Anda di halaman 1dari 73

Alkaloid

WINTER

Mata Kuliah
Farmakognosi
Template

Muchammad Reza Ghozaly,


M.Si

Program Studi Farmasi


Fakultas Farmasi ISTN Jakarta

alkaloida

Pengertian Alkaloid

Sifat umumAlkaloid

Biosintesis Alkaloid

Fungsi Alkaloid

Sumber Alkaloid

Penggolongan alkaloid

Pengertian Alkaloid

Metabolit sekunder tanaman memiliki


dasarkarakter dan mengandung
setidaknya satu Nitrogen (N) dalam
cincin heterosiklik (Asutosh, 2007).

Sifat Umum Alkaloid

Sifat Umum :
1.Mengandung atom N
2.Basa lemah
3.Biosintesisnya berasal dari asam amino
4.Sukar larut dalam air, kecuali garamnya
5.Mudah larut dalam pelarut organik
6.Rasa pahit
7.Memiliki aktivitas biologis (umumnya
dalam dosis kecil)

Biosintesis Alkaloid

Melalui reaksi kimia sederhana yang


melibatkan asam amino.
Asam amino ini disebut sebagai
precursor alkaloidal.
Contoh asam amino :
phenylalanine,
tyrosine,
tryptophan,
histidine, lysine, dan ornithien )

Biosintesis Alkaloid

Asam amino yang digunakan


Fenilalanin
Tirosin
Lisin
Ornitin
Histidin
Triptofan
Asam antranilat

Biosintesis Alkaloid

Cara biosintesis alkaloid terlalu banyak dan


tidak dapat dengan mudah diklasifikasikan.
Namun, ada reaksi yang khas yang terlibat
dalam biosintesis berbagai kelas alkaloid,
termasuk sintesis basa Schiff dan reaksi
Mannich .

Biosintesis Alkaloid

Mekanisme :
Reaksi umum melalui karboksilasi dan transaminasi
asam amino yang menghasilkan amine dan aldehide.
Amine + aldehide dapat breaksi membentuk basa
schiff.
Basa schiff kemudian bereaksi dengan carbanion
melalui kondensasi mannich membentuk Alkaloid.

R- C(COOH)H- NH2 -CO2


transaminasi

R- C(COOH)H- NH2

RN = C(R)H

H+

-CO2

R-CH2NH2
-H2O
R-CHO

RN+H=C(R)H + H-C+(R)-H
karbanion

mannich-type condensation
RNH-C(R)H-CH2-R
alkaloid

Fungsi Alkaloid

Bagi tumbuhan penghasil :


1. Sbg alat perlindungan diri dari serangan

serangga, hama & herbivora.

2. Sbg detoksifikasi (penghilang racun)


3. Sbg senyawa pengatur pertumbuhan
4. Sbg sumber nitrogen dlm perkembangannya.

Bagi manusia :
1. Sbg obat
2. Sbg racun pembunuh serangga/pestisida.

Reaksi identifikasi
alkaloida :

Reaksi

pengendapan :
1. + Bouchardart : endapan coklat
2. + Valser-Mayer : endapan putih-kuning
3. + Dragendorf : endapan jingga
4. + Bertrand Scherbleri : endapan putih-kuning
Reaksi warna :
1. + HNO3 (p) : merah (brusin), violet (kolkisin).
2. + Erdman : kuning (konesin)
3. + Frohde : violet (morfin)
4. + Mandelin : violet (striknin)
5. + Marquis : merah lalu biru (morfin)
10

BAGAN EKSTRAKSI ALKALOID


(G.A. CORDELL)

Bahan tumbuhan
eter minyak bumi
Ekstraksi eter minyak
bumi

Ampas
i) MeOH atau EtOH 95%
ii) Pemekatan
iii) Partisi EtOAc asam
tartrat 2%

Ekstrak EtOAc
(alkaloid basa lemah
atau netral)

Lapisan asam tartrat 2%

Ekstrak EtOAc
(Fraksi alkaloid basa)

