Anda di halaman 1dari 8

Kasus Korupsi

Pengadaan
Simulator SIM

Rangkuman Umum
Kasus
- Merupakan kasus korupsi yang dilakukan oleh pihak petinggi polri
bekerja sama dengan kontraktor dan subkontraktor penyedia jasa
pengadaan simulator sim.
- Kasus ini terangkat ke permukaan lewat surat yang dikirim dari penjara
oleh sukotjo yang mana surat tersebut merupakan jawaban atas
pertanyaan tempo.
- Karena kedekatan dari budi santoso dan petinggi polri yaitu djoko susilo
yang pada waktu itu adalah kepala korps lalu lintas polri, maka tender
untuk pengadaan simulator sim dimenangkan oleh perusahaan budi
santoso.
- Dalam dokumen surat perintah kerja yang diteken pejabat pembuat
komitmen, Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Brigadir Jenderal Didik
Purnomo, disepakati harga simulator sepeda motor adalah Rp 77,79 juta
per unit dan simulator mobil Rp 256,142 juta per unit.
- Harga yang dibayar Korps Lalu Lintas Polri ini kelewat mahal. Sebab,
dalam dokumen perjanjian pembelian barang dari Citra Mandiri
Metalindo dengan Inovasi Teknologi, harga per unit simulator sepeda
motor hanya Rp 42,8 juta dan simulator mobil Rp 80 juta per unit.

Pela
ku Direktur Utama
Budi Santoso
PT Citra Mandiri Metalindo Abadi
(Pemenang tender pengadaan
simulator SIM di Polri)
Suktjo S. Bambang Direktur
Utama PT Inovasi Teknologi
Indonesia (Subkontraktor dari
perusahaan Budi Santoso)
Djoko Susilo Kepala Korps
Lalu-lintas Polri
Didik Purnomo Wakil
Kepala korps lalu-lintas

Modus Kejahatan
Modus operandi: Rekayasa tender
-PT Citra Mandiri tidak punya pengalaman dalam menggarap simulator
-Sukotjo, Direktur PT Inovasi Teknologi, mengaku terlibat dalam menyiapkan
dokumen empat perusahaan pesaing Citra Mandiri dalam tender, yaitu PT
Bentina Agung, PT Digo Mitra Slogan, PT Dasma Pertiwi, PT Kolam Intan
-Keempat perusahaan tersebut hanya dipakai sebagai pendamping, agar
tender seorang-olah sesuai prosedur
- PT Citra Mandiri akhirnya ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Ketua
Pengadaan Simulator AKBP Teddy Rusmawan (menjabat sebagai Ketua Primer
Koperasi Polisi atau Primkoppol)
Modus operandi: Mark-up harga simulator.
-Berdasarkan faktur pembelian yang diberikan PT Citra Mandiri ke PT Inovasi
Teknologi, harga simulator kemudi motor hanya Rp 42,8 juta per unit
- Sedangkan harga simulator kemudi mobil hanya Rp 80 juta per unit
Total harga berdasarkan faktur: Rp 74,44 milyar
Nilai Mark-up (asumsi): Rp 122,428 milyar (Nilai proyek Rp 196,868 milyar -

Flow chart
bagian andro.docx

Pasal yang dilanggar


Tindak Pidana Korupsi

Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999


tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana
diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal
55 Ayat 1 ke-1 KUH Pidana juncto Pasal 65 Ayat 1 KUH Pidana.
Tindak Pidana Pencucian Uang

Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010


tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, kemudian Pasal 3 Ayat 1
dan atau Pasal 6 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002
tentang tindak pidana yang sama.

Hipotesis Pemeriksaan
BPK menarik hipotesis bahwa adanya
kerugian negara sebesar Rp. 121,830 miliar
yang terjadi akibat mark up dilakukan oleh
keempat pelaku korupsi yaitu Irjen Djoko
Susilo - Kepala Korps Lalu Lintas Polri,
Brigjen Pol Didik Purnomo Wakil Kepala
Korps Lalu Lintas Polri, Budi Susanto Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi
(PT CMMA) dan Sukotjo S Bambang Direktur Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI).

Data-data Yang Dikumpulkan Tim


Audit
Penanggaran melibatkan perusahaan pemenang
tender yaitu PT CMMA dan PT ITI
HPS ( Harga Perkiraan Sendiri) dibuat oleh PT CCMA
dan PT ITI dan digelembungkan sehingga nilai
kontrak pun ikut menggelembung
Perusahaan pemenang tender tidak memiliki
kualifikasi dan kompetensi untuk membuat simulator.
Proses pembayaran sudah diselesaikan padahal
pekerjaan belum selesai.
Setelah mesin diuji ternyata spesifikasi tidak sesuai
standar.