Anda di halaman 1dari 20

SOP

UPT Puskesmas II
Jembrana

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

Pemeriksaan Gula Darah Dengan


Benecheck

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

2. Tujuan

NIP.19831030 200902 2
009
Gula darah adalah bahan bakar tubuh yang dibutuhkan untuk kerja otak, system
saraf dan dan jaringan tubuh yang lain. Pemeriksaan gula darah biasanya untuk
screnning penyakit diabetes mellitus atau kencing manis dan control kadar gula
darah bagi pasien yang mengidap kencing manis
Mengetahui kadar gula darah pasien

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

1. Pengertian

4. Refrensi
5. Prosedur

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

1. Petugas laboratorium menerima permintaan pemeriksaan


laboratorium dari poliklinik umum/poliklinik ugd/poliklinik gigi
dan KIA
2. Mencatat identitas pasien pada buku register laboratorium
3. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan
4. Melakukan pengambilan darah kapiler pada ujung jari dengan
blood lancet.
5. Mencatat hasil pemeriksaan pada buku rekam medis pasien dan
buku register laboratorium
6. Memberikan hasil pemeriksaan kepada pasien
Menanyakan kepada pasien apakah datang dengan puasa atau sudah makan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

No.Dokument :

No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

UPT Puskesmas II
Jembrana

1. Pengertian

Pemeriksaan Hemoglobin
NIP.19831030 200902 2
009
Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari
paru-paru ke seluruh tubuh.

2. Tujuan

Mengetahui hemoglobin dalam darah

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

1. Petugas laboratorium menerima permintaan pemeriksaan


laboratorium dari poliklinik umum/poliklinik ugd/poliklinik gigi
dan KIA
2. Mencatat identitas pasien pada buku register laboratorium
3. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan
4. Melakukan pengambilan darah kapiler pada ujung jari dengan
blood lancet.
5. Mengambil darah pada ujung jari sebanyak 10 dan meletakkan
pada stik hemoglobin, kemudian hasil akan terbaca oleh alat
6. Mencatat hasil pemeriksaan pada buku rekam medis pasien dan
buku register laboratorium
7. Memberikan hasil pemeriksaan kepada pasien

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

No.Dokument :

No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

UPT Puskesmas II
Jembrana

1. Pengertian

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

Pemeriksaan Golongan Darah


NIP.19831030 200902 2
009
Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu kelompok berdasarkan
ada atau tidak adanya zat antigen pada permukaan membrane sel darah merah

2. Tujuan

Mengetahui golongan darah

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

1. Petugas laboratorium menerima permintaan pemeriksaan


laboratorium dari poliklinik umum/poliklinik ugd/poliklinik gigi
dan KIA
2. Mencatat identitas pasien pada buku register laboratorium
3. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan
4. Melakukan pengambilan darah kapiler pada ujung jari dengan
blood lancet.
5. Darah diletakkan pada objek glass sebanyak tiga titik kemudian
dicampurkan dengan reagen golongan darah A, B, dan AB dan
dilihat terjadinya aglutinasi
6. Mencatat hasil pemeriksaan pada buku rekam medis pasien dan
buku register laboratorium
7. Memberikan hasil pemeriksaan kepada pasien

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien


2. Kartu Golongan Darah

SOP

UPT Puskesmas II
Jembrana

1. Pengertian

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:
Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

Pemeriksaan widal
NIP.19831030 200902 2
009
Pemeriksaan widal merupakan pemeriksaan serologi untuk menegakkan diagnose
demam tipoid

2. Tujuan

Diagnosa demam tipoid

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

1. Petugas laboratorium menerima permintaan pemeriksaan


laboratorium dari poliklinik umum/poliklinik ugd/poliklinik gigi
dan KIA
2. Mencatat identitas pasien pada buku register laboratorium
3. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan
4. Melakukan pengambilan darah vena dengan spuit kurang lebih
2-3 ml
5. Darah yang telah diambil kemudian disentrifuge untuk
mendapatkan serumnya.
6. Serum diambil secukupnya kemudian dicampurkan pada 4 jenis
reagen widal dan diamati pada mikroskop
7. Mencatat hasil pemeriksaan pada buku rekam medis pasien dan
buku register laboratorium
8. Memberikan hasil pemeriksaan kepada pasien

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

UPT Puskesmas II
Jembrana

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

Pemeriksaan Malaria

2. Tujuan

NIP.19831030 200902 2
009
Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang
merupakan golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan
nyamuk Anopheles
Menegakkan diagnose malaria