Dibasakan dengan
NH4OH atau Na2CO3
Partisi dgn EtOAc

Lapisan air basa


(Fraksi air basa)
Diekstraksi
dgn CHCl3

Ekstraksi CHCl3
(Alkaloid kuarterner)

Lapisan air

DETEKSI
Prosedur deteksi alkaloid pada sampel tumbuhan
Daun segar ~5-10 lembar
(digerus halus dengan pasir bersih)
Serbuk kering kulit/kayu batang ~5-10 g

Bahan
BahanTumbuhan
Tumbuhan
ekstraksi dengan
CHCl3/NH3
saring

Residu
Residu

Ekstrak
3
EkstrakCHCl
CHCl3/NH
3/NH3

Lapisan
Lapisanair
air

Uji Dragendorf
Uji Meyer
Uji Wagner

partisi dengan lar. 5% H2SO4

Lapisan
LapisanCHCl
CHCl3 3

Sumber Alkaloid
Tersebar

luas dalam tumbuhan tinggi


Sedikit dalam jenis jamur (Claviceps purpurea =
ergot),
Dalam Pteridophyta hanya beberapa jenis
Lycopodium
Dalam Gymnospermae hanya marga Ephedra
Dari

bahan bahari : mikroorganisme pada pasang


merah (red tide) alkaloid neurotoksik, mis.
saksitoksin.
Beberapa serangga memberikan feromon seks yang
bersifat alkaloid.

Pada

Monokotil, beberapa suku : Liliaceae


(paling banyak) dan Amaryllidaceae.
Pada Dikotil paling banyak, terutama suku
Papaveraceae, Rutaceae, Leguminosae,
Rubiaceae. Terutama dalam tumbuhan daerah
iklim panas
Papaveraceae (istimewa) : semua jenis dari
semua marga yang diteliti mengandung
alkaloid.
Labiatae dan Rosaceae hampir bebas dari
alkaloid.

Berdasarkan asal
tumbuhannya
Alkaloid

Solanaceae solanin, atropina

Alkaloid

Loganiaceae Kurare, strikhnin

Alkaloid

Papaveracea papaverin, morfin, kodein

Alkaloid

Rubiaceae kinin, kinidin, sinkonin

Alkaloid

Leguminosae fisostigmin

Some Examples of Classification


BY PLANT FAMILY : Amaryllis Alkaloids
MeO

OH

HO

belladine
O

MeO

O
N

MeO

lycorine

The other three


are biochemically
derived from
MeO
belladine.

OH
H

galanthamine

H
N CH3

OH
O
O
O

MeO

tazettine

These alkaloids are found in

daffodils
narcissus
Amaryllidaceae lillies
etc

N CH3

Some Examples of Classification


BY PLANT OF ORIGIN
Cinchona Alkaloids
N

HO
MeO

quinine
N

Opium Alkaloids

MeO

N CH3

morphine

OH

Klasifikasi Alkaloida :
I.

Klasifikasi berdasarkan G.A. CORDELL :


1. Alkaloida sejati (heterosiklik) :
kolkisin, asam aristolokat.
2. Proto alkaloida : efedrin, meskalin,
dimetiltriptamin.
3. Alkaloida semu (pseudo alkaloida) :
konesin, kafein, teobromin, teofilin.
18

Penggolongan alkaloid
Menurut Cordell
Alkaloid

sejati

pyrrole

piperidine

pyrrolidine

pyridine

Alkaloid sejati

Protoalkaloid
Pseudoalkaloid

H
dihydroindole

H
isoquinoline

quinoline

indole

Pseudo-alkaloid
C6
Solasodin

O
H3C
O

N
N

CH3

CH3

caffeine

H5
C

CH3

H3CO

H3CO

NH2

H
OH HNCH3

OCH3

Proto-alkaloid
Efedrin

Meskalin

Alkaloid sejati
Umumnya toksik
Mempunyai berbagai aktivitas fisiologi
Semua bersifat basa,
Memiliki atom N dalam cincin
heterosiklik,
Berasal dari asam amino yang
dikondensasi dengan satuan struktur
non nitrogen,
Terdapat dalam suku tertentu, pada
tumbuhan, umumnya sebagai garam
dengan asam organik.

