Anda di halaman 1dari 4

DUNIA PERMINYAKAN

1. Sejarah Dunia Perminyakan


a. Awal Terbentuknya Minyak Bumi
Ada tiga macam teori yang menjelaskan proses terbentuknya minyak dan
gas bumi. Teori pertama adalah teori biogenetic atau lebih di kenal dengan
teori organik. Yang kedua adalah teori anorganik, sedangkan yang ketiga
adalah teori duplex yang merupakan perpaduan dari kedua teori
sebelumnya. Teori duplex yang banyak di terima oleh kalangan luas
menjelaskan bahwa minyak dan gas bumi berasal dari berbagai jenis
organisme laut baik hewani maupun nabati.
Di perkirakan bahwa minyak bumi berasal dari materi hewani dan gas bumi
berasal dari materi nabati. Yang jelas minyak dan gas bumi terdiri dari
senyawa kompleks yang unsur utamanya adalah karbon (C) dan unsur
hydrogen (H). secara sederhana senyawa ini dapat ditulis dengan rumus
kimia CXHY, sehingga sering di sebut sebagai senyawa hidrokarbon.
Pada zaman purba, di darat dan di laut hidup beraneka ragam binatang dan
tumbuh-tumbuhan. Binatang serta tumbuh-tumbuhan yang mati ataupun
punah itu akhirnya tertimbun di bawah endapan Lumpur. Endapan Lumpur
ini kemudian di hanyutkan oleh arus sungai menuju lautan, bersama bahan
organik lainnya dari daratan.
Akibat pengaruh waktu, temperatur tinggi dan tekanan beban lapisan batuan
di atasnya binatang serta tumbuh-tumbuhan yang mati tadi berubah
menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.
Akibat pengaruh yang sama, maka endapan Lumpur berubah menjadi
batuan sediment. Batuan lunak yang berasal dari Lumpur yang mengandung
bintik-bintik minyak dikenal sebagai batuan induk atau soure rock.
Selanjutnya minyak dan gas ini akan bermigrasi menuju tempet yang
bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat yang di sebut
perangkap (trap).
b. Sejarah Industri Perminyakan

Adalah Edwin Laurentine Drake, orang yang berhasil melakukan pengeboran


komersial pertama di dunia. Bersama perusahaannya Senca Oil Company,
melakukan pengeboran di Titusville Amerika, di kawasan pertanian barat laut
Pannysylvania.
Pengeboran minyak pertama di Indonesia, yang dilakukan oleh J Reerink,
1871, hanya berselang dua belas tahun setelah pengeboran minyak pertama
di dunia. Meskipun demikian, berbeda halnya dengan sektor perkebunan dan
pertanian yang sudah ratusan tahun diperah, sektor pertambangan baru
dikembangkan oleh Belanda pada abad ke-19. Dua abad lebih setelah VOC
didirikan, sektor pertambangan belum menjadi andalan pendapatan
pemerintah kolonial. Hal ini bisa dilihat dari adanya Indische Mijnwet, produk
undang-undang pertambangan pertama, yang baru dibuat oleh Belanda
pada tahun 1899.
2. Proses Dalam Dunia Perminyakan
a. Eksplorasi dan Eksploitasi
Eksplorasi adalah proses pencarian dimana minyak bumi berada. Hal ini
dilakukan oleh para geologi. Mereka mencari batuan dimana cairan
hidrokarbon terakumulasi dan terperangkap. Batuan itu disebut reservoir.
Setelah itu, dilakukan tahapan pemboran. Dengan menggunakan teknik yang
sesuai dengan struktur batuan reservoir tersebut. Karena jika terjadi
kesalahan bisa saja terjadi Blow Out. Setelah dilakukan pemboran, dilakukan
produksi yang dilakukan oleh oil company. Dimana minyak mentah (crude
oil) dihasilkan. Yang nantinya akan di olah menjadi barang dagangan seperti
BBM, LPG, dan sebagainya.
b. Pemasaran
Hasil produksi yang sudah dibentuk menjadi barang dagangan, di produksi
secara masal oleh perusahaan minyak. Seperti di Indonesia, PT PERTAMINA
menghasilkan banyak produk seperti BBM (Bahan Bakar Minyak), BBK
(Bahan Bakar Khusus), non BBM (Aspal, Pelumas), Gas (LPG, BBG),
Petrokimia, dan sebainya. Yang kesemua itu dapat dimanfaatkan oleh
konsumen.

