Anda di halaman 1dari 26

PROGRAM PROTEKSI

DAN KESELAMATAN RADIASI


RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 1 dari 26

LEMBAR PENGESAHAN

Disiapkan
oleh

Diperiksa
oleh

Nama

Jabatan

Rahmat Hidayat., A,md, Rad.

PPR

dr. Irawan Sudisaswan

Disahkan oleh Dr. dr. Demin Shen, M.Kes

Tanda
Tangan

Tanggal

KEPALA
RADIOLOGI
DIREKTUR

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 2 dari 26

Pernyataan Kebijakan Proteksi dan Keselamatan Radiasi

Setiap kegiatan di RS Rajawali pelaksanaan proteksi dan keselamatan radiasi dalam


pemanfaatan sumber radiasi pengion adalah mutlak dilakukan Nama instansi. Oleh karena itu
Nama instansi wajib menyusun, menetapkan, dan menerapkan suatu program proteksi dan
keselamatan radiasi untuk memastikan keselamatan pasien, pekerja, masyarakat, dan
lingkungan hidup dari bahaya radiasi.
Dokumen Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi dibuat untuk memenuhi
persyaratan keselamatan radiasi. Program Proteksi Dan Keselamatan Radiasi diterapkan
dalam setiap kegiatan di fasilitas sesuai dengan prinsip proteksi radiasi. Program Proteksi
Dan Keselamatan Radiasi ini kami perbaharui dan disesuaikan dengan tujuan pemanfaatan
sumber radiasi pengion dan peraturan yang berlaku di Negara Indonesia. Nama instansi
bertanggungjawab dan mengutamakan keselamatan keselamatan pasien, pekerja, masyarakat,
dan lingkungan hidup di atas segalanya.
Dengan ini saya selaku pemegang izin, yang bertanda tangan di bawah ini atas nama
RS Rajawali
mempunyai komitmen di dalam menjalankan program proteksi dan
keselamatan radiasi.

Ditetapkan oleh,
DIREKTUR RUMAH SAKIT
RAJAWALI

Dr. dr. Demin Shen, M.Kes

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 3 dari 26

DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan .......................................................................................................

Hal 1

Pernyataan Kebijakan Proteksi dan Keselamatan Radiasi .....................................

Hal 2

Daftar Isi ........................................................................................................................

Hal 3

BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................................

Hal 5

1.1.

Latar Belakang ..................................................................................................

Hal 5

1.2.

Tujuan ...............................................................................................................

Hal 5

1.3.

Ruang Lingkup .................................................................................................

Hal 5

1.4.

Definisi .............................................................................................................

Hal 5

BAB II. PENYELENGGARA PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI

Hal 7

II.1.

Struktur Organisasi (jika penyelenggara dalam bentuk organisasi) ................

Hal 7

II.2.

Tanggung Jawab ...............................................................................................

Hal 9

II.3.

Pelatihan ............................................................................................................ Hal 11

BAB III. DESKRIPSI FASILITAS, PESAWAT SINAR - X DAN PERALATAN Hal 12


PENUNJANG, DAN PERLENGKAPAN PROTEKSI RADIASI ...............................
III.1. Deskripsi Fasilitas ............................................................................................. Hal 12
III.2.

Deskripsi pesawat sinar-X dan peralatan penunjang ........................................

Hal 15

III.3.

Deskripsi Pembagian Daerah Kerja ..................................................................

Hal 19

III.4.

Deskripsi Perlengkapan Proteksi Radiasi .........................................................

Hal 20

BAB IV. PROSEDUR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI

Hal 21

IV.1.

Proteksi dan Keselamatan Radiasi dalam Operasi Normal ..............................

Hal 21

IV.1.1. Pengoperasian Pesawat Sinar-X ...........................................................

Hal 21

IV.1.2. Proteksi dan Keselamatan Radiasi untuk Personil ...............................

