Anda di halaman 1dari 15

SOAL LCC 4 PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN

BERNEGARA TAHUN 2014 KALIMANTAN TIMUR


SOAL LCC 4 PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA TAHUN
2014 KALIMANTAN TIMUR
I. SOAL TEMATIK
1.Jelaskan Etika Politik dan Pemerintahan....
Jawaban : Etika Politik dan Pemerintahan dimaksudkan untuk mewujudkan
pemerintahan yang bersih, efisien, dan efektif serta menumbuhkan suasana politik
yang demokratis yang bercirikan keterbukaan, rasa bertanggungjawab, tanggap akan
aspirasi rakyat, menghargai perbedaan, jujur dalam persaingan, kesediaan untuk
menerima pendapat yang lebih benar, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dan
keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa. Etika pemerintahan
mengamanatkan agar penyelenggara negara memiliki rasa kepedulian tinggi dalam
memberikan pelayanan kepada publik, siap mundur apabila merasa dirinya telah
melanggar kaidah dan sistem nilai ataupun dianggap tidak mampu memenuhi
amanah masyarakat, bangsa, dan negara. Masalah potensial yang dapat menimbulkan
permusuhan dan pertentangan diselesaikan secara musyawarah dengan penuh
kearifan dan kebijaksanaan sesuai dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur
budaya, dengan tetap menjunjung tinggi perbedaan sebagai sesuatu yang manusiawi
dan alamiah. Etika Politik dan Pemerintahan diharapkan mampu menciptakan
suasana harmonis antarpelaku dan antarkekuatan sosial politik serta antarkelompok
kepentingan lainnya untuk mencapai sebesar-besar kemajuan bangsa dan negara
dengan mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi dan
golongan. Etika Politik dan Pemerintahan mengandung misi kepada setiap pejabat
dan elit politik untuk bersikap jujur, amanah, sportif, siap melayani, berjiwa besar,
memiliki keteladanan, rendah hati, dan siap mundur dari jabatan Politik apabila
terbukti melakukan kesalahan dan secara moral kebijakannya bertentangan dengan
hukum dan rasa keadilan masyarakat. Etika ini diwujudkan dalam bentuk sikap yang
bertata krama dalam perilaku politik yang toleran, tidak berpura-pura, tidak arogan,
jauh dari sikap munafik serta tidak melakukan kebohongan publik, tidak manipulatif
dan berbagai tindakan yang tidak terpuji lainnya.
2. Jelaskan Etika Sosial dan Budaya....
Jawaban : Etika Sosial dan Budaya bertolak dari rasa kemanusiaan yang mendalam
dengan menampilkan kembali sikap jujur, saling peduli, saling memahami, saling
menghargai, saling mencintai, dan saling menolong di antara sesama manusia dan
warga bangsa. Sejalan dengan itu, perlu menumbuhkembangkan kembali budaya
malu, yakni malu berbuat kesalahan dan semua yang bertentangan dengan moral
agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Untuk itu, juga perlu
ditumbuhkembangkan kembali budaya keteladanan yang harus diwujudkan dalam
perilaku para pemimpin baik formal maupun informal pada setiap lapisan
masyarakat. Etika ini dimaksudkan untuk menumbuhkan dan mengembangkan
kembali kehidupan berbangsa yang berbudaya tinggi dengan menggugah,
menghargai, dan mengembangkan budaya nasional yang bersumber dari budaya
daerah agar mampu melakukan adaptasi, interaksi dengan bangsa lain, dan tindakan
proaktif sejalan dengan tuntutan globalisasi. Untuk itu, diperlukan penghayatan dan
pengamalan agama yang benar, kemampuan adaptasi, ketahanan dan kreativitas

budaya dari masyarakat.


