No. .../Doc-Akad/STIKesBaniSaleh/III/2016
: Kebidanan D III
Mata Kuliah
: Asuhan
Standar Kompetensi
Neonatal
: Melakukan Asuhan Kebidanan pada kegawatdaruratan
Kebidanan
Kegawatdaruratan
Maternal
dan
Topik
Dosen
: Desi Sricahyani
Referensi
1.
Oxorn,Harry
&
3.
Waktu
1. Memberikan Salam
Metoda :
Ceramah Ilustratif
Alat Bantu :
Power Point
Proses pembelajaran)
5. Pembelajaran Menjelaskan pentingnya materi yang
akan dibahas
persalinan
sungsang secara baik dan benar sesuai dengan penjelasan yang diberikan.
2. Tanpa melihat catatan mahasiswa mampu menguraikan masing-masing kategori dari
persalinan sungsang yaitu etiologi, diagnosis, klasifikasi, penatalaksanaan, komplikasi dan
faktor resiko secara baik dan benar sesuai dengan penjelasan yang diberikan.
URAIAN MATERI
I. Pengertian Letak Sungsang
2
Explaination
Metoda :
Diskusi dan
Ilustrasi
Activity :
Alat Bantu:
Power point
Summary :
Janin yang letaknya memanjang (membujur) dalam rahim, kepala
berada di fundus dan bokong di bawah/ saat persalinan posisi
bokong berada di bawah.
II. Bentuk-bentuk letak sungsang
15
Explanation:
Berdasarkan komposisi dari bokong dan kaki dapat ditentukan Metoda :
bentuk letak sungsang sebagai berikut :
CTJ,
1. Letak Bokong Murni
Diskusi dan
a. Teraba bokong
b. Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi Kedua Ilustrasi
kaki bertindak sebagai spalk
melakukan
pemeriksaan
dalam,
pemeriksaan
foto
Summary :
Letak Bokong Murni, Letak Bokong Kaki Sempurna, Letak Bokong
Tak Sempurna/ lutut.
III. Penyebab letak sungsang
Explanation:
1. Ibu
a. Keadaan rahim
Rahim arkuatus
Septum pada rahim
Uterus dupleks
Mioma bersama kehamilan
Plasenta letak rendah
Plasenta previa
Created by Desi Sricahyani
10
sungsang:
a. Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat
b. Hedrosefalus atau anesefalus
c. Kehamilan kembar
d. Hidroamnion atau aligohidromion
e. Prematuritas
Dalam keadaan normal, bokong mencapai tempat yang lebih
luas sehingga terdapat kedudukan letak kepala. Disamping itu
kepala janin merupakan bagian terbesar dan keras serta paling
lambat. Melalui hukum gaya berat, kepala janin akan menuju
kearah pintu atas panggul. Dengan gerakan kaki janin, ketegangan
ligamentum fatundum dan kontraksi braxson hicks, kepala janin
berangsur-angsur masuk ke pintu atas panggul.
Activity :
Sebutkan minimal 3 faktor penyebab letak sungsang dari janin!
Summary :
Prematuritas, air ketuban berlebih, kehamilan ganda, hidrosefalus.
Pemeriksaan abdominal
a. Letaknya adalah memanjang.
b. Di atas panggul terasa massa lunak mengalir dan tidak
terasa seperti kepala. Dicurigai bokong. Pada presentasi
bokong murni otot-otot paha teregama di atas tulang-tulang
dibawahnya, memberikan gambaran keras menyerupai
Persalinan Pervaginam
a. Spontaneous breech (Bracht)
b. Partial breech extraction : Manual and assisted breech
delivery
c. Total breech extraction
2.
Persalinan per abdominal : Seksio
Sesaria
Activity :
Sebutkan macam-macam diagnose kedudukan !
Summary :
Pemeriksaan abdominal, denyut jantung janin, pemeriksaan vaginal,
pemeriksaan sinar X
2.
3.
pendarahan
intrakranial
(adanya
tentorium
cerebellum).
Activity :
Sebutkan tahap persalinan sungsang secara spontan !
Summary :
Tahap lambat, tahap cepat, tahap lama.
VII. Teknik Persalinan Sungsang
Explanation:
1.
Cara Bracht
a. Segera setelah bokong lahir, bokong dicekam secara
bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang
paha, jari-jari yang lain memegang daerah panggul).
b. Jangan melakukan intervensi, ikuti saja proses
keluarnya janin.
c. Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan
sebagian dada.
d. Lakukan hiperlordosis janin pada saat anguluc skapula
inferior tampak di bawah simfisis (dengan mengikuti
gerak rotasi anterior yaitu punggung janin didekatkan
ke arah perut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan
lahirnya badan bayi.
e. Gerakkan ke atas hingga lahir dagu, mulut, hidung, dahi
dan kepala.
f. Letakkan bayi di perut ibu, bungkus bayi dengan
handuk hangat, bersihkan jalan nafas bayi, tali pusat
dipotong.
