Anda di halaman 1dari 9

RESUME MATA KULIAH

PENENTUAN HARGA TRANSFER


Dosen pengampu Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, MS

KELOMPOK 2 :

FAJAR FEBRIANA

( S411508004 )

SUKARIL

( S411508006 )

DIAH PRAMESTI

( S411508023 )

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2016

PENENTUAN HARGA TRANSFER


Pemikiran organisasi modern berorientasi kepada desentralisasi.salah satu tantangan utama
dalam mengoperasikan sistem yang terdesentralisasi dalah merancang suatu metode akuntansi
yang memuaskan untuk transfer barang dan jasa dari pusat laba yang satu ke pusat laba yang
lainnya dalam perusahaan yang memiliki transaksi seperti ini dalam jumlah yang cukup
signifikan.
Tujuan Penentuan Harga Transfer
Jika dua atau lebih pusat laba bertanggung jawab bersama atas pengembangan,pembuatan,dan
pemasaran suatu produk,maka masing masing harus membagi pendapatan yang dihasilkan
ketika produk tersebut terjual. Harga transfer merupakan mekanisme untuk pendistribusian
pendapatan.
Harga transfer harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan berikut ini :
a. Memberikan informasi yang relevan kepada masing-masing unit usaha untuk menentukan
imbal balik yang optimum antara biaya dan pendapatan perusahaan.
b. Menghasilkan keputusan yang selaras dengan cita-cita
c. Membantu pengukuran kinerja ekonomi dari unit usaha individual
d. Sistem tersebut harus mudah dimengerti dan dikelola.
Metode penentuan harga transfer
Pada buku ini mendefiniskan Harga Transfer pada nilai yang diberikan atas suatu transfer barang
atau jasa dalam suatu transaksi dimana setidaknya salah satu dari kedua pihak yang terlibat
dalam pusat laba. Istilah harga memiliki arti yang sama dengan yang digunakan yang berkaitan
dengan transaksi antar perusahaan independen.
a. Prinsip dasar
Prinsip dasarnya adalah bahwa harga transfer sebaiknya serupa dengan harga yang akan
dikenakan seandainya produk tersebut dijual kekonsumen luar atau dibeli dari pemasok luar.
Ketika suatu pusat laba di suatu perusahaan membeli produk, dan menjual ke satu sam lain,
maka ada dua keputusan yang harus diambil untuk setiap produk adalah :
- Apakah perusahaan harus memproduksin sendiri atau membeli dari pemasok lain. Hal ini
-

termasuk keputusan sourcing.


Jika diproduksi secara internal, pada tingkat harga berapakah produk tersebut akan
ditransfer antarpusat laba? Keputusan harga transfer.

b. Situasi Ideal
Orang yang kompeten
Idealnya,para manajer harus memperhatikan kinerja jangka panjang dari pusat tanggung
jawab mereka,sama seperti kinerja jangka pendeknya.staf yang terlibat dalam negosiasi
dan arbitrase harga transfer juga harus kompeten.
Atmosfer yang baik
Para manajer harus menjadikan profitabilitas,sebagaimana diukur dalam laporan laba rugi
mereka,sebagai cita cita yang penting dan pertimbangan yang signifikan dalam penilaian
kinerja mereka.
Harga pasar
Harga transfer yang ideal adalah berdasarkan harga pasar normal dan mapan dari produk
identik yang sedang ditransfer,harga pasar mencerminkan kondisi yang sama dengan
produk yang dikenakan harga transfer.
Kebebasan memperoleh sumber daya
Alternatif dalam memperoleh sumber daya haruslah ada,dan para manajer sebaiknya
didizinkan untuk memilih alternatif yang paling baik untuk mereka.manajer pembelian
harus bebas untuk membeli dari pihak luar,dan manajer penjualan harus bebas untuk
menjual ke pihak luar.
Informasi penuh
Para manajer harus mengetahui semua alternatif yang ada,serta biaya dan pendapatan yang
relevan dari masing masing alternatif tersebut.
Negosiasi
Harus ada mekanisme kerja yang berjalan lancar untuk melakukan negosiasi
kontrakantar usaha. Jika semua kondisi diatas terpenuhi,maka sistem harga transfer
berdasarkan harga pasar dapat menghasilkan keselarasan cita cita,dan tidak
membutuhkan administrasi pusat.
Hambatan-hambatan dalam mencari Sumber Daya
Pasar yang Terbatas