3. Jelaskan Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan.
Jawaban : Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan dimaksudkan untuk
menumbuhkan kesadaran bahwa tertib sosial, ketenangan dan keteraturan hidup
bersama hanya dapat diwujudkan dengan ketaatan terhadap hukum dan seluruh
peraturan yang berpihak kepada keadilan. Keseluruhan aturan hukum yang menjamin
tegaknya supremasi dan kepastian hukum sejalan dengan upaya pemenuhan rasa
keadilan yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat. Etika ini meniscayakan
penegakan hukum secara adil, perlakuan yang sama dan tidak diskriminatif terhadap
setiap warga negara di hadapan hukum, dan menghindarkan penggunaan hukum
secara salah sebagai alat kekuasaan dan bentuk-bentuk manipulasi hukum lainnya.
4. Jelaskan latar belakang Tap MPRS RI No. XXV/MPRS/1966 tentang pembubaran
partai komunis Indonesia, pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah
Negara republik Indonesia bagi partai komunis Indonesia dan larangan setiap
kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran
komunisme/marxisme-leninisme.
Jawaban :
a. Bahwa faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme pada inti-hakekatnya
bertentangan dengan Pancasila;
b. Bahwa orang-orang dan golongan-golongan di Indonesia yang menganut faham
atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme, khususnya Partai Komunis Indonesia,
dalam sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia telah nyatanyata terbukti beberapa
kali berusaha merobohkan kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia yang sah
dengan jalan kekerasan;
c. Bahwa berhubung dengan itu, perlu mengambil tindakan tegas terhadap Partai
Komunis Indonesia dan terhadap kegiatan-kegiatan yang menyebarkan atau
mengembangkan faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme;
5. Jelaskan latar belakang Tap MPR RI No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan
Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
Jawaban :
a. bahwa berdasarkan Undang Undang Dasar 1945, pelaksanaan penyelenggaraan
negara dilakukan oleh lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif;
b. bahwa dalam penyelenggaraan negara telah terjadi pemusatan kekuasaan,
wewenang, dan tanggung jawab pada Presiden/Mandataris Majelis Permusyawaratan
Rakyat Republik Indonesia yang berakibat tidak berfungsinya dengan baik Lembaga
Tertinggi Negara dan Lembaga-lembaga Tinggi Negara lainnya, serta tidak
berkembangnya partisipasi masyarakat dalam memberikan kontrol sosial dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
c. bahwa tuntutan hati nurani rakyat menghendaki adanya penyelenggara negara
yang mampu menjalankan fungsi dan tugasnya secara sungguh-sungguh dan penuh
tanggung jawab agar reformasi pembangunan dapat berdayaguna dan berhasilguna;
d. bahwa dalam penyelenggaraan negara telah terjadi praktek-praktek usaha yang
lebih menguntungkan sekelompok tertentu yang menyuburkan korupsi, kolusi, dan
nepotisme, yang melibatkan para pejabat negara dengan para pengusaha sehingga
merusak sendi-sendi penyelenggaraan negara dalam berbagai aspek kehidupan
nasional;
e. bahwa dalam rangka rehabilitasi seluruh aspek kehidupan nasional yang

berkeadilan, dibutuhkan penyelenggara negara yang dapat dipercaya melalui usaha


pemeriksaan harta kekayaan para pejabat negara dan mantan pejabat negara serta
keluarganya yang diduga berasal dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan
mampu membebaskan diri dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme;
f. bahwa berhubung dengan itu perlu Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia yang mengatur tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan
Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
6. Jelaskan latar belakang Tap MPR RI No. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan
Berbangsa.
Jawaban :
a. bahwa sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945, terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia
adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial;
b. bahwa untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia sebagaimana
termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 tersebut, diperlukan pencerahan sekaligus pengamalan etika kehidupan
berbangsa bagi seluruh rakyat Indonesia;
c. bahwa etika kehidupan berbangsa dewasa ini mengalami kemunduran yang turut
menyebabkan terjadinya krisis multidimensi;
d. bahwa untuk itu diperlukan adanya rumusan tentang pokok- pokok etika
kehidupan berbangsa sebagai acuan bagi pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia
dalam rangka menyelamatkan dan meningkatkan mutu kehidupan berbangsa itu;
e. bahwa sehubungan dengan pertimbangan pada huruf a, b, c, dan d, perlu adanya
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tentang Etika
Kehidupan Berbangsa.
7. Jelaskan latar belakang Tap MPR RI No. V/MPR/2000 tentang Pemantapan
Persatuan dan Kesatuan Nasional.
Jawaban :
a. bahwa atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 mempunyai ciri khas,
yaitu kebinekaan suku, kebudayaan, dan agama yang menghuni dan tersebar di
belasan ribu pulau dalam wilayah Nusantara yang sangat luas, terbentang dari
Sabang sampai Merauke, dan disatukan oleh tekad: satu tanah air, satu bangsa, dan
satu bahasa persatuan, yaitu Indonesia, serta dilandaskan pada Pancasila sebagai
dasar negara;
b. bahwa kebinekaan tersebut di atas menjadi faktor yang sangat menentukan dalam
perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia, masa lalu, masa kini, dan masa depan;
c. bahwa perjalanan bangsa Indonesia telah mengalami berbagai konflik, baik
konflik vertikal maupun horizontal, sebagai akibat dari ketidakadilan, pelanggaran
hak asasi manusia, lemahnya penegakan hukum, serta praktek korupsi, kolusi, dan
nepotisme;
d. bahwa globalisasi yang digerakkan oleh perdagangan dan kemajuan teknologi
telah melancarkan arus pergerakan orang, barang, jasa, uang, dan informasi, serta
telah memberikan pengaruh yang besar terhadap kehidupan politik, ekonomi, sosial,
budaya, pertahanan, dan keamanan, tetapi jika tidak diwaspadai dapat menjadi
potensi yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