2.
Cara Klasik
Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika
dengan Bracht baht dan tangan tidak bisa lahir
a. Segera setelah bokong lahir, bokong dicekam dan
dilahirkan sehingga bokong dan kaki lahir.
b. Tali pusat dikendorkan.
c. Pegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan
dan tarik ke atasa. Dengan tangan kiri dan menariknya
ke arah kanan atas ibu untuk melahirkan bahu kiri bayi
yang berada di belakang. b. Dengan tanggan kanan dan
menariknya ke arah kiri atas ibu untuk melahirkan bahu
kanan bayi yang berada di belakang.
d. Masukkan dua jari tangan kanan atau kiri (sesuai letak
bahu belakang) sejajar dengan lengan bayi, untuk
melahirkan lengan belakang bayi.
e. Setelah bahu dan lengan belakang lahir kedua kaki
ditarik ke arah bawah kontra lateral dari langkah
sebelumnya untuk melahirkan bahu dan lengan bayi
5.
pangkal
paha
sampai
lutut,
kemudian
Activity :
Sebutkan teknik persalinan sungsang!
Created by Desi Sricahyani
Summary :
Cara Bracht, Cara Klasik, Cara Muller, Cara Lovset, Ekstraksi Kaki,
Teknik Ekstraksi Bokong, Cara Melahirkan Kepala Bayi
Councolution :
Letak sungsang adalah janin yang letaknya memanjang (membujur)
dalam rahim, kepala berada di fundus dan bokong di bawah.
Tehnik persalinan sungsang:
Cara Bracht, Cara Klasik, Cara Muller, Cara Lovset, Ekstraksi Kaki,
Teknik Ekstraksi Bokong, Cara Melahirkan Kepala Bayi.
3
Metoda :
Sebutkan Pengertian dari letak Diskusi
sungsang !
2.
Alat Bantu :
Sebutkan
bentuk
Sebutkan
kategori
sungsang!
3.
2
dari
Metode :
ceramah
HAND OUT
Mata Kuliah
: Bd. 305
Topik
: Persalinan Sungsang
Waktu
: T= 50
Dosen
: Desi Sricahyani
Setelah
mengikuti
pelajaran
ini
mahasiswa
dapat
mendeskripsikan defenisi persalinan sungsang secara baik dan benar sesuai dengan
penjelasan yang diberikan.
2.
persalinan sungsang
klasifikasi, penatalaksanaan, komplikasi dan faktor resiko secara baik dan benar
sesuai dengan penjelasan yang diberikan.
Referensi :
1. Oxorn,Harry & Forte,William R. 1996. Ilmu Kebidanan Patologi & Fisiologi.
Jakarta,Yayasan Essentia Medica.
2. Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal
Neonatal. Jakarta,JNPKKR. POGI.
3.
MATERI
Persalinan Letak Sungsang
Kematian perinatal langsung yang disebabkan karena persalinan presentasi
bokong sebesar 4-5 kali dibanding presentasi kepala. Sebab kematian perinatal pada
persalinan presentasi bokong yang terpenting adalah prematuritas dan penanganan
persalinan yang kurang sempurna, dengan akibat hipoksia atau perdarahan di dalam
tengkorak. Trauma lahir pada presentasi bokong banyak dihubungkan dengan usaha untuk
mempercepat persalinan dengan tindakan-tindakan untuk mengatasi macetnya persalinan.
Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan
kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri (2). Tipe letak
sungsang yaitu: Frank breech (50-70%) yaitu kedua tungkai fleksi ; Complete breech (510%) yaitu tungkai atas lurus keatas, tungkai bawah ekstensi; Footling (10-30%) yaitu
satu atau kedua tungkai atas ekstensi, presentasi kaki.
Letak sungsang terjadi pada 3-4% dari seluruh persalinan. Kejadian letak
sungsang berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. Letak sungsang pada usia
kehamilan kurang dari 28 minggu sebesar 25%, pada kehamilan 32 minggu 7% dan, 13% pada kehamilan aterm.
A. Pengertian Letak Sungsang
Letak sungsang adalah janin yang letaknya memanjang (membujur) dalam rahim,
kepala berada di fundus dan bokong di bawah.
Presentasi bokong (sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu,
kepala berada pada fundus uteri, sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di
daerah pintu atas panggul atau simfisis.
