Anda di halaman 1dari 2

Uji t termasuk dalam golongan statistika parametrik yang digunakan dalam pengujian

hipotesis dan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dari dua dua
buah variabel yang dikomparasikan. Salah satu bentuk uji t adalah paired sample t
test. Paired sampel T Test merupakan analisis dengan melibatkan dua pengukuran pada
subjek yang sama terhadap suatu pengaruh atau perlakuan tertentu. Pada uji beda Paired
sampl t test, peneliti menggunakan sampel yang sama, tetapi pengujian terhadap sampel
dilakukan sebanyak dua kali.
Dalam penelitian biasanya test yang diberikan disebut dengan pretest (test sebelum
mengadakan perlakuan) dan posttest (setelah sampel diberi perlakuan). Perlakuan pertama
mungkin saja berupa kontrol, yaitu tidak memberikan perlakuan sama sekali terhadap
objek penelitian. Dalam melakukan pemilihan uji, seorang peneliti harus memeperhatikan
beberapa aspek yang menjadi syarat sebuah uji itu digunakan. Peneliti tidak boleh
sembarangan dalam memilih uji, sehingga sesuai dengan tujuan penelitian yang diinginkan.
Adapun dasar penggunaan paired sample t test adalah satu sampel yang diberikan dua
perlakuan yang berbeda, merupakan data kuantitatif (interval-rasio), dan sample yang
digunakan harus dalam kondisi yang sama atau homogen dan berasal dari popoulasi yaang
telah terdistribusi secara normal. Hal ini dapat diketahui setelah melakukan uji asumsi yaitu
uji normalitas dan uji homogenetas pada data tersebut.
Setelah data yang dimiliki memenuhi syarat diatas, maka pemilihan uji statistik harus
memperhatikan pertanyaan dari penelitian. Setelah melihat pertanyaan peneltian seorang
peneliti kemudian melakukan pemilihan uji yang tepat untuk menganalisis data yang dimiliki
untuk menjawab pertanyaan penelitian yang disusun. Contoh data yang dapat diuji
menggunakan Paired sampleT Test adalah Pengaruh MediaiMainMapping pada Materi
Sistem Pernafasan terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Makassar. Maka, sebelum
peneliti menggunakan media iMainMapping di dalam kelas, peneliti terlebih dahulu
memberikan test awal (pretest) untuk melihat pengetahuan awal dari siswa terkait dengan
materi sistem pernafasan. Setelah memperoleh data pretest, peneliti akan memberikan
perlakuan kepada kelompok siswa yang telah mengisi prestest dengan menggunakan
media iMainMap dalam pembelajaran. Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah:
H0 = tidak ada pengaruh penggunaan Media iMainMapping pada Materi Sistem Pernafasan
terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Makassar
H1 = ada pengaruh penggunaan Media iMainMapping pada Materi Sistem Pernafasan
terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Makassar
Setelah proses belajar-mengajar selesai, maka kelompok siswa tersebut akan diberikan test
berupa posttest.Posttest harus dikerjakan oleh sejumlah siswa yang sama yang telah
mengerjakan pretest. Jumlah siswa tidak boleh ditambah atau pun dikurangi. Apabila terdapat
beberapa siswa yang tidak mampu bisa mengikuti posttest, maka hasil dari pretest siswa
tersebut juga tidak dapat dimasukkan dalam analisis data peneliti, sebab data yang ada harus
berpasangan. Data hasil pretest dan posttest yang telah melalui uji asumsi kemudian akan
dianalisis secara Paired sample T Test menggunakan aplikasi SPSS.
Adapun contoh data hasil belajar siswa pada aplikasi Microsoft Excell
Sampel

sebelum sesudah

75

80

60

70

65

70

50

70

70

75

60

70

70

75

70

75

80

80

10

75

80

Data di atas merupakan data telah dinyatakan homogen yang selanjutnya di masukkan dalam
aplikasi SPSS pada bagian Data View dan selanjutnay mengikuti langkah berikut:
1.

Mengganti nama kedua variabel menjadi sebelum dan sesudah untuk


memudahkan kita membedakan kedua data tersebut.

2.

Mengubah angka pada kolom Decimal menjadi angka 0 dan pada kolom
Measure pilih Scale. Sementara kolom yang lain diabaikan.

3.

klik Variable View pada bagian sudut kiri bawah untuk menampilkan data yang
telah diinput.

4.

Kedua data diblok dan arahkan kursor pada bagian menu Analyze

5.

pilih Compare Means kemudian Paired Sample T Test

6.

Setelah jendela Paired Sample T Test terbuka, maka kedua data diblok dan klik
add untuk memasukkan data ke dalam Variable Paired.

7.

Tentukan taraf kepercayaan dengan mengklik options dan dilanjutkan dengan


continue

8.

Klik ok

9.

Tunggu sampai hasil analsis data muncul.

Berdasarkan pada tabel hasil analisis data diketahui bahwa Nilai Korelasi antara 2 variabel
tersebut: Hasil 0,891 artinya hubungan kuat dan positif karena mendekati nilai 1. Nilai pada
Sig. (2-tailed) = 0.003 lebih kecil dari 0.05. Artinya, H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga
terdapat pengaruh penggunaan MediaiMainMapping pada Materi Sistem Pernafasan
terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Makassar