e. bahwa untuk itu perlu ada kesadaran dan komitmen seluruh bangsa untuk
menghormati kemajemukan bangsa Indonesia dalam upaya untuk mempersatukan
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi tetap tegaknya Negara
Kesatuan Republik Indonesia, Menuju masa depan yang lebih baik;
f. bahwa sehubungan dengan itu perlu adanya Ketetapan Majelis Permusyawaratan
Rakyat Republik Indonesia tentang Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Nasional;
8. Jelaskan latar belakang Tap MPR RI No. VIII/MPR/2001 tentang Rekomendasi
Arah Kebijakan Pemberantasan dan Pencegahan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
Jawaban :
a. bahwa permasalahan korupsi, kolusi dan nepotisme yang melanda bangsa
Indonesia sudah sangat serius, dan merupakan kejahatan yang luar biasa dan
menggoyahkan sendisendi kehidupan berbangsa dan bernegara;
b. bahwa sejak tahun 1998, masalah pemberantasan dan pencegahan korupsi, kolusi,
dan nepotisme telah ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik
Indonesia sebagai salah satu agenda reformasi, tetapi belum menunjukkan arah
perubahan dan hasil sebagaimana diharapkan;
c. bahwa terdapat desakan kuat masyarakat yang menginginkan terwujudnya
berbagai langkah nyata oleh pemerintah dan lembaga-lembaga tinggi negara lainnya
dalam hal pemberantasan dan pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme;
d. bahwa pembaruan komitmen dan kemauan politik untuk memberantas dan
mencegah korupsi, kolusi, dan nepotisme memerlukan langkah-langkah percepatan;
e. bahwa sehubungan dengan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b,
dan c, dan d perlu adanya Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik
Indonesia tentang Rekomendasi Arah Kebijakan Pemberantasan dan Pencegahan
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
9. Jelaskan latar belakang Tap MPR RI No. XV/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan
Otonomi Daerah Pengaturan, Pembagian, dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional
yang Berkeadilan serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka
Nagara Kesatuan Republik Indonesia.
Jawaban :
a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki sumber daya nasional yang
harus dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat;
b. bahwa pembangunan daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional
dilaksanakan melalui otonomi daerah; pengaturan sumber daya nasional yang
berkeadilan; serta perimbangan keuangan pusat dan daerah;
c. bahwa penyelenggaraan otonomi daerah, pengaturan, pembagian dan pemanfaatan
sumber daya nasional serta perimbangan keuangan antara pusat dan daerah belum
dilaksanakan secara proporsional sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan
dan pemerataan;
d. bahwa berhubung dengan itu perlu Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan,
Pembagian, dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang Berkeadilan; serta
Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Dalam Kerangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
10. Jelaskan indikator Manusiawi sesuai dengan Tap MPR RI No. VII/MPR/2001
tentang Visi INDONESIA Masa Depan.
Jawaban :

a. terwujudnya masyarakat yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan


beradab;
b. terwujudnya hubungan harmonis antar manusia Indonesia tanpa membedakan
latar belakang budaya, suku, ras, agama dan lain-lain;
c. berkembangnya dinamika kehidupan bermasyarakat ke arah peningkatan harkat
dan martabat manusia;
d. terwujudnya keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam perilaku kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
11. Jelaskan indikator Religius sesuai dengan Tap MPR RI No. VII/MPR/2001
tentang Visi INDONESIA Masa Depan.
Jawaban :
a. terwujudnya masyarakat yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia sehingga ajaran
agama, khususnya yang bersifat universal dan nilai-nilai luhur budaya, terutama
kejujuran, dihayati dan diamalkan dalam perilaku kesehariannya;
b. terwujudnya toleransi antar dan antara umat beragama;
c. terwujudnya penghormatan terhadap martabat kemanusiaan.
12. Jelaskan indikator Bersatu sesuai dengan Tap MPR RI No. VII/MPR/2001
tentang Visi INDONESIA Masa Depan.
Jawaban :
a. meningkatnya semangat persatuan dan kerukunan bangsa;
b. meningkatnya toleransi, kepedulian, dan tanggung jawab sosial;
c. berkembangnya budaya dan perilaku sportif serta menghargai dan menerima
perbedaan dalam kemajemukan;
d. berkembangnya semangat antikekerasan;
e. berkembangnya dialog secara wajar dan saling menghormati antar kelompok
dalam masyarakat.
13. Jelaskan arah kebijakan Rekonsiliasi Tap MPR RI No. V/MPR/2000 tentang
Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Nasional.
Jawaban :
1. Menjadikan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya bangsa sebagai sumber etika
kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka memperkuat akhlak dan moral
penyelenggara negara dan masyarakat.
2. Menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara yang terbuka dengan membuka
wacana dan dialog terbuka di dalam masyakarat sehingga dapat menjawab tantangan
sesuai dengan visi Indonesia masa depan.
3. Meningkatkan kerukunan sosial antar dan antara pemeluk agama, suku, dan
kelompok-kelompok masyarakat lainnya melalui dialog dan kerja sama dengan
prinsip kebersamaan, kesetaraan, toleransi dan saling menghormati. Intervensi
pemerintah dalam kehidupan sosial budaya perlu dikurangi, sedangkan potensi dan
inisiatif masyarakat perlu ditingkatkan.
4. Menegakkan supremasi hukum dan perundang-undangan secara konsisten dan
bertanggung jawab, serta menjamin dan menghormati hak asas manusia. Langkah ini
harus didahului dengan memproses dan menyelesaikan berbagai kasus korupsi,
kolusi, dan nepotisme, serta pelanggaran hak asasi manusia.
5. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui
pembangunan ekonomi yang bertumpu pada pemberdayaan ekonomi rakyat dan
daerah.