Pada letak kepala, kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu,
sedangkan pesalinan letak sungsang justru kepala yang merupakan bagian terbesar bayi
akan lahir terakhir. Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme
Maulage karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat, sehingga hanya
mempunyai waktu 8 menit, setelah badan bayi lahir. Keterbatasan waktu persalinan
kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi
yang besar.
h. Kehamilan kembar
i. Hidroamnion atau aligohidromion
j. Prematuritas
Dalam keadaan normal, bokong mencapai tempat yang lebih luas sehingga terdapat
kedudukan letak kepala. Disamping itu kepala janin merupakan bagian terbesar dan keras
serta paling lambat. Melalui hukum gaya berat, kepala janin akan menuju kearah pintu
atas panggul. Dengan gerakan kaki janin, ketegangan ligamentum fatundum dan kontraksi
braxson hicks, kepala janin berangsur-angsur masuk ke pintu atas panggul.
D. Mekanisme persalinan letak sungsang
Mekanisme persalinan letak sungsang berlangsung sebagai berikut :
1. Persalinan bokong
2. Persalinan bahu
3. Persalinan kepala
Bokong masuk pintu atas panggul dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir
dan melakukan putaran paksi dalam sehingga trochanter depan berada di bawah simfisis.
Dengan trochanter depan sebagai hipomoklion akan lahir trochanter belakang dan
selanjutnya seluruh bokong lahir untuk melakukan putaran paksi dalam sehingga bahu
depan berada dibawah simfisis. Dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu
belakang bersama dengan tangan belakang diikuti kelahiran bahu depan dan tangan
depan. Bersamaan dengan kelahiran bahu, kepala bayi memasuki jalan lahir dapat
melintang atau miring, serta melakukan putaran paksi dalam sehingga suboksiput berada
di bawah simfisis. Suboksiput menjadi hipomuklion, berturut-turut akan lahir dagu,
mulut, hidung, muka dan kepala seluruhnya. Persalinan kepala mempunyai waktu terbatas
sekitar 8 menit, setelah bokong lahir. Melampaui batas 8 menit dapat menimbulkan
kesakitan /kematian bayi.
E. Diagnosa kedudukan
1.
Pemeriksaan abdominal
a. Letaknya adalah memanjang.
b. Di atas panggul terasa massa lunak mengalir dan tidak terasa seperti kepala.
Dicurigai bokong. Pada presentasi bokong murni otot-otot paha teregama di atas
tulang-tulang dibawahnya, memberikan gambaran keras menyerupai kepala dan
menyebabkan kesalahan diagnostic.
c. Punggung ada di sebelah kanan dekat dengan garis tengah bagian-bagian kecil ada
di sebelah kiri, jauh dari garis tengah dan di belakang.
d. Kepala berada di fundus uteri. Mungkin kepala cukup diraba bila kepala ada di
bawah tupar/iga-iga. Kepala lebih keras dan lebih bulat dari paha bokong dan
kadang-kadang dapat dipantulkan (Balloffablle) dari pada bokong uteri teraba
terasa massa yang dapat dipantulkan harus dicurigai presentasi bokong.
e. Tonjolan kepala tidak ada bokong tidak dapat dipantulkan
2. Denyut jantung janin
Denyut jantung janin terdengar paling keras pada atau di atas umbilicus dan
pada sisi yang sama pada punggung. Pada RSA (Right Sacrum Antorior) denyut
jantung janin terdengar paling keras di kuadrat kanan atas perut ibu kadang-kadang
denyut jantung janin terdengar di bawah umbilicus
3. Pemeriksaan vaginal
a. Bagian terendah teraba tinggi
b. Tidak teraba kepala yang keras, rata dan teratur dengan garis-garis sutura dan
fantenella. Hasil pemeriksaan negatif ini menunjukkan adanya mal presentasi.
c. Bagian terendahnya teraba lunak dan ireguler. Anus dan tuber ichiadicum terletak
pada satu garis. Bokong dapat dikelirukan dengan muka.
d. Kadang-kadang pada presentasi bokong murni sacrum tertarik ke bawah dan
teraba oleh jari-jari pemeriksa. Ia dapat dikelirukan dngan kepala oleh karena
tulang yang keras.
e. Sakrum ada di kuadran kanan depan panggul dan diameter gitochanterika ada
pada diameter obligua kanan.
4. Pemeriksaan Sinar X
Sinar X menunjukkan dengan tepat sikap dan posisi janin, demikian pula
kelainan-kelainan seperti hydrocephalus.
Menurut Prawirohardjo, berdasarkan jalan lahir yang dilalui, maka persalinan sungsang
dibagi menjadi :
1.
Persalinan Pervaginam
a. Spontaneous breech (Bracht)
b. Partial breech extraction : Manual and assisted breech delivery
c. Total breech extraction
2.
Persalinan per abdominal : Seksio Sesaria
F. Prosedur persalinan sungsang secara spontan:
1.
