Anda di halaman 1dari 9

BAB 3

PEMBAHASAN

3.1.

KALIUM
Kalium adalah

3.2.

Cocos nucifera
3.2.1.

Informasi Biologis Cocos nucifera

Cucos nucifera lebih dikenal dengan nama kelapa dalam bahasa


indonesia. Taxonomi dari cocos nucifera (Nemose, 2013) adalah
Kerajaan

: Plantae - Tanaman

Subkingdom : Tracheobionta - tanaman Vaskular


Superdivision : Spermatophyta tanaman berbiji
Divisi

: Magnoliophyta - tanaman berbunga

Kelas

: Liliopsida Monokotil

Subclass

: Arecidae

Ordo

: arecales

Keluarga

: Arecaceae - keluarga Palm

Genus

: Cocos L. kelapa

Spesies

: Cocos nucifera L. kelapa

Kelapa (C. nucifera) termasuk dalam keluarga Arecaceae (palm),


subfamili Cocoideae. Ada dua kelompok dari kelapa yang perbedaannya
sangat jelas, yakni kelapa janis tinggi dan pendek. Kelompok yang tinggi
tumbuh lama dan menghasilkan buat 6 sampai 10 tahun setelah ditanam.
(NMCE, 2007). Kelompok ini mempunyai kopra (kelapa yang
dikeringkan sebagai bahan baku minyak kelapa), minyak dan serat yang

baik.kelompok ini termasuk kelompok yang kuat dan dapat hidup sampai
usia matang pada 80-120 tahun. Bunga yang berjenis kelamin pria,
mengalami pematangan terlebih dahulu dari pada bunga wanitanya, dan
termasuk jenis penyerbukan silang. Buahnya akan matang 12 bulan
setelah penyerbukan. kelompok kelapa yang pendek tumbuh dengan
cepat dan menghasilkan buah dalam waktu 4-5 tahun. (NMCE, 2007)
Dikarenakan sifat saling melengkapi oleh kelapa jantan dan betina,
kelapa jenis pendek ini tergolong self-pollinated atau melakukan
penerbukan sendiri. Buahnya berwarna kuning, merah dan oranye.
Kelompok ini tidak begitu kuat dan membutuhkan keadaan iklim yang
menguntungkan baginya dan jenis tanah yang sesuai untuk hasil yang
lebih baik (DebMandal & Mandal, 2011)
Tahap pertumbuhan (siklus hidup) cocos nucifera menurut
(Nemose, 2013) :
1. Buah matang: saat ini buah kelapa jatuh di pantai dan terbawa
oleh pasang surutnya air laut. Kulit luarnya (batok kelapa) yang
kuat dapat melindungi bagian dalam buah kelapa yang lunak.
Saat ini terjadilah dormansi (tumbuhan berhenti tumbuh karena
lingkungan yang jelek) yang tidak menguntungka

bagi

tumbuhan yang selalu berada dalam lingkungan yang panas


atau lembab. Kulit ini menghambat tahap perkecambahan
sebaik kemampuannya untuk mengapung. Kulit ini melindungi
kelapa yang terbawa oleh arus laut selama berbulan-bulan dan
menempuh ribuan mil.
2. Germinasi : biji kelapa sebaiknya dipilih berdasarkan
lingkungan pertumbuhan yang baik dan hasil yang tinggi.
Kelapa yang baik adalah kelapa yang mempunyai daun yang
banyak dan memiliki batok yang kuat. .perkembangan embrio
dibawah batok kelapa, tidak bisa diamati, yang menandakan
tahap germinasi adalah munculnya titik tunas pada batok
kelapa. Tahap ini berkisar antara 30-220 hari.