6. Memberdayakan masyarakat melalui perbaikan sistem politik yang demokratis


sehingga dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas, bertanggung jawab, menjadi
panutan masyarakat, dan mampu mempersatukan bangsa dan negara.
7. Mengatur peralihan kekuasaan secara tertib, damai, dan demokratis sesuai dengan
hukum dan perundang-undangan.
8. Menata kehidupan politik agar distribusi kekuasaan, dalam berbagai tingkat
struktur politik dan hubungan kekuasaan, dapat berlangsung dengan seimbang. Setiap
keputusan politik harus melalui proses yang demokratis dan transparan dengan
menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.
9. Memberlakukan kebijakan otonomi daerah, menyelenggarakan perimbangan
keuangan yang adil, meningkatkan pemerataan pelayanan publik, memperbaiki
kesenjangan dalam pembangunan ekonomi dan pendapatan daerah, serta
menghormati nilai-nilai budaya daerah berdasarkan amanat konstitusi.
10. Meningkatkan integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam
penyelenggaraan negara, serta memberdayakan masyarakat untuk melakukan kontrol
sosial secara konstruktif dan efektif.
11. Mengefektifkan Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara yang berperan
dalam bidang pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat
negara yang berperan dalam bidang keamanan, serta mengembalikan jatidiri Tentara
Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bagian dari
rakyat.
12. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia sehingga mampu
bekerja sama dan bersaing sebagai bangsa dan warga dunia dengan tetap berwawasan
pada persatuan dan kesatuan nasional.
14. Jelaskan arah kebijakan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme sesui
dengan Tap MPR RI No. VIII/MPR/2001 tentang Rekomendasi Arah Kebijakan
Pemberantasan dan Pencegahan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
Jawaban :
1. Mempercepat proses hukum terhadap aparatur pemerintah terutama aparat
penegak hukum dan penyelenggara negara yang diduga melakukan praktek korupsi,
kolusi dan nepotisme, serta dapat dilakukan tindakan administratif untuk
memperlancar proses hukum.
2. Melakukan penindakan hukum yang lebih bersungguh-sungguh terhadap semua
kasus korupsi, termasuk korupsi yang telah terjadi di masa lalu, dan bagi mereka
yang telah terbukti bersalah agar dijatuhi hukuman yang seberatberatnya.
3. Mendorong partisipasi masyarakat luas dalam mengawasi dan melaporkan kepada
pihak yang berwenang berbagai dugaan praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme yang
dilakukan oleh pegawai negeri, penyelenggara negara dan anggota masyarakat.
4. Mencabut, mengubah, atau mengganti semua peraturan perundang-undangan serta
keputusan keputusan penyelenggara negara yang berindikasi melindungi atau
memungkinkan terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme.
5. Merevisi semua peraturan perundang-undangan yang berkenaan dengan korupsi
sehingga sinkron dan konsisten satu dengan yang lainnya.
6. Membentuk Undang-undang beserta peraturan pelaksanaannya untuk membantu
percepatan dan efektivitas pelaksanaan pemberantasan dan pencegahan korupsi yang
muatannya meliputi :
a. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;
b. Perlindungan Saksi dan Korban;
c. Kejahatan Terorganisasi;
d. Kebebasan Mendapatkan Informasi;
e. Etika Pemerintahan;

f. Kejahatan Pencucian Uang;


