Anda di halaman 1dari 8

BAB I

CASE OVERVIEW

Identitas Pasien
Nama

: Ny. Iwat Wati

Umur

: 54 tahun

No Med Rec

: 398978

Tanggal Pemeriksaan

: 30 Oktober 2015

Alamat

: Jl. Pabrik Asri No.4 RT 2/5

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Anamnesis
Keluhan Utama

: Pendengaran menurun pada kedua telinga.

Anamnesis Khusus

Keluhan pendengaran menurun pada kedua telinga dirasakan sejak kurang


lebih 6 bulan yang lalu. Keluhan disertai rasa gatal, nyeri yang terkadang
dirasakan pada kedua telinga. Keluhan kedua telinga terasa bergemuruh tidak ada,
telinga berdenging tidak ada. Riwayat keluar cairan dari kedua telinga juga tidak
dikeluhkan oleh pasien.
Pasien juga terkadang mengeluhkan adanya pusing. Keluhan seperti ini
baru pertama kali pasien rasakan. Pasien tidak memiliki riwayat trauma
sebelumnya dan riwayat konsumsi obat-obatan yang diminum rutin secara teratur

juga ada yaitu obat hipertensi. Riwayat hipertesi pada pasien ada, penyakit gula
tidak ada. Keluhan ini belum pernah pasien obati sebelumnya.
Status Generalis
Keadaan Umum

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

Tanda Vital

: TD = 140/100 mmHg
N = 80x/menit

Status Lokalis
Preaurikular
Kelainan kongenital : -/Radang/tumor

: -/-

Trauma

: -/-

Aurikular
Kelainan kongenital : -/Radang/tumor

: -/-

Trauma

: -/-

Retroaurikular
Edema

: -/-

Hiperemis

: -/-

Nyeritekan

: -/-

Sikatriks

: -/-

Fluktuasi

: -/-

S = 36,6 0C
R = 20x/menit

ADS
- CAE
kulit

: tenang +/+

seruman

: lunak +/+

sekret

: -/-

- Membran Timpani
intak

: +/+

RefleksCahaya

: +/+

Tes Suara

AD
Jarak

Tes Rinne
Tes Webber
Tes Swabach
Kesan

normal
+
Tidak terdapat lateralisasi
Memendek
Tuli sensorineural

1m

mendengar

CavumNasi
Mukosa

: tenang +/+

Konka inferior

: eutrofi +/+

AS
suara Jarak

1m

normal
+
Memendek

mendengar

suara

Sekret

: -/-

Massa/polip

: -/-

Deviasi septum

:-

Pasase udara

: normal/normal

Transluminasi
4
4

4
4

Sinus Paranasalis

: nyeri -/-

Orofaring
- Mulut
Mukosa

: tenang +/+

Lidah

: gerakan ke segala arah

Pallatum molle

: tenang

Uvula

: simetris

Halitosis

: -/-

Gigi Geligi

: tidak ada kelainan

-Tonsil
Mukosa

: tenang +/+

Ukuran

: T1/T1

Kripta

: -/-

Detritus

: -/-

Perlengketan

:-

-Faring
Mukosa

: tenang

Granula

:-

Post nasal drip

:-

Rinoskopi Posterior
Mukosa
Koana
Sekret
Torus tubarius
Fossa rossenmuller

Laringoskop Indirek
Epiglottis
Kartilago arytenoid

sulit dinilai

Plica ariepligotika
Plica vestibularis

sulit dinilai

Plica vocalis
Rima glottis
Cincin trakea

Leher

: tidak ada pembesaran KGB dan tiroid

Maksilofasial

: bentuk simetris, tidak ada parese N. VII

Pemeriksaan Penunjang
1. Tes Suara
Hasil yang didapatkan pada pasien adalah pasien dapat mendengar suara
normal dari jarak satu meter baik telinga kiri ataupun telinga kanan. Pada
pemeriksaan, pasien tidak mampu mendengarkan suara bisikan dari jarak 1 meter
yang pada orang normal dapat mendengar suara ini. Berdasarkan inter pretasi
hasil pemeriksaan, didapatkan bahwa pasien memiliki gangguan pendengaran
derajat ringan pada kedua telinga.
2. Tes Garpu Tala

Pada pemeriksaan garpu tala dilakukan Uji Rinne, Uji Webber dan Uji
Schwabach. Pada Uji Rinne kedua telinga didapatkan hasil positif dimana
hantaran tulang lebih kecil dibandingkan hantaran udara pada kedua telinga. Pada
Uji Webber tidak didapatkan lateralisasi pada kedua telinga. Pada Uji Schwabach
didapatkan hasil hantaran tulang pasien memendek dibandingkan dengan
pemeriksa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan garpu tala dapat disimpulkan bahwa pasien
mengalami gangguan dengar sensorineural dengan derajat ringan pada kedua
telinga.
3. Pemeriksaan Audiometri
Pada pemeriksaan Audiometri didapatkan pada telinga kanan memiliki
rata-rata hantaran udara 50 dB dan rata-rata hantaran tulang 36,25 dB. Sedangkan
pada telinga kiri memiliki hantaran udara 37,8 dB dan rata-rata hantaran tulang
36,25 dB.
Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pasien
mengalami gangguan dengar sensorineural.
Diagnosis Banding
1. Presbikusis
2. Ototoksik
3. Tuli mendadak
Diagnosis Kerja
Presbikusis
Penatalaksanaan

Menggunakan alat bantu dengar (ABD), melakukan auditory training maupun


speech reading.
Prognosis
Quo Ad Vitam

: Ad Bonam

Quo Ad Fungtionam : Ad Malam


BHP
Beneficence: penegakan diagnosis dengan tepat berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
Non Maleficence: menjelaskan kepada pasien mengenai penyakit pasien,
pengobatan yang akan dilakukan.