3. Seedling

setelah

kelapa

berkecambah,

embrio

akan

menumbuhkan batang daun melewati batok kelapa dan akarnya


akan muncul dari sisi yang berlawanan dari batang daun dan
tumbuh ke dalam tanah. Sebelum akar menembus batok kelapa,
akar ini mendapat nutrisi dari daging buah. Selain akar yang
tumbuh dalam tanah, ada juga akar yang berada dalam buah
kelapa yang mengisi rongga di dalam buah kelapa dan merubah
daging dan air kelapa menjadi gula untuk menutrisi
pengosongan endosperm dalam 12-15 bulan. Dalam periode ini,
akar menjadi kuat dalam tanah
4. Kelapa non-bearing : berlangsung sampai umur 5 tahun
5. Kelapa muda : antara 5-20 tahun.
6. Kelapa dewasa : berusia lebih dari 20 tahun. Biasanya tingginya
mencapai 60-100 kaki dan diameter batangnya bisa mencapai 2
kaki.
7. penyerbukan : bunga kelapa terdapat pada axil (ketiak) setiap
daun pohon kelapa dewasa. Bunga jantan mekar terlebih dahulu
dan kemudian mati dalam 15 hari, dan kemudian bunga betina
membuka. Dengan demikian, tidak pernah bunga jantan dan
betina membuka secara bersama-sama. Oleh karena itu
diperlukan penyerbukan silang yang dibantu oleh serangga.
Reproduksi di varietas kerdil umumnya melalui penyerbukan
sendiri. Bunga betina menerima serbuk sari sekitar seminggu
setelah bunga jantan terbuka, dan keduanya berakhir pada
waktu yang sama. (orwa et. al)
8. berbuah : sekitar 14 daun pada setiap pohon akan mempunyai
buah pada axilnya. Buah kelapa dapat dipanen sepanjang tahun
karena mencapai kematangan pada wakut yang berbeda. buah
kelapa akan muncul setiap 26 hari seperti rata-rata interval
tumbuhnya daun kelapa.
9. Pematangan : pematangan buah kelapa terjadi setelah satu
tahun. Daging buah mulai terbentuk sekitar bulan ke 6 sampai
10 sedangkan batok kelapa tidak sepenuhnya mengeras sampai
bulan ke 12

10. Pemanenan : pemanenan bisa dilakukan saat buah kelapa jatuh


dari pohonnya. Namun waktu yg sangat baik untuk memanen
buah kelapa adalah satu atau dua bulan sebelum mereka jatuh.
Pemanenan bisa dilakukan dua atau tiga bulan sekali. Buah
kelapa bisa tetap berbuah smapai mereka mancapai usia 70
tahun.
3.2.2.

Komposisi nutrisi air Cocos nucifera

Kelapa merupakan buah yang penting di daerah tropis dan buahnya bisa
diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman. Bagian yang dapat dimakan
dari kelapa(daging dan airnya) merupakan jaringan endosperm. Jaringan
endosperma dari kelapa bebeda dari tumbuhan lain, proses seluler nya tidak
memenuhu seluruh lubang kantung embrio, tetapi meninggaalkan lubang yang
akan diisi oleh cairan yang dikenal dengan air kelapa.
Air kelapa berbeda dengan santan. Santan merupakan cairan yang
didapatkan dengan cara memeras daging buah kelapa. Sedangkan air kelapa
didapatkan langsung dalam buah kelapa. Perbedaan lainnya adalah santan terdiri
dari air (50%), lemak dan protein, sedangkan komponen utama penyusun air
kelapa adalah air (94%). (Yong, Ge, Ng, & Tan, 2009)
Komposisi nutrisi dari air kelapa menurut (Yong, Ge, Ng, & Tan, 2009) :
1. Phytohormones
Phytohormones adalah kelompok yang secara alami membentuk
senyawa organikyang berperan penting dalam regulasi pertumbuhan
tanaman pada proses perkembangan dalam rentang yang luas. Pada
awalnya, phytohormone sama dengan auxin. Namun regulator
pertumbuhan tanaman seperti gibberellins, etilen, sitokinin dan asam
absisik (ABA) dikategorikan bersama dengan auxin sebagai lima
hormon klasik
a. Auxin
Air kelapa mengandung indole-3-acetic acid (IAA) yang
merupakan auxin primer pada tumbuhan. IAA tidak hanya berada
dalam bentuk bebas, namun ia juga berkonjugasi menjadi asam

amino, peptida, atau karbohidrat yang secara biologis tidak aktif


dan alan menjadi penyimpanan IAA dalam biji dan mungkin
berperan dalam homeostasis hormonal
Auxin berperan dalam banyak proses regulasipada tumbuhan
terutama