g. Ombudsman.
7. Perlu segera membentuk Undang-undang guna mencegah terjadinya perbuatanperbuatan kolusi dan/atau nepotisme yang dapat mengakibatkan terjadinya tindak
pidana korupsi.
15. Jelaskan arah kebijakan untuk membangun Etika Kehidupan Berbangsa sesuai
dengan Tap MPR RI No. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa.
Jawaban :
1. Mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan budaya luhur bangsa dalam kehidupan
pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara melalui pendidikan formal,
informal dan nonformal dan pemberian contoh keteladanan oleh para pemimpin
negara, pemimpin bangsa, dan pemimpin masyarakat.
2. Mengarahkan orientasi pendidikan yang mengutamakan aspek pengenalan
menjadi pendidikan yang bersifat terpadu dengan menekankan ajaran etika yang
bersumber dari ajaran agama dan budaya luhur bangsa serta pendidikan watak dan
budi pekerti yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual,
kematangan emosional dan spritual, serta amal kebijakan.
3. Mengupayakan agar setiap program pembangunan dan keseluruhan aktivitas
kehidupan berbangsa dijiwai oleh nilai-nilai etika dan akhlak mulia, baik pada tahap
perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi.
16. Jelaskan latar belakang Tap MPR RI No. XVI/MPR/ 1998 tentang Politik
Ekonomi Dalam Rangka Demokrasi Ekonomi dan arah kebijakan pasal 2.
Jawaban :
a. bahwa pelaksanaan amanat Demokrasi Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 belum terwujud;
b. bahwa sejalan dengan perkembangan, kebutuhan, dan tantangan Pembangunan
Nasional, diperlukan keberpihakan politik ekonomi yang lebih memberikan
kesempatan, dukungan, dan pengembangan ekonomi rakyat yang mencakup
koperasi, usaha kecil dan menengah sebagai pilar utama pembangunan ekonomi
nasional;
c. bahwa berhubungan dengan itu perlu Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia tentang Politik Ekonomi Dalam Rangka Demokrasi Ekonomi.
PASAL 2 : Politik ekonomi nasional diarahkan untuk menciptakan struktur ekonomi
nasional agar terwujud pengusaha menengah yang kuat dan besar jumlahnya, serta
terbentuknya keterkaitan dan kemitraan yang saling menguntungkan antar pelaku
ekonomi yang meliputi usaha kecil, menengah dan koperasi, usaha besar swasta, dan
Badan Usaha Milik Negara yang saling memperkuat untuk mewujudkan Demokrasi
Ekonomi dan efisiensi nasional yang berdaya saing tinggi.
17. Jelaskan latar belakang Tap MPR RI No. V/MPR/ 1999 tentang Penentuan
Pendapat di Timor Timur.
Jawaban :
a. bahwa berdasarkan Persetujuan antara Republik Indonesia dan Republik Portugal
mengenai Masalah Timor Timur yang ditandatangani pada tanggal 5 Mei 1999 di
New York di bawah naungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah
dilaksanakan penentuan pendapat di Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999;
b. bahwa hasil penentuan pendapat sebagaimana disebutkan pada butir a di atas
menunjukkan bahwa mayoritas warga Timor Timur yang memiliki hak pilih menolak

tawaran otonomi khusus di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia;


c. bahwa penolakan sebagaimana disebut pada butir b di atas berarti adanya
perubahan sikap sebagian besar rakyat Timor Timur terhadap Deklarasi Balibo
tanggal 30 November 1975 yang menyatakan bahwa rakyat Timor Timur menyatakan
kehendaknya untuk menyatukan Timor Tmur ke dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia;
d. bahwa atas dasar Deklarasi Balibo tersebut, Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia telah mengeluarkan Ketetapan Nomor VI/MPR/1978 tentang
Pengukuhan Penyatuan Wilayah Timor Timur ke dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia;
e. bahwa ketetapan MPR Nomor VI/MPR/1978 tersebut tidak sesuai lagi dengan
kenyataan baru sebagaimana disebutkan pada butir a, butir b, butir c, dan butir d di
atas;
f. bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat menghargai hasil penentuan pendapat di
Timor Timur dengan tidak mengesampingkan kenyataan bahwa Persetujuan New
York telah dilakukan oleh Pemerintah tanpa meminta persetujuan Dewan Perwakilan
Rakyat;
g. bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat tidaklah menutup mata terhadap segala
akibat yang ditimbulkan oleh hasil penentuan pendapat sebagaimana disebut pada
butir a di atas, khususnya terhadap warga Timor Timur yang tetap setia kepada
Negara Kesatuan Republik Indonesia; h. bahwa oleh karena itu Majelis
Permusyawaratan Rakyat perlu mengambil langkah-langkah konstitusional.
18. Jelaskan ketentuan dan pemberlakuan dari Tap MPRS RI No. XXV/MPRS/1966
tentang pembubaran partai komunis Indonesia, pernyataan sebagai organisasi
terlarang di seluruh wilayah Negara republik Indonesia bagi partai komunis
Indonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan
faham atau ajaran komunisme/marxisme-leninisme.
Jawaban : Seluruh ketentuan dalam Ketetapan MPRS RI Nomor
XXV/MPRS/1966 ini, ke depan diberlakukan dengan BERKEADILAN dan
MENGHORMATI HUKUM, PRINSIP DEMOKRASI Berkeadilan dan
menghormati hukum: Tidak adadan HAK ASASI MANUSIA. Prinsip
Demokrasi dan Hak Asasi Manusia: Tidakdosa turunan menghilangkan
hak untuk ikut dalam penyelenggaraan negara dan mendapat perlakuan yang
sama dengan warga negara lainnya yang terkait dengan hak asasi manusia.
19. Sebutkan rumusan pasal 28 I UUD 1945 dan jelaskan maknanya.
Jawaban : Pasal 28I (1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan
pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui
sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum
yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam
keadaan apa pun. (2) Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat
diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap
perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. (3) Identitas budaya dan hak masyarakat
tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. (4)
Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah
tanggung jawab negara, terutama pemerintah. (5) Untuk menegakan dan melindungi
hak assi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka
pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan

