Anda di halaman 1dari 25

Abstrak

Hasil analisa pertumbuhan daya listrik tahun 2003-2012 diperlukan pembangunan GI New Rungkut 150 kV pad
Pada tahun 2011 perlu penambahan dari 60 menjadi 120 MVA.
Rencana kapasitas total sebesar 240 MVA.
Dengan adanya GI New Rungkut maka keandalan listrik di bandara Juanda lebih terjamin.
Tinjauan Pustaka
Idealnya kemampuan per penyulang 5 MVA
Jika trafo gardu induk 50 MVA berarti penyulang harus ditarik keluar 10 buah.
Untuk kondisi GI Rungkut yang paling dekat dengan bandara sudah terlalu banyak penyulang.
Untuk perencanaan gardu induk dibutuhkan data-data sebagai berikut:
Data pertambahan penduduk
data beban sistem
data beban gardu induk sekitar

Pengertian Gardu Induk


mengubah tenaga listrik tegangan tinggi satu ke tegangan tinggi yang lainnya atau tegangan menen
pengukuran, pengawasan operasional dan peraturan pengaman dari sistem tenaga listrik
penyaluran daya ke gardu induk lainnya melalui tegangan tinggi dan gardu-gardu distribusi melalui

Klasifikasi Gardu Induk


Menurut lokasi dan fungsinya
Gardu Induk
gardu listrik yang mendapat daya dari saluran transmisi untuk kemudian disa
Gardu Distribusi
gardu listrik yang mendapat daya dari saluran distribusi primer dan menyalu

Menurut cara penempatan peralatan


Gardu Induk Pasang Luar (konvensional)
Terdiri dari peralatan tegangan tinggi yang dipasang di luar
trafo utama
peralatan penghubung (switch gear)
isolator
Membutuhkan tanah yang luas namun biaya konstruksi murah dan pendingi
Umumnya terletak di pinggiran kota
Gardu Induk Pasang Dalam
Peralatan tegangan tinggi yang dipasang dalam gedung.
trafo utama
switchgear
isolator
Cocok digunakan pada pusat kota.
Rel/Busbar

berfungi menghubungkan trafo-trafo tenaga dan peralatan listrik lainnya untuk menerima dan men
Terdapat 3 sistem rel untuk gardu induk.
1. Rel Tunggal
merupakan rel yang paling sederhana dan paling murah tetapi tidak handal
karena saat pemeliharaan atau pemeriksaan gangguan pada rel, isolator pad

2. Rel ganda
terdiri dari dua rel
memerlukan banyak isolator rel, bangunan konstruksi baja dan ruang diband

3. Rel Gelang
keuntungannya selama pembukaan atau saat terjadi gangguan maka tidak te

Peralatan Gardu Induk


1. Trafo Tenaga
2. Peralatan tegangan tinggi (sisi primer)
Lightning Arrester
Pemutus Tegangan (Circuit Breaker)
Pemisah (Disconecting Switch)
Trafo Arus (Current Transformer)
Trafo Tegangan (Potensial Transformer)

3.Peralatan tegangan menengah (sisi sekunder), ragam peralatannya sama dengan sisi primer
Lightning Arrester
Pemutus Tegangan (Circuit Breaker)
Pemisah (Disconecting Switch)
Trafo Arus (Current Transformer)
Trafo Tegangan (Potensial Transformer)
4.Peralatan Kontrol digunakan untuk mengontrol pelayanan Gardu Induk dari gedung kontrol
Panel Kontrol
Panel Relay
Meter-meter pengukur
Peralatan Komunikasi
Batteray dan Rectifier