yang

brhubungan

dengan

pertumbuhan

dan

perkembangan tanaman. Auxin berfungsi menyampaikan sinyal


lingkungan

seperti

cahaya

dan

gravitasi,

regulasi

proses

percabangan dalam tunas atau akar dan sering muncul dalam


differensiasi sel di meristem dan organ yang belum dewasa. Auxin
juga berperan dalam proses perkembangan tumbuhan seperti
embriogenesis, organogenesis, permentukan jaringan pembuluh
dan tropisme
b. Sitokinin
Sitokinin mempermudah pembelahan sel. Hipotesis auxin-cytikinin
memprediksi bahwa sitokinin bersama dengan auxin, berperan
penting dalam mengatur pembentukan akar dan tunas dan
menyeimbangkan pertumbuhan relatifnya.
Sitokinin ditemukan dalamair kelapa membantu pembelahan sel,
dan membantu mempercepat pertumbuhan.
c. Gaberelin (GAs)
Gas merupakan kelas dari phytohormone yang menimbulkan efek
yang pasti pada pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, pada
beberapa aspek seperti perkecambahan biji, perpanjangan sel
epidermis, pelebaran daun dan perkembangan bunga. Aksi biologis
Gas yang utama adalah kemampuannya dalam merangsang
perpanjangan pada tunas tumbuhan dan berpengaruh dalam
pertumbuhan batang pada rosette dan dalam brntuk yang kerdil
2. Ion organik
Ion organik dibutuhkan dalam menjalankan fungsi normal sel dan
penting untuk aktivasi enzim, pembentukan tulang, fungsi hemoglobin,
ekspresi gen dan metabolisme asam amino, lemak dan karbohidrat.
Komposisi dasar ion orgsnik pada air kelapa dapat melengkapi
elektrolit yang diekskresikan tubuh kita melalui gula, seperti natrium,
kalium, magnesium dan kalsium yang dapat menyediakan minuman
rehidrasi yang efektif. Konsentrasi elektrolit ini dapat mempengaruhi

tekanan osmotik pada darah, namun tetap tidak mengganggu


homeostasis. Sebagai hasilnya, air kelapa ini dapat digunakan sebagai
cairan hidrasi intravena dalam waktu singkat pada keadaan yang
darurat. Menariknya, Anurag dan Rajamohan menemukan bahwa air
kelapa dapat menyebabkan efek kardioreseptif pada percoaan
miokardial pada tikus dan hal ini mungkin disebabkan karena
kandungan ion organik terutama kalium dalam air kelapa. (Yong, Ge,
Ng, & Tan, 2009)
3. Vitamin
Air kelapa mengandung vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7 dan B9.
Vitamin B bisa larut dalam air dan dibutuhkan sebagai koenzim untuk
reaksi enzimatik yang penting bagi fungsi seluler. B6 berfungsi sebagai
koenzim dalam beberapa reaksi enzimatik seperti reaksi transminasi
dan dekarboxilasi, defisiensi vit B6 dapat menyebabkan inflamasi dan
gangguan pada ginjal. Vitamin b9 atau folat adalah nutrisi yang
dibutuhkan untuk mengurangi resiko anemia pada masa kehamilan.
Vitamin ini dpat mencegah keracunan mitokondria yang disebabkan
karena metabolisme metana.

Sebagai tambahan, air kelapa juga

mengandung vitamin C yang merupakan antioxidan makanan yang


penting. (Yong, Ge, Ng, & Tan, 2009)
3.2.3.

Ion kalium dalam air kelapa

Menurut molecule 2009, ion kalium berada dalam air kelapa sebanyak 250
mg/100g air kelapa muda, sedangkan ion natrium 105 mg/100g, magnesiium 25
mg/100g kalsium 24 mg/100g. Berdasarkan data diatas, ion kalium memiliki
jumlah paling banyak dalam air kelapa muda. (Yong, Ge, Ng, & Tan, 2009)
Konsentrasi elektrolit yang banyak dalam air kelapa ini menciptakan
tekanan osmotik yang sama yang dapat diamati dalam darah dan tidak
mengganggu pembekuan plasma. Jumlah ion kalium yang banyak pada air kelapa
dilaporkan dapat menurunkan tekanan drah. Ekstrak ethanol dari endocarp kelapa
ditemukan berpengaruh dalam vasorelaxant dan anti hiperensi, melalui produksi
nitric oxide pada konsentrasi dan endothelium-dependent manner, tergantung pada
aktivasi llangsung nitric oxide / jalur guanyllate cyclase, dengan menstimulasi

reseptor muskarin dan/atau melalui jalur cyclooxygenase. (DebMandal & Mandal,


2011)
Karena kemampuannya dapat mempengaruhi tekanan osmotik namun
tidak mempengaruhi homeostatis, air kelapa ini dapat digunakan sebagai cairan
hidrasi intravena dalam waktu singkat pada keadaan yang darurat. (Yong, Ge, Ng,
& Tan, 2009)
Sebagai

elektrolit,

kalium

menghantarkan

impuls

elektrik

untuk

penghantaran saraf, kontraksi jantung dan fleksibilitas otot skelet. Mengkonsumsi


satu gelas air kelapa yang berisi 600mg kaliium membuat kita memenuhi
kebutuhan kalium kita sebanyak 13% dari total kebutuhan kalium total kita 4.700
mg perhari (Ferrandino, 2015)
Kalium pada air kelapa dapat membantu kesehatan kadriovaskuler. Institut
Linus

Pauling

melaporkan

bahwa

tingginya

pemasukan

kaium

alami

menyebabkan berkurangnya kemungkinan seseorang mengalami. (Ferrandino,


2015)

3.3.

