Anda di halaman 1dari 11

Oleh: Desi Sricahyani

No/Doc-Stikes/Bani Saleh/XVII/2016

DIPLOMA III KEBIDANAN STIKES BANI SALEH


JOB SHEET
Program Studi
Mata Kuliah
Kegiatan/Keterapilan
Kode
Objektif Perilaku Siswa (OPS)

:
:
:
:
:

Kebidanan D III
Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal
Persalinan Macet/ Distosia Bahu
Bd.305
1. Setelah membaca job sheet dan berlatih melakukan pemerik

protein urin, setiap mahasiswa diharapkan mampu menyiapkan

dan bahan yang akan digunakan dengan cepat dan benar s


urutan.

2. Dengan menggunakan bahan dan alat yang telah disediakan, s

mahasiswa dapat mendemonstrasikan langkah langkah persa


Materi pokok
Sub topik
Waktu
Dosen
Pertemuan/ minggu
Referensi

:
:
:
:
:
:

distosia sesuai prosedur.


Asuhan kebidanan kegawatdaruratan maternal neonatal
Distosia Bahu
4 x 50
Desi Sricahyani
1. Saifuddin A. B,

2002 Panduan Praktis Pelayanan Keseh

Maternal Neonatal, Jakarta, YBPSP, Hal P-21


2. Saifuddin A.B, 2001, Buku Acuan Nasional Pelayanan Keseh

Maternal Dan Neonatal,Jakarta, JNPKKR POGI / YBPSP

495
3. Mochtar Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri Jilid 2, Jakarta, E

Hal 63
4. Buku Saku, Pelayanan Kesehatan Ibu Di Fasilitas Kesehatan D

Dan Rujukan, Ed Pertama, 2013.


5. Cunningham, Leveno Et Al. 23rdedition Williams Obstetric
Graw-Hill Companies. United States. 2010.
Bahan

Oleh: Desi Sricahyani

BAHAN
1. Spuit 3cc
2. Kassa dalam tempatnya

2 buah
2

3. Kapas dalam tempatnya


4. Pengikat talip usat
5. Oksitosin, Methyl Ergometil
Peralatan & Perlengkapan

1 buah

Peralatan :

1. Infus set, abocath no. 16/18, cairan infuse Ringel Laktat


2. Selang, regulator dan oksigen
3. Partus set dengan 2 klem 1 kocher
1 set
4. Hecting set
1 set
5. Sphignomanometer dan stetoskop
6. Monoaural
7. Lampu sorot dan alat resusitasi
8. Baskom berisi cairan klorin 0,5%
9. Baskom berisi cairan DTT
10. Tempat sampah
2 buah
Perlengkapan :
1.
Celemek plastik
1 buah
2.
Masker
1 buah
3.
Sarung tangan/Handscound
2 pasang
4.
Alas bokong
5.
Perlengkapan ibu dan bayi
Metode yang digunakan dengan menggunakan 4 langkah demonst

Metode

1. Live
2. Step by step
3. Penerapan (Aplikasi)
4. Penilaian (Evaluasi)
Job Sheet, Daftar tilik, Multimedia
TAHAP PEMBELAJARAN

Media

1. PENDAHULUAN
a. Mengucapkan salam dan menarik perhatian siswa (G)
b. Menghubungkan keterampilan yang akan diajarkan dengan materi sebelumnya(L)
c. Menjelaskan struktur penyampaian agar tercapai OPS (O)
d. Menyampaikan referensi (R)
e. Menyampaikan pentingnya keterampilan yang diajarkan ini ketika praktek dilapangan(S)
f. Menyampaikan cakupan materi menggunakan : (S)
Peragaan secara life
Step by step, dalam hal ini mahasiswa boleh bertanya bila ada yang belum jelas
g. Mahasiswa berlatih dibawah bimbingan dosen (B)

Oleh: Desi Sricahyani

3
PENYAJIAN

Memperagakan secara life keterampilan persalinan distosia bahu

MATERI

1. Definisi
Distosia adalah wpersalinan yang memanjang karena kemajuan persalinan yang
terhambat. Persalinan lama memiliki definisi berbeda sesuai fase kehamilan, seperti
klasifikasi berikut ini
a. Distosia pada kala I fase aktif: grafik pembukaan serviks pada partograf berada di
antara garis waspada dan garis bertindak, atau sudah memotong garis bertindak,
b. Fase ekspulsi (kala II) memanjang: tidak ada kemajuan penurunan bagian
terendah janin pada persalinan kala II. Dengan batasan waktu:
1) Maksimal 2 jam untuk nulipara dan 1 jam untuk multipara
2) Maksimal 3 jam untuk nulipara dan 2 jam untuk multipara bila pasien
menggunakan analgesia epidural
2. Epidemiologi
a. 1-2 per 1000 kelahiran
b. 16 per 1000 kelahiran bayi>4000 gram
3. Diagnosis
a.

Tentukan kondisi dan kekuatan kontraksi

b.

Tentukan kemampuan ibu dalam menghasilkan tenaga ekspulsi

c.

Tentukan kondisi janin

d.

Didalam atau di luar rahim

e.