3. Para Pelaku Di Dunia Perminyakan


a. Oil Company
Oil Company adalah perusahaan yang memiliki blok Migas tersebar di
Seluruh Indonesia, selain itu mereka juga yang memproduksi, mengolahnya
sampai menjualnya untuk konsumsi BBM dalam Negri maupun luar Negri,
Namun biasanya Oil Company tidak memiliki alat alat untuk melakukan
Proses pengambilan Minyak, Sehingga Oil Company membayar Oil Services
( kontraktor) untuk mengerjakan di Blok Migasnya Tersebut.
Contoh Oil Company di Indonesia : Pertamina, Medco, Total, Chevron,
Petrochina, Petronas
b. Oil Service
Oil Service adalah perusahaan yang memiliki SDM yang sesuai di bidangnya
( Surveyor ) dan memiliki alat alat untuk pengerjaan operasi menyangkut
Minyak dan Gas seperti Site survey, Seismik darat, Seismik laut dll. Untuk
mendapatkan suatu proyek, Oil Service ini harus bersaing tender dengan oil
Service lainnya agar bisa mengerjakan pengeboran di blok migas milik salah
satu oil company.
Contoh Oil Services : Elnusa , Fugro, Seascape, Saripari, Kalmarine, EGS,
Pageo.

4. Dampak Yang Ditimbulkan


Pemanfaatan produk perminyakan tentunya dapat kita rasakan dalam
berbagai aspek kehidupan kita. Namun terkadang kita lupa, bahwa produk
perminyakan adalah bahan yang tidak terbarukan. Dimana bahan tersebut
akan habis bila dikonsumsi secara berlebihan. Apalagi dengan sikap
konsumtif manusia, terlebih di Indonesia. Dapat dilihat dari jumlah
kendaraan bermotor yang terus meningkat. Tentunya kebutuhan bahan
bakar juga meningkat. Dan asap dari jumlah kendaraan motor yang tidak

terkontrol, dapat merusak lapisan ozon. Ini merupakan perusakan bumi,


dimana menipisnya lapisan ozon mengakibatkan percepatan melelehnya es
di kutub. Dan dari hasil penelitian, asap kendaraan menyebabkan banyak
penyakit. Seperti kerusakan otak, gangguan pernafasan, penyakit mental
(Agresif dan gelisah). Dan bahkan setelah diteliti, asap kendaraan
mengandung 1000 jenis racun. Lebih parahnya, hal ini tidak ditunjang
dengan jumlah pepohonan yang padahal dapat meminimalisir bahaya asap
kendaraan. Pemandangan kota indah oleh bangunan-bangunan yang megah,
namun pepohonan berada jauh dari pusat kota. Dapat dibayangkan jika
keadaan ini terus berlangsung. Bagaimana nasib bumi yang kita huni ini??
Bagaimana nasib penerus kita yang ditinggal berbagai penyakit yang
membayakan??. Bahkan sekarang ini muncul konspirasi yang
mengatasnamakan lading minyak sebagai alasan untuk merebut sebuah
Negara.
Perlu tindakan yang nyata dalam mengatasi permasalahan di atas.
Pemanfaatan produk perminyakan perlu dilihat secara fungsional, bukan
secara praktis. Kita perlu memikirkan untuk kembali untuk menggunakan
sepeda untuk beraktifitas, bepergian di wilayah yang dapat dijangkau. Kita
perlu kembali memanfaatkan kendaraan umum. Satu kendaraan umum
dapat mengurangi 9 hingga 10 asap kendaraan dari kendaraan pribadi. Kita
perlu berpikir kembali untuk melakukan penanaman di halaman rumah kita.
Tidak hanya ditanam bangunan pagar yang kokoh.