Anda di halaman 1dari 12

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam

dunia

elektronika,

relay

dikenal

sebagai

komponen

yang

dapat

mengimplementasikan logika switching. Sebelum tahun 70an, relay merupakan otak dari
rangkaian pengendali. Baru setelah itu muncul PLC yang mulai menggantikan posisi relay.
Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan
mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay elektromekanis ini
didefenisikan sebagai Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau
membuka) kontak saklar.
Relay pada dasarnya adalah sakelar yang membuka dan menutupnya (open dan
closenya) dengan tenaga listrik melalui coil relay yang terdapat di dalamnya.

Pada

awalnya sebuah relay di anggap memiliki coil/lilitan tembaga/cooper yang melilit pada
sebatang logam, pada saat coil di beri masukan arus/ tegangan listrik/elektrik maka coil
akan membuat medan elektromagnetik yang mempengaruhi batang logam di dalam
lingkarannya tersebut untuk menjadikannya sebuah magnet. Kekuatan magnet yang terjadi
pada batang logam tersebut menarik lempeng logam lain yang terhubung melalui
armature/tuas ke sebuah sakelar. Biasanya relay memicu sakelar terbuka dan tertutup, dan
hal ini tergantung tipe dan kebutuhan.
Sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau
sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energy seperti energy listrik, energy fisika,
energy kimia, energy biologi, energy mekanik dan lain sebagainya.Transistor dalam
pengoperasianya bergungsi sebagai switching untuk mendrive relay. Sehingga pada
percobaan ini hal yang akan kami teliti lebih lanjut adalah pengunaan relay apabila didriver
dengan sensor dan mempelajari bagaimana suatu rangkaian dari relay dikatakan dapat
berkerja.
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui characteristic dari LDR
2. Untuk mengetahui system kerja Relay

BAB II

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


DASAR TEORI
Perlindungan sistem daya direncanakan dengan membaginya (di atas kertas) ke daerah atau
zona yang dapat dipisahkan dari sisa dari sistem (fisik) dengan penempatan pemutus
sirkuit.Tindakan dari pemutus sirkuit dikendalikan oleh informasi terkini tentang keadaan
zona. Ide umum adalah untuk menentukan zona sehingga (a) isolasi zona menyalahkan
memiliki efek minimal pada sisa sistem (b) mahal, peralatan rentan dilindungi dari
kerusakan permanen yang mungkin disebabkan oleh arus yang berlebihan, dan (c) zona
menyalahkan dapat dikembalikan ke layanan normal secepat mungkin.
Keadaan sistem dipantau oleh sampel real time dari arus dan tegangan dalam sistem,
biasanya dengan bantuan transformes saat ini dan transformator potensial.sering, arus dan
tegangan sehingga merasakan diberi makan dengan relay, yang pada gilirannya menutup
atau membuka sirkuit perjalanan di pemutus sirkuit. relay didefinisikan sebagai perangkat
yang merespon jumlah sistem sampel untuk menunjukkan atau mengisolasi kondisi operasi
normal. saat ini therw dua kategori utama relay, jenis elektromagnetik tradisional dan,
semikonduktor (statis) jenis. Adalah empat tipe dasar relay elektromagnetik: plunger angker
berengsel (atau jenis genta) disk induksi, dan cangkir induksi. Dalam kategori
semikonduktor, ada banyak sirkuit yang melibatkan transistor dan thyristor yang dapat
memproses variabel sistem dengan cara yang ditentukan dan kemudian mengaktifkan
sirkuit tersandung jika informasi diproses menunjukkan bahwa ini harus dilakukan.
Waktu yang dibutuhkan untuk mengaktifkan relay adalah kuantitas penting untuk
dipertimbangkan dalam aplikasi tertentu relay. jargon perdagangan mempekerjakan kata
"INSTANTANEOUS" untuk merujuk kepada thoserelays yang tidak ada waktu tunda
sengaja diperkenalkan. ketika relay cepat bertindak seperti yang diperlukan, jenis yang
digunakan adalah plunger, berengsel angker, atau cangkir induksi (atau semikonduktor) jika
respon yang sangat cepat diperlukan). induksi jenis disk usedfor disengaja waktu
tunda.waktu yang dibutuhkan untuk mengaktifkan relay proporsional beberapa kekuatan
kebalikan dari kuantitas sistem. grafik waktu untuk menutup vs kuantitas sistem . Relay
memiliki minimum saat mengaktifkan sama sekali, dan minimal waktu untuk relay
elektromagnetik, berharap bahwa titik kontak yang akan melekat pada disk atau cangkir
dalam jenis induksi relay tidak ditampilkan dengan jelas. ringkasan yang lebih lengkap
jenis relay dapat ditemukan di Westinghouse transmisi.
Saat ini therw dua kategori utama relay, jenis elektromagnetik tradisional dan,
semikonduktor (statis) jenis. Adalah empat tipe dasar relay elektromagnetik: plunger angker

