transaksi sekuritas atau menurunkan tingkat hasil


sekuritas, dan dalam kasus yang ekstern semua investasi dapat
musnah sama sekali.
2. Risiko Mata Uang (Currency Risk)
Salah satu cara untuk mengatur sitem perekonomian adalah
membuat kebijakan tukar menukar mata uang asing. Pemerintah
membuat kebijakan untuk melaksanakan tukar-menukar uang asing,
kerugian tersebut juga dapat terjadi karena adanya perubahan nilai
mata uang.
3. Risiko Inflasi
Dalam suatu perekonomian manapun di dunia ini, nilai mata
uang tidak pernah ada yang stabil. Dalam perekonomian yang
manapun sulit mempertahankan mata uang yang stabil. Harga-harga
barang dan jasa cenderung mengalami kenaikan secara konsisten
yang diesbut inflasi. Keadaan semacam itu, akan mengakibatkan daya
beli mata uang tersebut menjadi turun. Dalam pasar keuangan, hal ini
dicerminkan dalam harga kontrak yang relatif meningkat. Umumnya,
dalam kondisi dari waktu ke waktu. Bank sentral sebagai lembaga
keuangan pemerintah mempunyai peranan untuk mengatur tingkat
inflasi dalam suatu ekonomi agar berada pada tingkat yang wajar. Hal
tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menjaga nilai mata uang agar
relatif stabil.