perundangan-undangan.
20. Sebutkan rumusan pasal 35, 36, 36A, dan 36B UUD 1945 dan jelaskan Mengapa
diatur dalam UUD 1945.
Jawaban : Pasal 35 Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.
Pasal 36 Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia.
Pasal 36A Lambang negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka
Tunggal Ika.
Pasal 36B Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.
21. Sebutkan rumusan pasal 31 ayat 3 UUD 1945 dan jelaskan maknanya.
Jawaban : Pasal 31 ayat 3 Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu
sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta
akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diaturdengan
undang-undang.
Ketentuan ini mengakomodasinilai-nilai dan pandangan hidup bangsa Indonesia
sebagai bangsa yang religius dengan memasukkan rumusan kata meningkatkan
keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia sementara tujuan sistem pendidikan
nasional adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
22. Jelaskan maksud dan tujuan dirumuskannya Visi Indonesia 2020 sebagaimana
tercantum dalam Tap MPR RI No. VII/MPR/2001 tentang Visi Indonesia Masa
Depan.
Jawaban : Visi Indonesia 2020 dirumuskan dengan maksud menjadi pedoman untuk
mewujudkan cita-cita luhur Bangsa Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Visi
Indonesia 2020 dirumuskan dengan tujuan agar menjadi sumber inspirasi, motivasi,
kreatifitas, serta arah kebijakan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara
sampai dengan tahun 2020.
23. Konferensi Meja Bundar yang berlangsung di Den Haag pada 23 Agustus sampai
2 November 1949, berhasil mengakhiri konfrontasi fisik antara Indonesia dengan
Belanda. Apa hasil kesepkatan konferensi tersebut?
Jawaban: Pengakuan dan penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada
Pemerintah Indonesia yang disepakati akan disusun dalam struktur ketatanegaraan
yang berbentuk negara federal, yaitu negara Republik Indonesia Serikat;
Pembentukan Uni Belanda-Republik Indonesia Serikat yang dipimpin oleh Ratu
Belanda secara simbolis; Soekarno dan Moh. Hatta akan menjabat sebagai presiden
dan wakil presiden Republik Indonesia Serikat untuk periode 1949-1950, dengan
Moh. Hatta merangkap sebagai perdana menteri; Irian Barat masih dikuasasi Belanda
dan tidak dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat sampai dilakukan
perundingan lebih lanjut; Pemerintah Indonesia harus menanggung hutang negeri
Hindia Belanda sebesar 4,3 miliar gulden. II.
REBUTAN
1. Sebutkan rumusan pasal 24C ayat 2 UUD 1945.
Jawab : Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat Dewan
Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil

Presiden menurut Undang-Undang Dasar.


2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor
VII/MPR/2000 adalah tentang.
Jawab : Peran Tentara Nasional Indonesia dan Peran Kepolisian Negara Republik
Indonesia
3. Sebutkan rumusan pasal 29 ayat 1 UUD 1945.
Jawab : Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa
4. Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara tahun 1945 Bab VII mengatur
tentang.
Jawab : Dewan Perwakilan Rakyat
5. Sebutkan rumusan pasal 3 ayat 3 UUD 1945.
Jawab : Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dapat memberhentikan Presiden
dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut Undang-Undang Dasar.
6. Sebutkan syarat menjadi anggota Komisi Yudisial sesuai dengan bunyi pasal 24B
ayat 2.
Jawab : Anggota Komisi Yudisial harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman di
bidang hukum serta memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela.
7. Sebutkan rumusan pasal 20 ayat 1 UUD 1945.
Jawab : Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undangundang.
8. Sebutkan rumusan pasal 6A ayat 4 UUD 1945.
Jawab : Dalam hal tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih,
dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam
pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh
suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
9. Terwujudnya penyelenggaraan Negara yang profesional, tranparan, akuntabel,
memiliki kredibilitas dan bebas KKN . Merupakan indikator.
Jawab : Baik dan Bersih dalam Penyelenggaraan Negara
10. Sebutkan rumusan pasal 28J ayat 2 UUD 1945.
Jawab : Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk
kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud sematamata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang
lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral,
nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat
demokratis.
11. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor
V/MPR/1999 adalah tentang.
Jawab : Penentuan Pendapat di Timor Timur
12. Sebutkan rumusan pasal 22 ayat 2 UUD 1945.
Jawab : Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan
Rakyat dalam persidangan yang berikut.

