Anda di halaman 1dari 6

SOAL REBUTAN (SLS)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

9.
10.
11.
12.
13.
14.

15.

16.

17.
18.
19.
20.

Setelah perubahan, Undang-Undang Dasar terdiri atas Pembukaan dan Pasal-Pasal. Jumlah Bab,
Pasal, dan Ayat dalam Undang-Undang Dasar setelah diubah adalah 21 Bab, 73 Pasal, dan 170
Ayat
Yang dimaksud dengan equality before the law adalah Semua warga negara bersamaan
kedudukannya di dalam hukum. Sedangkan yang dimaksud istilah due process of law adalah
Penegakan hukum dengan cara yang tidak bertentangan dengan hukum
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor V/MPR/2000 adalah
tentang Jawab: Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Nasional
Bentuk Pemerintahan Indonesia adalah Republik, sedangkan sistem pemerintahannya adalah
Presidensiil.
Rumusan Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Dasar adalah Segala putusan Majelis
Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara yang terbanyak.
Setelah perubahan UUD, MPR berwenang mengeluarkan Ketetapan MPR yang bersifatpenetapan
(beschikking)
Yang berhak mengusulkan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dalam pemilihan Presiden
dan Wakil Presiden adalahPartai Politik atau Gabungan Partai Politik peserta pemilihan umum.
Ketentuan dari pemberlakuan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor
XVI/MPR/1998 tentang Politik Ekonomi Dalam Rangka Demokrasi Ekonomi adalah Pemerintah
berkewajiban mendorong keberpihakan politik ekonomi yang lebih memberikan kesempatan dukungan
dan pengembangan ekonomi, usaha kecil menengah, dan koperasi sebagai pilar ekonomi dalam
membangkitkan terlaksananya pembangunan nasional dalam rangka demokrasi ekonomi sesuai
hakikat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Kuorum rapat Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengajukan usul pemberhentian Presiden dan/atau
Wakil Presiden adalah dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan
Rakyat.
Rumusan Pasal 7C Undang-Undang Dasar adalahPresiden tidak dapat membekukan dan/atau
membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat.
Untuk menjalankan undang-undang, Presiden menetapkan Peraturan Pemerintah.
Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung.
Sedangkan dalam memberi amnesti dan abolisi Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan
Perwakilan Rakyat.
DPR memiliki hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. Hak interpelasi adalah
Adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada Pemerintah mengenai kebijakan Pemerintah yang
penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Dewan Perwakilan Daerah ikut membahas rancangan undang-undang yang berkaitan dengan
otonomi daerah; hubungan pusat dan daerah; pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah;
pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta perimbangan keuangan
pusat dan daerah.
Pengelompokkan Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR berdasarkan Pasal 3 Ketetapan MPR Nomor
I/MPR/2003 adalah Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang tetap
berlaku sampai dengan terbentuknya pemerintahan hasil pemilihan umum tahun 2004. Sedangkan
pengelompokkan Pasal 4 adalah.Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang tetap berlaku sampai dengan
terbentuknya undang-undang.
Pembukaan Undang-Undang Dasar terdiri dari empat alinea. Rumusan Alinea pertama adalah
Jawab: Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka
penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan.
Bentuk Pemerintahan Indonesia adalah Republik, sedangkan bentuk negaranya adalah Jawab:
Kesatuan.
Rumusan Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar adalah Negara Indonesia adalah negara hukum.
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor V/MPR/1999 adalah
tentang Penentuan Pendapat di Timor Timur
Wewenang MPR sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Dasar adalah Majelis
Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.

21.
22.
23.
24.

25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.

32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.

41.
42.