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

1. Pengertian

4. Refrensi
5. Prosedur

1. Petugas laboratorium menerima permintaan pemeriksaan


laboratorium dari poliklinik umum/poliklinik ugd/poliklinik gigi
dan KIA
2. Mencatat identitas pasien pada buku register laboratorium
3. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan
4. Melakukan pengambilan darah kapiler pada ujung jari dengan
blood lancet.
5. Membuat tetesan darah tebal pada objek glass dan tidunggu
kering
6. Sediaan yang telah kering kemudian difiksasi dengan methanol
sampai kering
7. Kemudian diwarnai dengan pewarnaan giemsha selama 10 menit
dan dibilas dengan air atau aquades dan dikeringkan
8. Preparat diamati di bawah mikroskop
9. Mencatat hasil pemeriksaan pada buku rekam medis pasien dan
buku register laboratorium
10. Memberikan hasil pemeriksaan kepada pasien

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

UPT Puskesmas II
Jembrana

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

Pemeriksaan HIV

2. Tujuan

NIP.19831030 200902 2
009
HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini
menyerang system kekebalan tubuh dan juga melemahkan kemampuan tubuh
dalam melawan infeksi dan penyakit
Mengetahui apakah pasien terjangkit virus HIV atau tidak

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

1. Pengertian

4. Refrensi
5. Prosedur

1. Petugas laboratorium menerima permintaan pemeriksaan


laboratorium dari poliklinik VCT UPT Puskesmas II Jembrana
2. Mencatat identitas pasien pada buku register VCT
3. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan
4. Melakukan pengambilan darah vena dan ditampung pada tabung
5. Memberi label atau nama pasien pada tabung
6. Sentrifuge darah untuk mendapatkan serum
7. Mengambil serum sesuai pada petunjuk reagen
8. Apabila pada pemeriksaan reagen satu reaktif maka dilanjutkan
pada pemeriksaan ke dua dan ke tiga
9. Mencatat hasil pemeriksaan pada buku register VCT
10. Memberikan hasil pemeriksaan kepada konselor

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

UPT Puskesmas II
Jembrana

1. Pengertian

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

Pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA)


NIP.19831030 200902 2
009
Pemeriksaan BTA merupakan pemeriksaan dahak untuk menemukan basil tahan
asam

2. Tujuan

Menegakkan diagnosis TB

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

1. Petugas laboratorium menerima permintaan pemeriksaan


laboratorium dari poliklinik
2. Mencatat identitas pasien pada buku register laboratorium
3. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan
4. Memberi nomor identitas pada bagian frosted objek glass
5. Pilih dan ambil bagian dahak yang purulen menggunakan lidi
yang dipipihkan ujungnya
6. Buat apusan secara merata pada objek glass dan jangan terlalu
tipis dan tunggu kering kemudian fiksasi pada pembakar spritus
7. Dilakukan pewarnaan dengan metode Ziehl Neelsen
8. Diamati di bawah mikroskop
9. Mencatat hasil pemeriksaan register TB
10. Memberikan hasil pemeriksaan kepada pasien
Memperhatikan kualitas spesimen

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

UPT Puskesmas II
Jembrana

Pemeriksaan Urine Lengkap

2. Tujuan

NIP.19831030 200902 2
009
Pemeriksaan urine lengkap merupakan pemeriksaan makroskopis dan
mikroskopis serta kimia meliputi keton, bilirubin, nitrit, urobilinogen, pH, berat
jenis dll
Menegakkan diagnosis pasien

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

1. Pengertian

4. Refrensi
5. Prosedur

1. Petugas laboratorium menerima permintaan pemeriksaan


laboratorium dari poliklinik umum/poliklinik ugd/poliklinik gigi
dan KIA
2. Mencatat identitas pasien pada buku register laboratorium
3. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan
4. Memberikan pot penampung urine kepada pasien
5. Kemudian melalukan pemeriksaan kimia dan sedimen urine di
bawah mikroskop
6. Mencatat hasil pemeriksaan pada buku rekam medis pasien dan
buku register laboratorium
7. Memberikan hasil pemeriksaan kepada pasien

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

No.Dokument :

No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

UPT Puskesmas II
Jembrana

1. Pengertian

Pemeriksaan Feses Lengkap


NIP.19831030 200902 2
009
Pemeriksaan feses lengkap merupakan pemeriksaan yang terdiri dari
makroskopis dan mikroskopis