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


berengsel (atau jenis genta) disk induksi, dan cangkir induksi. Dalam kategori
semikonduktor, ada banyak sirkuit yang melibatkan transistor dan thyristor yang dapat
memproses variabel sistem dengan cara yang ditentukan dan kemudian mengaktifkan
sirkuit tersandung jika informasi diproses menunjukkan bahwa ini harus dilakukan.
Sesuai dengan rincian tentang bagaimana untuk ladang dan kekuatan yang dibuat
untuk berinteraksi dalam desain estafet tertentu, relay dapat merespon produk tegangan dan
arus atau rasio tegangan arus.impedansi pada titik pada garis tergantung pada seberapa jauh
kesalahan terletak dari relay, yang berarti bahwa relay impedansi sensitif terhadap jarak
jauh dari kesalahan. Properti ini berguna dalam skema perlindungan zona.
Relay dapat dibuat untuk bertindak atas dasar rasio tegangan-ke-saat ini dengan
konstruksi dua kumparan di mana kumparan bertindak bertentangan. misalnya, satu
kumparan diberi energi dengan sampel saat ini dan dapat bertindak dalam arah rupa untuk
"mengambil" atau dekat, kontak relay, sementara yang lain diberi energi secara
proporsional dengan tegangan sampel, dan tindakan kumparan kedua dalam oposisi (atau
reset) ke kumparan sensitif.
(Wakter L.W.1817)
Pada daerah frekuensi tinggi reaktansi kapasintasi sambungan antara basis dan kolektor
serta antara basis dan emoitor mempunyai nilai yang tak terlalu tinggi, sehingga
menyimpangkan arus isyarat dari basis.Ini mengakibatkan tegangan isyarat keluaran jadi
berkurang untuk frekuensi yang makin tinggi.
Kapasitansi sambungan p-n antara basis dan kolektor, yang disebut C jc, terjadi oleh
karena adanya lapisan pengosongan pada sambungan p-n itu.Oleh karena smbungan p-n ini
berada

pada

tegangan

mundur, maka

daerah

pengosongannya

lebar, sehingga

kapasitansinya kecil. Sebetulnya nilai kapasitansi Cjc bergantung pada beda potensial antara
basis kolektor. Sambungan p-n antara basis dan emitor berada pada tegangan keadaan
panjar maju, sehingga daerah pengosongannya lebih sempit, dan kapasitansi sambungan,
yaitu Cje, lebih besar dari pada Cjc.
Antara basis dan emitor pada kapasitansi lain lagi yang terjadi yaitu yang disebut
kapasitansi difusi (Cd). Kapasitansi difusi ini terjadi oleh karena basis ada dalam keadaan
tegangan maju terhadap emitor, ehingga banyak pembawa muatan bebas dari emitor yang
ada dalam basis ke perjalanan ke kolektor.
Sebagian dari pembawa muatan ini terkumpul pada bagian basis, membentuk
muatan tersimpan. Muatan simpanan ini akan menarik dua arus dari rangkaian tegangan
panjar basis, sehingga dalam basis akan terkumpul dua macam muatan yang berlawanan.
Secara efektif terbentuklah suatu kapasitansi yang disebut kapasitansi difusi (Cd) .

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


Secara efektif kapasitansi difusi ini paralel dengan kapasistansi sambungan emitor
(Cje), dan membentuk kapasistansi total Cje + Cd yang kita sebut C1. Jadi C1 = Cje + Cd.
Perhatikan bahwa antara basis dan kolektor tak terjadi kapasitansi difusi oleh karena
sambungan p-n ini tidak berada pada tegangan maju.
Adanya muatan simpanan ini berpengaruh besar pada penggunaan transisor sebagai
saklar, yaitu mempengaruhi beberapa cepat tegangan keluaran dapat berubah.Ini berarti
adanya muatan simpanan ini juga membatasi operasi rangkaian logika yang menggunakan
transistor dwikutub yaitu TTL atau transistor logistik.
Untuk freuensi tinggi rangkaian setara parameter-h tidak digunakan orang.Ini
terutama disebabkan dalam rangka parameter-h kita tidak dapat memasang kapasitansi C jc
dan C1, oleh karena kapasistansi ini menghubungkan kolektor dan emitor dengan bagian
tengah basis.
Untuk frekueni tinggi orang menggunakan rangkaian setara hibrida- untuk
transistor dwikutub.Rangakain setara ini merupakan modifikasi rangkaian setara-T.
Untuk menentukan frekuensi potong atas pada tanggapan amplitudo penguat, kita
oerlu tahu C1 dan Cjc. Kapasistansi Cjc biasanya ada disebutkan padda lembaran data
transistor.
Namun tidak demikian halnya dengan kapasitansi C1. Lembaran data transistor
biasanya menyebutkan suatu frekuensi yang disebut FT, yaitu frekuensi untuk mana = 1.
Oleh karena pengaruh C1 dan Cjc penguat akan berubah. Ini terutama disebabkan dalam
rangka parameter-h kita tidak dapat memasang kapasitansi C jc dan C1.Rangakain setara ini
merupakan modifikasi rangkaian setara-T.