Rumusan Pasal 6A ayat (1) Undang-Undang Dasar adalah Presiden dan Wakil Presiden dipilih
dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI/MPR/2001 adalah
tentang Etika Kehidupan Berbangsa
Syarat terpilihnya pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden untuk dilantik menjadi Presiden dan
Wakil Presiden adalahmendapatkan suara lebih dari 50 persen dengan sedikitnya 20 persen suara
di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.
Substansi Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XI/MPR/1998
tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme adalah
Jawab: Perlu berfungsinya lembaga-lembaga negara dan penyelenggara negara, menghindarkan
praktek KKN, serta upaya pemberantasan KKN harus dilakukan secara tegas terhadap siapa pun juga.
Dalam hal menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain, Presiden
harus mendapatkan persetujuan dari Jawab: Dewan Perwakilan Rakyat.
Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR. Sedangkan dalam
memberi grasi dan rehabilitasi Presiden memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung.
Dasar hukum peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR
adalah Pasal I Aturan Tambahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Sebelum perubahan Undang-Undang Dasar, yang memegang kekuasaan membentuk undang-undang
adalah Presiden. Sedangkan setelah perubahan Undang-Undang Dasar adalah Dewan Perwakilan
Rakyat.
Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR RI dari Tahun
1960 sampai dengan Tahun 2002 dituangkan dalam Ketetapan MPR RI Nomor Ketetapan MPR RI
Nomor I/MPR/2003.
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XVI/MPR/1998 adalah
tentang Politik Ekonomi dalam Rangka Demokrasi Ekonomi.
Pembukaan Undang-Undang Dasar terdiri dari empat alinea. Rumusan Alinea Ketiga adalah Atas
berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.
Yang dimaksud dengan due process of law adalah Penegakan hukum dengan cara yang tidak
bertentangan dengan hukum. Sedangkan yang dimaksud istilah equality before the law adalah
Semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia Nomor XXIX/MPRS/1966
adalah tentang Pengangkatan Pahlawan Ampera
Yang berwenang mensahkan undang-undang adalah Presiden
Yang dimaksud dengan putusan MPR adalah produk hukum MPR yang terdiri atas perubahan dan
penetapan Undang-Undang Dasar, Ketetapan MPR, dan Keputusan MPR.
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VII/MPR/2001 adalah
tentang Jawab: Visi Indonesia Masa Depan
MPR berwenang memilih Presiden dan/atau Wakil Presiden jika Terjadi kekosongan jabatan
Presiden dan/atau Wakil Presiden, baik karena mangkat, berhenti, atau diberhentikan.
Rumusan Pasal 7 Undang-Undang Dasar adalah Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan
selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu
kali masa jabatan.
Rumusan Pasal 10 Undang-Undang Dasar adalah Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi
atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Substansi Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XV/MPR/ 1998
tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan, Pembagian, dan Pemanfaatan Sumber Daya
Nasional yang Berkeadilan; serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka Negara
Kesatuan Republik Indonesia adalah Penyelenggaraan otonomi daerah dengan memberikan
kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab di daerah secara proporsional diwujudkan
dengan pengaturan, pembagian, dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan serta
perimbangan keuangan pusat dan daerah.
Rumusan Pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Dasar adalah Presiden dibantu oleh menteri-menteri
negara.
Jika rancangan undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama, maka rancangan undangundang itu Tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.

43.
44.

45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.

55.
56.
57.
58.

59.
60.

Rumusan Pasal 23B Undang-Undang Dasar adalah Macam dan harga mata uang ditetapkan
dengan undang-undang.
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia Nomor XXV/MPRS/1966
adalah tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang di
Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap
Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran Komunis/Marxisme
Leninisme.
Sebelum perubahan Undang-Undang Dasar, yang berwenang menguji undang-undang terhadap
Undang-Undang Dasar adalah MPR.
Dasar hukum perubahan Undang-Undang Dasar adalah Pasal 3 ayat (1) dan Pasal 37 UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VIII/MPR/2001 adalah
tentang Rekomendasi Arah Kebijakan Pemberantasan dan Pencegahan Korupsi, Kolusi, dan
Nepotisme
Salah satu tujuan perubahan Undang-Undang Dasar adalah membangun sistem checks and
balances. Yang dimaksud dengan sistem Checks and Balances dalam hubungan antar lembaga
negara adalah Prinsip saling mengawasi dan saling mengimbangi antar lembaga negara
Arti dari istilah welfare state adalah Negara yang mengutamakan peningkatan kesejahteraan
masyarakat dalam berbagai bidang
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XI/MPR/1998 adalah
tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Perubahan dan penetapan Undang-Undang Dasar adalah putusan Majelis yang mempunyai ciri-ciri
mempunyai kekuatan hukum sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, serta tidak
menggunakan nomor putusan Majelis.
Rumusan Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang Dasar adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat
melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden.
Rumusan Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Dasar adalah Dalam melakukan kewajibannya Presiden
dibantu oleh satu orang Wakil Presiden.
Amanat Ketetapan MPR RI Nomor I/MPR/2003 untuk Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia Nomor XV/MPR/ 1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan,
Pembagian, dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang Berkeadilan; serta Perimbangan
Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah
Memerintahkan pembentukan berbagai undang-undang tentang penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 18, 18A, dan 18B Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.
Sebelum dilakukan perubahan, Rumusan Pasal 7 Undang-Undang Dasar adalah Presiden dan
Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih
kembali.
Masa jabatan Presiden dan wakil presiden yang menggantikan presiden dan Wakil Presiden yang
berhalangan tetap adalah Sampai berakhir masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden yang
digantikannya.
Rumusan Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar adalah Setiap menteri membidangi urusan
tertentu dalam pemerintahan.
DPR memiliki hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. Hak angket adalah
Adalah hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan Pemerintah yang penting dan
strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang diduga
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Lembaga Negara yang berhak mengajukan rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan
belanja negara adalah Presiden.
Pengelompokkan Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR berdasarkan Pasal 6 Ketetapan MPR Nomor
I/MPR/2003 adalah Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang tidak perlu dilakukan tindakan hukum lebih lanjut,
baik karena bersifat einmalig (final), telah dicabut, maupun telah selesai dilaksanakan. Sedangkan
pengelompokkan Pasal 1 adalah. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku.

