Anda di halaman 1dari 29

ANALISIS KOMPOSISI KIMIA DAN MINERAL

PENYUSUN BATUAN BEKU KAITANNYA DALAM


PENENTUAN LINGKUNGAN PEMBENTUKAN
2 Maret 2016

Komposisi kerak dan


mantel
Komposisi kimia dari kerak dan mantel (dan
juga seluruh bagian dari bumi) terdiri dari
hanya sepuluh ikatan unsur oksida yang
disebut dengan unsur utama (major
elements), yaitu SiO2, TiO2, Al2O3, FeO +
Fe2O3, MnO, CaO, Na2O, K2O, P2O5, dan
sejumlah zat volatil (H2O, H2, O2, Cl, F,S,
dsb dan kelimpahannya dapat dideteksi di
dalam % berat.

Komposisi kerak dan


mantel
Hasil analisa kimia dari batuan untuk zat
volatil biasanya disajikan dalam jumlah unsur
yang hilang dibakar (LOI) dan sering
disajikan dalam bentuk lain, yaitu H2O+ dan
H2O Selain unsur di atas, juga mengandung unsur
lain dalam prosentase yang lebih kecil dan
disebut unsur dikit (minor elements),
misalnya; Cr, Ni, (batuan basa) dan Ba
(batuan asam).

Komposisi kerak dan


mantel
Unsur unsur jejak (trace elements) yang
kelimpahannya hanya di dalam dimensi per
sejuta bagian/ppm (part per million), yaitu
semua unsur di luar unsur utama.
Sebagian unsur jejak yaitu unsur tanah
langka (rare erath elements/REE) sering
dipakai sebagai indikator petrogenetis yang
baik, yaitu semua unsur dari La s/d Lu di
dalam tabel perioik dari Mendeleyev.

Komposisi kimia kerak dan mantel


1

SiO2

49,2

44,5

45,2

61,9

TiO2

1,4

0,1

0,7

0,8

Al2O3

15,8

3,1

3,5

15,6

Fe2O

2,2

1,2

0,5

2,6

FeO

7,2

6,7

8,0

3,9

MnO

0,16

0,1

0,1

0,1

MgO

8,5

39,1

37,5

3,1

CaO

11,1

3,2

3,1

5,7

Na2O

0,7

0,25

0,57

3,1

K2O

0,26

0,04

0,13

2,9

P2O5

0,15

Cr2O3

0,4

0,4

NiO

0,24

0,20

Keterangan :
1 kerak samudera
2 Mantel Atas
3 Pyrolit
4 kerak benua

Komposisi kimia penyusun suatu batuan


merupakan parameter dan data dasar yang
amat diperlukan petrogenesis, meskipun
petrogenesis juga dapat dilakukan tanpa
adanya data kimia batuan dengan hasil
terbatas tentunya.
Kimiawi batuan di bagi ke dalam kelompok
unsur utama (termasuk unsur minor), unsur
jejak dan isotop.

Unsur Utama
Aplikasi kimiawi unsur utama adalah untuk
membuat klasifikasi, pengelompokan dan
penamaan batuan secara kimia.
Berbeda dengan batuan plutonik yang
umumnya terdiri dari mineral berbutir kasar
dan mudah diidentifikasi dengan mikroskop
polarisasi,
batuan
vulkanik
umumnya
bertekstur halus, porfiritik sehingga tidak
seluruh mineralnya dapat diidentifikasi.

Unsur Utama
Data kimia unsur utama dapat dipakai
untuk mengetahui evolusi kimia dengan
menggunakan diagram diagram. Salah
satu diagram konvensional adalah diagram
Harker yang memakai SiO2 sebagai
parameter diferensiasi di plot terhadap
unsur oksida yang lain.
Diagram AFM dipakai untuk membedakan
kelompok toleit dan non toleit.

Klasifikasi batuan beku


(Miyashiro, 1978)

Diagram AFM

Klasifikasi batuan beku vulkanik dari zona orogenesa


(Peccerillo & Taylor, 1976)

Komposisi kimia batuan (unsur utama)


dengan mudah akan dapat dipakai untuk
menentukan afinitas dan deret magmatis
dari batuan yang bersangkutan, yaitu :
toleit, alkali, kalk-alkali, dan sosonitik.

Batuan Ultrabasa
Memiliki kandungan Silika rendah <45%
Kandungan MgO > 18%, Tinggi akan
kandungan FeO
Rendah Kalium
Mineral mafiknya > 90%.

Komposisi kimia ultra basa :


SiO2 = 35,48 40,04% Na2O = 0,00 0,13%
Fe2O3 = 7,54 8,03% TiO2 = 0,03%
MgO = 37,90 40,77% P2O5 = 0,01 0,03%
K2O = 0,20%

MnO = 0,08 0,11%

Al2O3 = 0,55 1,21 % H2O = 0,72 0,077%


CaO = 0,00 0,16%

Batuan Beku Ultrabasa


PERIDOTIT
Holokristalin, faneritik, hipidomorf granular,
tersusun atas olivin 60%, plagioklas 15%,
Piroksen 25%
DUNIT
Holokristalin, faneritik, tersusun atas
dominan mineral olivin (>90%), sebagian kecl
hadir mineral piroksen, amfibol.