(Sutrisno,

1987)
Relay adalah saklar elektronik yang dapat membuka atau menutup rangkaian
dengan menggunakan kontrol dari rangkaian elektronik lain, Relay dapat kita gunakan
untuk switching atau kontrol beban. Relay pada aplikasi kontrol sering digunakan sebagai
switching input ataupun output pada PLC atau mikrokontroler. Misalnya kita membuat
sensor yang keluarannya 5 Volt maka diperlukan relay untuk membuat sensor tersebut dapat
dibaca oleh PLC atau kita ingin menghidupkan lampu 220 Volt AC dengan mikrokontroler
maka kita memerlukan relay sebagai komponen tambahan karena keluaran pada
mikrokontroler

hanya

5 volt.

Dikatakan

juga

rangkaian

elektronika yang

bisa

mengendalikan pengoperasian sesuatu dari jarak jauh.


Sebenarnya sudah ada IC (Integrated Circuit) yang dapat digunakan sebagai driver
relay seperti IC ULN 2000 atau ULN 2003, tetapi untuk menambah pemahaman kita dalam

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


dunia elektronika sebaiknya kita analisis isi dari IC tersebut untuk membuat sendiri
rangkaian driver relay yang kita inginkan.
http://all-thewin.blogspot.co.id/2011/11/membuat-rangkaian-driver-relay.html
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Komponen dan Peralatan
3.1.1. Komponen
1 Relay 12V DC
Berfungsi untuk pengontrol sistem tegangan tinggi tapi dengan tegangan rendah.
2 Transistor
Berfungsi sebagai switching untuk mendrive relay.
3 LED
Berfungsi sebagai induktor cahaya
4. LDR
Berfungsi untuk menghantarkan arus listrik jika menerima sejumlah intensitas
cahaya (Kondisi Terang) dan menghambat arus listrik dalam kondisi gelap.
3.1.2. Peralatan
1. Multimeter
Berfungsi untuk mengukur hambatan arus listrik.
2. Phrotoboard
Berfungsi untuk merangkai rangkaian sementara
3. Jumper
Berfungsi untuk Sebagai penghubung antara komponen-komponen.
4. PSA
Berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC ( Sumber tegangan)
5. Senter
Berfungsi untuk menerangi LED
3.2 Prosedur Percobaan
3.2.1 Karakteristik Relay
1. Dirakit rangkaian seperti pada gambar dibawah ini pada protoboard

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II

2. Diukur tegangan LED apabila sensor digelapi dan diterangi


3. Dicatat hasil pengukuran
3.2.2 Karakteristik LDR
1. Dirakit rangkaian seperti pada gambar di bawah ini pada protoboard

2. Diukur hambatan pada LDR dan resistor


3. Dicatat hasil pengukuran

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


3.3 Skema Rangkaian
3.3.1 Skema Rangkaian Relay

3.3.2 Skema Rangkaian LDR

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Percobaan
Vcc
7,0

V (Diterangi)
1,14

V(Digelapi)
2,33

Medan, 15 Maret 2016


Asisten

Praktikan

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


(Roi Sugara Sianipar)

(Rica Asrosa)

4.2 Analisa Data


1. Bagaimana cara kerja sensor LDR pada praktikum ?
Resitansi sensor cahaya LDR (Light Dependent Resistor) akan berubah seiring
dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya atau yang ada disekitarnya.
Dalam keadaan gelap atau jika LDR ditutupi maka lampu akan semakin terang
resistansinya sekitar 10M. Jika dalam keadaan terang atau LDR diterangi maka
lampu akan redup atau kurang terang resistansinya 1K atau kurang.
2. Bagaimana sifat dari sensor LDR ?
Memiliki nilai resistansi yang berubah-ubah berdasarkan cahaya