Hal 22

IV.1.3. Proteksi dan Keselamatan Radiasi untuk Pasien ..................................

Hal 23

IV.1.4. Proteksi dan Keselamatan Radiasi untuk Pendamping Pasien .............

Hal 24

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.
IV.2.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 4 dari 26

Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat .....................................................

Hal 24

BAB V. REKAMAN DAN LAPORAN

Hal 25

V.1.

Keadaan Operasi Normal ................................................................................

Hal 25

V.2.

Keadaan Darurat ..............................................................................................

Hal 26

LAIN-LAIN
KESIMPULAN
DAFTAR ACUAN
LAMPIRAN

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 5 dari 26

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi adalah tindakan sistematis dan terencana
untuk melindungi pekerja, anggota masyarakat dan lingkungan hidup dari bahaya radiasi.
Program ini dibuat sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2008 tentang
Perizinan Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion dan Bahan Nuklir, dengan
mempertimbangkan Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi
Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif, Perka BAPETEN No. 8 tahun 2011 tentang
Keselamatan Radiasi dalam Penggunaan pesawat Sinar-X Radiologi Diagnostik dan
Intervensional, serta Perka BAPETEN No. 4 tahun 2013 tentang Proteksi dan keselamatan
Radiasi dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir.
1.2. Tujuan
Tujuan pembuatan dokumen ini adalah:
Memberikan gambaran tentang fasilitas, pesawat sinar-X, peralatan penunjang, dan
perlengkapan proteksi;
Memastikan bahwa proteksi dan keselamatan radiasi di fasilitas terpenuhi dan dapat
direview atau dikaji ulang sesuai dengan pemanfaatannya; dan
Pelaksanaan pelayanan radiologi diagnostik dan intervensional dapat memenuhi
prinsip-prinsip keselamatan radiasi.
1.3. Ruang lingkup
Lingkup program proteksi ini mencakup seluruh pesawat sinar-X untuk tujuan
pemanfaatan radiologi diagnostik dan intervensional di RS Rajawali.
1.4. Definisi
a. Radiasi Pengion adalah gelombang elektromagnetik dan partikel bermuatan yang
karena energi yang dimilikinya mampu mengionisasi media yang dilaluinya.
b. Program Proteksi adalah rencana tindakan yang dilakukan untuk meminimalisir
dampak radiasi pengion yang bisa terjadi akibat pemanfaatan radiasi sinar-X untuk
radiologi diagnostik, baik terhadap pekerja, pasien, maupun masyarakat dan
lingkungan sekitar daerah kerja.
c. Radiologi Diagnostik adalah kegiatan yang berhubungan dengan penggunaan Fasilitas
untuk keperluan diagnosis.
d. Nama instansi adalah orang atau badan hukum yang telah menerima izin pemanfaatan
tenaga nuklir dari BAPETEN.

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 6 dari 26

e. Petugas Proteksi Radiasi adalah petugas yang ditunjuk oleh Nama instansi dan oleh
BAPETEN dinyatakan mampu melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan
proteksi radiasi.
f. Pekerja Radiasi adalah setiap orang yang bekerja di fasilitas radiasi pengion yang
diperkirakan menerima dosis radiasi tahunan melebihi dosis untuk masyarakat umum.
g. Radiografer adalah tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dengan diberikan
tugas, wewenang, dan tanggungjawab secara penuh untuk melakukan kegiatan
radiologi diagnostik.
h. Rekaman adalah dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberi bukti
pelaksanaan kegiatan dalam pemanfaatan tenaga nuklir.
i. Kecelakaan radiasi adalah kejadian yang tidak direncanakan termasuk kesalahan
operasi, kerusakan ataupun kegagalan fungsi alat atau kejadian lain yang
menimbulkan akibat atau potensi akibat yang tidak dapat diabaikan dari aspek
proteksi atau keselamatan radiasi.
j. Fisikawan medis adalah tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam bidang
fisika medik klinik dasar.