Alkaloid sejati
N

pyrrole

piperidine

pyrrolidine

pyridine

N
H

quinoline

isoquinoline

indole

N
H
dihydroindole

Protoalkaloid

Bersifat basa.
Amina relatif sederhana, sering disebut sbg amina biologi
(biological amines).
Hasil dekarboksilasi asam amino
Atom N dari asam aminonya tidak terletak pada cincin
heterosiklik.
Contoh :

C6

H5
C

CH3

H3CO

H3CO

NH2

H
OH HNCH3

Efedrin

OCH3

Meskalin

Pseudoalkaloid
Tidak berasal dari prazat
asam amino,
umumnya bersifat
basa.
Terdiri dari 2 golongan :
1.

2.

Alkaloid steroid
(tomatidin, solasodin
dll)
Alkaloid purin
(kafein, teobromin,
teofilin).

Solasodin

O
H3C
O

N
N

CH3

CH3

caffeine

Berdasarkan asal asam amino

Turunan

ornitina

atropina

Turunan

lisina

Turunan

tirosin / fenilalanin

Turunan

triptofan

kinin

Turunan

histidin

histamin

Turunan

asam antranilat aktinomisin D

Turunan

asam nikotinat

piperidina
efedrin

arekolina

Penggolongan/Klasifikasi alkaloid berdasarkan biogenesis


(G.A. Cordell)
1. Berasal dari ormitin
2. Berasal dari lisin
CO2H

3. Berasal dari fenilalanin


R

NH2

4. Berasal dari tirosin :


5. Berasal dari triptofan

R=H
R=OH

NH2
CO2H

6. Berasal dari histidin


N
H

NH2
CO2H

7. Berasal dari asam antranilat


NH2

8. Berasal dari poliasetat


9. Berasal dari isoprenoid

Berdasarkan strukturnya
1.

Tropan

2.

5.

Pirolizidin
Piperidin
Kuinolizidin
Indolizidin

6.

Piridin nikotin, risinin

7.

10.

Feniletilamin
meskalin, anhalamin
Benzil tetrahidro isokinolin tubokurarin
Fenil etil isokinolin autumnalin, kolkhisin
Tetrahidro isokinolin
emetin, sefaelin

11.

Indol psilosin, psilosibin

12.

Indol terpenoid yohimbin, reserpin

13.

Kuinolin

14.

Piroloindol fisostigmin, kimonantin

15.

Ergot ergin, ergometrin

16.
18.

Kuinazolin peganin
Akridin
akrosinin
Imidazol
histamin, pilokarpin

19.

Purin kafein, teofilin, teobromin

3.
4.

8.
9.

17.

atropina
indisin -N- oksida
N-metil pelletierin, piperin
lupinin, spartein
kastanospermin

kinin, kinidin, kamtotesin

HETEROCYCLIC RING SYSTEMS


LEARN THESE RINGS (plus the ones on the next page)

pyrrole

piperidine

pyrrolidine

N
pyridine

N
H

quinoline

isoquinoline

indole

N
H
dihydroindole

HETEROCYCLIC RING SYSTEMS


LEARN THESE ALSO
H
N

N
tropane

pyrrolizidine

quinolizidine

N
N

C C N

H
benzylisoquinoline

purine

-phenylethylamine

(cont)

Some Examples of Classification


BY RING TYPE
MeO

-O

OMe
NH

MeO

OMe

O
P OH H3C
O

+ CH3

N
H

emetine
O
H3C

H
N
nicotine

N
CH3

N
N

CH3

CH3

caffeine

CH3

psilocybin

1. Tropan
Alkaloid tropan merupakan kelompok besar.
Hiosiamin dan hioscin adalah termasuk
alkaloid alami yang paling penting digunakan
untuk pengobatan
Umumnya ditemukan pada Solanaceae :
Atropa belladona
Duboisia myoporoides, Duboisia leichhardtii
Datura stramonium, Datura sanguinea
Hyocyamus niger, H. muticus
Scopollia carniolica
Mandragora officinarum

Hyocyamus niger

Scopolia carniolica

Datura stramonium

Atropa belladona

Hiosiamin : senyawa optik aktif, (-)hiosimain dan


(+)hiosiamin

Enantiomer (+) 20 30 x lebih aktif dari bentuk (-)

Bentuk rasemik dari kedua hiosiamin atropin.