1.Trafo Tenaga
Berfungsi menaikkan dan menurunkan daya listrik
efisiensi trafo harus tinggi
dalam suatu gardu induk trafo bisa terdiri dari 1 transformator dengan 3 fasa
Pemilihan rating trafo berdasarkan:
beban yang ada sekarang
beban di masa mendatang
kemungkinan untuk bekerja di atas rating nya
jenis sistem pendingin
Media yang dipakai pada sistem pendingin dapat berupa
udara/gas
minyak
air
Ada 3 macam sistem pendingin yang digunakan di Indonesia
1. ONAN (Oil Natural Air Natural)
sirkulasi minyak secara alamiah dan sirkulasi udara pendingin jug
2. ONAF (Oil Natural Air Force)
sirkulasi minyak secara alamiah dan udara dengan dihembus kipa
3. OFAF (Oil Force Air Force)
sirkulasi minyak pada radiator dengan kekuatan pompa dan udar
Untuk tingkat isolasi trafo (Impulse Margin (IM)) harus di atas 20% dari persamaan berik
IM = ( BIL/KIA -1) x 100%
BIL = tingkat isolasi dasar
KIA = tegangan residual LA

2. Pemutus Tenaga (Circuit Breaker)


berfungsi untuk memutuskan dan menyambung arus beban nominal untuk kepentingan
dan arus beban hubung singkat dan arus gangguan bila terjadi gangguan di saluran yang
Kapasitas pemutusan CB:
3 x I (pemutus dasar) x V (pemutus dasar)
Rating short circuit pada gardu induk (sisi primer) dilihat dari arus short circuit sisi sekun
Pada PMT terdapat isolasi antara kedua kontak untuk memadamkan busur api yang terj
1. Pemutus Tegangan dengan Media Minyak
Menggunakan minyak sebagai isolasi dan sebagai peredam atau
Keuntungannya
harganya murah
Kerugiannya

pemeliharaan agak sulit


perlu sistem pemadam api yang cangih
2. Pemutus tegangan dengan media gas
menggunakan gas sulfur heksaflouride (SF6)
Keuntungannya
kecepatan gas yang rendah dan tekanan y
tertutupnya gas menjaga bagian dalam te
kemampuan gas sf6 memadamkan nyala d
kontak dapat dipakai pada tem
karena tidak ada endapan carbon maka pe
3. Pemutus Tegangan dengan media udara
mempunyai keuntungan pemeliharaannya lebih murah dibandin
kerugiannya harga lebih mahal dari media minyak
4. Pemutus tegangan dengan sistem vacum
keuntungannya
cocok untuk menutup kembali dengan cepat dan otom
tidak ada bahaya api
konstruksi nya benar-benar tertutup rapat
kerugiannya
pemeliharannya agak sulit karena harus dijaga agar ti

3. Pemisah (Disconnecting Switch)


Untuk memberikan keamanan dalam memutuskan bagian peralatan listrik yang sedang
pemisah tidak dibolehkan untuk dimasukkan atau dikeluarkan pada rangkaian listrik dal

4. Lightning Arrester
alat untuk melindungi peralatan listrik terhadap tegangan lebih yang disebabkan oleh p
dalam keadaan normal sebagai isolator
bila timbul tegangan surja alat menjadi konduktor dengan pertanahannya relatif rendah
jarak terbaik letak Lightning Arrester sedekat mungkin dengan alat yang dilindungi
5. Trafo Arus (Current Transformer)
suatu trafo yang berfungsi menurunkan arus tinggi menjadi arus kecil.
trafo arus diperlukan untuk pemasangan alat-alat ukur dan alat-alat proteksi
menurut tipe konstruksinya trafo arus dibedakan:
tipe cincin
tipe cor-coran cast resin
tipe tangki minyak
tipe trafo arus bushing
6. Trafo Tegangan
digunakan untuk menurunkan tegangan tinggi atau menengah menjadi rendah
digunakan untuk peralatan listrik, alat ukur dan proteksi
7. Relay

merupakan alat penerima infomasi adanya gangguan dan mengubahnya menjadi geraka
jenis gangguan
arus lebih
tegangan lebih
beban lebih

jenis relai pada gardu induk


relay bulchoz
pengaman tekanan lebih
relay tekanan lebih
relay diferensial
relay arus lebih
relay hubung tanah'
relay termis
8.Peralatan Alat Ukur
Peralatan pengukuran yang digunakan dalam gardu induk:
amperemeter
wattmeter
varmeter
frekuensi meter
kilowatt-hour meter
9.Baterai

baterai berarus DC digunakan untuk peralatan kontrol, relay proteksi, dan sebagai sumb