1. Kapasitas internal yang terbatas sehingga tidak memungkinkan pengembangan produk


kepihak eksternal.
2. Jika perusahaan merupakan produsen untuk produk yang sangat khas (unik) saja, sehingga
produk tersebut tidak dijual di pasar eksteren.
3.

Jika perusahaan telah melakukan investasi yang besar, maka perusahaan cenderung tidak
akan menggunakan sumber daya dari liar kecuali harga jual diluar mendekati biaya
variabel perusahaan, dimana ini sangat jarang terjadi.

Dalam kasus pasar terbatas, harga transfer yang paling memenuhi persyaratan sistem pusat
laba adalah harga kompetitif. Harga kompetitif mengukur kontribusi dari setiap pusat laba
terhadap laba perusahaan seluruhnya.
Bagaimana perusahaan mengukur tingkat harga kompetitif jika perusahaan tidak membeli atau
menjual produknya ke pasar bebas?
1. Jika ada harga pasar yang diterbitkan, maka harga tersebut harus digunakan untuk
menentukan harga transfer.
2. Harga pasar mungkin ditentukan berdasarkan penawaran (bid).
3. Jika pusat laba produksi menjual produk yang serupa dipasar bebas, maka pusat laba
tersebut sering kali meniru harga kompetitif berdasarkan harga diluar.
4. Jika pusat laba pembelian produk yang serupa dari pasar luar, maka pusat laba dapat
meniru harga kompetitif untuk produk ekslusif.

Kelebihan atau kekurangan Kapasitas Industri


Jika pusat laba penjualan tidak dapat menjual seluruh produk ke pasar bebas. Dengan kata
lain, pusat laba tersebut memiliki kapasitas yang berlebih. Perusahaan mungkin tidak akan
mengoptimalkan labanya jika pusat laba pembelian membeli produk dari pemasok luar
sementara kapasitas produksi di dalam masih memadai. Sebaliknya, andaikan jika pusat laba
pembelian tidak dapat memperoleh produk yang diperlukan dari luar sementara pusat laba
penjualan menjual produknya ke pihak luar. Situasi tersebut terjadi ketika terdapat kekurangan

kapasitas produksi di dalam industri. Dalam kasus ini, output dari pusat laba pembelian
terhalang dan kembali, laba perusahaan tidak dapat optimal.
Jika jumlah transfer dalam perusahaan adalah kecil atau jika situasi tersebut bersifat
sementara, banyak perusahaan membiarkan para pembeli dan penjual untuk saling bekerja
sama tanpa campur tangan kantor pusat. Bahkan jika jumlah transfer dalam perusahaan cukup
besar, beberapa manajemen tetap tidak ikut campur berdasarlkan teori yang menyatakan
bahwa manfaat dari menjaga agar pusat laba tetap independen akan menutupi kerugian dan
melakukan suboptimasi atas laba perusahaan. Singkatnya, meskipun ada hambatan dalam
perolehan sumber daya, harga pasar tetap merupakan harga transfer yang baik. Jika harga
pasar tersedia atau dapat diperkirakan maka gunakanlah itu. Meskipun demikian, jika tidak
ada cara untuk memperkirakan harga kompetitif, pilihan lainnya adalah mengembangkan
harga transfer berdasarkan biaya.
Dalam menentukan harga transfer, perusahaan biasanya mengeliminasi unsur iklan,
pendanaan, atau pengeluaran lain yang tidak dikeluarkan oleh pihak penjual dalam suatu
transaksi internal. Hal ini sama seperti ketika dua perusahaan sampai pada suatu tingkat harga.
Pihak pembeli tidak akan membayar komponen biaya yang tidak ada berlaku untuk kontrak
tersebut.
Harga Transfer Berdasarkan Biaya
Dasar Biaya
Dasar yang umum adalah biaya standar. Biaya aktual tidak boleh digunakan karena faktor
inefisiensi produksi akan diteruskan ke pusat laba pembelian. Jika biaya standar yang
digunakan, maka dibutuhkan suatu insentif untuk menetapkan standar yang ketat dan untuk
meningkatkan standar tersebut.
Markup Laba
Dalam menghitung markup laba, terdapat dua keputusan yang digunakan. Markup ditentukan
atas dasar penentuan tingkat laba dan besarnya laba. Dasar penentuan tingkat laba ini bisa
dilakukan berdasarkan biaya dan dapat dilakukan berdasarkan return atas investasi.