Jumlah

Oleh: Desi Sricahyani

f.

Letak

g.

Presentasi dan penuruan bagian terbawah janin

h.

Posisi, moulase dan kaput susedaneum

i.

Bagian kecil janin disamping presentasi (tangan, tali pusat, dll)

j.

Anomali congenital yang dapat menghalangi proses ekspulsi bayi

k.

Taksiran berat janin

l.

Janin mati atau hidup, gawat janin atau tidak

m. Tentukan ukuran panggul dan imbangan feto-pelvik


n. Tentukan ada/tidaknya tumor pada jalan lahir yang dapat menghalangi
persalinan pervaginam
4. Faktor Predisposisi
a. Bayi
1) Kepala janin yang besar
2) Hidrosefalus
3) Presentasi wajah, bahu, alis
4) Malposisi persisten
5) Kembar yang terkunci (terkunci pada daerah leher)
6) Kembar siam
b. Jalan Lahir
1) Panggul kecil karena malnutrisi
2) Deformitas panggul karena trauma atau polio
3) Tumpor daerah panggul
4) Infeksi virus di perut atau uterus
5) Jaringan parut (dari sirkumsisi wanita)
5. Tatalaksana umum
Segera rujuk ibu ke rumah sakit yang memiliki pelayanan seksio sesarea.
a. Tatalaksana Khusus
1) Tentukan penyebab persalinan lama.
2) Power: His tidak adekuat (his dengan frekuensi <3x/10 menit dan durasi
setiap kontraksinya <40 detik).
3) Passenger: malpresentasi, malposisi, janin besar
4) Passage: panggul sempit, kelainan serviks atau vagina, tumor jalan lahir
5) Gabungan dari faktor-faktor di atas
b. Tatalaksana
1) Sesuaikan tatalaksana dengan penyebab dan situasi.
2) Prinsip umum:
a) Lakukan augmentasi persalinan dengan oksitosin dan/atau amniotomi bila
terdapat gangguan Power. Pastikan tidak ada gangguan passenger atau
passage.
Oleh: Desi Sricahyani

b) Lakukan tindakan operatif (forsep, vakum, atau seksio sesarea) untuk


gangguan Passenger dan/atau Passage, serta untuk gangguan Power yang
tidak dapat diatasi oleh augmentasi
c. Tatalaksana
1) Jika ditemukan obstruksi atau CPD, tatalaksananya adalah seksio sesarea.
2) Pantau tanda-tanda gawat janin.
3) Catat hasil analisis dan seluruh tindakan dalam rekam medis lalu jelaskan
pada ibu dan keluarga hasil analisis serta rencana tindakan selanjutnya.
6. Prognosis
a. Komplikasi dari distosia dapat dibagi pada ;
1) Komplikasi ibu
Perdarahan
Trauma / cedera jalan lahir
Infeksi
2) Komplikasi janin

Asfiksia berat

Ekskoriasi kepala

Sefalhematoma

Perdarahan subgaleal dan ikterus neonatorum berat

Nekrosis kulit kepala yang dapat menimbulkan alopesia dikemudian hari

Oleh: Desi Sricahyani

PERSIAPAN
1. Pertimbangkan indikasi-indikasi untuk melakukan pemeriksaan protein urine dan pastikan bahwa pemeriksaan
tersebut penting untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin.
2. Periksa dan pastikan semua alat, perlengkapan dan bahan-bahan yang diperlukan sudah tersedia sesuai dengan
job seet.
3. Letakkan alat, perlengkapan dan bahan pada tempat yang mudah dijangkau dan dalam keadaan bersih.
4. Gunakan teknik aseptic setiap saat. Cuci tangan dan pakai sarung tangan (handscound).
5. Jelaskan pada ibu mengapa dilakukan pemeriksaan protein urine dan jelaskan prosedurnya. Berikan alasan
yang rasional pada ibu.

PETUNJUK BAGI MAHASISWA


1. Baca dan pelajari lembar kerja dengan baik.
2. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan dan susun secara ergonomic.
3. Ikuti petunjuk yang ada pada job sheet.
4. Bekerja secara hati-hati dan teliti.
5. Tanyakan pada dosen bila terdapat hal-hal yang kurang dimengerti atau dipahami.
6. Laporkan hasil kerja setelah selesai melakukan latihan.
KESELAMATAN KERJA
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Patuhi prosedur pekerjaan.


Bertindak lembut dan hati-hati pada saat melakukan tindakan.
Letakkan peralatan pada tempat yang terjangkau oleh petugas.
Perhatikan keadaan umum pasien selama melakukan prosedur.
Perhatikan teknik septik dan antiseptik.
Gunakan sarung tangan, perlengkapan pelindung pribadi (masker, dan celemek untuk melindungi diri dari
percikan yang dapat mengkontaminasikan dan menyebarkan penyakit)

Oleh: Desi Sricahyani

PROSEDUR PELAKSANAAN
No
1

Langkah & Key Point

Gambar

Mengecek kelengkapan alat


Key Point :
Mengecek kelengkapan alat, terutama untuk penanganan bayi asfiksia, alat
resusitasi lengkap dengan O2.