2. Tujuan

Menegakkan diagnosis pasien

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

1. Petugas laboratorium menerima permintaan pemeriksaan


laboratorium dari poliklinik umum/poliklinik ugd/poliklinik gigi
dan KIA
2. Mencatat identitas pasien pada buku register laboratorium
3. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan
4. Mengambil sediaan feses secukupnya dengan lidi kemudian
diletakkan pada objek glass dan campurkan dengan reagen eosin.
Metutup sediaan dengan cover glass
5. Mengamati sediaan di bawah mikroskop
6. Mencatat hasil pemeriksaan pada buku rekam medis pasien dan
buku register laboratorium
7. Memberikan hasil pemeriksaan kepada pasien

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

No.Dokument :

No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

UPT Puskesmas II
Jembrana

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

Pemeriksaan Tes Kehamilan (PPT)

2. Tujuan

NIP.19831030 200902 2
009
Pemeriksaan tes kehamilan (PPT) adalah sebuah tindakan untuk mencari tahu
tentang adanya tanda-tanda hormone yang berasal dari plasenta pada urine
perempuan sehingga dipastikan adanya kehamilan
Mengetahui adanya kehamilan

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

1. Pengertian

4. Refrensi
5. Prosedur

1. Petugas laboratorium menerima permintaan pemeriksaan


laboratorium dari poliklinik umum/poliklinik ugd/poliklinik gigi
dan KIA
2. Mencatat identitas pasien pada buku register laboratorium
3. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan
4. Memberikan pot penampung urine kepada pasien
5. Lakukan pemeriksaan dengan stik PPT
6. Mencatat hasil pemeriksaan pada buku rekam medis pasien dan
buku register laboratorium
7. Memberikan hasil pemeriksaan kepada pasien

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

UPT Puskesmas II
Jembrana

1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

Alat Pelindung Diri (APD) dan


Pemantauan APD

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

NIP.19831030 200902 2
009
Alat pelindung diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat
bekerja sesui bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu
sendiri dan orang di sekelilingnya
Menggunakan Alat Pelindung Diri (Lab Jas, Sarung Tangan, Masker, Sepatu )
untuk melindungi diri dari, kecelakaan kerja, kontaminasi, bahan patologi,
hygiene dilaboratorium, demi tercapainya
keselamatan dan kesehatan kerja
Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

1. Alat Pelindung Diri yang diperlukan ( Jas lab, sarung tangan,


sepatu yang bertutup bagian depannya, masker)
2. Memakai jas laboratorium sebelum memasuki ruangan
laboratorium
3. Gunakan sarung tangan dan masker sebelum mulai bekerja
sehingga terlindung dari gas berbahaya, bahan patologi, percikan
zat kimia
4. Mencuci tangan setelah melakukan pemeriksaan

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

UPT Puskesmas II
Jembrana

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

Pengambilan Spesimen
NIP.19831030 200902 2
009

1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

1. Pengambilan Darah Kapiler ( skin puncture )


a. Senyum, sapa dan salam
b. Menyiapkan alat dan bahan
c. Desinfeksi ujung jari ( finger stick ) yang akan diambil
darah
d. Melakukan penusukkan pada ujung jari dengan blood
lancet
e. Specimen darah diletakkan pada objek glass atau stik
untuk dilakukan pemeriksaan
f. Membersihkan alat dan bahan serta membuang jarum ke
dalam kotak biohazard
2. Pengambilan Darah Vena ( veni puncture )
a. Senyum, sapa dan salam
b. Menyiapkan alat dan bahan
c. Melakukan palpasi pada daerah vena ( median cubital )
yang akan diambil darah kemudian memasang tourniquet
5-7 cm dari lokasi vena yang akan diambil
d. Melakukan desinfeksi pada daerah vena ( median cubital
)
e. Melakukan penusukkan dengan syringe sesuai
kebutuhan 2-3 cc darah
f. Melepas tourniquet kemudian baru melepas jarum
syringe
g. Kemudian darah ditampung pada tabung
h. Membersihkan alat dan bahan serta membuang jarum ke
kotak biohazard
3. Pengambilan Urine
a. Senyum, sapa dan salam