Hiosiamin dan atropin berkompetisi dengan asetilkolin


antikolinergik.

Atropin = antidot keracunan inhibitor kolinesterase


(fisostigmin dan neostigmin) dan insektisida
organofosfat.

Tropan (lanjutan)
2. Kokain jenis alkaloid tropan langka dan hanya ditemukan dari
suku Erythroxylaceae, (Erythroxylon coca dan E.
truxillense.)

Kokain digunakan untuk pengobatan sebagai anestetik lokal


dan penyegar karena sifat euforianya.

Daun koka digunakan dengan cara dikunyah kapur di Amerika


Selatan untuk :
obat penghilang rasa lelah, lapar dan dingin
meningkatkan aktivitas fisik dan ketahanan tubuh.

Daun koka : 0,7 2,5 % alkaloid (kokain 40 50 %, kuskohigrin


20 30%, sinnamoilkokain, tropakokain).

Mulai 1800, Coca cola dikenal sebagai minuman penyegar yg


mengandung kokain dan kafein
Sejak tahun 1906 tidak diperbolehkan dalam minuman

Drugs - Cocaine

Mechanism of Action
Blocks reuptake of NE, Serotonin, Dopamine
Blocks fast sodium channels anesthetic effect
$40-50 per gram (1 use);
$80-100/ 1g

2. Kuinolin
Alkaloid

kina Cinchona sp (Rubiaceae),

C. succirubra, C. ledgeriana, dan C. calisaya.


dipanen setelah 8-12 thn.
Alkaloid

kina utama : kinin, kinidin, sinkonin dan


sinkonidin.

Kinin

untuk pengobatan malaria Plasmodium


falciparum dengan dosis 600 mg 3x sehari.

Kinin

untuk tonikum pada dosis 80 mg/L sekaligus


untuk mencegah malaria.

Kinin

juga untuk relaksan otot, &mengobati kram.

Kinidin

selain untuk malaria, juga untuk


aritmia jantung

Kinidin

juga ditemukan pada kulit batang


Remija pendunculata (Rubiaceae).

Sinkonidin,

banyak dicari karena harganya 10 x


lebih mahal dari kinin. Digunakan untuk katalis
pada reaksi stereokimia.

ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN


KINA NASIONAL

Kebutuhan kina dunia 10.000 ton per tahun, baru


dapat dipenuhi 7.700 ton per tahun

Kebutuhan kina Indonesia per tahun 3.000 ton


5.000 ton pertahun, 80% di impor dari Afrika

Luas lahan kina Indonesia 9.900 ha, 5.000 ha lahan


rakyat, 4.900 ha perkebunan besar swasta/negara.

Produksi per tahun 1.500 1.800 ton kulit kering

Produksi kina Afrika mulai menurun

Kina sebagai obat malaria tersaingi artemisinin

Alkaloid Content Comparison by Cinchona


species
Species

Total Alkaloids
(%)

Quinine Content
(%)

C. calisaya

3-7

0-4

C. pubescens

4.5 - 8.5

1-3

C. officinalis

5-8

2 - 7.5

C. ledgeriana

5 -14

3 - 13

C. succirubra

6 - 16

4 - 14

Alkaloid Kina
Kinin (Quinine)
Kinidin (Quinidine)
Sinkonin (Chinconine)
Sinkonidin (Chinconidine)
Quinic Acid

Manfaat
obat malaria dan obat antikejang otot
obat pengatur ritme jantung
pestisida ramah lingkungan
katalis yang paling efektif
pembuatan tamiflu obat flu burung

3. Indol
1.

Reserpin dan deserpidin adalah kandungan


aktif dari Rauwolfia serpentina, R. canescens,
R. vomitoria (Apocynaceae).

