Anda di halaman 1dari 6

MATERI DISKUSI

BAHASA INDONESIA
BAHASA YANG BAIK DAN BENAR
BAHASA INDONESIA RAGAM ILMIAH

NAMA KELOMPOK :
Komang Cameng Adi Saputra

(1508605023)

I Made Dimas Dwi Sutanegara

(1508605053)

Yoel Samosir

(1508605058)

Nyoman Bramanta Wayabi

(1508605062)

Made Arya Tirtana Putra

(1508605011)

JURUSAN ILMU KOMPUTER


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
1. Pendahuluan
1.1 Tujuan

Tujuan dibuatnya paper ini adalah untuk meningkatkan


pemahaman pembaca tentang penggunaan bahasa Indonesia
yang baik dan benar dan mampu untuk menerapkan teori
kebahasaan yang baik dan benar dalam penggunaan bahasa
Indonesia ragam ilmiah.
1.2 Ruang Lingkup
Paper ini ditujukan kepada mahasiswa.
2. Pembahasan
2.1 Pengertian
Bahasa Indonesia yang baik dan benar terkandung dua
pengertian yang berkaitan satu sama lain. Pengertian pertama
berkaitan dengan ungkapan bahasa Indonesia yang baik.
Sebutan baik atau tepat di sini berkaitan dengan soal keserasian
atau kesesuaian yaitu serasi atau sesuai dengan situasi
pemakai. Pengertian kedua berkaitan dengan istilah bahasa
Indonesia yang benar. Sebutan benar atau betul di sini
berhubungan dengan soal keserasian dengan kaidah. Namun
bukan berarti bahasa Indonesia itu harus selalu baku, namun
penggunaan bahasa Indonesia itu harus sesuai dengan situasi
dan kondisi.
Disisi lain ada bahasa Indonesia ragam Ilmiah. Bahasa
Indonesia ragam ilmiah merupakan bahasa yang baku, resmi,
atau bahasa standar. Bahasa Indonesia ragam ilmiah biasanya
digunakan dalam situasi atau kegiatan yang resmi.
2.2 Penjelasan
a. bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak selalu
merupakan bahasa yang baku melainkan bahasa yang
digunakan berdasarkan situasi dan kondisi pamakaiannya.
Misalnya ketika masuk ke kantor, kita harus menggunakan
bahasa resmi, saat berbicara dengan teman kita
menggunakan bahasa sehari-hari. Namun dalam
penggunaannya harus menggunakan bahasa yang sudah
umum diketahui oleh masyarakat.

b. bahasa Indonesia ragam Ilmiah


Bahasa Indonesia ragam Ilmiah merupakan salah satu
bahasa Indonesia yang baku atau bahasa yang digunakan
dalam kondisi atau situasi yang resmi. Baku atau tidaknya
bahasa Indonesia dapat dikenali lewat hal-hal berikut ini.
1. Penggunaan kaidah tata bahasa normatif secara
eksplisit dan konsisten.
Tata bahasa yang eksplisit dan konsiten lebih memperhatikan
aturan dalam bahasa Indonesia. Ada beberapa contoh dari
penggunaan kaidah tata bahasa normatif secara eksplisit dan
kosisten, yaitu sebagai berikut :
1. dia kerja di Tanggerang
2. orang itu makan roti punyaku
3. temanku ke kampus hari ini.
4. motornya Ratna rusak di tengah jalan.
Dari contoh di atas bahasa yang digunakan bukan merupakan
bahasa Indonesia yang baku, sebab tidak mengikuti kaidah
bahasa Indonesia yang normatif. Namun, jika contoh di atas
diubah akan menjadi seperti ini :
1.
2.
3.
4.

dia bekerja di Tanggerang.


orang itu memakan roti milikku.
temanku pergi ke kampus hari ini.
motor Ratna rusak di tengah jalan.

Pada kalimat pertama kata kerja harus diberi awalan bersehingga menjadi bekerja.
Pada kalimat kedua kata makan diberi awalan me- sehingga
menjadi memakan.
Kalimat ketiga harus diberi tambahan kata pergi karena dalam
bahasa Indonesia yang baku harus berisi unsur-unsur
gramatikal kalimat yang baik dan benar secara eksplisit serta
konsisten digunakan.