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 7 dari 26

BAB II
PENYELENGGARAAN PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI
II.1. Struktur organisasi penyelenggara proteksi dan keselamatan radiasi di Rumah
Sakit Rajawali
RS Rajawali
(Badan Hukum)

PPR

Direktur
RS. Selalu Sehat

Kepala fasilitas radiologi

Radiografer

Tenaga ahli dan/atau


Fisikawan Medis

Dokter spesialis
radiologi / dokter yang
berkompeten

Diagram 1.Struktur penyelenggara proteksi dan keselamatan radiasi.

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 8 dari 26

Pada saat program proteksi ini dibuat, personil yang bekerja di Fasilitas diagnostik dan
intervensional adalah sebagai berikut:
Tabel.1 Data personil pada struktur organisasi.
: DR.Dr.Demin Shen, M.Kes
: 327301240936001
: Seumur Hidup

1.

Nama pemegang izin


No. KTP
Masa berlaku

2.

Dokter spesialis radiologi / dokter yang berkompeten


Nama
: Atta Kuntara, dr,.Sp.Rad
Pendidikan terakhir
: Spesialis Radiologi
Nomor SIP
: 445/6734-dinkes/250-SIP/IX/11
Masa berlaku
: 29 Mei 2016
Status
: Pekerja radiasi

3.

4.

5.

Nama
Pendidikan terakhir
Nomor SIP
Masa berlaku
Status

:
:
:
:
:

Bobby Akbar, dr,.Sp.Rad


Spesialis Radiologi
445/8765-dinkes/490-SIP-II-Dsp/x/12
06 September 2016
Pekerja radiasi

Petugas Proteksi Radiasi


Nama
Pendidikan terakhir
Nomor SIB
Masa berlaku

:
:
:
:

Rahmat Hidayat
D3 Radiodiagnostik dan Radioterapi
06613.224.00.180613
17 Juni 2013

Radiografer
Nama
Pendidikan terakhir
Nomor SIKR
Masa berlaku

:
:
:
:

Fredy Setiawan
D3 Radiodiagnostik dan Radioterapi
1307511140847351
22 September 2019

Tenaga Ahli/fisikawan medis1


Nama
Pendidikan terakhir
Nomor STR
Masa berlaku

:
:
:
:

Happy Chrismawan
S1 Fisika
131761112-0094707
08 Juni 2013

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 9 dari 26

II.2. Tanggung jawab


1. Pemegang izin
a. Menyediakan, melaksanakan, mendokumentasikan program proteksi dan keselamatan
radiasi;
b. Memastikan bahwa hanya personil yang sesuai dengan kompetensi yang bekerja
dalam Penggunaan pesawat sinar-X;
c. Menyelenggarakan pelatihan Proteksi Radiasi secara reguler;
d.
Menyelenggarakan pemantauan kesehatan bagi Pekerja Radiasi setiap tahun;
e.
Menyediakan perlengkapan Proteksi Radiasi sesuai pemanfaatan radiasi pengion;
f. Melaporkan kepada Kepala BAPETEN mengenai pelaksanaan program proteksi dan
keselamatan radiasi, dan verifikasi keselamatan;
g. Mengidentifikasi dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proteksi dan
keselamatan radiasi sesuai dengan potensi bahaya;
h. Melakukan pemantauan dosis yang diterima personil dengan film badge atau TLD
badge2 setiap bulan;
i. Membuat dan memelihara rekaman terkait program proteksi dan keselamatan radiasi;
dan
j. Melakukan Uji Kesesuaian pesawat sinar-X dan memastikan bahwa pesawat sinar-X
yang digunakan dalam kondisi layak beroperasi.
2. Dokter spesialis radiologi atau dokter yang berkompeten
a. Menjamin pelaksanaan aspek keselamatan pasien;
b. Memberi rujukan dan justifikasi pelaksanaan diagnosis atau intervensional
dengan mempertimbangkan informasi pemeriksaan sebelumnya;
c. Menjamin bahwa paparan pasien serendah mungkin untuk mendapatkan citra
radiografi yang seoptimal mungkin dengan mempertimbangkan tingkat panduan
paparan medik;
d. Menetapkan prosedur diagnosis dan intervensional bersama dengan fisikawan medis
dan/atau radiografer;
e. Mengevaluasi kecelakaan radiasi dari sudut pandang klinis; dan
f. Menyediakan kriteria untuk pemeriksaan wanita hamil, anak-anak, dan pemeriksaan
kesehatan pekerja radiasi.

