Anda di halaman 1dari 77

SATUAN ACARA PENYULUHAN

( SAP )
ASI ESKLUSIF
Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Topik

: ASI Ekslusif

Sasaran

: ibu ibu posyandu

Tanggal / Jam

: 05 Agustus 2010 / 11.00 WIB

1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan ibu-ibu dapat meyusui anaknya
dengan benar dan tepat.
2. Tujuan Khusus
Di akhir penyuluhan diharapkan ibu dapat :
3. Menjelaskan pengertian ASI Eksklusif
4. Menjelaskan tujuan dari bayi di berikan ASI Eksklusif
5. Menjelaskan posisi menyusui yang benar
6. Materi
7. Pengertian ASI Eksklusif
8. Kegunaan ASI Ekslusif
9. Cara menyusui yang benar

10. Metode
11. Cramah
12. Tanya jawab.

13. Kegiatan Penyuluhan


No
1.

Waktu
2 menit

2.

10
menit

3.

2 menit

Kegiatan
Pembukaan
Penyuluhan

penutup

Kegiatan
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan
Menjelask pengertian tentang ASI
Eksklusif
Menjelaskan kegunaan ASI Eklusif
Menjelaskan cara menyusui yang benar
Memberikan Tanya jawab
Menyimpulkan hasil penyuluhan
Mengevaluasi penyuluhan
Menutup salam dan doa

II.

Media

Liflet

Materi ASI Eksklusif.

III. Daftar pustaka


1. Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea
bagus ,Manuaba SOG Jakarta:1998.
2. Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono
Prawiroharjo Jakarta:2002.
3. Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.

ASI EKSKLUSIF
1.

Pengertian
ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan pada usia 0-6 bulan tanpa

diselingi makanan tambahan lain (Catatan kuliah, 2007).


ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa tambahan lain pada bayi
berumur 0 sampai 6 bulan. (www.google.com).
2.

Tujuan

Tujuan pemberian ASI Eksklusif adalah :


1. Mempromosikan keterkaitan emosi ibu dan bayi
2. Memberikan kekebalan pasif yang segera kepada bayi melalui kolostrum
3. Merangsang kontraksi uterus
3.

Manfaat

Adapun manfaat pemberian ASI Eksklusif


1. Praktis, ekonomis, hygienis
2. Mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi
3. Perlindungan aktif dan pasif terhadap infeksi
4. Merangsang sistem kekebalan bayi
5. Memberikan zat kekebalan yang belum dapat dibuat oleh bayi
6. Mengandung protein yang dapat memacu pertumbuhan bayi
7. Menjarangkan kehamilan
4.

Memulai Pemberian ASI


Prinsip pemberian ASI adalah sedini mungkin dan eksklusif. Bayi baru

lahir harus mendapatkan ASI dalam waktu satu jam setelah lahir. Anjurkan ibu
untuk memeluk bayinya dan mencoba segera menyusukan bayi setelah tali pusat
diklem dan dipotong. Beritahu bahwa penolong akan selalu membantu ibu untuk
menyusukan bayi setelah placenta lahir dan memastikan ibu dalam kondisi baik.
Keluarga dapat membantu ibu untuk memulai pemberian ASI lebih awal.

Memulai pemberian ASI secara dini akan :


1. Merangsang produksi ASI .
2. Memperkuat refleks menghisap bayi.

E. Pedoman Menyusui (WHO/UNICEF, Breast Feeding Promotion And


Support, 2005)

Mulai menyusui segera setelah lahir (dalam waktu satu jam).


Jangan berikan makanan atau minuman lain kepada bayi (misalnya air, madu,
larutan air gula atau pengganti susu ibu) kecualli diinstruksikan oleh dokter

atas alasan-alasan medis, sangat jarang ibu tidak memiliki air susu yang cukup
sehingga memerlukan susu tambahan (Enkin, eb al, 2000).

Berikan ASI eksklusif selama enam jam bulan pertama hidupnya dan baru
dianjurkan untuk memulai pemberian makanan pendamping ASI setelah
periode eksklusif tersebut.

Berikan ASI pada bayi sesuai dorongan alaniahnya baik siang maupun malam
(8-10 kali atau lebih dalam 24 jam) selama bayi menginginkannya.

F. Posisi Menyusui Yang Benar


1. Lengan ibu yang menopang kepala, leher dan seluruh badan bayi (kepala dan
tubuh berada pada satu garis lurus), muka bayi menghadap ke payudara ibu
didepan putting susu ibu. Posisi bayi harus sedemikian rupa sehingga perut
bayi menghadap ke perut ibu.
2. Ibu mndekapkan bayinya ke tubuhnya (muka bayi ke payudara ibu) dan
mengamati bayi siap mengamati bayi tiap menyusu, membuka mulut,
bergerak mencari, dan menoleh.
3. Ibu menyentuhkan putting susunya ke bibir bayi, menunggu hingga mulut
bayi terbuka lebar, kemudian mengarahkan mulut bayi ke putting susu ibu
sehingga bibir bayi dapat menangkap putting susu tersebut.

Tanda-tanda posisi bayi menyusu dengan benar


1. Dagu menyentuh payudara ibu.
2. Mulut terbuka lebar.
3. Hidung bayi mendekati dan kadang-kadang menyentuh payudara ibu.
4. mulut bayi mencakup sebanyak mungkin areola (tidak hanya putting saja),
lingkar areola atas terlihat lebih banyak dibandingkan lingkar areola
bawah.
5. Lidah bayi menopang putting dan areola bagian bawah.
6. Bibir bawah bay melengkung keluar.
7. Bayi menghisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang-kadang
disertai dengan berhenti sesaat.

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


ASI EKSKLUSIF

Tanggal

: 05 Agustus 2009

Jam

: 11.00

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
PERAWATAN PAYUDARA
(BREAST CARE)
Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Topik

: perawatan payudara

Sasaran

: ibu ibu nifas

Tanggal / Jam

: 14 juli 2009 / 10.30 WIB

Tempat

: PKMS TUGU -TRENGGALEK

I.TUJUAN PENYULUHAN
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan ibu dapat melakukan perawatan
payudara dirumah sendiri
Tujuan Khusus
Diharapkan ibu dapat :
1. Menjelaskan tentang bagaimana perwatan payudara
2. Dapat mengetahui cara cara perawatan payudara
II.Materi
1. Pengertian perawatan payudara
2. Bahan yang dipakai untuk perawatan payudara
3. Prosedur tindakan
III.

