Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN

NAMA MAHASISWA: AMBO DALLE


N I M: 9901075005-72
Masalah Kesehatan: Intra Uterine Device
Definisi: Merupakan suatu alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim yang
bentuknya bermacam-macam, terbuat dari plastik (polyethiline).
Gangguan pemenuhan kebutuhan dasar (dikaitkan dengan patologi, insiden dan
diagnosis penyakit)
Cara Kerja IUD
1. IUD menimbulkan reaksi radang setempat ditandai bertambahnya sel darah putih pada
permukaan dinding rahim yang ditempeli IUD. Sehingga sperma/ovum dihancurkan
(diphagocytose) oleh darah putih.
2. IUD menimbulkan halangan mekanik dalam uterus. Makin luas permukaan IUD, makin
tinggi kemanjurannya.
3. Tembaga (Cu) yang terdapat dalam IUD mencegah kehamilan sehingga mempengaruhi
reaksi biokimia di dalam uterus.
4. IUD dalam uterus menyebabkan perubahan endometrium sehingga telur yang sudah
dibuahi dan masak sangat mudah untuk dicegah nidasinya.
5. IUD menyebabkan meningkatnya prostaglandin dalam rahim yang akan merangsang
kontraksi uterus.
IUD Dapat Dipasang
1. Bersuami dan persetujuan suami
2. Pernah melahirkan
3. Tidak ada kontra indikasi: kehamilan, infeksi alat kandungan, perdarahan abnormal,
kelainan organic alat kandungan dan kanker alat kandungan.
IUD Dipasang Setelah Melahirkan
1. Pemasangan dini 2 4 hari sesudah persalinan
2. Pemasangan biasa, 40 hari sesudah persalinan.
3. Waktu haid pada hari ke 3.
4. Setelah keguguran (2-4 hari)
Efek Samping
1. Rasa mules dan nyeri.
2. Perdarahan.
3. Keputihan.
4. Infeksi panggul.
5. Perforasi.
6. Ekspulsi.
7. Kehamilan.
Cara Menanggulangi
1. Bila terjadi akibat sampingan rujuk
2. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) diangkat rujuk
Keuntungan AKDR
1. Efektifitasnya tinggi dan kegagalan 2%
2. Dapat dipakai jangka waktu relatif lama
3. Ekonomis
4. Praktis
5. Mudah diangkat jika diinginkan

INTRA UTERINE DEVICE


(IUD)

Biologis

Psikologis

Cemas

Reaksi Radang
Nonspesifik

Leukocyte
Meningkat

Flour
Albus

Gangguan
Hubungan
sexual

Fogositosis
sperma/ovum

Gatal
(Gangguan
Rasa
Nyaman)

Perdarahan

Sosial

Gangguan
Hubungan
Suami Istri

Spiriual

Konflik
Kepercayaan
(Spiritual
Distress)

Halangan
Mekanik

Prostaglandin
Meningkat

Erosiporsio
karena gesekan
benang

Konstraksi
Uterus

Disparenia
(Nyeri Coitus)

Ekspulsi

Gangguan
Hubungan
sexual

Nyeri dan
Mules

Masalah Keperawatan
1. Perdarahan/spotting sehubungan dengan iritasi mekanik dinding rahim
2. Nyeri sehubungan dengan kontraksi uterus
3. Gangguan rasan yaman (gatal) sehubungan dengan four albus
4. Gangguan hubungan sexual sehubungan dengan nyeri coitus atau disparania
5. Spiritual distress sehubungan dengan pemasangan IUD
Masalah Kolaborasi: Perdarahan
Intervensi Keperawatan
1. Dx 1: Perdarahan/spotting sehubungan dengan iritasi mekanik dinding rahim.
a. Kaji tingkat perdarahan atau spotting
b. Jelaskan penyebab perdarahan atau spotting
c. Kolaborasi pemberian antifibronolytik
2. Dx 2: Nyeri sehubungan dengan kontraksi uterus
a. Kaji tingkat nyeri
b. Jelaskan bahwa penyebab nyeri adalah karena kontraksi uterus akibata dari pada
pemasangan IUD
c. Jelaskan teknik relaxasi dan distraksi untuk mengurangi nyeri
d. Mengalihkan perhatian klien terjadap hal-hal yang menyenangkan misalnya
mendengarkan musik dengan tujuan dapat meningkatkan Penurunan ras nyeri
karena pelepasan endorfin
e. Kolaborasi pemberian analgesik

3. Dx 3: Gangguan rasan yaman (gatal) sehubungan dengan four albus


a. Kaji tingkat gangguan rasa nyaman gatal
b. Jelaskan penyebab gatal
c. Menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri terutama daerah vagina
d. Kolaborasi dalam pemberian obat-obatan yang dapat mengurangi rasa gatal.
4. Dx 4: Gangguan hubungan sexual sehubungan dengan nyeri coitus atau disparania
a. Kaji tingkat gangguan sexual (nyeri coitus)
b. Jelaskan kepada pasangan (suami/istri) nyeri coitus/disparenia disebabkan oleh
erosiporsio karena benang IUD
c. Menganjurkan untuk memeriksa diri sesegera mungkin apabila nyeri sexual
bertambah berat
d. Kolaborasi pemberian obat analgesik dan antibiotik
5. Dx 5: Spiritual distress sehubungan dengan pemasangan IUD
a. Menyediakan waktu yang cukup sehingga klien menjadi senang untuk
membagi perasaan, perhatian dan kekhawatirannya.
b. Mendengarkan secara aktif ungkapan perasaan klien.
c. Mempelajari latar belakang keluarga dan latar belakang agama serta efeknya
pada pilihan kontrasepsi.
d. Kolaborasi rujuk keahli spiritual
Buku sumber:
Cohen, Susan M, (1991) Maternal, Neonatal, and Womens Health Nursing, Springhouse
Corporation, Pennsylvania.
Kim, Mi Ja, et al, (1995) Diagnosa Keperawatan (Pocket Guide to Nursing Diagnoses),
EGC, Jakarta.
__________(1980) Teknik Keluarga Berencana, Unpad

