Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kayu merupakan salah satu produk alam, mempunyai sifat yang sangat
kompleks yang merupakan hasil proses pertumbuhan pohon. Sifat kompleks tersebut
dapat terjadi dalam jenis yang sama dari pohon berbeda, maupun dalam satu batang
pohon. Faktor genetik dan lingkungan mempengaruhi pertumbuhan pohon dan
berpengaruh pula terhadap kualitas kayu. Kayu yang biasanya dikehendaki oleh
manusia dalam penggunaanya adalah kayu normal, dengan diameter besar dan
silindris (Nugraheni, 2008).
Saat ini, pemanfaatan kayu kurang dikenal umumnya belum disesuaikan
dengan sifatnya, karena data sifat dasarnya belum lengkap. Akibatnya nilai tambah
yang diperoleh masih rendah.
Kayu sebagai sumber serat sudah banyak dikebunkan dalam bentuk Hutan
Tanaman Industri (HTI). Jenis dominan yang ditanam adalah jenis pohon cepat
tumbuh(fast growing species) seperti akasia, ekaliptus dan gmelina. Akan tetapi
seiring dengan meningkatnya kebutuhan kertas, permintaan akan bahan baku serat
juga terus meningkat. Kebutuhan tersebut belum dapat terpenuhi oleh HTI dan masih
mengandalkan hutan alam.
Dalam rangka menambah jumlah (diversifikasi) jenis kayu yang diharapkan
dapat digunakan sebagai sumber bahan baku industri dilakukan penelitian analisa
komponen kimia dari kayu kurang dikenal. Informasi komponen kimia penting untuk
menentukan suatu bahan cocok digunakan sebagai bahan penghasil serat dan
turunannya (Pasaribu, 2011).
Selulosa (C6H10O5)n adalah polimer berantai panjang polisakarida karbohidrat
dari beta-glukosa. Selulosa memiliki sifat berbentuk senyawa berserat, mempunyai
tegangan tarik yang tinggi, tidak larut dalam air dan pelarut organik. Selulosa
merupakan unsur yang penting dalam proses pembuatan pulp, semakin banyak
selulosa yang terkandung dalam pulp maka semakin baik kualitas pulp tersebut
(Purnawan, 2014).
1.2 Perumusan Masalah

Adapun perumusan masalah yang terdapat dalam percobaan ini adalah


bagaimana cara menentukan kadar alfa selulosa dalam serat batang pisang ?
1.3 Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kadar alfa selulosa dalam
serat batang pisang.
1.4 Manfaat Percobaan
Adapun manfaat dari percobaan ini adalah :
1. Menentukan kadar alfa selulosa serat batang pisang.
2. Mengetahui manfaat serat batang pisang dalam industri.
1.5 Ruang Lingkup Percobaan
Adapun ruang lingkup percobaan ini adalah di Laboratorium Kimia Organik,
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara
Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah serat batang pisang
sebanyak 4 gram, natrium hidroksida (NaOH) 17,5 % sebanyak 30 ml, NaOH 8,3%
sebanyak 100 ml, asam asetat (CH3COOH) 10% sebanyak 15 ml dan aquadest
(H2O). Sedangkan peralatan yang digunakan adalah neraca elektrik, beaker glass,
erlenmeyer, gelas ukur, kertas saring, alumunium foil, termometer, oven, batang
pengaduk, kertas lakmus, dan corong gelas.