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 10 dari 26

3. Petugas Proteksi Radiasi (PPR)


a. Membuat dan memutakhirkan program proteksi dan keselamatan radiasi;
b. Memantau aspek operasional program proteksi dan keselamatan radiasi;
c. Memastikan ketersediaan dan kelayakan perlengkapan Proteksi Radiasi, dan
memantau pemakaiannya;
d. Meninjau secara sistematik dan periodik, program pemantauan di semua tempat di
mana pesawat sinar-X digunakan;
e. Memberikan konsultasi yang terkait dengan proteksi dan keselamatan radiasi;
f. Berpartisipasi dalam mendesain Fasilitas Radiologi;
g. Memelihara rekaman;
h. Mengidentifikasi kebutuhan dan mengorganisasi kegiatan pelatihan;
i. Melaksanakan latihan penanggulangan dan pencarian fakta dalam hal paparan darurat;
j. Melaporkan kepada Nama instansi setiap kejadian kegagalan operasi yang berpotensi
menimbulkan Kecelakaan Radiasi; dan
k. Menyiapkan laporan tertulis mengenai pelaksanaan program proteksi dan keselamatan
radiasi, dan verifikasi keselamatan.
4. Radiografer
a. Memberikan proteksi terhadap pasien, dirinya sendiri, dan masyarakat di sekitar ruang
pesawat sinar-X;
b. Menerapkan teknik dan prosedur yang tepat untuk meminimalkan paparan yang
diterima pasien sesuai kebutuhan; dan
c. Melakukan kegiatan pemrosesan film.
5. Fisikawan medis
a. Berpartisipasi dalam meninjau ulang secara terus menerus keberadaan sumber daya
manusia, peralatan, prosedur, dan perlengkapan Proteksi Radiasi;
b. Menyelenggarakan uji kesesuaian pesawat sinar-X apabila fasilitas tersebut memiliki
peralatan yang memadai;
c. Melakukan perhitungan dosis terutama untuk menentukan dosis janin pada wanita
hamil;
d. Merencanakan, melaksanakan, dan supervisi prosedur jaminan mutu apabila
dimungkinkan;
e. Berpartisipasi dalam investigasi dan evaluasi kecelakaan radiasi;
f. Berpartisipasi pada penyusunan dan pelaksanaan program pelatihan Proteksi Radiasi;
dan
g. Bersama Dokter Spesialis Radiologi dan Radiografer, memastikan kriteria
penerimaan mutu hasil pencitraan dan justifikasi dosis yang diterima oleh pasien.

10

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 11 dari 26

II.3. Pelatihan
Manajemen Rumah Sakit Rajawali mengalokasikan sumber daya manusia yang memadai
untuk menetapkan, melaksanakan dan menilai pendidikan dan pelatihan bagi pekerja radiasi.
Manajemen berkomitmen menyelenggarakan dan mengevaluasi pelatihan dalam bidang
proteksi dan keselamatan radiasi secara reguler untuk PPR, Dokter ahli radiologi/dokter yang
berkompeten dan radiografer minimal 4 (empat) tahun sekali.
Manajemen Rumah Sakit Rajawali menetapkan dan menyediakan pekerja radiasi sesuai
dengan kualifikasi minimal pendidikan formal yang ditentukan menurut bidang pekerjaannya.