Secara klinis terbukti sbg antihipertensi dan


sedatif.

Rauwolfia sudah 3000 th sbg obat tradisional


untuk anti bisa ular, mengobati sakit perut,
demam, muntah dan sakit kepala.

Kandungan total alkaloid Rauwolfia 0,7-2,4%


tetapi yang aktif hanya 0,15-0,2% yaitu
reserpin, deserpidin dan resinamin.

Reserpin

dan deserpidin sbg obat


antihipertensi dan transquiliser dengan
mengintervensi penyimpanan
katekolamin. Pemakaian dalam waktu
lama menyebabkan depresi berat.

Reserpin

juga untuk obat kanker


payudara.

Ajmalisin

secara klinis untuk


antihipertensi

Ajmalin

untuk aritmia jantung.

Pemisahan sesama alkaloid Rauwolfia berdasarkan kebasaannya :

serpentin

paling kuat sifat basanya,

ajmalin

dan senyawa sejenisnya


kebasaannya menengah

reserpin,

resinamin, deserpidin dan


ajmalisin merupakan basa lemah

Reserpin

Rauwolfia serpentina

3. Indol (lanjutan)
2. Alkaloid indol dari tanaman Chataranthus roseus
(=Vinca rosea) menghasilkan beberapa indol alkaloid
seperti vinblastin (VBL), vinkristin (VCR), vindolin (V),
vinleurosin, vinrosidin dan leurokristin (LC).

Vinblastin dan vinkristin adalah obat anti kanker yang


penting.

Vinblastin terutama untuk mengobati penyakit


Hodgkins yaitu kanker akibat kelenjar limfa, pankreas
dan hati.

Vinkristin lebih aktif dibanding vinblastin tetapi lebih


neurotoksik dan terutama digunakan untuk leukemia
pada anak, juga untuk limfoma, kanker paru-paru,
serviks dan payudara.

Masalah

utama pada penggunaan VBL dan VCR


adalah kadar dalam tanaman yang sangat kecil
(0,0002%) dari 500 kg tanaman diperoleh 1 g
VCR.

Dalam

tanaman, VBL lebih tinggi kadarnya


dibanding VCR. Dengan bantuan Streptomyces
albogriseolus, VBL dapat diubah menjadi VCR.

4. Turunan tirosin
Opium

adalah eksudat atau lateks dari kapsul


yang belum masak dari Papaver somniferum
(Papaveraceae).
Kapsul ditunggu sampai masak (berubah warna
dari biru-hijau kuning), disayat untuk
mengeluarkan lateks.

Opium

untuk analgetik dan narkotik dan obat

batuk.
Kandungan opium standar adalah 12 %.

Morfin

adalah analgetik dan narkotik kuat,


penghilang rasa sakit yang parah.
Efek sampingnya : penurunan mental,
ketagihan, mual, muntah, diare dll.

Kodein

: analgetik yang aman dan tidak


menimbulkan ketagihan, juga sbg obat batuk.

Tebain

digunakan sbg antagonis morfin.

Papaverin

adalah alkaloid benzilisokuinolin yg


ditemukan pada opium

Papaverin

: untuk ekspektoran dan impoten.

5. Ergot

Ergot adalah jamur Claviceps purpurea yang menyerang


rumput-rumputan Triticum aestivum dan Secale cereale
(Graminae).

Alkaloid ergot dapat meracuni hewan dan manusia dengan


gejala :
Gangguan

saluran cerna : diare, muntah, sakit perut

Gangguan

peredaran darah : kedinginan pada tangan


dan kaki akibat efek vasokontriksi

Gangguan

sistem syaraf : pusing, vertigo, gangguan


psikis dan halusinasi

Claviceps purpurea

ergot bekerja pada reseptor adrenergik, dopaminergik dan serotonergik


Ergot sejak abad 16 digunakan sebagai
penginduksi kontraksi uterus saat kelahiran.
Efek oksitosin (stimulasi otot uterus) hingga
saat ini masih dipakai terutama ergometrin
yang digunakan setelah operasi Caesar untuk
mengurangi pendarahan.
Alkaloid

6. Piridin
Nikotin dan anabasin adalah alkaloid piridin dari tembakau.

Pada keduanya selain ada struktur piridin juga ada struktur


pirolidin (pada nikotin) dan piperidin (pada anabasin).