LAPORAN PENDAHULUAN
NAMA MAHASISWA: ENDRA AMALIA
N I M: 9901075013-72
Masalah Kesehatan: intra uterine device
Definisi: Merupakan suatu alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim yang bentuknya
bemacam-macam, terbuat dari plastik (polyethiline).
Gangguan pemenuhan kebutuhan dasar (dikaitkan dengan patologi, insiden dan
diagnosis penyakit)
Cara Kerja IUD
1. IUD menimbulkan reaksi radang setempat ditandai bertambahnya sel darah putih pada
permukaan dinding rahim yang ditempeli IUD. Sehingga sperma/ovum dihancurkan
(diphagocytose) oleh darah putih.
2. IUD menimbulkan halangan mekanik dalam uterus. Makin luas permukaan IUD, makin
tinggi kemanjurannya.
3. Tembaga (Cu) yang terdapat dalam IUD mencegah kehamilan sehingga mempengaruhi
reaksi biokimia di dalam uterus.
4. IUD dalam uterus menyebabkan perubahan endometrium sehingga telur yang sudah
dibuahi dan masak sangat mudah untuk dicegah nidasinya.
5. IUD menyebabkan meningkatnya prostaglandin dalam rahim yang akan merangsang
kontraksi uterus.
IUD Dapat Dipasang
1. Bersuami dan persetujuan suami
2. Pernah melahirkan
3. Tidak ada kontra indikasi: kehamilan, infeksi alat kandungan, perdarahan abnormal,
kelainan organic alat kandungan dan kanker alat kandungan.
IUD Dipasang Setelah Melahirkan
1. Pemasangan dini 2 4 hari sesudah persalinan
2. Pemasangan biasa, 40 hari sesudah persalinan.
3. Waktu haid pada hari ke 3.
4. Setelah keguguran (2-4 hari)
Efek Samping
1. Rasa mules dan nyeri.
2. Perdarahan.
3. Keputihan.
4. Infeksi panggul.
5. Perforasi.
6. Ekspulsi.
7. Kehamilan.
Cara Menanggulangi
1. Bila terjadi akibat sampingan rujuk
2. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) diangkat rujuk
Keuntungan AKDR
1. Efektifitasnya tinggi dan kegagalan 2%
2. Dapat dipakai jangka waktu relatif lama
3. Ekonomis
4. Praktis
5. Mudah diangkat jika diinginkan

IUD SECARA TEORITIS

1. Biologis
2. Psiklogis
3. Spritual
4. Sosial
- Perdarahan
- Cemas
- Kepercayaaan * Masa Menstruasi yang menunjang - Gelisah
keagamaan
* Spotting
- Khawatir
- Infeksi
- Nyeri
- Ekspulsi
- Perforasi
Masalah Keperawatan
1. Klien mengatakan bahwa ia memakai alat kontrasepsi karena tidak ingin hamil.
2. Klien kelihatan gelisah dan cemas
3. Klien membutuhkan kontrasepsi yang cocok untuk mencegah kehamilan. Klien sangat
membutuhkan informasi yang benar tentang kontrasepsi.
Masalah Kolaborasi: Pemeriksaan panggul dan dada.
Tujuan
1. Klien mengetahui/memahami tentang alat kontrasepsi
2. Membicarakan keyakinan agamanya dan efek perasaannya
3. Klien memahami bahwa ia sangat membutuhkan kontrasepsi
4. Klien dapat memilih kontrasepsi yang cocok untuk dia.
Intervensi Keperawatan
1. Menyediakan tempat tersendiri untuk mendiskusikan alasan-alasan untuk kunjungan ini.
Yakinkan klien bahwa diskusi akan memberi kepercayaan klien.
2. Menyediakan waktu yang cukup sehingga klien menjadi senang untuk membagi
perasaan, perhatian dan kekhawatirannya.
3. Mendengarkan secara aktif ungkapan perasaan klien.
4. Mempelajari latar belakang keluarga dan latar belakang agama serta efeknya pada
pilihan kontrasepsi.
5. Menjelaskan berbagai metoda kontrasepsi untuk klien
6. Memberi catatan informasi mengenai metoda kontrasepsi pada klien untuk pertimbangan
7. Menyediakan waktu bagi klien untuk mempertimbangkan berbagai metode.
Rasionalnya:
1. Klien akan merasa aman di tempat yang tersendiri dan tidak ada gangguan.
2. Melindungi klien dari perasaan buru-buru dan dapat mengambil keputusan dari
pertimbangannya.
3. Klien dapat mempercayai perawat dan membagi kepercayaannya.
4. Kelak akan menyenangkan dengan keputusannya, klien ingin mengerti sekarang. Itu
dipengaruhi oleh keluarga dan latar belakang agama.
5. Mendapatkan informasi untuk menentukan pilihan yang tepat/cocok untuknya.
6. Klien dapat mempelajari informasi tertulis dan memeliharanya untuk referensi.
7. Memberi waktu kepada klien untuk mempertimbangkan secara penuh.
Buku sumber:
M. (1991) Maternal, Neonatal, and Womens Health Nursing, Springhouse Corporation,
Pennsylvania.
---------------- (1980) Teknik Keluarga Berencana, Unpad