11

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 12 dari 26

BAB III
DESKRIPSI FASILITAS, PESAWAT SINAR-X DAN PERALATAN PENUNJANG,
DAN PERLENGKAPAN PROTEKSI RADIASI
III.1. Deskripsi Fasilitas dan deskripsi pesawat sinar-X.
Fasilitas radiologi merupakan satu kesatuan dari gedung Rumah Sakit Rajawali, dengan
spesifikasi pembagian ruang sebagai berikut.

Gambar 1. spesifikasi fasilitas radiologi


12

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 13 dari 26

Gambar 2. spesifikasi fasilitas radiologi


13

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 14 dari 26

Gambar 3. spesifikasi fasilitas radiologi


14

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 15 dari 26

Tabel 3. Data Ruang Radiologi dan Pesawat Sinar-X.


Data ruang radiologi I3
Keterangan
Nama ruangan
: Ruang 1.Radiologi
Ukuran ruang
: 4,8 m x 4,8 m x 3 m
Nomor izin pemanfaatan : 005405.1.204.00000.110112
Data pesawat
Merk pesawat sinar-X
: Toshiba
Tipe/model pesawat sinar-X
: DC-12M
No. Seri pesawat sinar-X
: 5603
Tahun pembuatan
: Tahun pemasangan
: Data tabung
Merk tabung
: Toshiba
Tipe tabung
: DRX-80A
No. Seri tabung
: 5603
Beda tegangan maksimum kV) : 120 kV
Arus (mA) maksimum
: 500 mA
Arus waktu (mAs) maksimum : 25mAs
Lokasi disekitar ruang radiologi
Kanan
:
Kiri
:
Atas
:
Bawah
:
Belakang
:
Depan
:
Tanda bahaya
radiasi

Tebal
dinding

Jenis material

+ Pb

Pengukuran
paparan
(mR/jam)
0mR/Hr
0mR/Hr
0mR/Hr
0mR/Hr
0mR/Hr
0mR/Hr

CT-SCAN
15cm
Bata
2mm
Koridor
15cm
Bata
2mm
Atap
Asbes
2mm
R PICU/NICU
40cm
Bata,beton
Koridor
15cm
Bata,
2mm
R Tunggu
3cm
Pintu Kayu
2mm
:
Lampu tanda radiasi berfungsi baik
Tanda bahaya radiasi mudah dilihat dan jelas terbaca

15

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 16 dari 26

Tabel 4. Data Ruang Radiologi dan Pesawat mobile 100Ma PLX101C


Data ruang radiologi I4
Keterangan
Nama ruangan
: Ruang 1 Radiologi
Ukuran ruang
: 4,8 m x 4,8m x 3 m
Nomor izin pemanfaatan :
Data pesawat
Merk pesawat sinar-X
: Nanjing
Tipe/model pesawat sinar-X
: PLX 101C
No. Seri pesawat sinar-X
: 01C13201
Tahun pembuatan
: 2013
Tahun pemasangan
: 2014
Data tabung
Merk tabung
: Perlove
Tipe tabung
: Single Focus XD6C-0.55.4/125
No. Seri tabung
: 41207181
Beda tegangan maksimum kV) : 120KV
Arus (mA) maksimum
: 100mA
Arus waktu (mAs) maksimum : 16mAs
Lokasi disekitar ruang radiologi
Kanan
:
Kiri
:
Atas
:
Bawah
:
Belakang
:
Depan
:
Tanda bahaya
radiasi

Tebal
dinding

Jenis material

+ Pb

Pengukuran
paparan
(mR/jam)
0mR/Hr
0mR/Hr
0mR/Hr
0mR/Hr
0mR/Hr
0mR/Hr

CT-Scan
15cm
Bata
2mm
Koridor
15cm
Bata
2mm
Atap
Asbes
2mm
PICU/NICU
40cm
Bata beton
Koridor
15cm
Bata
2mm
Ruang tunggu
3cm
Pintu Kayu
2mm
:
Lampu tanda radiasi berfungsi baik
Tanda bahaya radiasi mudah dilihat dan jelas terbaca