Metode

a. Cramah
b. Buku KIA.

IV.

Kegiatan Penyuluhan
No
1.

Waktu
2 menit

Kegiatan
Pembukaan

Kegiatan
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan

2.

5 menit

Penyuluhan

Menjelask pengertian
Menjelaskan alat dah bahan
Menjelaskan prosedur tindakan
Memberikan Tanya jawab

3.

3 menit

penutup

Menyimpulkan hasil penyuluhan


Mengevaluasi penyuluhan
Menutup salam dan doa

4. Media

Liflet

Materi ASI Eksklusif.


5. Daftar pustaka

2.

Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea
bagus ,Manuaba SOG Jakarta:1998.

3.

Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono


Prawiroharjo Jakarta:2002.

4.

Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


PERAWATAN PAYUDARA

Tanggal

: 14 JULI 2009

Jam

: 11.00

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
TANDA-TANDA BAHAYA NIFAS

Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Topik

: Tanda bahaya ibu nifas

Sasaran

: ibu ibu nifas

Tanggal / Jam

: 12 juni 2009 / 10.30 WIB

Tempat

: PKMS KARANGAN-TRENGGALEK
POSYANDU II

I.TUJUAN PENYULUHAN
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan ibu dapat mengetahui tentang bahaya
nifas
Tujuan Khusus
Diharapkan ibu dapat :
1. Menjelaskan tentang apa itu nifas
1. Dapat mengetahui tentang apa saja tanda-tanda bahaya nifas itu
II. Materi
1.

Pengertian nifas

2.

Tanda tanda bahaya nifas meliputi


perdarahan lewat jalan lahir

demam lebih dari 2 hari


bengkak muka tangan dan kaki
gangguan jiwa
payudarah bengkak kemerahan dan disertai rasa sakit

III. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab.
IV. Kegiatan Penyuluhan
No
1.

Waktu
2 menit

2.

10
menit

Kegiatan
Pembukaan

Kegiatan
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan

Penyuluhan

Menjelask pengertian nifas


Menjelaskan tandabaya nifas
Memberi kesempatan untuk bertanya
Memberikan Tanya jawab

3.

5 menit

Penutup

Menyimpulkan hasil penyuluhan


Mengevaluasi penyuluhan
Menutup salam dan doa

V. Media
1.

Liflet

2.

Materi nifas.

VI. Daftar pustaka


b. Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea bagus
,Manuaba SOG Jakarta:1998.
c. Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono
Prawiroharjo Jakarta:2002.
d. Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.

TANDA BAHAYA IBU NIFAS

1.

PENGERTIAN

Nifas adalah masa setelah ibu melahirkan bayi dan tidak terjadi komplikasi
pada alat reproduksi ke kondisi semula . pada ibu nifas ini memerlukan bantuan
perawatan dan pengawasan demi pemulihan kesehatan seperti sebelum
melahirkan. Masa nifas kurang lebih 42 hari atau 6 minggu setelah kelahiran
2.

TANDA BAHAYA IBU NIFAS

MELIPUTI
Perdarahan lewat jalan lahir
Yaitu perarahan setelah bayi lahir selama 24 jam pertama pasca persalinan
ataupun perdarahan setelah 24 jam persalinan.
Demam lebih dari 2 hari
Yaitu sehabis melahirkan biasanya suhu badan agak naik sedikit sebagai akibat
kerja keras waktu melahirkan . kehilangan cairan dan kelelahan . tetapi apabila
lebih 2 hari tidak turun maka perlu pengawasan medis.
Bengkak muka tangan dan kaki
Yaitu bengkak disetai sakit kepala dan kejang biasa terjadi selama nifas karena
komplikasi masa nifas.
Mengalami gangguan jiwa
Yaitu disebabkan bila seseorang tersebut tidak mau menerima kelahiran anaknya
ataupun depresi karena perubahan suhu tubuh yang setelah mealahirkan anaknya
biasa terjadi memang pada kasus pemerkosaan.
Payudara bengkak kemerahan dan disertai rasa sakit
Hal ini harus dicegah karena pada masa nifas dan harus perawata dan kebersihan
payudara
3.

KEBUTUHAN DASAR IBU

NIFAS
Asuhan bayi dan pemberian ASI
Perawatan tali pusat
Harus bersih dan kering tidak boleh di berikan apapun
Pemberian ASI Eklusif
Cara meneteki yang benar
Tubuh dekat ibu menghadap pada ibu
Mulut dan dagu dekat payudara
Bayi menghisap teratur
Bayi tampak santai dan tenag
Berikan gizi yang baik
Ibu lebih banyak makan daripada biasa
Minum FE, dan V itamin A

Kebersihan diri
Ganti pembalut paling sedikit 2 x sehari
Anjurkan ibu cuci tangan ketika akan melakukan sesuatau
Perawatan payudara bersiah
Kehidupan seksual
Dapat dilakukan dengan aman ketika luka epis sudah sembuh dan kering

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


ASI EKSKLUSIF

Tanggal

: 12 JULI 2009

Jam

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

WIB
Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL ( PMS )

Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Topik

: PMS (Penyakit Menular Seksual)

Sasaran

: ibu ibu posyandu

Tanggal / Jam

: 05 Agustus 2009 / 10.30 WIB

Tempat

: Posyandu Manggis

I.TUJUAN PENYULUHAN
Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan ibu dapat membersihkan


personal hygiene.

PMS dapat dicegah

Tujuan Khusus
Diharapkan ibu dapat :
1. Mengerti dengan peyuluhan tersebut
2. Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari
3. Menerapkan dalam kehidupan lingkungan masyarakat untuk
diberikan konseling lebih lanjut
II.Materi
1. Pengertian PMS
2. Penanganan umum PMS
3. Penilaian klinis PMS
III.Metode
a. Cramah

IV. Kegiatan Penyuluhan


No
1.

Waktu
5 menit

2.

10
menit

Kegiatan
Pembukaan

Kegiatan
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan

Penyuluhan

Menjelask pengertian
Menjelaskan penilaian klinis
Menjelaskan penaganan
Memberikan Tanya jawab

3.