b. Memberikkan pot penampung urine kepada pasien


c. Melakukan pemeriksaan sesuai permintaan pemeriksaan
d. Membersihkan alat dan bahan yang telah dipakai
4. Pengambilan Feses
a. Senyum, sapa dan salam
b. Memberiksan pot penampung feses kepada pasien
c. Melakukan pemeriksaan sesuai permintaan pemeriksaan
d. Membersihkan alat dan bahan yang telah dipakai
5. Pengambilan Sputum
a. Senyum, sapa dan salam
b. Memberikan KIE kepada pasien mengenai bagaimana
cara pengambilan dahak
c. Dibutuhkan 3 spesimen dahak untuk menegakkan
diagnosis TB secara mikroskopis yaitu Sewaktu-PagiSewaktu dalam jangka waktu 2 hari
d. Memberikan 3 buah pot yang telah dibeli label kepada
pasien untuk mengumpulkan specimen dahak
e. Specimen Dahak I, specimen dahak dikumpulkan pada
saat pasien datang ke puskesmas
f. Specimen Dahak II, specimen dahak dikumpulkan pada
pagi hari setelah bangun tidur
g. Specimen Dahak III, , specimen dahak dikumpulkan
pada saat pasien datang ke laboratorium membawa
dahak pagi hari
h. Melakukan pemeriksaan pada specimen dahak
6. Hal hal yang
perlu di perhatikan

Memperhatikan setiap specimen apakah layak untuk dilakukan pemeriksaan

7. Dokument terkait 1. Register TB 04 dan 06 dan buku rekam medis pasien

SOP

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

UPT Puskesmas II
Jembrana

1. Pengertian

Merujuk Spesimen ke Laboratorium


Swasta

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

NIP.19831030 200902 2
009
Specimen yang dirujuk adalah specimen pemeriksaan yang tidak tersedia di
puskesmas karena keterbatasan fasilitas

2. Tujuan

Agar pemeriksaan specimen tetap dapat dilakukan dengan cepat sehingga pasien
terlayani dengan baik

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

1. Petugas memberitahukan kepada keluarga keluarga tentang


adanya pemeriksaan laboratorium yang tidak tersedia di
Puskesmas
2. Petugas meminta persetujuan keluarga pasien setelah
menjelaskan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk
pemeriksaan tersebut
3. Petugas menjelaskan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk
pemeriksaan
tidak
ditanggung
oleh
pihak
Puskesmas/Jamkesmas/Askes
4. Bila pasien setuju maka petugas mengambil sampel specimen
sesuai permintaan dokter
5. Specimen dapat diantar oleh keluarga pasien ke laboratorium
terdekat yang menyediakan sarana pemeriksaan tersebut
6. Pengambilan hasil pemeriksaan juga dilakukan oleh keluarga
pasien
7. Hasil diserahkan oleh keluarga pasien ke petugas puskesmas
untuk disampaikan kepada dokter yang mengirim
8. Petugas menyerahkan hasil pemeriksaan kepada dokter pengirim
Specimen yang dikirim harus dalam keadaan stabil, pengiriman tidak boleh
melampaui masa stabilitas serta tidak boleh terkena sinar matahari langsung

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

UPT Puskesmas II
Jembrana

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:
Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

Permintaan Pemeriksaan
NIP.19831030 200902 2
009

1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

1.

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

UPT Puskesmas II
Jembrana

1. Pengertian

Penyimpanan Spesimen
NIP.19831030 200902 2
009
Beberapa specimen yang tidak langsung diperiksa dapa disimpan dengan
memperhatikan jenis pemeriksaan yang diperiksa

2. Tujuan

Agar specimen tidak rusak

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

1. Sampel kimia rutin, immunoserologi dan sampel yang dirujuk


a. Memisahkan sampel darah dengan serumnya
b. Serum ditampung pada cup serum
c. Memberi label identitas pasien
d. Menyimpan sampel pada suhu 2-80C selama 3 hari
2. Sampel urine
a. Lakukan penyimpanan urine selama 2 jam
b. Urine dibuang setelah 2 jam
3. Sampel darah lengkap
a. Sampel darah lengkap dapat disimpan pada suhu ruang
selama 1 x 24 jam

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

SOP

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

UPT Puskesmas II
Jembrana

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Petugas Laboratorium

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

2. Tujuan

NIP.19831030 200902 2
009
Setiap kegiatan yang dilakukan di Laboratorium Puskesmas dapat menimbulkan
bahaya/resiko terhadap petugas yang berada di dalam laboratorium maupun
lingkungan sekitarnya. Untuk mengurangi/mencegah bahaya yang terjadi, setiap
petugas laboratorium harus melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Untuk mengurangi/mencegah kemungkinan bahaya yang terjadi