Tabel 4. Data Ruang Angiografi dan Pesawat C-arm Euroampli Allien


4

16

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 17 dari 26

Data ruang radiologi I5


Keterangan
Nama ruangan
: R Angiografi
Ukuran ruang
: 8.8m x 8.6m x 2.8m
Nomor izin pemanfaatan :
Data pesawat
Merk pesawat sinar-X
: Eurocolombus C-arm Evolution
Tipe/model pesawat sinar-X
: Euroampli Allien
No. Seri pesawat sinar-X
: 19903-W1
Tahun pembuatan
: 2011
Tahun pemasangan
: 2012
Data tabung
Merk tabung
: Varian G-229
Tipe tabung
: Single Load Ratins IEC 60613
No. Seri tabung
: 1307
Beda tegangan maksimum kV) : 125 kV
Arus (mA) maksimum
: 300 mA
Arus waktu (mAs) maksimum :
Lokasi disekitar ruang radiologi
Kanan
:
Kiri
:
Atas
:
Bawah
:
Belakang
:
Depan
:
Tanda bahaya
radiasi

Tebal
dinding

Jenis material

+ Pb

Pengukuran
paparan
(mR/jam)
0.00
0.01
0.00
0.00
0.01
0.00

Selasar/Koridor
30cm
Bata
Ruang OK
30cm
Bata
Kantin SETIKES
Poli Kebidanan
30cm
Bata
ICCU
30cm
Bata
Taman Luar
30cm
Bata
:
Lampu tanda radiasi berfungsi baik
Tanda bahaya radiasi mudah dilihat dan jelas terbaca

Tabel 5. Data Ruang CT-Scan dan Pesawat CT-Scan


5

17

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.
Data ruang radiologi I6
Nama ruangan
: R CT-Scan
Ukuran ruang
: 6,20 m x 4,130m x 3,00m
Nomor izin pemanfaatan :
Data pesawat
Merk pesawat sinar-X
: GE CT Scan
Tipe/model pesawat sinar-X
: MX 135CT
No. Seri pesawat sinar-X
: 72210BC8
Tahun pembuatan
:
Tahun pemasangan
: 2012
Data tabung
Merk tabung
:
Tipe tabung
:
No. Seri tabung
:
Beda tegangan maksimum kV) : 140KV
Arus (mA) maksimum
: 200mA
Arus waktu (mAs) maksimum :
Lokasi disekitar ruang radiologi
Kanan
:
Kiri
:
Atas
:
Bawah
:
Belakang
:
Depan
:
Tanda bahaya
radiasi

Tebal
dinding

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 18 dari 26

Keterangan

Jenis material

+ Pb

Pengukuran
paparan
(mR/jam)

X RAY Unit
15cm
Bata
2mm
Dark Room
15cm
Bata
2mm
Atap
15cm
Bata
2mm
PICU/NICU
40cm
Bata Beton
Koridor
15cm
Bata
2mm
Ruang tunggu
5cm
Pintu kayu
2mm
:
Lampu tanda radiasi berfungsi baik
Tanda bahaya radiasi mudah dilihat dan jelas terbaca

Pesawat sinar-X dengan penetapan penghentian:


6

18

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 19 dari 26

Tabel 4. Data pesawat sinar-X yang tidak lagi digunakan.