5 menit

penutup

Menyimpulkan hasil penyuluhan


Mengevaluasi penyuluhan
Menutup salam dan doa

V. Media

Liflet

VI. Daftar pustaka


1.

Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea
bagus ,Manuaba SOG Jakarta:1998.

2.

Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono


Prawiroharjo Jakarta:2002.

3.

Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


PENYAKIT MENULAR SEKSUAL ( PMS )

Tanggal

: 05 Agustus 2009

Jam

: 10.30 WIB

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL( PMS )

A.DEFINISI
Sekelompok penyakit yang disebabkan oleh infeksi berbagai mikro organisme
( virus ,bakteri dan protozoa) yang menimbulkan gejala klinik utama di saluran kemih
dan reproduksi ( maupun sistemik) atau jalur penularanya melalui hubungan seksual .
( Sarwono, 2007: 231 ).
Wanita termasuk yang sedang hamil merupakan kelompok resiko tinggi PMS .
Penelitian di Surabaya menyebutkan angka kejadian PMS pada ibu hamil adalah
19,2% .Angka kejadian di RSUD Cipto Mangun Kusuma Jakarta 1988 adalah 12%
terakomodasi.
Penyakit menular seksual atau PMS dapat menimbulkan morbilitas terhadap
ibu maupun bayi yang dikandung dalam kandungan dan dilahirkan
B.PENILAIAN KLINIS

Resiko tinggi pada wanita hamil


PMS merupakan penyakit yang sulit bdan merupakan penyulit
tambahan dalam kehamilan

C.PENANGANAN UMUM

Tingkatkan upaya pencegahan dan konseling pms terhadap wanita pada


umumnya dan pada wanita hamil kususnya .
Sosialisasi resiko PMS terhadap ibu hamil dan bayi yang akan dikandungnya.
Perlindungan terhadap resiko penularan pasangan.
Setrologi penemuan dini melalui penapisan antennal dan pemeriksaan rutin
Jaminan kesediaan pemeriksaan labolatorok dan sensorik yang spesifik.
Terapi paling efektif dan resiko paling minimal

D.KERANGKA KONSEP
Ibu hamil dan nifas

Anenis kehamilan

Resiko terhadap PMS


Asuahan antenatal yang meliputi penapisan
Konseling dan terapi PMS

Pms positif

PMS negatif

Pendekatan gejala
resiko negatif

factor resiko positif

factor

Vaginal ulkus genetalis


lonseling

konseling spesifik

stop

Pemeriksaan lab

prevetif

pms
Buboingunalis
Vagetasi genetalia
Kunjungitis neonatal

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
KANKER LEHER RAHIM
Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Topik

: KANKER LEHER RAHIM

Sasaran

: ibu ibu posyandu

Tanggal / Jam

: 3 agustus 2009 / 10.30 WIB

Tempat

: PKMS PANGGGUL-TRENGGALEK
MANGGIS II

I.TUJUAN PENYULUHAN
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan ibu dapat :

Mengerti tentang penjelasan informasi tentang kanker leher rahim

Dapat menjelaskan kanker leher rahim

Dapat menerapkan apa yang dijelaskan petugas

Tujuan Khusus
Diharapkan ibu dapat :

Mengikuti Pap smear

Mengikuti IVA

II.Materi

Pengertian

Gejala yang timbul

Sasaran yang mudah terkena

Cara pengobatan

VII.

Metode
Cramah

VIII. Kegiatan Penyuluhan


No
1.

Waktu
5 menit

2.

10

Kegiatan
Pembukaan

Kegiatan
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan

Penyuluhan

Menjelask pengertian pap smear

menit

3.

I.

5menit

Menerapkan gejala gejala kanker


Menjelaskan sapa saja yang terkena
Memberikan Tanya jawab
penutup

Menyimpulkan hasil penyuluhan


Mengevaluasi penyuluhan
Menutup salam dan doa

Media
Liflet

II.

Daftar pustaka
1.

Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea

bagus ,Manuaba SOG Jakarta:1998.


2.

Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono

Prawiroharjo Jakarta:2002.
3.

Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.

4.

Maternal dan neonatal YBP sarwono prawiroharjo Jakarta:2007.

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


KANKER LEHER RAHIM
Tanggal

: 03 Agustus 2009

Jam

: 10.30

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

KANKER LEHER RAHIM

A.DEFINISI
Kanker adalah salah satu penyakit yang menakutkan yang bisa
membuat orang meningal. Pada system reproduksi wanita rahim bisa
diartikan peranakan atas sendiri atas beberapa bagaian yaitu badan
rahim ,puncak rahim dan leher rahim.
Sedangkan kanker rahim sendiri adalah kanker yang menyerang rahim
.Kanker ini paling banyak pada perempuan. Yang menyebabakan virus
HPV ( Humam Papiloima Virus ) yang ditularkan melaui hubungan
kelamin. Pada rahim juga ada kanker rahim dan kanker indung telur.
B.ETIOLOGI
Gejala kanker rahim adalah :
Pada mulanya kanker rahim tidak ada gejala sehinga sulit
diketahui
Curiga bila dada keputihan dan darah pada hubungan seksual
Bila sudah lanjut gejala kanaker rahim dalah:
Perdarahan diluar haid
Jumlah darah haid tidak normal
Perdarahan masa menopause
Keputihan bercampur darah.
Yang mudah terkena kanker rahim adalah
Keadaan yang dapat menimbulkan resiko pada kanker rahim adalaah
Kawin muda
Banyak anak
Banyak psasngan sek

Infeksi kelamin

C.PENATALAKSANAAN
Kankr leher rahim dapat disembuhkan kalau ditemukan dalam
stadium dini yaitu dimana penyakit kanker ini baru mulai membuat
kerusakan .Semakin cepat kanker ini di temukan mamka semakin besar
dapat di sembuhkan.
Bisa dilakukan PAP SMEAR
Bisa dilakukan IVA
Kemoterapi
Persiapan iva
Tidak sedang haid
Sebaiknya suami mengetahui
Sudah jadi program pemerintah
Pelayan dapat dilakukan di
Puskesmas
RS bersalin
Prahtek dokter swasta
Praktik bidan swasta

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
GIZI SEIMBANG

Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Topik

: pesan dasar gizi seimbang

Sasaran

: calon mempelai

Tanggal / Jam

: 5 agustus 2009 / 10.30 WIB

Tempat

: PKMS PANGGGUL-TRENGGALEK
MANGGIS II

I.TUJUAN PENYULUHAN
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan ibu dapat menerapkan gizi seibang.
Tujuan Khusus
Diharapkan ibu dapat :

Menjelaskan pengertian gizi

Macam macam gizi seimbang

Kegunaan gizi seimbang

Pengertian gizi seimbang

II.Materi

IX. Metode
Cramah
liflet

Macam macam gizi seimbang

Kegunaan gizi seimbang

Resiko kurang gizi

X. Kegiatan Penyuluhan
No
1.

Waktu
5 menit

Kegiatan
Pembukaan

Kegiatan
Salam
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan

2.