10. Pentanahan
tujuan pembumian adalah:
mencegah gangguan pada peralatan akibat gangguan kenaikan potensial tan
agar tegangan rangkaian pada sistim transmisi stabil
aman bagi manusia
Rumus untuk menghitung tahanan jenis rata-rata:
=2aR
R = tahanan pengetanahan dari batang pengentanahan (
r = radius batang (m)
= tahanan jenis rata-rata dari tanah (-m)
Jenis pentanahan pada peralatan biasanya menggunakan ground rod disambung denga
Jarak antar ground rod adalah dua kalo panjang ground rod

Tahanan maksimum yang diizinkan adalah 5 ohm


Jika masih lebih besar dari 5 ohm harus di paralel dengan rod lagi.
untuk gardu induk tahanan pentanahannya harus sangat kecil sehingga sika grounding m
hal ini disebabkan kemungkinan kawat pentanahannya putus akibat korosi sehingga rod
untuk gardu induk sistem pentanahannya yang dipakai adalah sistem mesh
karena tahanan pentanahannya lebih kecil dari pentanahan biasa
pada pentanahan mesh jarak antara kisi-kisinya maksimal 5 x 10 m

setiap ground rod dihubungkan secara vertikal dan horizontal sehingga menghasilkan ta
kemungkinan terjadi kegagalan pentanahan sangat kecil karena setiap rod saling terhub

Perencanaan Gardu Induk New Rungkut


Gardu Induk New Rungkut menggunakan trafo tenaga 150 kV/20 kV
Rating transfomator tenaga:
daya 60 MVA
Tegangan 150 / 20 kV
Frekuensi 50 Hz
Reaktansi 11%
Jenis pendingin OFAF/ONAN
Vektor group Yyo
Peralatan gardu induk secara umum terbagi menjadi 2 yaitu sisi primer (150 kV) dan sisi sekunder (
1. Sisi primer (150 kV)
Peralatan gardu induk pada tegangan 150 kV yang terletak di luar gedung terbagi menja
1. Transmision Line Bay
Untuk penarikan transmisi diambil dari gardu induk yang terdekat dengan te
Dari perencanaan daya gardu induk dibangun 60 MVA dan direncanakan ke
Sehingga perhitungan arus nya adalah:
I = S / 3 x tegangan nominal
S merupakan besar daya gardu Induk (240000) dalam
Perhitungan arus hubung singkat pada gardu induk ditentukan dari daya pem

Pembangkit
Gardu Induk Lama
Perhitungan arus hubung singkat:
Isc = S x 100 / Z% x 3 x Tegangan Nominal
Isc = 1000000 x 100 / 12 x 3 x 150
CB yang dipakai pada transmision bay adalah vacum circuit breaker
Rating CB:
tegangan 150 kV

rating arus 2000 A


Rating short circuit 40 kA
Untuk DS yang digunakan memiliki rating yang sama dengan CB.
tegangan 150 kV
arus 2000 A
Rating short circuit 40 kA
Rating CT yang digunakan:
Tegangan 150 kV
Tapping 1250/5 A
Rating PT yang digunakan:
Tegangan primer 150 kV 3
Tegangan sekunder 100 V 3
Rating Lightning Arrester
Tegangan 150 kV
arus pelepasan 10 kA

2. Transformator Bay
Trafo yang direncanakan dipasang adalah 60 MVA dengan tegangan primer 1
Rating peralatanya:
Rating arus
I = S / 3 x tegangan nominal
Rating CB
CB yang digunakan adalah vacuum circuit breaker
tegangan 150 kV
rating arus 2000 A
rating short circuitnya 40 kA
Rating DS
tegangan 150 kV
rating arus 2000 A
rating short circuitnya 40 kA
Rating CT:
tegangan 150 kV traping
tapping 800-400/5 A
Rating PT:
tegangan primer 150 kV / 3
tegangan sekunder 100 V / 3
Rating LA
tegangan 150 kV
arus pelepasan 10 kA