Data pesawat sinar-X
Nomor izin pemanfaatan
Kondisi7
010948.1.204.00000.260913
SOYE
mA dibawah standar
005401.1.204.00000.110112
SHIMADZU
mA dibawah standar
005398.1.204.00000.110112
Toshiba CT Scan
Rusak Total
III.3. Deskripsi Pembagian Daerah Kerja.
Pembagian daerah kerja pada Rumah Sakit Rajawali terbagi atas Daerah Pengendalian
dan/atau Daerah Supervisi. Manajemen Rumah Sakit Rajawali berupaya melindungi
masyarakat dengan mencegah akses masyarakat ke Daerah Pengendalian. Proteksi radiasi di
Daerah Pengendalian dilakukan dengan cara menempelkan tanda peringatan bahaya radiasi
yang jelas, mudah terlihat, dan mencolok di setiap pintu akses ke Daerah Pengendalian.
Ruang radiologi juga dilengkapi dengan lampu tanda radiasi di luar pintu masuk yang
menyala saat ruang radiologi digunakan. Manajemen Rumah Sakit Rajawali memastikan
bahwa seluruh tanda bahaya radiasi ini berfungsi.
III.3.1. Daerah Pengendalian, di daerah pengendalian ini Nama instansi melakukan tindakan
proteksi dan keselamatan radiasi dengan:
a. menandai dan membatasi Daerah Pengendalian yang ditetapkan dengan tanda
fisik yang jelas atau tanda lainnya;
b. memasang atau menempatkan tanda peringatan atau petunjuk pada titik akses dan
lokasi lain yang dianggap perlu di dalam Daerah Pengendalian;
c. memastikan akses ke Daerah Pengendalian:
hanya untuk Pekerja Radiasi; dan
pengunjung yang masuk ke Daerah Pengendalian didampingi oleh Petugas
Proteksi Radiasi;
d. menyediakan peralatan pemantauan dan peralatan protektif radiasi.
Daerah Pengendalian dalam instansi kami adalah ruang radiologi yang terdapat
pemanfaatan pesawat sinar-X di dalamnya, yaitu ruang radiologi 1, ruang radiologi 2, dan
ruang radiologi 3, dan ruang radiologi 48.
III.3.1. Daerah Supervisi, di daerah ini Nama instansi menetapkan daerah supervisi dengan
mempertimbangkan kriteria potensi penerimaan paparan radiasi individu lebih dari
7

19

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 20 dari 26

NBD anggota masyarakat dan kurang dari 3/10 (tiga per sepuluh) NBD pekerja
radiasi dan bebas kontaminasi, selain itu Nama instansi:
a. menandai dan membatasi Daerah Supervisi yang ditetapkan dengan tanda yang
jelas; dan
b. memasang tanda di titik akses masuk Daerah Supervisi.
III.4. Deskripsi Perlengkapan proteksi Radiasi
Untuk memastikan proteksi pasien, pekerja dan masyarakat terpenuhi, Nama instansi
menyediakan perlengkapan proteksi. Petugas Proteksi Radiasi akan memastikan bahwa
perlengkapan ini berfungsi baik dan digunakan sebagaimana mestinya. Saat ini RS. Selalu
Sehat memiliki perlengkapan proteksi sebagai berikut:
Tabel 6. Alat perlengkapan proteksi radiasi
Nama Peralatan

Jumlah

TLD/film badge

Apron

Tabir radiasi mobile

Sarung tangan9

Dosimeter saku

Pelindung tiroid

Pelindung gonad/ovarium10

Kacamata Pb

Ukuran: 2,0m x 1,5m

9
10

20

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 21 dari 26

BAB IV
PROSEDUR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI
IV.1. Proteksi dan Keselamatan Radiasi dalam operasi normal
IV.1.1.Prosedur Pengoperasian Pesawat Sinar-X
Manajemen Rumah Sakit Rajawali menetapkan prosedur pengoperasian setiap
pesawat sinar-X dan menempatkannya di sekitar pesawat untuk dapat digunakan oleh petugas
yang kompeten. Prosedur kami buat dengan jelas dan mudah dipahami oleh petugas. Prosedur
pengoperasian pesawat meliputi cara menghidupkan, mengoperasikan, dan mematikan
pesawat. Berikut adalah prosedur pengoperasian pesawat sinar-X yang ada di fasilitas Rumah
Sakit:
No.
1.
2.
3.
4.