10
menit

Penyuluhan

Menjelask pengertian gizi seimbang


Menjelaskan gizi seimbang
Menjelaskan kegunaan gizi seimbang
Memberikan Tanya jawab

3.

5menit

penutup

Evaluasi
Kesimpulan
Penutup
Salam

III. Media
Liflet

IV.

Daftar pustaka
1. Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea bagus
,Manuaba SOG Jakarta:1998.
2. Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono
Prawiroharjo Jakarta:2002.
3. Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.
4. Maternal dan neonatal YBP sarwono prawiroharjo Jakarta:2007.

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


GIZI SEIMBANG

Tanggal

: 05 Agustus 2009

Jam

: 11.00

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
ANEMIA GIZI BESI
Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Topik

: anemia gizi besi

Sasaran

: calon pengantin

Tanggal / Jam

: 24 juli 2009 / 10.30 WIB

Tempat

: PKMS PANGGGUL-TRENGGALEK

I.TUJUAN PENYULUHAN
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan ibu dapat mengerti dan memahami
kegunaan zat besi
Tujuan Khusus
Diharapkan ibu dapat :

Menjelaskan pengertian zat besi

Apa penyebab anemi gizi

Tanda-tanda anemi gizi

Pengertian anemi gizi

II.Materi

XI. Metode
Cramah

penyebabnya

akibatnya

XII. Kegiatan Penyuluhan

V.

No
1.

Waktu
5 menit

Kegiatan
Pembukaan

Kegiatan
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan

2.

10
menit

Penyuluhan

Menjelask pengertian zat besi


Menjelaskan penyebabya
Menjelaskan akibat kurang zat besi
Memberikan Tanya jawab

3.

5menit

penutup

Menyimpulkan hasil penyuluhan


Mengevaluasi penyuluhan
Menutup salam dan doa

Media
Liflet

VI. Daftar pustaka


1. Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea bagus
,Manuaba SOG Jakarta:1998.
2. Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono
Prawiroharjo Jakarta:2002.
3. Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.
4. Maternal dan neonatal YBP sarwono prawiroharjo Jakarta:2007.

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


ANEMIA GIZI BESI

Tanggal

: 05 Agustus 2009

Jam

: 11.00

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
KANKER LEHER RAHIM

Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :

FERI WULAN DARI


Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
Topik

: KANKER LEHER RAHIM

Sasaran

: ibu ibu posyandu

Tanggal / Jam

: 05 juli 2009 / 10.30 WIB

Tempat

: PKMS PANGGGUL-TRENGGALEK

I.TUJUAN PENYULUHAN
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan ibu dapat mengerti tentang
penjelasan informasi tentang kanker leher rahim tersebut

Tujuan Khusus
Diharapkan ibu dapat :

Mengikuti pentingnya bahaya kanker leher rahim

Mencegah kanker leher rahim dan pengobatanya

Pengertian

II.Materi

Gejala yang timbul

Penyebabnya

Cara pengobatan

III.Metode
Cramah
Tanya jawab

Pemeriksaan

XIII. Kegiatan Penyuluhan


No
1.

Waktu
5 menit

Kegiatan
Pembukaan

Kegiatan
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan

2.

10
menit

Penyuluhan

Menjelaskan pengertian
Menerapkan gejala gejala kanker
Menjelaskan penyebab
Menjelaskan cara mengobati
Memberikan Tanya jawab

3.

5menit

penutup

Menyimpulkan hasil penyuluhan


Mengevaluasi penyuluhan
Salam dan penutup doa

VII. Media
Liflet

VIII. Daftar pustaka


1.

Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea
bagus ,Manuaba SOG Jakarta:1998.

2. Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono


Prawiroharjo Jakarta:2002.
3. Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.
4. Maternal dan neonatal YBP sarwono prawiroharjo Jakarta:2007.

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


KANKER LEHER RAHIM

Tanggal

: 05 JULI 2009

Jam

: 10.30

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )

GARAM BERYODIUM
Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Topik

: garam beryodium

Sasaran

: siswa-siwi SD 1 TERBIS

Tanggal / Jam

: 23 JULI 2009 / 09.30 WIB

Tempat

: PKMS PANGGGUL-TRENGGALEK
SDN 1 TERBIS

I.TUJUAN PENYULUHAN
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan anak anak tidak konsumsi garam
biasa lagi
Tujuan Khusus
Diharapkan anakanak dapat :
Mengerti garam Yodium
Mencegah pembesaran tiroid
II.Materi
Penyuluhan garam beryodium

III.Metode
Cramah

IV. Kegiatan Penyuluhan


No
1.

Waktu
5 menit

Kegiatan
Pembukaan

Kegiatan
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan

2.

10
menit

Penyuluhan

Menjelask pengertian Yodium


Manfaat yodium
Menjelaskan akibat kurang yodium
Makanan yang dianjurkan
Memberikan Tanya jawab

3.

5menit

penutup

Menyimpulkan hasil penyuluhan


Mengevaluasi penyuluhan
Penutup

IX. Media
Liflet

X.

Daftar pustaka
5. Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea
bagus ,Manuaba SOG Jakarta:1998.
6. Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono
Prawiroharjo Jakarta:2002.
7. Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.
8. Maternal dan neonatal YBP sarwono prawiroharjo Jakarta:2007.

