Anda di halaman 1dari 4

Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada

suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung-ujung konduktor

I=V/R

HUKUM OHM UNTUK RANGKAIAN TERTUTUP

I=

nE
R + n rd

I=
n
R + rd/p

n = banyak elemen yang disusun seri


E = ggl (volt)
rd = hambatan dalam elemen
R = hambatan luar
p = banyaknya elemen yang disusun paralel
RANGKAIAN HAMBATAN DISUSUN SERI DAN PARALEL

SERI
R = R1 + R2 + R3 + ...
V = V1 + V2 + V3 + ...
I = I1 = I2 = I3 = ...

PARALEL
1=1+1+1
R R1 R2 R3
V = V1 = V2 = V3 = ...
I = I1 + I2 + I3 + ...

ENERGI DAN DAYA LISTRIK

ENERGI LISTRIK (W)


adalah energi yang dipakai (terserap) oleh hambatan R.
W = V I t = Vt/R = IRt
Joule = Watt.detik
KWH = Kilo.Watt.jam
DAYA LISTRIK (P) adalah energi listrik yang terpakai setiap detik.
P = W/t = V I = V/R = IR

http://ilmupedia.com/akademik/fisika/62/310-hukum-ohm-.html

Hukum Ohm menyatakan "Jika suatu arus listrik melalui suatu penghantar, maka kekuatan arus
tersebut adalah sebanding-laras dengan tegangan listrik yang terdapat diantara kedua ujung
penghantar tadi".[1]
Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825
dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated
Mathematically pada tahun 1827.

[sunting] Rumus Hukum Ohm


Secara matematis, hukum Ohm ini dituliskan
V = I.R
atau
I=V/R
dimana

I = arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar (Ampere)

V = tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar (Volt)

R = hambatan listrik yang terdapat pada suatu penghantar (Ohm)

http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Ohm

Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik
dengan memproduksi penurunan tegangan diantara kedua salurannya sesuai dengan arus yang
mengalirinya, berdasarkan hukum Ohm:

Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan
salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam
kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi
seperti nikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat diboroskan.
Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi.
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit
terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, resistor harus cukup besar secara
fisik agar tidak menjadi terlalu panas saat memboroskan daya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Resistor

Termistor (Inggris: thermistor) adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai
untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau
hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini
berubah. Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur
tahanan).
Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930, dan mendapat hak paten di Amerika
Serikat dengan nomor #2.021.491. Ada dua macam termistor secara umum: Posistor atau PTC
(Positive Temperature Coefficient), dan NTC (Negative Temperature Coefficien). Nilai tahanan
pada PTC akan naik jika suhunya naik, sementara NTC justru kebalikannya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Termistor

Hukum Ohm
Aliran arus listrik dalam suatu rangkaian tidak berakhir pada alat listrik. tetapi melingkar
kernbali ke sumber arus. Pada dasarnya alat listrik bersifat menghambat alus listrik. Hubungan
antara arus listrik, tegangan, dan hambatan dapat diibaratkan seperti air yang mengalir pada
suatu saluran. Orang yang pertama kali meneliti hubungan antara arus listrik, tegangan. dan
hambatan adalah Georg Simon Ohm (1787-1854) seorang ahli fisika Jerman. Hubungan
tersebut lebih dikenal dengan sebutan hukum Ohm.
Setiap arus yang mengalir melalui suatu penghantar selalu mengalami hambatan. Jika hambatan
listrik dilambangkan dengan R. beda potensial V, dan kuat arus I, hubungan antara R, V, dan I
secara matematis dapat ditulis:
Sebuah penghantar dikatakan mempunyai nilai hambatan 1 jika tegangan 1 V di antara kedua
ujungnya mampu mengalirkan arus listrik sebesar 1 A melalui konduktor itu. Data-data
percobaan hukum Ohm dapat ditampilkan dalam bentuk grafik seperti gambar di samping. Pada
pelajaran Matematika telah diketahui bahwa kemiringan garis merupakan hasil bagi nilai-nilai

pada sumbu vertikal (ordinat) oleh nilai-nilai yang bersesuaian pada sumbu horizontal (absis).
Berdasarkan grafik, kemiringan garis adalah = V/T Kemiringan ini tidak lain adalah nilai
hambatan (R). Makin besar kemiringan berarti hambatan (R) makin besar. Artinya, jika ada suatu
bahan dengan kemiringan grafik besar. bahan tersebut makin sulit dilewati arus listrik.
Komponen yang khusus dibuat untuk menghambat arus listrik disebut resistor (pengharnbat).
Sebuah resistor dapat dibuat agar mempunyai nilai hambatan tertentu. Jika dipasang pada
rangkaian sederhana, resistor berfungsi untuk mengurangi kuat arus. Namun, jika dipasang pada
rangkaian yang
rumit, seperti radio, televisi, dan komputer, resistor dapat berfungsi sebagai pengatur kuat arus.
Dengan demikian, komponen-komponen dalam rangkaian itu dapat berfungsi dengan baik.
Resistor sederhana dapat dibuat dari bahan nikrom (campuran antara nikel, besi. krom, dan
karbon). Selain itu, resistor juga dapat dibuat dari bahan karbon. Nilai hambatan suatu resistor
dapat diukur secara langsung dengan ohmmeter. Biasanya, ohmmeter dipasang hersama-sama
dengan amperemeter dan voltmeter dalam satu perangkat yang disebut multimeter. Selain dengan
ohmmeter, nilai hambatan resistor dapat diukur secara tidak langsung dengan metode
amperemeter voltmeter.
http://www.crayonpedia.org/mw/Listrik_Dinamis_9.1