3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

1. Pengertian

4. Refrensi
5. Prosedur

A. Di Tempat Kerja dan Lingkungan Kerja


1. Desain Tempat Kerja Yang Menunjang K3
Ruang kerja dirancang khusus untuk memudahkan
proses kerja di laboratorium
Tempat kerja disesuaikan dengan posisi atau cara kerja
Pencahayaan cukup dan nyaman
Ventilasi cukup dan sesuai
Prosedur kerja tersedia di ruangan agar mudahdijangkau
jika diperlukan
Dipasang tanda peringatan untuk daerah berbahaya
2. Sanitasi Lingkungan
Semua ruangan harus bersih, kering dan higienis
Sediakan tempat sampah yang sebelah dalamnya
dilapisidengan kantong plastik dan diberi tanda khusus
Tata ruang laboratorium harus baik sehingga tidak
dapatdimasuki/ menjadi sarang serangga atau binatang
pengerat
Sediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir
dan dibersihkan secara teratur
Petugas laboratorium dilarang makan dan minum
dalamlaboratorium
Dilarang meletakkan hiasan dalam bentuk apapun di
dalamlaboratorium.
B. Proses Kerja, Bahan dan Peralatan Kerja
1. Melaksanakan praktek laboratorium yang benar setiap
petugaslaboratorium harus mengerti dan melaksanakan
upayapencegahan terhadap bahaya yang mungkin terjadi,
dapatmenggunakan setiap peralatan laboratorium dan
peralatankesehatan dan keselamatan kerja dengan benar serta
mengetahui cara mengatasi apabila terjadi kecelakaan di

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait

laboratorium
2. Tersedia fasilitas laboratorium untuk kesehatan dan
keselamatankerja, seperti tempat cuci tangan dengan air yang
mengalir danalat pemadam kebakaran.
3. Petugas wajib memakai alat pelindung diri (jas
laboratorium,masker, sarung tangan, alas kaki tertutup) yang
sesuai selamabekerja.
4. Jas laboratorium yang bersih harus dipakai terus menerus
selamabekerja dalam laboratorium dan harus dilepaskan
sertaditinggalkan di laboratorium (hati-hati dengan jas
laboratoriumyang berpotensi infeksi).
5. Untuk menghindari kecelakaan, rambut panjang harus diikat
kebelakang dengan rapi.
6. Petugas harus mencuci tangan secara higienis dan
menyeluruhsebelum dan setelah selesai melakukan aktifitas
laboratorium danharus melepaskan baju proteksi sebelum
meninggalkan ruanglaboratorium.
7. Dilarang melakukan kegiatan percobaan laboratorium tanpa
ijinpejabat yang berwenang.
8. Dilarang makan, minum (termasuk minum dari botol air)
danmerokok di tempat kerja.
9. Tempat kerja harus selalu dalam keadaan bersih. Kaca
pecah,jarum atau benda tajam dan barang sisa laboratorium
harusditempatkan di bak/peti dalam laboratorium dan
diberiketerangan.
10. Sarung tangan bekas pakai harus ditempatkan dalam bak/
petikuning (menjadi limbah medis/ infeksius) yang diberi
tandakhusus.
11. Semua tumpahan harus segera dibersihkan.
12. Dilarang menggunakan mulut pada waktu memipet,
gunakankaret penghisap.
13. Peralatan yang rusak atau pecah harus dilaporkan
kepadapenanggung jawabLaboratorium.
14. Tas/kantong/tempat sampah harus ditempatkan di tempat
yangditentukan.
Petugas harus memperhatikan setiap specimen yang datang ke laboratorium

SOP

UPT Puskesmas II
Jembrana

No.Dokument :
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

Pengelolaan Bahan Berbahaya dan


Beracun

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

NIP.19831030 200902 2
009
1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

1.

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien

UPT Puskesmas II
Jembrana

Mengetahui
dr. Tri Oktin Windha
Daniaty

Pengelolaan Reagen
NIP.19831030 200902 2
009

1. Pengertian

Penyimpanan bahan reagensia adalah suatu tindakan


menyimpan bahan reagensia sesuai dengansifat reagen
masing-masing, keadalam suatu wadah atau tempat yang
memiliki kriteria dimanaapabila reagen tersebut di simpan
di dalamnya, reagen tersebut awet dan efek yang di
timbulkanreagen tersebut tidak menimbulkan gejala-gejala
negatif, baik di dalam laboratorium maupun diluar
laboratorium

2. Tujuan
3. Kebijakan

Kepala UPT Puskesmas II Jembrana

4. Refrensi
5. Prosedur

1.

6. Hal hal yang


perlu di perhatikan

7. Dokument terkait 1. Register laboratorium dan buku rekam medis pasien