GARAM BERYODIUM

DEFINISI
Garam beryudium adalah garam klorida NACL yang diproduksi standar
nasional Indonesia ( SNI ) mengandung yodium antara 30-80 PPM untuk konsumsi
manusia atau ternak , pengasianan ikan dan bahan industry tangan kecuali untuk
pengeboran minyak , clor alkali (CAP) dan industry kertas
SYARAT STYARAT GARAM BERYADIUM
Garam yang memenuhi syarat adalah :
Garam yang diperdagangkan untuk keperluan konsumsi manusia atau ternak pakan
ikan atau pengasinan ikan atau bahan padang industri panen.
Adapun cara untuk memperoleh garam beryodium
Daearh endemic barat
Daearh yang penduduknya mengalami pembesaran kelenjar gondok
dengan total goiter rater (tgr)>30%
Daerah endemic sedang
Daerah yang penduduknya mengalami pembesaran kelenjar dengan
total gaiter rate 20,0-19.9%
Daerah non endemic

Daerah yang penduduknya mengalami pembesaranya gondok dagan


total gaiter rate (tgr)kurang dari 5,0%
Cairan uji garam yodium
Larutan yang digunakan untuk menguji kandungan yodium dalam
garam secara kualitatif

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


GARAM BERYODIUM

Tanggal

Jam

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

2009

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
KEBERSIHAN DIRI

Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Topik

: Kebersihan diri

Sasaran

: siswa siswi SD 1 TERBIS

Tanggal / Jam

: 23 JULI 2009 / 10.30 WIB

Tempat

: PKMS PANGGGUL-TRENGGALEK SD 1 TERBIS

I.TUJUAN PENYULUHAN
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan siswa dapat mengerti pentingnya
kebersihan diri
Tujuan Khusus
Diharapkan siswa dapat :

Mengerti pentingnya kebersihan diri

Efek samping bila tidak melakukan kebersihan diri

Keuntungan kebersihan diri

II.Materi
Materi tentang kebersihan diri dan lingkungan

III.Metode
Cramah

IV.Kegiatan Penyuluhan
No
1.

Waktu
5 menit

Kegiatan
Pembukaan

Kegiatan
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan

2.

10
menit

Penyuluhan

Menjelask pengertian kebersihan diri


Menerapkan cara cara kebersihan diri
Menjelaskan akibat dari tidak bersih
Memberikan Tanya jawab

3.

5menit

penutup

Menyimpulkan hasil penyuluhan


Mengevaluasi penyuluhan
Menutup salam dan doa

XI. Media
Liflet

XII. Daftar pustaka


9. Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea bagus
,Manuaba SOG Jakarta:1998.
10.

Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono


Prawiroharjo Jakarta:2002.

11. Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.


12. Maternal dan neonatal YBP sarwono prawiroharjo Jakarta:2007.

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


GARAM BERYODIUM

Tanggal

: 23 juli 2009

Jam

: 10.30 wib

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
GOSOK GIGI
Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Topik

: gosok gigi

Sasaran

: siswa SD kelas 2

Tanggal / Jam

: 23 juli 2009 / 10.30 WIB

Tempat

: PKMS PANGGGUL-TRENGGALEK SD 1 TERBIS

I.TUJUAN PENYULUHAN
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan siswa dapat merawat giginya sesuai
yang dianjurkan petugas
Tujuan Khusus
Diharapkan dapat :

Mengurangi terjadinya infeksi

Mendidik anak hidup bersih

II.Materi

Pengertian kebersihan diri

Cara menjaga kebersihan

Gambaran potong kuku

III. Metode
Cramah

XIV.

Kegiatan Penyuluhan
No
1.

Waktu
5 menit

Kegiatan
Pembukaan

Kegiatan
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan

2.

10
menit

Penyuluhan

Menjelask pengertian kebersihan


Menerapkan cara potong kuku yang
benar
Menjelaskan bahaya bila potong kuku
Memberikan Tanya jawab

3.

5menit

penutup

Menyimpulkan hasil penyuluhan


Mengevaluasi penyuluhan
Menutup salam

XIII. Media
Liflet

XIV. Daftar pustaka


1. Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea bagus
,Manuaba SOG Jakarta:1998.
2. Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono
Prawiroharjo Jakarta:2002.
3. Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.
4. Maternal dan neonatal YBP sarwono prawiroharjo Jakarta:2007.

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


Gosok gigi

Tanggal

: 23 juli 2009

Jam

: 10.30 wib

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

PENCEGAHAN PENYAKIT GIGI


DAN MULUT
GOSOK GIGI YANG BENAR

DEFINISI
Tidaklah mudah untuk melakukan pencagahan dan perawatan gizi mulut dan
rahang. Mungkin kelaian gigi yang diderita oleh pasien bersifat keturunan sehingga
dengan sendirinya pencegahan yang dilakukan menjadi lebih sukar.
Penangan dan kelaiana gigi harus dimulai sejak masih dalam kandungan .
Pada masa hamil ibu hendaklah mempererhatikan kesehatan giginya semaksiml
mungkin. Untuk ini ia harus mempertahankan makanan yang dimakan seperti
pengunaan vitamin serta unsur flour yang dapat memperkuat gigi si anak yang akan
lahirnya nanti.
PERAWATAN GIGI DAN MULUT
Pengunaan perawatan yang baikJ kita akan tetap dapat mencegah penyakit
gigi dan mulut dan sisa makanan yang biasanya tertinggal diantara gigi . Jadi bagian
atas gigi serta vurus ini harus lebih diperhatikan kebersihannya.
Mulut sebenarnya sudah mempunyai sistem pembersihan sendiri yaitu ludah
tetapi dengan makanan modern sekarang pembersihan alam ini tidak lagi dapat
berfungsi dengan baik . Oleh karena iti kita harius mengunakan sikat gigi untuk
membersihakan gigi dan mulut. Untuk membersihakan celah celah biasaya
menguanka tusuk gigi
TUJUAN GOSOK GIGI
Tujuan gosok gigi diantaranya:

Membersihkan sisa sisa makanan dari pembukaan gigi serta mekanisme gigi

Menjadiakan gigi patah


Menghilangkan bau mulut
Menjaga kesehatan gigi dan mulut.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
POTONG KUKU

Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Topik

: potong kuku

Sasaran

: siswa SD kelas 2

Tanggal / Jam

: 23 juli 2009 / 10.30 WIB

Tempat

: PKMS PANGGGUL-TRENGGALEK SD 1 TERBIS

I.TUJUAN PENYULUHAN
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan siswa dapat potong kuku sesuai yang
dianjurkan petugas
Tujuan Khusus
Diharapkan dapat :

Mengurangi te

Mendidik anak hidup bersih

Pengertian

II.Materi

III.Metode
Cramah

Cara menjaga kebersihan

Gambaran gosok gigi

IV.Kegiatan Penyuluhan
No
1.