Pada kalimat ke empat, tidak perlu ditambahkan nya pada


kata motornya. Karena pada kalimat tersebut sudah jelas
motor itu milik Ratna.
Semua kalimat itu tidaklah salah digunakan, pada keadaan
sehari-hari namun pada acara resmi atau kegiatan resmi.
Harus menggunakan bahasa Indonesia yang baku, yaitu
bahasa Indonesia yang mengikuti kaidah bahasa Indonesia
yang normatif.
2. Penggunaan kata-kata baku.
Penggunaan kata baku haruslah menggunakan kata-kata yang
lazim digunakan. Hindari menggunakan bahasa kedaerahan
yang justru orang jarang mengetahuinya. Kecuali dengan
pertimbangan tertentu.
Perhatikan kalimat-kalimat berikut !
1.
2.
3.
4.

dia itu pintar banget dalam coding.


gak usah berlagak tidak tau apa-apa!
kok mukamu sembrawutan begitu?
semuanya sudah fix minggu depan.

Kata-kata yang bercetak miring itu adalah kata-kata yang tidak


baku, sehingga kata-kata itu harus diganti terlebih dahulu,
menjadi seperti ini :
1. dia itu sangat pintar dalam coding.
2. tidak usah pura-pura tidak tau!
3. kenapa wajahmu cemberut seperti itu?
4. semuanya sudah selesai minggu depan.
3. Penggunaan lafal baku
Di dalam bahasa Indonesia belum ada suatu pelafalan yang
baku, menurut pendapat umum bahasa pelafalan bahasa Indonesia
yang baku dalah pelafalan yang tidak dipengaruhi pelafalan bahasa
daerah.
Sebagai contoh perhatikan kata-kata dibawah ini:
Lafal yang tidak baku
1. [Aer]
2. [atlit]

Lafal yang baku


[air]
[atlet]
3

3.
4.
5.
6.
7.
8.

[antri]
[gitu]
[tulung]
[kao]
[tak]
[udah]

[antre]
[begitu]
[tolong]
[kau]
[tidak]
[sudah]

4. Penggunakan ejaan baku


Dalam penulisan diperlukan aturan ejaan yang sesuai dan baku.
Ejaan yang digunakan saat ini adalah pedoman EYD (Ejaan Yang
Disempurnakan). Penggunaan ejaan seperti penulisan tanda titik,
koma, tanya dll harus sesuai dengan aturan di dalam EYD yang
sudah ditetapkan.
5. Adanya unsur intelektualitas
Yang dimaksud dengan unsur intelektualitas adalah bahasa itu tidak
terkeasan seperti bahasa yang digunakan sehari-hari.
6. Penggunaan kalimat secara efektif.
Penggunaan kalimat yang efektif adalah penggunaan kalimat
dengan tepat dan dapat dengan mudah diterima oleh pendengar
atau pembaca.
Ketentuan yang menjadi acuan untuk efektifitas kalimat yaitu:
a. susunan gramatikal yang benar, yaitu dalam hal menyangkut
masalah penyusunan frasa, klausa, dan kalimat.
b. kesatuan pikiran dan hubungan yang logis. Hal itu menyangkut
masalah penalaran.
c. pemilihan kata yang tepat dan penggunaannya secara effisien.
d. variasi kalimat dan pemberian tekanan pada kalimat yang ingin
ditonjolkan.

3. Penutup
4

3.1 Kesimpulan
Penggunaan bahasa yang baik dan benar digunakan tidak selalu
harus mematuhi kaidah normatif. Namun, digunakan sesuai
dengan situasi dan kondisi. Jika situasi formal lebih
menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah yang cenderung
kaku, atau resmi.
3.2 Saran
Saran yang dapat disampaikan yaitu kesadaran akan
penggunaan tata bahasa yang baik dan benar, harus
ditingkatkan dikalangan mahasiswa. Dan penggunaan tata
bahasa harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Daftar pustaka
Putrayasa, I G.N.K, dkk. 2015. Bahasa Indonesia Akademik untuk Perguruan Tinggi.
denpasar: penerbit Udayana University press.