3. Bus Coupler Bay


Berdasarkan perhitungan arus yang masuk pada busbar adalah 925 A
Rating peralatannya:
Rating CB
CB yang digunakan adalah vacuum circuit breaker yang dapat dig
Tegangan 150 kV
arus 2000 A
Arus hubung singkat 40 kA
Rating DS
tegangan 150 kV

rating arus 2000 A


rating short circuitnya 40 kA
Rating CT:
tegangan 150 kV traping
tapping 800-400/5 A
2. Sisi sekunder (20 kV)
Dengan trafo 60 MVA arus nominal peralatan tegangan 20 kV adalah
I = S / 3 x tegangan nominal
I = 1743,1 A
contoh perhitungan
Arus hubung singkat:
Isc = S x 100 / Z% x 3 x Tegangan Nominal
Isc = 15764,6 A = 20 kA
contoh perhitungan
Rating peralatan yang dipakai:
Rating CB
tegangan 20 kV
rating arus 2000 A
arus hubung singkat 20 KA
Rating DS
tegangan 20 kV
rating arus 2000 A
arus hubung singkat 20 KA
Rating CT
tegangan 20 kV
tapping 2000/ 5 A
Rating PT
tegangan primer 20 kV 3
tegangan sekunder 100 V 3
tegangan tersier 100 V 3
Kabel yang digunakan XLPE 2 x 800 mm2 dengan arus nominal 2550 A.
Busbar

busbar utama 150 kV direncanakan trafo 150/20 kV dengan kapasitas daya total 240 MV
I = S / 3 x tegangan nominal
I = 925 A atau 1000 A
CB yang direncanakan adalah 2000 A
Konduktor yang digunakan harus diatas arus tersebut.
Busbar yang digunakan adalah TAL 890 mm2 (arus nominal 2235 A)

Pemilihan Tingkat Isolasi


pada gardu induk 150 kV peralatan pemutus beban menggunakan tingkat isolasi dasar (BIL) sebesar
pada trafo menggunakan isolasi dasar (BIL) 750/650 kV
untuk tingkat isolasi dasar (BIL) trafo sudah dianggap memenuhi syarat IM (Impulse Margin) di atas
Perhitungannya:
IM = (BIL/KIA -1) x 100%
IM = (650/460 -1) x 100% = 41%
data perhitungan

Pemakaian Lightning Arrester


Tegangan pada Lightning Arrester pada saat pelepasan harus cukup rendah sehingga dapat mengam

Lihtning Arrester dipasang pada:


transformator bay:

Pengetanahan pada Gardu Induk


Pemilihan ukuran konduktor ditentukan pada perhitungan sebagai berikut:

Dari perhitungan diatas dapat ditentukan diameter kawat sebagai berikut:

Pengetanahan pada trafo 60 mVA menggunakan NGR pengentanahan tahanan tinggi dengan tahan

Penempatan Peralatan
Karean gardu induk konvensional maka semua peralatannya terletak di luar sehingga memerlukan tempat yan
Macam dan susunan peralatan-peralatan:
transmision line bay
Transformator bay
coupler bay
Transmision line bay
peralatan yang terdapat pada transmision line bay adalah:
Circuit Breaker (CB)
Disconecting Switch (DS)
Current Transformer (CT)
Potential Transformer (PT)
Lightning Arrester (LA)

Transformator Bay
peralatan yang terdapat pada transformator bay adalah:
Circuit Breaker (CB)
Disconecting Switch (DS)
Current Transformer (CT)
Potential Transformer (PT)
Lightning Arrester (LA)

Coupler Bay
peralatan yang terdapat pada coupler bay adalah:
Circuit Breaker (CB)

Disconecting Switch (DS)


Current Transformer (CT)
Lightning Arrester (LA)

an GI New Rungkut 150 kV pada tahun 2006 sebesar 60 MVA

ak penyulang.

g lainnya atau tegangan menengah


i sistem tenaga listrik
gardu-gardu distribusi melalui penyulang tegangan menengah

n transmisi untuk kemudian disalurkan ke daerah beban melalui saluran distribusi primer.

n distribusi primer dan menyalurkan energi listrik ke pemakai tegangan rendah.