Waktu
5 menit

Kegiatan
Pembukaan

Kegiatan
Perkenalkan diri
menjelaskan tujuan penyuluhan

2.

10
menit

Penyuluhan

Menjelask pengertian kebersihan


Menerapkan cara menyikat gigi yang
benar
Menjelaskan bahaya bila tidak sikat gigi
Memberikan Tanya jawab

3.

5menit

penutup

Menyimpulkan hasil penyuluhan


Mengevaluasi penyuluhan
Menutup salam

V.Media
Liflet

VI.Daftar pustaka
1. Ilmu kebidanan dan penyakit kandungan untuk bidan .Prof dr. idea
bagus ,Manuaba SOG Jakarta:1998.
2. Acuan nasional pelayanan kesehatan maternal neonatal YBP Sarwono
Prawiroharjo Jakarta:2002.
3. Ilmu kebidanan YBP Sarwono Prawroharjo Jakarta:2002.
4. Maternal dan neonatal YBP sarwono prawiroharjo Jakarta:2007.

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


POTONG KUKU

Tanggal

Jam

Oleh

: Feri wulandari
No
1.

2009

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik

: Imunisasi

Sasaran

: Ibu yang mempunyai bayi

Tempat

: PKMS PANGGUL

Tanggal

: 24 Juli 2009

I.

Tujuan Umum
Setelah pemberian penyuluhan sasaran mengetahui tentanng pentingnya
imunisasi dan mau membawa bayinya untuk diimunisasi.
Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan sasaran mampu :
1. Menjelaskan pemberian imunisasi.
2. Menyebutkan macam imunisasi.
3. Menjelaskan manfaat imunisasi.
4. Menjelaskan waktu pemberian imunisasi.
5. Menjelaskan kontra indikasi pemberian imunisasi.
6. Menjelaskan efek samping pemberian imunisasi.
7. Menyebutkan tempat-tempat untuk mendapatkan imunisasi.

II.
1.

Materi
Pengertian imunisasi
2. Macam- macam imunisasi

3.

Waktu yang diberikan saat imunisasi

III.

Metode
1. Leaflet.
2. KMS.
3. Buku KIA.

IV.KEGIATAN PENYULUHAN
No

Tahap

.
1.

Pembukaan

2.

Pengembangan

Waktu

Kegiatan Penyuluhan

10

Salam pembukaan

10

pre test.
Menyampaikan

Kegiatan Peserta
Menjawab

salam

menjawab.
materi Memperhatikan.

penyuluhan.
3.

V.

Penutup

Tanya jawab
Post test

Bertanya.
Menjawab.

Salam penutup

Menjawab salam.

Metode
1. Leaflet.
2. KMS.
3. Buku KIA.

VI. Sumber Buku

Dick, George, 1995, Imunisasi dalam praktek, Hipocrates, Jakarta.

Mansjoer, Arif, 2000, Kapita Selekta Kedokteran Jilid II, Media


Aeustacius, Jakarta.

Depkes RI, 2002, Buku Kesehatan Ibu Dan Anak, Jica, Jakarta.

Kelly, Paula, 2002, Bayi Anda Tahun Pertama, Arcan, Jakarta.

DAFTAR HADIR PENYULUHAN


IMUNISASI

Tanggal :

No
1.

Jam

Oleh

:Feri wulandari

2009

Nama Peserta

Tanda Tangan
1.

2.
3.

2.
3.

4.
5.

4.
5.

6.
7.

6.
7.

8.
9.

8.
9.

10.
11.

10.
11.

12.
13.

12.
13.

14.
15.

14.
15.

IMUNISASI
I.

Pengertian
Imunisasi adalah usaha untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap
penyakit tertentu dengan memberikan atau menyunyikkan vaksin.
Vaksin adalah suatu produk biologik yang terbuat dari kuman, komponen
kuman atau racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan dan
berguna untuk merangsang kekebalan tubuh seseorang.

II.

Jenis Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi


A. Difteri
Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium
diphtheriae. Penyebarannya adalah melalui kontak fisik dan pernapasan.
Gejala awal penyakit adalah radang tenggorokan, hilang nafsu makan dan
demam ringan.
B. Pertusis
Disebut juga batuk rejan atau batuk 100 hari adalah penyakit pada saluran
pernapasan yanng disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Gejala
penyakit adalah pilek, mata merah, bersin, demam dan batuk ringan.
Komplikasi pertusis adalah pneumania bacterialis yang dapat menyebabkan
kematian.
C. Tetanus
Adalah

penyakit

yang

disebabkan

oleh

Clostridium

tetani

yang

menghasilkan neurotoksin.
Penyakit ini tidak menyebar melalui kotoran yang masuk kedalam luka
yang dalam. Gejala awal penyakit adalah kaku otot pada rahang, disertai
kaku pada leher, kesulitan menelan, kakku otot perut, berkeringat dan
demam. Gejala berikutnya adalah kejang yanng hebat dan tubuh menjadi
kaku.
D. Tuberculosis
Adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosa (disebut
juga batuk darah). Penyakit ini menyebar melalui pernapasan lewat bersin
atau batuk. Gejala awal penyakit ini adalah lemah badan, penurunan berat
badan, demam dan keluar kerinngat pada malam hari. Gejala selanjutnnya
adalah betuk terus-menerus, nyeri dada dan (mungkin) batuk darah. Gejala
lain tergantung pada organ yang diserang.

III. Manfaat Imunisasi

Mencegah penyakit tertentu.

Bila terjadi penyakit, tidak akan terlalu parah dan dapat mengurangi resiko
kecacatan / kematian karena tubuh sudah mempunyai kekebalan.

IV.

Cara Penanganan Efek Samping


Demam lebih dari 380 C.
-

Diberikan obat anti panas.

Kompres dingin.

Bengkak lokal.
-

Kurangi pergerakan.

Berikan kompres hangat.

Diare.
V.

Tempat-Tempat Mendapatkan Imunisasi


-

Puskesmas.