61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.

70.
71.
72.

73.

74.

Salah satu kesepakatan dasar dalam perubahan Undang-Undang Dasar adalah dengan cara
adendum. Yang dimaksud dengan cara adendum adalah Jawab: Naskah asli Undang-Undang
Dasar 1945 dipertahankan, dan naskah perubahan baru dilekatkan pada naskah asli.
Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia
nomor Lembaran Negara Nomor 12 tahun 2006
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IX/MPR/2001 adalah
tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
Bentuk negara Indonesia adalah kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahannya adalah Jawab:
Republik.
Rumusan Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Dasar adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat
bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibukota negara.
Ketetapan MPR adalah putusan MPR yang mempunyai kekuatan hukum mengikat ke dalam dan ke
luar Majelis serta menggunakan nomor putusan Majelis.
Rumusan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar adalah Presiden Republik Indonesia memegang
kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar.
Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Majelis
Permusyawaratan Rakyat atas usul DPR setelah terlebih dahulu ada putusan dari MK
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XV/MPR/ 1998 adalah
tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan, Pembagian, dan Pemanfaatan Sumber
Daya Nasional yang Berkeadilan; serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia
Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan
kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, pelaksana tugas kepresidenan adalah
Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pertahanan secara bersama-sama.
Pemerintahan daerah Provinsi, daerah Kabupaten dan Kota mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.
Substansi Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor III/MPR/2000
tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan adalahTata urutan
peraturan perundang-undangan menurut Ketetapan MPR RI ini adalah: Undang-Undang Dasar 1945,
Ketetapan MPR RI, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang, Keputusan
Presiden, Peraturan Daerah;
Setiap anggota DPR memiliki hak mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat serta
hak imunitas. Hak mengajukan pertanyaan adalah Hak anggota DPR untuk menyampaikan
pertanyaan baik lisan maupun tertulis kepada pemerintah bertalian dengan tugas dan wewenang
DPR.
Pemilihan umum diselenggarakan setiap lima tahun untuk memilih anggota Dewan Perwakilan
Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah.

75. Pengelompokkan Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR berdasarkan Pasal 5 Ketetapan MPR Nomor
I/MPR/2003 adalah Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang dinyatakan
masih berlaku sampai dengan ditetapkannya Peraturan Tata Tertib yang baru oleh Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia hasil pemilihan umum tahun 2004.. Sedangkan
pengelompokkan Pasal 6 adalah. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang tidak perlu dilakukan tindakan
hukum lebih lanjut, baik karena bersifat einmalig (final), telah dicabut, maupun telah selesai
dilaksanakan.
76. Sebelum perubahan, Undang-Undang Dasar terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh, dan Penjelasan.
Jumlah Bab, Pasal, dan Ayat dalam Undang-Undang Dasar sebelum diubah adalah 16 Bab, 37
Pasal, dan 49 Ayat.
77. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik
Indonesia nomor Lembaran Negara Nomor 14 tahun 2006
78. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor III/MPR/2000 adalah
tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan
79. Sesuai dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) ) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945, MPR terdiri dariAnggota DPR dan Anggota DPD.

80.
81.

82.
83.

84.
85.

86.
87.
88.
89.
90.

91.
92.
93.
94.
95.
96.
97.

