Anda di halaman 1dari 6

1.

Syirik dan dampaknya terhadap kehidupan manusia


Syirik adalah itikad ataupun perbuatan yang menyamakan sesuatu selain Allah dan
disandarkan pada Allah dalam hal rububiyyah dan uluhiyyah. Umumnya, menyekutukan
dalam Uluhiyyah Allah yaitu hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seperti berdo'a
kepada selain Allah, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban),
bernadzar, berdo'a dan sebagainya kepada selainNya.
Dampak Syirik terhadap kehidupan manusia :
Pertama: Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan
Syirik menghinakan kemuliaan manusia, menurunkan derajat dan martabatnya. Sebab
Allah menjadikan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi. Allah memuliakannya,
mengajarkan seluruh nama-nama, lalu menundukkan baginya apa yang ada di langit dan di
bumi semuanya. Ia lalu menjadikan sebagian dari makhluk Allah sebagai Tuhan dan
sesembahan. Ia tunduk dan menghinakan diri kepadanya.
Ada sebagian dari manusia yang menyembah sapi yang sebenarnya diciptakan Allah
untuk manusia agar hewan itu membantu meringankan pekerjaannya. Dan ada pula yang
menginap dan tinggal di kuburan untuk meminta berbagai kebutuhan mereka Barangsiapa
mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar
oleh burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh. (Al-Hajj: 31)
Kedua: Syirik adalah sarang khurofat dan kebatilan
Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan perbuatan syirik, barang dagangan
dukun, tukang nujum, ahli nujum, ahli sihir dan yang semacamnya menjadi laku keras. Sebab
mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa dirinya mengetahui ilmu ghaib yang
sesungguhnya tak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah. Jadi dengan adanya mereka, akal
manusia dijadikan siap untuk menerima segala macam khurofat/takhayul serta mempercayai
para pendusta (dukun). Sehingga dalam masyarakat seperti ini akan lahir generasi yang tidak
mengindahkan ikhtiar (usaha) dan mencari sebab serta meremehkan sunnatullah (ketentuan
Allah).
Ketiga: Syirik adalah kedholiman yang paling besar
Yaitu dhalim terhadap hakikat yang agung yaitu (Tidak ada Tuhan yang berhak
disembah selain Allah). Adapun orang musyrik mengambil selain Allah sebagai Tuhan serta
mengambil selainNya sebagai penguasa. Syirik merupakan kedhaliman dan penganiayaan
terhadap diri sendiri. Sebab orang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba dari makhluk

yang merdeka. Syirik juga merupakan kezhaliman terhadap orang lain yang ia persekutukan
dengan Allah karena ia telah memberikan sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya.
Keempat: Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan
Orang yang akalnya menerima berbagai macam khurofat dan mempercayai kebatilan,
kehidupannya selalu diliputi ketakutan. Sebab dia menyandarkan dirinya pada banyak tuhan.
Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tak kuasa memberikan manfaat atau menolak bahaya atas
dirinya.(Ali-Imran:151)
Kelima: Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat
Syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara,
sehingga mereka meremehkan amal shalih. Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa
dengan keyakinan bahwa para perantara akan memberinya syafaat di sisi Allah. Begitu pula
orang-orang kristen melakukan berbagai kemungkaran, sebab mereka mempercayai Al-Masih
telah menghapus dosa-dosa mereka ketika di salib
Keenam: Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka
Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia, sedang di akhirat
menyebabkan pelakunya kekal di dalam Neraka. Allah berfirman: Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga
dan tempatnya ialah Neraka, dan tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang
penolongpun.(Al-Maidah:72).
Ketujuh: Syirik memecah belah umat
Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memper-sekutukan Allah, yaitu orangorang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap
golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (Ar Ruum: 31-32)

2. Carilah 5 hadist shahih tentang tanda-tanda hari kiamat


a. Terbitnya matahari dari arah barat.
Dalam banyak hadits shahih disebutkan bahwa terbitnya matahari dari arah barat itu
merupakan tanda pertama yang akan muncul. Abdullah Bin Amr Bin Ash (semoga
Allah meridhoinya) telah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
Sesungguhnya tanda (kiamat) yang pertama keluar adalah terbitnya matahari dari
barat dan keluarnya binatang kepada manusia di waktu pagi. (Tanda mana pun) yang
datang lebih dulu (dari kedua tanda itu), maka yang belakangan itu datang tidak jauh
dari yang pertama. (H.R. Muslim dan Abu Dawud)
b. Munculnya binatang (dabbah).
Hadits Abu Umamah radhiallau anhu dalam riwayat imam Ahmad:

3/37 .
1/3/322
Akan keluar sejenis binatang kemudian menandai manusia di muka-muka mereka
kemudian bertambah banyaklah di tengah-tengah kalian (orang-orang yang bertanda),
hingga ketika seseorang membeli unta ditanya: Dari siapa engkau membeli unta
ini? Maka dia menjawab : Aku membeli dari salah seorang yang telah diberi
tanda (tanda kafir atau mukmin pent). (HR. Ahmad; dan dishahihkan oleh Syaikh
al-Albani; Lihat Shahih al-Jamiu ash-Shaghir 3/37 dan Silsilah al-Ahaadits ashShahihah 1/3/322)
c. Munculnya Dajjal.
Di antara tanda-tanda datangnya kiamat adalah munculnya seseorang yang disebut
Dajjal. Tentang Dajjal ini, ada sejumlah hadits shahih yang di antaranya disampaikan
oleh Abdullah Bin Umar (semoga Allah meridhoinya) yang mengatakan:
Rasulullah Saw. berdiri di hadapan orang-orang, lalu memuji Allah sebagaimana
layaknya, kemudian ia menyebut-nyebut Dajjal seraya mengatakan, Sesungguhnya
aku ingin mengingatkan kalian tentang Dajjal, dan tidak ada seorang nabi pun
melainkan pasti ia mengingatkan kaumnya tentang itu. Tapi aku akan mengatakan
apa yang tidak dikatakan oleh nabi mana pun kepada kaumnya: bahwa Dajjal itu
picak (bermata satu) dan bahwa Allah tidaklah picak. (H.R. Bukhari dan Muslim)
d. Turunnya Nabi Isa As.
Dalam keterangan yang lain, Rasulullah Saw. juga pernah bersabda:

Demi Dzat yang diriku ada di tangan-Nya, hampir tiba masanya di mana Isa bin
Maryam turun dengan membawa hukum yang adil, lalu ia menghancurkan salib,
membunuh babi, menghapuskan pajak, melimpah-ruahkankan harta hingga tidak ada
seorang pun yang mau menerimanya. Hingga satu kali sujud lebih baik dari dunia
dengan segala isinya. (H.R. Muttafaq alalih)
Al-Qadhi Iyadh mengatakan,
Turunnya Nabi Isa a.s. dan bahwa ia membunuh dajjal dalam pandangan AhlusSunnah adalah kebenaran karena ditopang oleh dalil-dalil shahih. Dan akal maupun
syariat tidak punya alasan untuk menampiknya. (Syarah Imam Nawawi Ala
Shahih Muslim juz 18 hal. 75-76.)
e. Munculnya Yajuj dan Majuj.
Rasulullah Saw. bersabda,
Tiada Tuhan selain Allah, celakalah orang Arab oleh keburukan yang telah
mendekat. Pada hari ini telah dibuka benteng Yajuj dan Majuj, seperti ini sambil
Beliau melingkarkan ibu jari dengan telunjuk. Zainab berkata, Ya Rasulullah,
akankah kami dibinasakan padahal di tengah-tengah kami banyak orang saleh?
Rasulullah Saw. menjawab, Ya, jika banyak kotoran-kotoran. (H.R. Bukhari dan
Muslim)
Sabda Rasulullah Saw. yang lain:
Dan Allah akan membangkitkan Yajuj dan Majuj, dan mereka turun dengan cepat
dari setiap tempat yang tinggi. Lalu barisan paling depan dari mereka lewat ke
sebuah danau lalu meminum air yang ada di dalamnya. Dan bagian belakang mereka
lewat kemudian mengatakan, Dulunya di danau ini penuh dengan air. (H.R.
Muslim)
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Allah menggenggam
bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian Dia mengatakan,
Akulah Raja. Mana raja-raja bumi? (H.R. Bukhari)

3. Mengapa kita membutuhkan ibadah?


Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja
(mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah
(takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir,
tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati).
Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati).
Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan
badan.
Ketahuilah, Allah Taala tidak membutuhkan amal ibadah kita. Allah Taala
memerintahkan kita untuk menyembah-Nya, namun bukan karena Ia butuh untuk disembah.
Allah berfirman:



Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku (saja).
Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya
mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang
mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh (QS. Adz Dzariat: 56-58)

Kita beribadah atau tidak, kita melakukan amal kebaikan atau tidak, kita taat atau
ingkar, kita maksiat atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh pada keagungan AllahTaala.
Andai seluruh manusia beriman dan bertaqwa, keagungan Allah tetap pada kesempurnaanNya. Andai semua manusia kafir dan ingkar kepada Allah, sama sekali tidak mengurangi
kekuasaan-Nya. Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman:
. . . !
. . . !
Wahai hamba-Ku, andai seluruh manusia dan jin dari yang paling awal samapi yang paling
akhir, seluruhnya menjadi orang yang paling bertaqwa, hal itu sedikitpun tidak menambah
kekuasaan-Ku. Wahai hamba-Ku, andai seluruh manusia dan jin dari yang paling awal

sampai yang paling akhir, seluruhnya menjadi orang yang paling bermaksiat, hal itu
sedikitpun tidak mengurangi kekuasaan-Ku (HR. Muslim, no.2577)
Demikianlah, Allah Taala tidak butuh terhadap ibadah kita. Lalu untuk apa kita
berlelah-lelah, menghabiskan banyak waktu untuk beramal dan beribadah? Karena kita yang
butuh untuk itu. Allah Taala berfirman:


Jika kamu berbuat baik, kebaikan itu bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka
(kejahatan) itu bagi dirimu sendiri (QS. Al Isra: 7)

Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk
dirinya sendiri (QS. Luqman: 7)
4. Jelaskan perbedaan zakat,infaq dan shodaqoh!

Zakat bersifat wajib,berupa harta atau materi,aturannya jelas,jumlahnya


sudah ditentukan,dan waktunya sudah ditentukan.
Shodaqoh bersifat sunnah atau tidak wajib,diluar dari zakat,bisa berupa
materi atau non materi dan diberikan sesuai dengan kemampuan kita.
Infaq bersifat sunnah atau tidak wajb, namun ada juga yang wajib (seperti
menafkahi keluarga),dan bisa berupa materi maupun non meteri.