pasang di luar

konstruksi murah dan pendinginnya mudah.

nnya untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik.

ling murah tetapi tidak handal


gangguan pada rel, isolator pada sisi rel, dan pemutus beban lainnya maka aliran tenaga listrik akan terputus sama sekali.

onstruksi baja dan ruang dibandingkan sistem rel tunggal.

t terjadi gangguan maka tidak terjadi pemisahan sistem ataupun pemadaman.

a sama dengan sisi primer

nduk dari gedung kontrol

mator dengan 3 fasa

an sirkulasi udara pendingin juga alamiah

an udara dengan dihembus kipas angin yang digerakkan oleh motor listrik.

ngan kekuatan pompa dan udara pada radiator dengan kekuatan kipas.
i atas 20% dari persamaan berikut:

ban nominal untuk kepentingan operasi


erjadi gangguan di saluran yang di proteksi nya.

dari arus short circuit sisi sekunder trafo pembangkit.


emadamkan busur api yang terjadi saat pembukaan dan penutupan.

lasi dan sebagai peredam atau pemadam busur api.

aan agak sulit


m pemadam api yang cangih

gas yang rendah dan tekanan yang dipakai memperkecil kecenderungan terjadi arus terputus-putus.
a gas menjaga bagian dalam tetap kering sehingga tidak ada masalah dengan kelembapan
an gas sf6 memadamkan nyala dengan waktu singkat menyebabkan erosi kontak sangat kecil
kontak dapat dipakai pada temperatur lebih tinggi tanpa penurunan kualitas.
ak ada endapan carbon maka pecahnya isolasi tidak terjadi

araannya lebih murah dibandingkan dengan media minyak


ri media minyak

kembali dengan cepat dan otomatik

benar tertutup rapat

sulit karena harus dijaga agar tidak mengalami kebocoran

n peralatan listrik yang sedang diperbaiki terhadap bagian yang dialiri listrik
arkan pada rangkaian listrik dalam keadaan berbeban.

n lebih yang disebabkan oleh petir atau surja hubung

n pertanahannya relatif rendah sehingga melewatkan arus tinggi ke tanah.


engan alat yang dilindungi

adi arus kecil.


an alat-alat proteksi

engah menjadi rendah

n mengubahnya menjadi gerakan-gerakan mekanis.

elay proteksi, dan sebagai sumber arus searah bila diperlukan

angguan kenaikan potensial tanah ketika ada arus gangguan ke tanah

atang pengentanahan ()

n ground rod disambung dengan kawat tanah ditanam sedalam 0,25-0,8 m.

kecil sehingga sika grounding menggunakan sistem diatas tidak efektif.


utus akibat korosi sehingga rod tidak tersambung dan tahanan menjadi besar.

dalah sistem mesh

ontal sehingga menghasilkan tahanan pentanahan yang jauh lebih kecil


karena setiap rod saling terhubung

mer (150 kV) dan sisi sekunder (20 kV)

ak di luar gedung terbagi menjadi 3 bagian:

induk yang terdekat dengan tegangan 150 kV


n 60 MVA dan direncanakan ke depanya menjadi 240 MVA

ya gardu Induk (240000) dalam kVA


induk ditentukan dari daya pembangkit yang menyuplai ke gardu induk terdekat

Gardu Induk Baru

contoh perhitungan
vacum circuit breaker

g sama dengan CB.

MVA dengan tegangan primer 150 kV.

m circuit breaker

ada busbar adalah 925 A

m circuit breaker yang dapat digunakan untuk melayani bus A dan bus B yang diparalel.

20 kV adalah

minal 2550 A.

gan kapasitas daya total 240 MVA

ngkat isolasi dasar (BIL) sebesar 150 kV x 5 = 750 kV

rat IM (Impulse Margin) di atas 20%

data perhitungan

rendah sehingga dapat mengamankan isolasi dari peralatan yang dilindungi.

an tahanan tinggi dengan tahanan 500 ohm dan arus maksimal adalah 25 A

ingga memerlukan tempat yang luas.

putus sama sekali.