Rumusan Pasal 3 ayat (3) Undang-Undang Dasar adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya
dapat memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UndangUndang Dasar.
Amanat Ketetapan MPR RI Nomor I/MPR/2003 untuk Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia Nomor III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan
Perundang-undangan adalah Memerintahkan pembentukan undang-undang yang mengatur tentang
tata urutan peraturan perundang-undangan.
Rumusan Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar adalah Presiden menetapkan peraturan
pemerintah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya
Ketetapan MPR adalah putusan MPR yang mempunyai kekuatan hukum mengikat ke dalam dan ke
luar Majelis serta menggunakan nomor putusan Majelis, sedangkan Keputusan MPR adalah
putusan MPR yang mempunyai kekuatan hukum mengikat ke dalam Majelis dan menggunakan nomor
putusan Majelis.
Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan
pelanggaran hukum ataupun telah tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil
Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat.
Ketentuan dari pemberlakuan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Republik
Indonesia Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan
Sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis
Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau
Ajaran Komunis/Marxisme Leninisme adalahSeluruh ketentuan dalam Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia Nomor XXV/MPRS/1966 ini, kedepan
diberlakukan dengan berkeadilan dan menghormati hukum, prinsip demokrasi dan hak asasi manusia
Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, Presiden mengusulkan dua calon Wakil Presiden yang
berasal dari Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang mengusulkan pasangan Calon
Presiden dan Wakil Presiden yang bersangkutan pada waktu pemilu sebelumnya.
Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan dari Dewan Perwakilan
Rakyat.
Setiap rancangan undang-undang yang dibahas harus mendapat persetujuan bersama dari Dewan
Perwakilan Rakyat dan Presiden.
Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar, asas penyelenggaraan pemilihan umum adalah
Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Pengelompokkan Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR berdasarkan Pasal 4 Ketetapan MPR Nomor
I/MPR/2003 adalah Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang tetap berlaku sampai dengan terbentuknya
undang-undang. Sedangkan pengelompokkan Pasal 5 adalah. Ketetapan Majelis Permusyawaratan
Rakyat Republik Indonesia yang dinyatakan masih berlaku sampai dengan ditetapkannya Peraturan
Tata Tertib yang baru oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia hasil pemilihan umum
tahun 2004.
Sebelum diubah, Undang-Undang Dasar dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia
nomor Lembaran Negara Nomor 75 tahun 1959.
Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia
nomor Lembaran Negara Nomor 13 tahun 2006
Menurut ketentuan Undang-Undang Dasar, Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud
dari pengelolaan keuangan negara dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
Syarat untuk menjadi Hakim Agung adalah harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak
tercela, adil, profesional, dan berpengalaman di bidang hukum.
Rumusan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Dasar adalah Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan
yang berbentuk Republik.
Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah Konstitusi hanya dapat
dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan
Rakyat yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota.
Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan
kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, selambat-lambatnya dalam waktu berapa
harikah MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Selambatlambatnya tiga puluh hari.

98.

Rumusan Pasal 22C ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
adalah Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari setiap provinsi jumlahnya sama dan jumlah seluruh
anggota Dewan Perwakilan Daerah itu tidak lebih dari sepertiga jumlah anggota Dewan Perwakilan
Rakyat.
99. Rumusan Pasal 18B ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
adalah Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta
hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan
prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.
100. Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia
nomor Jawab: Lembaran Negara Nomor 11 tahun 2006
101. Rumusan Pasal 22D ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah
Anggota Dewan Perwakilan Daerah dapat diberhentikan dari jabatannya, yang syarat-syarat dan tata
caranya diatur dalam undang-undang.
102. Pengelompokkan Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR berdasarkan Pasal 1 Ketetapan MPR Nomor
I/MPR/2003 adalah Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Sedangkan
pengelompokkan Pasal 2 adalah. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang dinyatakan tetap berlaku
dengan ketentuan.
103. Pengertian Etika Kehidupan Berbangsa menurut Ketetapan MPR RI No. VI/MPR/2001 adalah
Rumusan yang bersumber pada ajaran agama, khususnya yang bersifat universal, dan nilai-nilai luhur
budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila sebagai acuan dasar dalam berpikir, bersikap dan
bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa
104. Rumusan Pasal I Aturan Tambahan adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk
melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada Sidang
Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003.
105. Pasal 2 ayat (1) ) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menegaskan MPR
terdiri dari Anggota DPR dan Anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut
dengan undang-undang. Jumlah anggota DPR periode 2004-2009 adalah 550 orang.
106. Sesuai dengan ketentuan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, jumlah
anggota Dewan Perwakilan Daerah adalah Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari setiap provinsi
jumlahnya sama dan jumlah seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah itu tidak lebih dari sepertiga
jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
107. Jumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah periode 2004-2009 adalah 128 orang.
108. Jumlah anggota MPR periode 2004-2009 adalah 678 orang.
109. Bab IX Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengatur tentang Kekuasaan
Kehakiman. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan
yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama,
lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah
Konstitusi.
110. Mahkamah Agung berwenang mengadili pada tingkat Kasasi.
111. Selain berwenang mengadili pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung berwenang untuk menguji
peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang, dan mempunyai
wewenang lainnya yang diberikan oleh undang-undang.
112. Lembaga Negara yang berhak mengusulkan calon Hakim Agung adalah Komisi Yudisial.
113. Lembaga Negara yang berhak memberikan persetujuan untuk ditetapkan sebagai Hakim Agung
adalah Dewan Perwakilan Rakyat.
114. Lembaga Negara yang berhak menetapkan Hakim Agung adalah Presiden.
115. Selain berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung, Komisi Yudisial mempunyai wewenang
lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.
116. Selain memiliki wewenang, Mahkamah Konstitusi memiliki kewajiban untuk memberikan putusan
atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau
Wakil Presiden menurut Undang-Undang Dasar.

Anda mungkin juga menyukai