Memperkenalkan diri dan menjelaskan prosedur yang akan dilakukan


Key Point :
Memberitahukan seluruh prosedur yang akan dilakukan penolong kepada pasien
langsung atau kepada suami dan keluarganya hingga pasien dan keluarga paha.

Menyalakan lampu sorot


Key Point :
Menyalakan lampu sorot dan dekatkan kearah vagina agar saat bayi lahir tidak
terjadi hipotermia.

Memakai alat pelindung diri ( APD )


Key Point :
Memakai APD lengkap dari mulai sepatu bhoot, barackhoot, mitela, kacamata
pelindung dan masker.

Mencuci tangan 7 langkah


Key Point :
Mencuci tangan efektif menggunakan sabun dan dibilas dengan air mengalir
kemudian keringkan dengan handuk pribadi.

Membuka partus set dan memakai sarung tangan DTT


Key Point :

Oleh: Desi Sricahyani

Membuka partus set dan memasukan spuit steril 3 cc kedalam partus set tampa
7

menyentuh spuit nya.


Pasang duk steril dibawah bokong ibu.
Key point :
Memasang duk steril yang telah dilipat 1/3 bagiandanletakkan di bawahbokongibu

(apabila tidak memiliki duk steril, boleh digantikan dengan kain ibu).
Pimpin ibu meneran sampai kepala terlihat di depan vulva.
Key point :
Menganjurkan ibu untuk meneran perlahan-lahan dengan posisi kepala ibu sedikit
fleksi, pandangan arahkan ke perut ibu lalu mengeran seperti ingin BAB sampai

kepala terlihat di depan vulva.


Lakukan anastresi local pada perineum dan lakukan episiotomy mediolateralis.
Key point :
Suntikan lidokain 1% 5-10 ml sambil menarik jarum keluar dan tunggu 1-2 menit
sebelum episiotomi

10

Manuver Mc Roberts, mengatur posisi berbaring terlentang dengan posisi knee


chest position
Key Point :
Meminta ibu untuk melipat kedua pahanya, sehingga kedua lututnya berada
sedekat mungkin dengan dada, gunakan kedua tangan untuk membantu fleksi

13

maksimal paha
Melahirkan bahu depan dengan menarik kepala bayi kearah bawah
Key Point :
Meminta seorang asisten unutk melakukan tekanan secara simultan kearah bawah
pada daerah suprapubis untuk membantu melahirkan bahu

Oleh: Desi Sricahyani

14

Manuver Massanti, memposisikan tangan penolong diatas simphisis dan menekan


kearah dada (mengecilkan diameter bahu).
Key Point : Jika bahu belum lahir, lakukan Manuver Rubin
s

15

Manuver Rubin, memasukan tangan penolong sampai bahu / skapula dan bahu
ditekan kearah dada untuk dibebaskan.
Key Point :
Jika bayi belum lahir, lakukan Manuver Corkcrew Woods

16

Manuver Corkcrew Woods, memasukan dua jari tangan pada posisi bahu anterior
untuk mengeluarkan bahu belakang janin
Key Point :
Meminta asisten untuk melakukan penekanan supra simfisis ke arash bawah

17

Memutar bahu belakang bayi dengan kedua jari tangan penolong persalinan ke arah
depan (ventral terhadap ibu) sehingga lahir bahu belakang.
Key Point :
(Perhatikan posisi punggung bayi, karena arah putaran bahu belakang ke depan
adalah ke arah punggung bayi)

20

Melakukan putaran berlawanan dengan arah putaran pertama sehingga akan


menyebabkan bahu depan dapat melewati shimpisis, maka lahirlah kedua bahu
Key Point :
(Perhatikan posisi punggung bayi, karena arah putaran bahu belakang ke depan
adalah ke arah punggung bayi)

Oleh: Desi Sricahyani

10

21

Manuver Schwartz & Dixon, mengeluarkan lengan, jika lengan bayi posisi fleksi
keluarkan lengan dari vagina menggunakan jari telunjuk dan jari tengah tangan
dominan untuk melewati dada dan kepala bayi atau seperti mengusap muka bayi,

22

kemudian tarik hingga bahu belakang dan seluruh lengan belakang dapat lahir.
Key Point :
Bahu depan dapat lahir dengan mudah setelah bahu dan lengan belakang dilahirkan
Jika bahu depan sulit dilahirkan, putar bahu belakang ke depan (jangan menarik
lengan bayi tetapi dorong bahu posterior) dan putar bahu depan kebelakang
Key Point :
mendorong anterior bahu depan dengan jari telunjuk dan jari tengah operator
mengikuti arah punggung bayi sehingga bahu depan dapat dilahirkan.

EVALUASI

Setiap mahasiswa melakukan redemonstrasi tindakan pemeriksaan protein urine dengan berpedoman
pada job sheet

Seluruh alat disiapkan dengan lengkap

Setiap langkah pekerjaan dilakukan secara urut, sesuai job sheet

Pembimbing menguji dan mengamati cara kerja mahasiswa dengan menggunakan daftar tilik.

Oleh: Desi Sricahyani

11