Batuan Beku Ultrabasa


HARZBURGIT
Holokristalin tersusun atas olivin dan
piroksen, sebagian amfibol

LHERZOLITE
Holokristalin, komposisi tersusun atas olivin,
piroksen, amfibol

Batuan Beku Ultrabasa


PIROKSENIT
Holokristalin, tersusun atas dominan
piroksen, sebagian hadir mineral olivin

Ofiolit adalah massa batuan penyusun


kerak samudera dan mantel bagian atas
yang telah terangkat ke permukaan di zona
tepi benua atau tergabung dalam deretan
pegunungan yang kemudian tersingkap
karena erosi.

Urutan stratigrafi ofiolit dari bawah ke atas


adalah sebagai berikut
1. Kompleks Ultramafik :Terdiri dari peridotit, dunit,
lerzolit, dan harsburgit. Pada kompleks ini juga
terdapat batuan metamorf yang terbentuk
akibat tektonik, umumnya serpentinit.

2. Kompleks Gabro : Kompleks ini terdiri atas gabro


yang menunjukkan strutur berlapis-lapis. Selain
itu juga terdapat peridotit dan piroksenit dengan
struktur yang sama.

3. Kompleks Dike : Kompleks ini terdiri dari dike diabas.


Pada bagian bawah dibatasi oleh plagiogranit, yaitu
diorit dan tonalit. Kompleks ini tidak selalu hadir dalam
setiap ofiolit.
4. Kompleks Vulkanik Mafik :Kompleks ini tersusun atas
lava basalt yang menunjukkan struktur bantal (pillow
lava).
5. Kompleks Endapan Laut Dalam : Bagian ini terdiri
atas kumpulan batuan sedimen dan endapan laut
dalam, seperti baturijang, serpih, dan batugamping
mikrit.

Stratigrafi Ofiolit

PETROGRAFI BATUAN
BEKU BASA
Hampir sebagian besar kerak samudera
tersusun atas batuan beku basal, hasil dari
melting upper mantel, secara komposisi
kimia hampir relatif sama dengan komposisi
upper mantel, yaitu miskin silika dan kaya
akan magnesium dan besi.

Petrografi dan Kimiawi


batuan yang berasal dari
MORB
Petrografi : tekstur afirik sampai porfiritik,
memperlihatkan struktur bantal, terdapat
struktur vesikuler dengan pengisian mineral
sekunder (amigdaloidal), massadasar mikrolit
gelas
dengan
fenokris
tidak
terlalu
banyak(<20% dari volume total), terdiri atas
plagioklas, piroksen, sedikit olivin atau tidak
ada. Ciri khas lainnya adalah mineral opak
yang hanya terdapat sebagai kristal halus di
dalam massadasar, sedangkan mineal opak
sebagai minrofenokris sangat jarang dijumpai.

Petrografi dan Kimiawi


batuan yang berasal dari
MORB
Unsur utama dan unsur jejak pada
beberapa contoh MORB, yaitu N-MORB, PMORB, MPRB transisi
Unsur jejal dari MORB mudah dikenali
dengan membuat diagram pola REE.
Magma MORB yang berafinitas toleit dapat
mengalami
kontaminasi
dari
kerak
granulitik dan amfibolitik.

Petrografi dan Kimiawi


batuan yang berasal dari
MORB
Di sepanjang MORB, selain terjadi ekstrusi
magma basaltik yang membentuk keak
samudera baru, terjadi alterasi hidrotermal
karena adanya kontak dengan air laut dan
adanya
proses
hidrotermal
melalui
mekanisme black smoker. Black smoker
adalah cerobong kecil yang mengeluarkan
uap
dan
gas
bewarna
hitam
dan
memungkinkan terjadinya mineralisasi nodul
mangan (manganese nodule) yang sangat
kaya pada lingkungan MORB.

Petrografi dan Kimiawi


batuan yang berasal dari
MORB
Model N-type MORB : MORB dihasilkan dari
peleburan sebagian mantel atas yang
mempunyai komposisi relatif homogen
dengan sumber bersifat deplesi.
Model P-type MORB : melibatkan sumber
yang berasal dari kedalaman yang lebih
besar, naik ke atas dan bercampur dengan
sumber yang bersifat deplesi.

Petrografi dan Kimiawi


batuan yang berasal dari
MORB
Percampuran dua sumber menghasilkan P
type yang bersifat pengkayaan (enriched).
Model yang kedua ini diyakini sebagai
sumber yang identik pada OIB (oceanic
island basalt) dengan mekanisme hot spot.

Migrasi MOR keluar


dari hot spot (after
Schilling
et
al.,
1985)