Kesulitannya adalah bila berdasar biaya tidak memperhitungkan investasi yang dilakukan.
Sebaliknya, jika berdasar investasi, sulit untuk menentukan besarnya investasi yang layak
diperhitungkan.
Masalah kedua dalam penyusunan laba adalah besarnya jumlah laba. Persepsi manajemen
senior atas kerja keuangan dari suatu pusat laba akan dipengaruhi oleh laba yang ditunjukkan
oleh pusat laba tersebut. Konsekuensi, jika mungkin penyisihan laba harus dapat mendekati
tingkat pengambilan yang akan diperoleh seandainya unit usaha tersebut merupakan
perusahaan independen yang menjual produknya ke konsumen luar. Solusi konseptual adalah
membuat penyisihan laba berdasarkan investasi yang dibuthkan untuk memenuhi volume
yang diminta oleh pusat laba pembelian.
Biaya Tetap dan Laba Hulu
Penetapan harga transfer dapat menimbulkan permasalahan yang cukup serius dalam
perusahaan yang terintegrasi. Bahkan jika pusat laba terakhir menyadari adanya biaya tetap
dan laba tersebut, pusat laba tersebut mungkin enggan untuk mengurangi labanya guna
mengoptimalkan laba perusahaan. Metode-metode yang digunakan oleh perusahaan untuk
mengatasi masalah ini adalah dengan cara sebagai berikut:
Persetujuan antar unit usaha.
Beberapa perusahaan membuat mekanisme formal dimana wakil-wakil dari unit pembelian
dan penjualan bertemu secara berkala untuk memutuskan harga penjualan ke pihak luar dan
pembagian laba untuk produk-produk dengan biaya tetap dan laba bagian hulu yang
signifikan. Mekanisme ini akan bekerja bila proses peninjauannya terbatas pada keputusankeputusan yang melibatkan jumlah bisnis yang signifikan bagi paling tidak satu pusat laba,
sebab bila tidak demikian halnya, negosiasi ini akan sia-sia.
Dua langkah penentuan harga.
Cara lain untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat harga transfer yang meliputi
dua beban. Pertama, untuk setiap unit yang terjual, pembebanan biaya dilakukan dengan
jumlah yang sama dengan biaya variabel standar produksi. Kedua, pembebanan biaya berkala

(biasanya setiap bulan) dilakukan dalam jumlah yang sama dengan biaya tetap yang berkaitan
dengan fasilitas yang disediakan untuk unit pembelian
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menerapkan metode penentuan harga dua
langkah:

Pembebanan biaya per bulan untuk biaya tetap dan laba harus dinegosiasikan secara
berkala dan akan tergantung dari kapasitas yang digunakan oleh unit pembeli.

Pertanyaan mungkin akan timbul mengenai keakuratan alokasi investasi dan biaya.
Dengan system penentuan harga ini, inerja laba dari unit produksi tidak dipengaruhi
volume penjualan dari unit yang terakhir.

Mungkin terdapat konflik antara kepentingan dari unit produksi dengan kepentingan
perusahaan.

Metode ini mirip dengan penentuan harga take or pay yang sering digunakan oleh
perusahaan-perusahaan sarana umum, saluran pipa, dan batubara, dan dalam kontrak
jangka panjang.

