Anda di halaman 1dari 2

Proses liquifaksi batubara dipengaruhi oleh beberapa parameter, antara lain

waktu, suhu, tekanan, kecepatan pemanasan, sifat pelarut, kualitas batubara,


ukuran butir batu-bara, katalisator dan bahan aditif. Waktu sangat berpengaruh
pada banyaknya batubara terkonversi membentuk hasil, karena makin panjang
waktu untuk bereaksi akan memberi kesempatan lebih besar bagi zat-zat
pereaksi untuk saling bertumbukan. Suhu berpe- ngaruh terhadap liquifaksi
batubara.. Makin tinggi suhu hasil minyak dan gas akan makin meningkat. Sesuai
mekanisme (II) (gambar 3) asphalten mulamula naik kemudian turun lagi, sedangkan preasphalten makin menurun. Hal ini
terjadi karena asphalten dan preasphalten terhidrogenasi lebih
lanjut membentuk minyak. Tekanan berpengaruh terhadap kecepatan reaksi,
terutama untuk reaksi bolak-balik dalam rase gas (12). Pacta proses pirolisis
batubara, semakin tinggi tekanan, maka kehilangan berat batubara semakin
kecil (13) .Pacta proses liquifaksi baubara, semakin tinggi tekanan operasi, yield
akan makin tinggi sampai batas tertentu, untuk kemudian tetap yaitu pacta
tekanan operasi tertentu yield tidak dapat naik lagi (14) .Kecepatan
pemanasan mempengaruhi liquifaksi batubara. Kecepatan pemanasan yang
lebih besar akan menaikkan konversi lebih tinggi dibandingkan pacta kecepatan
pemanasan yang lebih rendah(IS). Sifat pelarut yang karakteristik berpenga.ruh
besar terhadap basil cair yang diperoleh pacta liquifaksi batubara sehingga
diperlukan pemilihan pelarut yang tepat. Pertimbangan dalam pemilihan pelarut
adalah (16) : -dapat melarutkan umpan batubara
dengan baik, -sebagai medium untuk melarutkan basil yang diperoleh,
-membantu pelarutan H2 sehingga memudahkan perpindahan massa H2 menuju
katalisator dan batubara, -berperan dalam proses hidrogenasi batubara dan
produknya sebagai donor-H dan perpindahan massa H2 ke batubara daTi rase
gas atau daTi pelarut yang digunakan untuk hidrogenasi tersebut. Kualitas
batubara mempengaruhi basil yang diperoleh daTi liquit"aksi batubara.
Komponen batubara terdiri daTi C,H,N,S daD 0 akan mempengaruhi
hasilliquifaksi batubara. Ukuran butir batubara yang digunakan dalam proses
mempengaruhi liquifaksi batubara. Semakin kecil ukuran butir,pelarutan
batubara semakin baik dan berjalan cepat, sehingga mempengaruhi kecepatan
reaksi keseluruhan. Katalisator digunakan untuk menurunkan energi aktivasi zatzat pereaksi, sehingga pada suhu yang tetap reaksi berlangsung lebih cepat.
Makin banyak' katalisator yang digunakan, konversi akan bertambah, tetapi pada
suatu saat penambahan katalisator tidak akan menambah basil cair yang berarti
(16). Selain itu
penggunaan katalisator dalam proses liquifaksi batubara dapat mereduksi
kandungan sulfur dalam produk (17). Studi pengembangan katalisator telah
dilakukan dengan penambahan katalisator sebanyak 1%, temyata dengan
katalisator CoMo mampu menaikkan basil cair sebanyak 50%. Hal tersebut dapat
dicermati daTi Tabel 3 (18.)
Bahan aditif dapat ditambahkan pada proses liquifaksi batubara disamping
katalisator. Penambahan ini dimaksudkan untuk meningkatkan basil yang
diperoleh. Aditif besi lebih efektif dibandingkan residu SRC (19) , karena dapat

menaikkan fraksi minyak sekitar 27% dan menurunkan fraksi yang tak larut
dalam piridin sampai nolo
Proslding Pertemuan dan Presentasilimiah Ponelitian Dasar limu Pengetahuan
dan

Anda mungkin juga menyukai