Tahap lambat : mulai lahirnya bokong sampai pusar
merupakan fase yang tidak berbahaya.
2.
Tahap cepat : dari lahirnya pusar sampai mulut, pada
3.
fase ini kepala janin masuk PAP, sehingga kemungkinan tali pusat terjepit.
Tahap lama : lahirnya mulut sampai seluruh bagian
kepala, kepala keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus) ke dunia luar yang
tekanannya lebih rendah sehingga kepala harus dilahirkan perlahan-lahan untuk
menghindari pendarahan intrakranial (adanya tentorium cerebellum).
b. Memutar kembali 180 ke arah yang berlawanan ke kiri atau ke kanan beberapa
kali hingga kedua bahu dan lengan dilahirkan secara Klasik atau Muller.
5. Ekstraksi Kaki
Dilakukan bila kala II tidak maju atau tampak gejala kegawatan ibu-bayi. Keadaan
bayi / ibu mengharuskan bayi segera dilahirkan.
a. Tangan kanan masuk secara obstetrik melahirkan bokong, pangkal paha sampai
lutut, kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki
bawah menjadi fleksi,tangan yang lain mendorong fundus ke bawah. Setelah kaki
fleksi pergelangan kaki dipegang dengan dua jari dan dituntun keluar dari vagina
sampai batas lutut.
b. Kedua tangan penolong memegang betis janin, yaitu kedua ibu jari diletakkan di
belakang betis sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan betis, kaki
ditarik turun ke bawah sampai pangkal paha lahir.
c. Pegangan dipindah ke pangkal paha sehingga mungkin dengan kedua ibu jari di
belakang paha, sejajar sumbu panjang paha dan jari lain di depan paha.
d. Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokhanter depan lahir kemudian
pangkal paha dengan pegangan yang sama dievaluasi ke atas hingga trokhanter
belakang lahir. Bila kedua trokhanter lahir berarti bokong telah lahir.
e. Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dulu, maka yang akan lahir
lebih dahulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan
maka pangkal paha ditarik terus cunam ke bawah.
f. Setelah bokong lahir maka dilanjutkan cara Clasik , atau Muller atau Lovset.
6. Teknik Ekstraksi Bokong
Dikerjakan bila presentasi bokong murni dan bokong sudah turun di dasar panggul,
bila kala II tidak maju atau tampak keadaan janin lebih dari ibu yang mengharuskan
bayi segera dilahirkan.
a. Jari penunjuk penolong yang searah dengan bagian kecil janin, dimasukkan
kedalam jalan lahir dan diletakkan dilipatan paha bagian depan. Dengan jari ini
lipat paha atau krista iliaka dikait dan ditarik curam ke bawah. Untuk memperkuat
tenaga tarikan ini, maka tangan penolong yang lain menekam pergelangan tadi
dan turut menarik curam ke bawah.
b. Bila dengan tarikan ini trokhanter depan mulai tampak di bawah simfisis, maka
jari telujuk penolong yang lain mengkait lipatan paha ditarik curam ke bawah
sampai bokong lahir.
c. Setelah bokong lahir, bayi dilahirkan secara Clasik , atau Muller atau Lovset.
7. Cara Melahirkan Kepala Bayi
Cara Mauriceu (dilakukan bila bayi dilahirkan secara manual aid bila dengan Bracht
kepala belum lahir).
a. Letakkan badan bayi di atas tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah
memegang kuda (Untuk penolong kidal meletakkan badan bayi di atas tangan
b.
c.
d.
e.
kanan).
Satu jari dimasukkan di mulut dan dua jari di maksila.
Tangan kanan memegang atau mencekam bahu tengkuk bayi
Minta seorang asisten menekan fundus uteri.
Bersama dengan adanya his, asisten menekan fundus uteri, penolong persalinan
melakukan tarikan ke bawah sesuai arah sumbu jalan lahir dibimbing jari yang
dimasukkan untuk menekan dagu atau mulut..
LATIHAN KASUS
1.
Seorang perempuan usia 20 tahun G2P1A0 inpartu kala I fase aktif di rujuk
bidan ke Rumah Sakit. hasil pemeriksaan bidan di Rumah Sakit TD: 110/80 mmHg, N:
88x/m, S: 37oC, R: 24x/m, pemeriksaan abdomen kepala teraba di bagian atas, DJJ
terdengar di atas pusat 140x/m, PD: portio tipis lunak, pembukaan 7 cm, selaput ketuban
utuh, teraba rektum, penurunan Hodge III.
a. Apakah persentasi janin pada kasus diatas?
b. Tindakan apa yang harus dilakukan bidan?
c. Sebutkan penyebab persalinan sungsang?
2.