Kondisi metabolisme masa kehamilan


3.3.1.

Metabolisme mineral pada masa kehamilan

Pada saat kehamilan, maka akan terjadi perubahan psikologis maupun


fisiologis dari sang ibu. perubahan ini diantaranya adalah perubahan metabolisme.
Metabolisme mineral juga mengalami perubahan pada masa kehamilan.
Kebutuhan akan besi selama kehamilan cukup besar dan sering melebihi jumlah
yang tersedia. Tanpa mengecilkan arti sebagian besar kebanyakan mineral lainnya,
kehamilan hanya menimbulkan sedikit perubahan pada metabolismenya
selainretensi dalam jumlah yang setara dengan yang digunakan untnuk
pertumbuhan janin dan, pada tingkat yang lebih kecil, jaringan-jaringan ibunya.
(Cunningham, Gant, Lenevo, Gilstrap III, Hauth, & Wenstrom, 2006)
Sepanjang kehamilan, kadar kalsium dan magnesium pplasma menurun,
penurunannya mungkin sebagian besar mencerminkan penurunan konsentrasi

protein plasma dan, kemudian, penurunan yang ditumbulkan pada sejumlah


elektrolit yang terikat pada protein. Namun bardicef dkk.(1995) menyimpulkan
bahwa kehamilan adalah suatu keadaan deplesi magnesium. Mereka menunjukkan
bahwa kadar magnesium total dan magnesium yang terionisasi berkurang secara
signifikan pasda kehamilan normal bila dibandingkan dengan wanita tidak hamil.
Fogh-Andersen dan Schultz-Larsen (1981) mendemonsatrasikan peningkatan
konsentrasi ion kalsium bebas pada kehamilan lanjt yang kecil tetapi signifikan
dengan mengoreksi perubahan pH darah. Kadar fosfat serum berada dalam kisaran
kadar wanita tidak hamil. Pada kehamilan, ambang ekskresi fosfat inorganik di
ginjal meningkat berdasarkan peningkatan kalsitonin. (Cunningham, Gant,
Lenevo, Gilstrap III, Hauth, & Wenstrom, 2006)
3.3.2.

Kebutuhan mineral utama masa kehamilan

Pada trimester pertama, ibu hamil memerlukan banyak asupan folat dan
vitamin B6. Folat baik bagi perkembangan sistem saraf bayi dan vitamin B6 dapat
meringankan rasa mual. Zat besi juga dibutuhkan untuk meningkatkan volume
darah ibu hamil. (babycentre, 2011)
Pada trimester kedua, kalsium dan vitamin D akan membantu
pertumbuhan tulang dan gigi, asam lemak omega 3 merupakan nutrisi penting
untuk perkembangan otak janin. Vitamin A dalam bentuk aman seperti beta
karoten juga dibutuhkan pada waktu ini. (babycentre, 2011)
Trimester ketiga, ibu hamil memerlukan energi yang banyak. Vitamin K
dapat membantu pembekuan darah dan merupakan vitamin yang penting saat
melahirkan dan menyusui. (babycentre, 2011)
3.3.3.

Metabolisme kalium masa kehamilan dengan absorbsi

nutrisi dari air Cocos nucifera


Air kelapa mempunyai kandungan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Termasuk kandungan mineral dari ion kalium yang dapat mengurangi resiko
terjadinya hipertensi pada ibu hamil. Kalium bersama kalsium dan magnesium
selama ini diketahui dapat menurunkan tekanan darah. Mineral mineral tersebut

menghambat terjadinya konstruksi pembuluh darah yang menyebabkan penurunan


resistensi perifer sehingga terjadi penurunan tekanan darah. (Lestari, 2010)
Mekanisme kalium dalam menurunkan tekanan darah antara lain menurunkan
produksi vasokonstriktor thromboxane dan meningkatkan produksi vasodilator
kallidin sehingga terjadi vasodilatasi pembuluh darah. Vasodilatasi ini akan
menyebabkan penurunan resistensi perifer dan meningkatkan curah jantung. Kalium
sebagai salah satu mineral yang menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
mempunyai efek natriuretik dan diuretik yang meningkatkan pengeluaran natrium dan
cairan dari dalam tubuh. Kalium juga menghambat pelepasan renin sehingga
mengubah aktifitas sistem renin angiostensin dan mengatur saraf perifer dan sentral
yang mempengaruhi tekanan darah. (Lestari, 2010)