yang

mengenainya.LDR sering disebut dengan alat atau sensor yang berupa resistor yang
peka terhadap cahaya.
3. Bagaimana sifat dari Relay ketika diterangi dan digelapi?
- Saat diterangi (saat LDR terkena cahaya) LDR akan memiliki nilai tahanan
yang sangat kecil. Semakin terang cahaya yang mengenainya semakin kecil
nilai tahanan yang dimilikinya (bahkan bisa diabaikan besarnya). Kondisi ini
akan menyebakan arus listrik akan memilih untuk mengalir melewati LDR ini
dan tidak akan melewati Resistor 1 Kilo ohm yang terhubung ke basis
transistor, (ingat prinsip arus listrik itu akan lebih suka mengalir ke tempat yang
tidak punya tahanan dan enggan untuk mengalir ke tempat yang tahanannya
tinggi). Kondisi ini akan membuat Transistor tidak dapat bekerja (seperti saklar
terbuka) sehingga tidak ada arus yang mengalir dari kolektor ke emitor
transistor. Ini artinya tidak ada arus yang mengalir pada relay yang terpasang
pada kolektor transistor. Karena relay tidak mendapatkan arus listrik, maka
relay tidak bekerja sehingga tidak dapat menarik saklar yang akan
menghubungkan arus listrik ac (PLN) ke lampu. Keadaan ini akan membuat
-

lampu listrik taman, rumah akan padam


Saat digelapi (saat LDR tidak terkena cahaya) LDR akan memiliki tahanan yang
sangat besar sehingga tidak bisa di aliri arus listrik. Kondisi ini akan
menyebabkan arus listrik memilih R2 1 kilo ohm sebagai tempat mengalir.
Ketika arus listrik mengalir ke basis transistor (tentunya harus diatur agar
tegangan basis ini besar dari tegangan kerja 0.7 volt) maka transistor akan
bekerja seperti sebuah saklar tertutup. Akibatnya akan ada arus listrik mengalir
dari kolektor ke emitor yang menyebabkan relay teraliri arus listrik. Ketika
relay teraliri arus listrik, maka relay akan bekerja menarik saklar sehingga
saklar tertutup dan dapat mengalirkan arus ac (PLN) ke lampu dan lampu akan
menyala.

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


4.3 Gambar Percobaan

PS
A

Penutup
Sensor

Multimet
er

LE
D
Relay 12
V
LDR
Potensiom
eter

Phrotobo
ard

Penejepit
Buaya

Diod
a

Resist
or
Transistor

BAB V

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Karakteristik LDR terdiri dari 2 macam yaitu :
- Laju Recovery Sensor Cahaya LDR merupakan suatu ukuran praktis dan suatu
kenaikan nilai resistansi dalam waktu tertentu. Harga ini ditulis dalam K/detik.
- Respon Spektral Sensor Cahaya. Sensor cahaya tidak memiliki sensitivitas yang
sama untuk setiap panjang gelombang cahaya yang jatuh padanya (yaitu warna). Bahan
yang biasa digunakan sebagai penghantar arus listtrik yaitu tembaga, alumunium, baja ,
emas dan perak.
2. system kerja relay yaitu
Relay terdiri dari coil dan contact. Coil adalah gulungan kawatyang mendapat arus listrik,
sedang contact adalah sejenis saklar yang pergerakannyatergantung dari ada tidaknya arus
listrik di coil. Contact ada 2 jenis :Normally Open (kondisiawal sebelum diaktifkan open),
dan Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close).
Secara sederhana berikut ini prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat
energilistrik (energized), akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik armature
yangberpegas, dan contact akan menutup.Selain berfungsi sebagai komponen elektronik,
relay juga mempunyai fungsi sebagaipengendali sistem. Sehingga relay mempunyai 2
macam simbol yang digunakan pada :

Rangkaian listrik (hardware)


Program (software)

5.2 Saran
1.Sebaiknya praktikan selanjutnya mengetahui komponen-komponen yang akan
digunakan.
2.Sebaiknya praktikan selanjutnya mengetahui cara merangkai sebuah rangkaian di
protoboard.
3.Sebaiknya praktikan setelah melakukan praktikum mengetahui cara kerja LDR dan
relay.

DAFTAR PUSTAKA

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


Sutrisno. 1987. ELEKTRONIKA TEORI DASAR DAN PENERAPANNYA. Jilid 2.
Penerbit ITB : Bandung.
Halaman : 12 14.
Wakter L,W. 1817. TRANSMITSSION AND DISTRIBUTION OF ELECTRICAL
ENERGY.Newyork : Harper & Row.
Pages : 259 262.
http://all-thewin.blogspot.co.id/2011/11/membuat-rangkaian-driver-relay.html
Diakses : 14 Maret 2016. 21.00 WIB.

Medan, 15 Maret 2016


Asisten

Praktikan

(Roi Sugara Sianipar)

(Rica Asrosa)