13. Sebutkan rumusan pasal 7B ayat 3 UUD 1945.


Jawab : Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah
Konstitusi hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari
jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam sidang paripurna yang
dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggotan Dewan Perwakilan
Rakyat.
14. Pengelompokan Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR berdasarkan pasal 5
Ketetapan MPR No. I/MPR/2000, dinyatakan. Jawab : masih berlaku sampai
dengan ditetapkannya Peraturan Tata Tertib Yang baru oleh Majelis Permusyawaratan
Rakyat Republik Indonesia hasil pemiliham umum tahun 2004.
15. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor
VIII/MPR/2001 adalah tentang.
Jawab : Rekomendasi arah kebijakan pemberantasan dan pencegahan Korupsi,
Kolusi, dan Nepotisme.
16. Sebutkan rumusan pasal 20 ayat 4 UUD 1945.
Jawab : Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang telah disetujui
bersama untuk menjadi undang-undang.
17. Sebutkan substansi TAP MPR RI Nomor V/MPR/2000 tentang Pemantapan
Persatuan dan Kesatuan Nasional.
Jawab : Ketetapan ini mempertegas perlunya kesadaran dan komitmen yang kuat
untuk memantapkan persatuan dan kesatuan nasional dalam menghadapi berbagai
masalah bangsa mencapai tujuan nasional.
18. Meluasnya kesempatan kerja dan meningkatnya pendapatan penduduk sehingga
bangsa Indonesia menjadi sejahtera dan mandiri, merupakan indikator
Jawab : Sejahtera
19. Apa yang dimaksud dengan Hak Interpelasi.
Jawab : hak DPR untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan
pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan
bermasyarakat dan bernegara
20. Sebutkan rumusan pasal 22E ayat 6 UUD 1945.
Jawab : Ketentuan lebih lanjut tentang pemilihan umum diatur dengan undangundang.
21. Sebutkan rumusan pasal 6A ayat 2 UUD 1945.
Jawab : Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik
atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan
umum.
22. Apa yang dimaksud dengan Adendum.
Jawab : Naskah asli Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
dipertahankan sedangkan naskah perubahan dilekatkan pada naskah asli
23. Sebutkan rumusan pasal 22D ayat 1 UUD 1945
Jawab : Dewan Perwakilan Daerah dapat mengajukan kepada Dewan Perwakilan
Rakyat rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan

pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah,


pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang
berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah.
24. Sebutkan rumusan pasal 29 ayat 2 UUD 1945
Jawab : Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk
agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan
itu.
25. Sebutkan rumusan pasal 21 UUD 1945
Jawab : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan usul rancangan
undang-undang.
26. Pengelompokan Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR berdasarkan pasal 1
Ketetapan MPR No. I/MPR/2000, dinyatakan.
Jawab : tidak berlaku
27. Sebutkan rumusan pasal 23C UUD 1945
Jawab : Hal-hal lain mengenai keuangan negara diatur dengan undang-undang
28. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor
XV/MPR/1998 adalah tentang.
Jawab : Penyelenggaran Otonomi Daerah, Pengaturan, Pembagian, dan Pemanfaatan
Sumber Daya Nasional yang Berkeadilan, serta Perimbangan Keuangan Pusat dan
Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia
29. Apa yang dimaksud dengan Warga Negara sesuai dengan pasal 26 UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
Jawab : Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan
orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga
negara.
30. Apa yang dimaksud dengan Amnesti.
Jawab : pengampunan yang diberikan kpd seseorang atau sekelompok orang yang
diduga melakukan pelanggaran hukum dan kepadanya belum diproses dalam
peradilan.
31. Sebutkan rumusan pasal 24C ayat 6 UUD 1945
Jawab : Pengangkatan dan pemberhentian hakim konstitusi, hukum acara serta
ketentuan lainnya tentang Mahkamah Konstitusi diatur dengan undang-undang
32. Sebutkan rumusan pasal 23E ayat 2 UUD 1945
Jawab : Hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada Dewan Perwakilan
Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sesuai
dengan kewenangannya
33. Perubahan kedua UUD 1945 dicantumkan dalam lembaran Negara nomor.
Jawab : Lembaran Negara No. 12 tahun 2006.
34. Sebutkan rumusan pasal 22E ayat 1 UUD 1945
Jawab : Pemilihan Umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur,
dan adil setiap lima tahun sekali.

