Anda di halaman 1dari 2

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PELAYANAN KEBIDANAN
PELACAKAN GIZI BURUK
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit : ................................

Hal.:1/5
Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

Penanggungjawab Program KIA


Tgl. Terbit :
Lindawaty Marbun, Amd Keb
Ketut Durdana
NIP. 19780107 200604 2 016
NIP. 19620510 198503 1 015
DASAR HUKUM
1. UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Kepmenkes Rl No 224/Menkes/SK/ll/2007 tentang spesifikasi
Teknis MP-ASI
3. Kepmenkes RI No 145/Menkes/SK/l/2007 tentang Pedoman
Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan
4. Permenkes No 741/Menkes/PERA/111/2008 tentang SPM Bidang
Kesehatan di Kabupaten/Kota
5. Permendagri Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman
Pengintegrasian Layanan Sosial Pasar di Posyandu
PENGERTIAN

TUJUAN

Rangkaian kegiatan Penyelidikan atau investigasi terhadap faktor resiko


terjadinya gizi buruk dan penemuan kasus balita gizi buruk lainnya di suatu
wilayah kerja
1. Ditemukannya kasus baru balita gizi buruk untuk dapat ditangani
secara cepat, tepat dan konferhensif
2. Terindentifikasinya faktor resiko gizi buruk disuatu wilayah
sebagai bahan informasi bagi sektor terkait dalam penentuan
intervensi
3. Ditetapkannya rencana pencegahan dan penanggulangan gizi buruk
secara konferhensif

SASARAN

Balita Gizi Buruk yang dilaporkan

KEBIJAKAN

Semua balita gizi buruk yang dilaporkan dapat teridentifikasi dan


terlaporkan serta mendapat pelayanan

PROSEDURE

1. Persiapan
- Mempelajari laporan balita gizi buruk
- Menyiapkan Alat (alat Antropometri)
- Menyiapkan Instrumen Pelacakan (Form Pelacakan Gizi buruk)
- Berkoordinasi dengan Petugas Surveilans, dan dokter puskesmas
untuk melaksanakan pelacakan
2. Pelaksanaan
- Klarifikasi laporan balita gizi buruk
- Konfirmasi status gizi
- Bersama dengan Petugas surveilans dan dokter Puskesmas
melakukan penyelidikan kasus balita gizi buruk sesuai dengan
form pelacakan kasus gizi buruk (Menimbang BB, Mengukur TB
dan memeriksa balita Gizi Buruk)
- Pencatatan dan pelaporan kasus Balita Gizi Buruk

UNIT TERKAIT

REFERENSI

Membuat rencana Tindak Lanjut

1. Bidan Desa
2. Petugas SE
3. Dokter Puskesmas
1. Buku Pedoman Kerja bagi Tenaga Pelaksana Gizi (TPG)
Puskesmas; Dinas Kesehatan Provinsi Jawa barat 2010.
2. Buku Pedoman Penanganan dan Pelacakan Kasus Balita Gizi Buruk,
Depkes RI, 2009
3. Pedoman Tata Laksana Gizi Buruk, Depkes RI 2007
4. Buku Pegangan Kader, Kemenkes 2012