Pembagian laba
Jika system penentuan harga dua langkah tidak dapat dilakukan, maka system pembagian laba
dapat digunakan untuk memastikan keselarasan antara kepentingan unit usaha dan
perusahaan. Sistem tersebut beroprasi dengan cara sebagai berikut:
1. Produk tersebut ditransfer ke unit pemasaran pada biaya variabel standar.
2. Setelah produk tersebut terjual, unit-unit usaha membagi kontribusi yang dihasilkan, yang
merupakan harga penjualan dikurangi biaya variabel produksi dan pemasaran.

Kelemahan dari sistem yang menggunakan dua kelompok harga:


1. Jumlah laba unit usaha akan lebih besar dari laba perusahaan secara keseluruhan.
2. Menciptakan suatu ilustrasi bahwa unit usaha menghasilkan uang, kenyataanya mengalami
kerugian.
3. Dapat memicu unit usaha untuk hanya berkonsentrasi pada transfer internal.
4. Ada tambahan pembukuan yang terlihat dalam pendebitan akun kantor pusat setiap kali
ada transferan

5. Konflik diantra unit bisnis akan berkurang dalam sistem tersebut.


Penentuan Harga Jasa Korporat
Pengendalian atas Jumlah Jasa
Ada 3 teori pemikiran:
a.

suatu unit usaha harus membayar biaya variable standar dari jasa yang diberikan

b.

Harga yang sama dengan biaya variable standar ditambah bagian yang wajar dan biaya
tetap standar, yaitu biaya penuh.

c.

Harga yang sama dengan harga pasar, atau biaya penuh standar ditambah dengan
margin labanya.

Pilihan Penggunaan Jasa


Dalam beberapa kasus, pihak manajemen memutuskan unit-unit usaha dapat memilih apakah
akan menggunakan unit jasa sentral atau tidak. Unit-unit bisnis dapat memperoleh jasa
tersebut dari pihal luar, mengembangkan kemampuan mereka, atau memilih untuk tidak
menggunakan jasa ini sama sekali.
Kesederhanaan dari Mekanisme Harga
Harga yang dibebankan untuk jasa korporat tidak akan mencapai tujuan yang dimasudkan,
kecuali jika metode untuk menghitungnya dapat dimengerti dan dipahami dengan cukup
mudah oleh para manajer unit usaha.

Adminitrasi Harga Transfer


Negosiasi
Unit usaha menegosiasikan harga transfer satu sama lain, maksudnya harga transfer yang
tidak ditentukan oleh kelompok staf pusat. Alasan penting untuk hal ini adalah kepercayaan
bahwa dengan menetapkan harga jual dan mencapai kesepakatan atas harga pembelian yang
paling sesuai merupakan salah satu fungsi utama dari manajemen lini.

Arbitrase dan Penyelesaian Konflik


Artibrase dapat dilakukan dengan berbagai cara:
a. Dalam sistem yang formal, kedua pihak meyerahkan kasus secara tertulis kepada pihak
penengah (Arbitrator). Arbitrator akan meninjau posisi mereka masing-masing dan
memutuskan harga yang akan ditetapkan, kadang dengan bantuan staf kantor yang lain.
b. Selain tingkat formalitas, digunakan juga proses mampengaruhi efektivitas suatu sistem
harga transfer.
Cara untuk menyelesaikan konflik:
o memaksa (forcing)
o membujuk (smoothing)
o menawarkan (bargaining)
o penyelesaian masalah (problem solving)
Klasifikasi Produk
Luas dan formalitas dari perolehan sumber daya dan peraturan penentuan harga transfer
bergantung pada banyaknya jumlah transfer dalam perusahaan dan ketersediaan pasar serta
harga pasar. Semakinn besar jumlah transfer dan ketersediaan harga pasar, maka semakin
formal dan spesifik peraturan yang ada. Beberapa perusahaan membagi produk menjadi dua
kelas:
a.

Kelas I meliputi seluruh produk mana manajemen senior ingin mengendalikan perolehan
sumber daya.

b.

Kelas II. Produk yang dapat diproduksi diluar perusahaan tanpa adanya gangguan
terhadap operasi yang sedang berjalan, produk yang volumenya kecil, diproduksi dengan
peralatan umum.