35. Sebutkan rumusan pasal 37 ayat 2 UUD 1945


Jawab : Setiap usul perubahan Pasal-Pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara
tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta
alasannya
36. Usul perubahan Pasal-Pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam
sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya
1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Merupakan rumusan
pasal.
Jawab : pasal 37 ayat 1 UUD 1945
37. Sebutkan rumusan pasal 32 ayat 2 UUD 1945
Jawab : Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan
budaya nasional
38. Sebutkan rumusan pasal 28I ayat 4 UUD 1945
Jawab : Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia
adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah
39. Sebutkan rumusan pasal 8 ayat 3 UUD 1945
Jawab : Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau
tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan,
pelaksana tugas kepresidenan adalah Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri,
dan Menteri Pertahanan secara bersama-sama. Selambat-lambatnya tiga puluh hari
setelah itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk
memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan Wakil
Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang
pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya rneraih suara terbanyak pertama dan
kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai berakhir masa jabatannya
40. Sebutkan rumusan pasal 18 ayat 5 UUD 1945
Jawab : Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan
pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat
41. Sebutkan wewenang Mahkamah Konstitusi.
Jawab : Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan
terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap
Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang
kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai
politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum
42. Sebutkan rumusan pasal 7C UUD 1945
Jawab : Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan
Perwakilan Rakyat
43. Sebutkan pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun
1945 alinea kedua
Jawab : Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada
saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke
depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu,
berdaulat, adil dan makmur.
44. Sebutkan syarat menjadi Calon Presiden

Jawab : harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah
menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah
menghianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan
tugas dan kewajiban sebagai Presiden
45. Sebutkan rumusan pasal 25A UUD 1945
Jawab : Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang
berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan
dengan undang-undang.
46. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor
VII/MPR/2000 adalah tentang.
Jawab : PERAN TENTARA NASIONAL INDONESIA DAN PERAN
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
47. Sebutkan rumusan pasal 22A UUD 1945
Jawab : Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara pembentukan undang-undang diatur
dengan undang-undang.
48. Sebutkan rumusan pasal 34 ayat 2 UUD 1945
Jawab : Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan
memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat
kemanusiaan
49. Terwujudnya masyarakat yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia sehingga
ajaran agama, khususnya yang bersifat universal dan nilai-nilai luhur budaya,
terutama kejujuran, dihayati dan diamalkan dalam perilaku kesehariannya.
Merupakan indikator
Jawab : Religius
50. Sebutkan rumusan pasal 1 aturan tambahan UUD 1945
Jawab : Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan
terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan
pada Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003.
51. Sebutkan rumusan pasal 28I ayat 1 UUD 1945
Jawab : Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati
nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi
di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut
adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun
52. Sebutkan rumusan pasal 2 ayat 1 UUD 1945
Jawab : Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan
Rakyat dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan
umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang.
53. Apa yang dimaksud dengan Daerah Otonom.
Jawab : Daerah otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batasbatas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan
kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi
masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

54. Sebutkan rumusan pasal 34 ayat 1 UUD 1945


Jawab : Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
55. Sebutkan rumusan pasal 22D ayat 3 UUD 1945
Jawab : Dewan Perwakilan Daerah dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan
undang-undang mengenai: otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan
penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam
dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja
negara, pajak, pendidikan, dan agama serta menyampaikan hasil pengawasannya itu
kepada Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti.
56. Sebutkan substansi TAP MPR RI Nomor VI/MPR/2001....
Jawab : Ketetapan ini mengamanatkan untuk meningkatkan kualitas manusia yang
beriman, bertaqwa, danberahklak mulia serta berkepribadian Indonesia dalam
kehidupan berbangsa. Pokok-pokok etikakehidupan berbangsa mengacu pada citacita persatuan dan kesatuan, ketahanan, kemandirian,keunggulan dan kejayaan, serta
kelestarian lingkungan yang dijiwai oleh nilai-nilai agama dan nilai-nilailuhur
budaya bangsa.
57. Sebutkan pengertian hak menyatakan pendapat ....
Jawab : hak DPR untuk menyatakan pendapat atas kebijakan pemerintah atau
mengenai kejadian luar biasa yg terjadi di tanah air atau di dunia internasional.
58. Sebutkan pengertian negara hukum....
Jawab : Negara hukum sebagaimana tercantum dalam pasal 1 ayat 3 adalah negara
indonesia adalah negara yang menegakkan supremasi hukum untuk menegakkan
kebenaran dan keadilan dan tidak ada kekuasaan yang tidak dipertanggungjawabkan

atau akuntabel.

Anda mungkin juga menyukai