Tembakau (Nicotiana tabacum, Solanaceae) mengandung (-)


-nikotin 0,6-9%, anabasin dan nornikotin.

Nikotin ini bersifat seperti minyak, mudah menguap. Didalam


daun, nikotin ini berbentuk garam dengan asam malat dan
sitrat.

Dosis kecil nikotin menstimulasi sistem pernafasan


Dosis tinggi dapat menyebabkan depresi sistem
pernafasan. Terdapat korelasi yang cukup signifikan antara
kebiasaan merokok dengan kanker.

7. Turunan xantin (basa purin)

Turunan purin yg terkenal : kafein, teobromin dan teofilin.

Kafein banyak dijumpai pada teh, kopi dan kola,


memberikan efek stimulan SSP terbaik dan sebagai diuretik.
Kafein biasa digunakan bersama obat analgesik.

Teofilin lebih banyak digunakan sebagai relaksan otot


khususnya untuk asma.
Teobromin adalah komponen utama dari buah coklat atau
produk dari coklat.

Jumlah kafein pada satu cangkir minuman :

kopi : 30 150 mg (rata-rata 60-80 mg)

kopi instan : 20 100 mg (40-60 mg)

kopi yg diambil kafeinnya : 2 4 mg

teh : 10 100 mg (40 mg)

coklat : 2 50 mg (5 mg)

kola : 25 100 mg
Maksimal kafein dapat dikonsumsi 1 g/hari
Sedangkan dosis letalnya adalah 5-10 g.

Kopi
Coffea arabica, C. canephora, C. liberica,
(Rubiaceae). Biji kopi 1-2% kafein dan sedikit
teofilin dan teobromin. Umumnya terikat asam
klorogenat (7%), saat disangrai kafein dibebaskan.
Asam klorogenat asam kafeat dan asam kuinat.
Teh
Daun Thea sinensis (Camellia sinensis)
(Theaceae).
Teh hitam : fermentasi oksidasi enzimatik dari
polifenol
Teh hijau
: segera dikeringkan setelah dipetik
untuk mencegah proses oksidasi/fermentasi.
Teh Oolong : hasil semifermentasi.

Kola

Biji Cola nitida dan C. acuminata (Sterculiaceae)


kafein 3 %, teobromin 0,1%, sebagian terikat tanin.
Saat pengeringan, terjadi oksidasi polifenol warna
merah dan membebaskan kafein. Digunakan untuk
minuman Coca-cola dan Pepsi-cola.

Coklat

Sangat penting secara komersial. Biji coklat


(Theobroma cacao) difermentasi & disangrai untuk
melepaskan teobromin dari kulit biji dan
memperoleh bau khas coklat.

Biji coklat mengandung 35-50% minyak (cocoabutter


atau minyak teobroma), 1-4% teobromin, 0,2-0,5 %
kafein, tanin serta minyak atsiri. Minyak teobroma atau
pasta coklat diperoleh dengan cara panas berupa
padatan putih dan rasa coklat lemah. Untuk basis
supositoria

Pemisahan alkaloid dengan memanfaatkan sifat


kelarutannya yang berbeda sebagai bentuk garam dan
bentuk bebas/basanya:
Dengan

asam membentuk garam (mis. asam sulfat,


klorida, fosfat dll), larut dalam air, tidak larut dalam
pelarut organik.

Dalam

bentuk basa, kurang larut dalam air, larut


dalam pelarut organik.

Pemisahan sesama alkaloid Rauwolfia berdasarkan kebasaannya :

serpentin

paling kuat sifat basanya,


ajmalin dan senyawa sejenisnya
kebasaannya menengah
reserpin, resinamin, deserpidin dan
ajmalisin merupakan basa lemah