Posyandu.

Bidan praktek.

Rumah sakit.

Dokter praktek.

BKIA.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
IMUNISASI
Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
KB PIL

Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KB Pil
Materi Penyuluhan

: KB Pil

Tempat

: PKMS KARANGAN

Tanggal

: 11 Juni 2009

Waktu

: 09.30 WIB

I.

Tujuan Instruksional Umum


Setelah mendapat penyuluhan peserta mengenal, mengerti tentang Keluarga
Berencana (KB) Pil.

II.

Tujuan Instruksional Khusus


Setelah diberi penyuluhan ibu dapat :
1. Menjelaskan pengertian KB.
2. Menjelaskan tujuan dan manfaat KB
3. Menjelaskan macam-macam alat kontrasepsi KB
4. Mengerti dan memahami keuntungan dan kerugian alat kontrasepsi
5. Mengetahui tempat memperoleh pelayanan KB

III. Materi
1. Pengertian Keluarga Berencana
2. Tujuan dan manfaat KB
3. Macam-macam alat kontrasepsi KB
4. Keuntungan dan kerugian alat kontrasepsi KB
5. Tempat pelayanan KB
IV.

Metode
Ceramah dan tanya jawab

V.

Kegiatan Penyuluhan

No Waktu
1
5 menit

Tahap
Pembukaan

Kegiatan Penyuluhan
Membuka kegiatan
dengan
mengucapkan salam

Memperkenalkan diri

Menjelaskan tujuan dari


penyuluhan
2

10 menit

pengembangan

5 menit

Penutup

Menjelaskan pengertian
keluarga berencana

Menjelaskan macammacam alat kontrasepsi

Memberi kesempatan
peserta untuk bertanya

Megevaluasi Tanya jawab

Kesimpulan

Salam

VI. Media
- Leaflet
- Contoh alkon
VII. DAFTAR PUSTAKA

Hanafi, Hartono (2003).KB dan Kontrasepsi. Pustaka Sinar Harapan : Jakarta

Cooper Wendy dkk (1986). Pelayanan Kontrasepsi apa Yang Perlu Anda
Ketahui. Jakarta.

Manuaba Ida Bagus Gede 1990, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan
K.B. untuk pendidikan Bidan.

Mochtar Roeslan, 1998, Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta EGC Buku Panduan
Praktis Pelayanan Kontrasepsi.

KB PIL
I.

Pengertian KB
Keluarga berencana adalah Suatu program yang mengatur jarak kelahiran anak
menuju keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

II. Tujuan dan manfaat keluarga berencana


Tujuan KB :
1. Mencegah kehamilan dan persalinan yang tidak diinginkan.
2. Mengatur saat kehamilan dengan umur ibu
3. mengatur jumlah anak dalam keluarga
4. Mengusahakan kelahiran dengan jarak yang tepat
Manfaat KB :
1. Untuk mencegah kematian ibu dan anak
2. Pengaturan jarak kehamilan
3. Pembinaan ketahanan keluarga
4. Peningkatan kesejahteraan keluarga

III. Macam-macam metode kontrasepsi


1. Metode Sederhana
a. Tanpa alat
1. KB Alamiah : Pantang berkala, M. Kalender,M.Suhu Badan Basal,
M. Lendir servik.
2. Coitus Interuptus
b. Dengan alat
Kondom Pria,
Kondom wanita
Spermisid
2. Metode Modern
a. Kontrasepsi Hormonal :

Pil Oral

Injeksi / Suntikan

Implant

b. Alat kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

KB PIL
PENGERTIAN
Adalah salah satu alat yang termasuk dalam hormonal yang tujuannya untuk
mencegah terjadinya ovulasi (menekan hormon ovarium selama siklus haid
yang normal sehingga menekan realising faktor di otak).
Mekanisme Kerja
a. Cara kerja estrogen pil dalam kontrasepsi
Ovulasi

dihambat

melalui

pengaruh

estrogen

hipotalanus

dan

selanjutnya menghambat FSH dan LH. Diberikan pada pertengahan


siklus haid karena akan menimbulkan menimbulkan efek progesteron
sehingga menjadi pertumbuhan endometrium yang menghambat
implantasi.
b. Cara kerja progesteron dalam pil kontasepsi
Progesteron mempunyai khasiat kontrasepsi dengan menghalangi
penetrasi dan tranportasi sperma karena lendir servik menjadi lebih
pekat dan menhambat kapasitas sperma untuk membuahi dan menembus
sel telur.
c. Cara kerja pil kombinasi dalam kontrasepsi
1) Menghalangi produksi gonadotropin dan hipofase
2) Menambah konsistensi lendir serviks menjadi tebal dan kental
sehingga penetrasi dan tranportasi sperma akan terhalangi sulit /
tidak mungkin sama sekali.
3) Mengganggu transportasi sperma maupun sel telur.
4) Perubahan pada endometrium sehingga tidak memungkinkan
terjadinya nidasi.
5) Merubah

kepekatan

gonadotropin.
2. Indikasi / Kontra Indikasi

indung

telur

terhadap

rangsang

dan

a. Indikasi
- Wanita yang tidak sedang hamil, wanita yang sehat
- Kontrasepsi
- Non kontrasepsi
b. Konta Indikasi
Termasuk disini : tumor-tumor yang mempengaruhi estrogen,
penyakit hati yang aktif maupun menahun, pernah mengalami
trombophebitis, trombo emboli, kelainan serebrovascular, DM,
kehamilan.
3. Keuntungan dan Kerugian
a. Keuntungan
- Mini pil

Dapat diberikan untuk wanita yang menderita tromboembalik

Laktasi

- Pil kombinasi

Frekuensi koitus tidak perlu diatur

Siklus haid menjadi teratur

Keluhan dismenore primer berkurang / hilang

Dapat menurunkan resiko terhadap fibroadenemo dan penyakit


payudara.

Fibrokistik

b. Kerugian
- Mini pil

Efektifitas kurang dibanding pil kombinasi

Dapat menambah insiden dan perdarahan bercak (spotting)


perdarahan.

Kurang efektif dalam mencegah kehamilan ektopik.

Lupa minum tablet mini pil / kegagalan

4. Cara Pemakaian / Pemberian


-

Ada beberapa cara untuk memulai kontrasepsi pil :


a. Mulai pada hari pertama haid.
b. Mulai pada hari ke 5 haid
c. Mulai hari minggu pertama setelah haid
d. Mulai hari ini bila pasti tidak hamil

Akseptor harus membaca brosur tentang pil KB

Minum pil oral tiap hari secara rutin sampai habis seluruhnya

Bila terjadi spotting hubungi petugas medik.

Pil diminum pada waktu yang sama, pada tiap hari sebaiknya malam
sebelum tidur.

Bila lupa maka pil yang kelupaan segera diminum bila diingat

Bila lupa minum pil 2 hari berturut-turut maka pil dianggap tidak
berfungsi mencegah kemungkinan hamil

Pada wanita yang sehabis melahirkan / sesudah abortus yang belum


mendapat haid pil dapat diberikan.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
KB SUNTIK
Dosen Pembimbing :
Susiani Endarwati,SST

Disusun Oleh :
FERI WULAN DARI
Bd.DH 2007 63

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


2009/2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KB Suntik
Materi Penyuluhan

: KB Suntik

Sasaran

:aksetor KB

Tempat

: PKMS Tugu -Trengalek

Tanggal

: 10 Juli 2009

Waktu

: 09.30 WIB

I.Tujuan penyuluhan
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapat penyuluhan peserta mengenal, mengerti tentang Keluarga
Berencana (KB) suntik.
Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberi penyuluhan ibu dapat :
1. Menjelaskan pengertian KB.
2. Menjelaskan tujuan dan manfaat KB
3. Menjelaskan macam-macam alat kontrasepsi KB
4. Mengerti dan memahami keuntungan dan kerugian alat kontrasepsi
5. Mengetahui tempat memperoleh pelayanan KB
II.Materi
Pengertian Keluarga Berencana
Jenis KB
Cara kerja KB
kerugian alat kontrasepsi KB
waktu KB
III.Metode
Ceramah dan tanya jawab
VI.Kegiatan Penyuluhan
No Waktu
1
2 menit

Tahap
Pembukaan

Kegiatan Penyuluhan
Membuka kegiatan
dengan
mengucapkan salam

Memperkenalkan diri

Menjelaskan tujuan dari

penyuluhan
2

10 menit

Pengembangan

2 menit

Penutup

Menjelaskan pengertian
keluarga berencana

Menjelaskan jenis suntikan

Menjelaskan efeksamping

Menjelaskan wakti tepat


untuk lakukan suntikan

Memberi kesempatan
peserta untuk bertanya

Megevaluasi Tanya jawab

Kesimpulan

Salam

VII. Media
- Leaflet
- Contoh alkon
VIII.DAFTAR PUSTAKA
Hanafi, Hartono (2003).KB dan Kontrasepsi. Pustaka Sinar Harapan : Jakarta
Cooper Wendy dkk (1986). Pelayanan Kontrasepsi apa Yang Perlu Anda Ketahui.
Jakarta.
Manuaba Ida Bagus Gede 1990, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan K.B.
untuk pendidikan Bidan.
Mochtar Roeslan, 1998, Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta EGC Buku Panduan
Praktis Pelayanan Kontrasepsi.

Suntikan KB

Pengertian
Metode KB yang digunakan untuk tujuna parenteral mempunyai efektif.
Macam-macam suntikan KB
1. Suntikan kombinasi
a) Jenis suntikan berisi
50 mg medroxy progesteron acetat
10 mg estradial cypionate
contoh nama dagang : cyclofem, ecyclogeston
b) Jenis suntikan berisi
50 mg noretindron enantal
5 mg estradiol valereat
diberikan injeksi 1 m sebulan sekali
2. Suntikan progesteron saja
Tersedia 3 jenis suntikan yaitu :
a) DMPA (Depo Medroxy Progesterone Acetate) berisi 150 DMPA / 3
ml diberikan 3 bulan diberikan 1 m.
Nama dagang : Depo provena, depo progestin, depo geston
b) Medroxy progesteron acetade 150 mg / 1 ml diberikan 3 bulan
Nama dagang : triclofem
c) Depo noridinteron enantal (depo noristerat) mengandung 200 mg
depo moristerat diberikan setiap 2 bulan dengan cara suntikan 1 m.
Indikasi
1. Usia reproduksi
2. Pasangan yang ingin menunda kehamilan / menjarangkan kehamilan
3. Tidak ada kehamilan
4. Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas yang tinggi
5. Menyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan
6. Riwayat siklus haid teratur

7. Nyeri haid hebat


8. Anemia
9. Riwayat kehamilan ektopik
10. Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi
Kontra Indikasi
1. Hamil atau diduga hamil
2. Carsinoma payudara
3. Carsinoma traktus komplikasi
4. DM yang disertai komplikasi
5. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
Mekanisme Kerja
1. Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan
ovum
2. Mengentalkan lendir serviks, sehingga sulit ditembus spermatozoa
3. Perubahan peristaltik tuba falopi, sehingga konsepsi dihambat.
Merubah suasana endometrium sehingga tidak sempurna untuk implantasi
hasil konsepsi.
Keuntungan suntik KB
-

Pemberian sederhana tiap 8-12 mmg

Tingkat efektifitas tinggi

Hubungan seks tidak terganggu

Pengawasan medis ringan

Dapat diberikan pasca persalinan, pasca abortus, pasca menstruasi

Tidak mengganggu laktasi

Suntikan tiap bulan akan mengganggu menstruasi

Reversibel

Efek samping suntik KB


1. Gangguan haid : amenorhea, perdarahan iregular, spotting
2. BB bertambah
3. Sakit kepala
4. Efek pada sistem kardiovaskuler
5. Efek metabolik mempengaruhi metabolisme karbohidrat
6. Efek pada sistem reproduksi

DAFTAR PUSTAKA

Hanafi, Hartono (2003).KB dan Kontrasepsi. Pustaka Sinar Harapan : Jakarta

Cooper Wendy dkk (1986). Pelayanan Kontrasepsi apa Yang Perlu Anda
Ketahui. Jakarta.

Manuaba Ida Bagus Gede 1990, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan
K.B. untuk pendidikan Bidan.

Mochtar Roeslan, 1998, Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta EGC Buku Panduan
Praktis Pelayanan Kontrasepsi.