Judul prosedur pengoperasian pesawat sinar-X


Prosedur tetap
Mobile X-ray
Prosedur tetap
General X-ray
Prosedur tetap
CT-Scan
Prosedur tetap
C-arm

Nomor dokumen

Prosedur Pengoperasian Pesawat


Prosedur Pengoperasian Pesawat
Prosedur Pengoperasian Pesawat
Prosedur Pengoperasian Pesawat

21

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 22 dari 26

Tabel 7. Tabel Eksposi.


Pemeriksaan
Thorax
BNO
Lumbosakral
Thorakal
Manus
Antebrachi
Cubiti
Humerus
Pedis
Ankle
Cruris
Genue
Femur
Pelvis
Cranium
Organ lain
IV.1.1.

Proyeksi
AP/PA/Lateral
Supine
AP/Lateral
AP/Lateral
AP / Lateral
AP / Lateral
AP / Lateral
AP / Lateral
AP / Lateral
AP / Lateral
AP / Lateral
AP / Lateral
AP / Lateral
AP
AP / Lateral
........

Tegangan (kV)
65-70
80-90
90-95
90-95
42-54
54-56
45-56
64-66
54-56
54-56
60-65
65-65
65-70
80-90
80-85

Arus (mA) Waktu (s)


160
0.05-0,10
160
0,25-0,30
200
0,30-0,40
200
0,30-0,40
100
0,02-0,04
100
0,03-0,07
100
0,03-0,07
100
0,03-0,07
100
0,03-0,07
100
0,03-0,07
100
0,03-0,07
160
0,03-0,07
160
0,64
160
0,25-0,30
160
0,25-0,30

mAs

Prosedur Proteksi dan Keselamatan Radiasi untuk Personil.

Untuk memantau dosis pekerja, manajemen Rumah Sakit Rajawali memastikan


bahwa seluruh pekerja radiasi menggunakan pemantau radiasi personil (TLD, film badge
dan/atau dosimeter baca langsung). Manajemen Rumah Sakit Rajawali secara berkala
mengirimkan pemantau radiasi personil ke Instansi Pembaca Dosis dan mengirimkan hasil
evaluasi dosis ke BAPETEN.
Untuk proteksi dan keselamatan radiasi personil, kami menyediakan dan mendokumentasikan
prosedur sebagai berikut11:
No.
1.

Judul prosedur proteksi radiasi untuk personil

Nomor dokumen

Prosedur Proteksi dan Keselamatan Radiasi


untuk Personil

Untuk memastikan dosis paparan radiasi yang diterima pekerja minimal, kami
menyediakan desain radiologi diagnostik dan intervensional yang memenuhi standar sesuai
11

22

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 23 dari 26

peraturan BAPETEN, prosedur pengoperasian, dan peralatan proteksi. Pada saat


pengoperasian pesawat fluoroskopi dan intervensional, kami mensyaratkan pekerja untuk
mengenakan apron, sarung tangan, dan dosimeter perorangan baca langsung yang terkalibrasi
untuk digunakan. Nilai dosis dari dosimeter perorangan baca langsung dicatat dalam log book
dosis pekerja setiap kali selesai bekerja dengan pesawat ini.
Sebagai pemegang izin, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2007
tentang Keselamatan Radiasi Pengion Dan Keamanan Sumber Radioaktif, kami
menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan pekerja yang dilakukan pada saat sebelum bekerja,
selama bekerja paling sedikit sekali dalam 1 (satu) tahun dan pada saat memutuskan
hubungan kerja.
IV.1.2. Prosedur Proteksi dan Keselamatan Radiasi untuk Pasien
Sebagai penanggungjawab utama keselamatan radiasi, kami memastikan bahwa
paparan medik pasien serendah mungkin namun dapat menghasilkan citra radiografi yang
layak terbaca untuk keperluan diagnosa. Proteksi dan keselamatan radiasi untuk pasien
dilakukan dengan cara:
a. Pelayanan diberikan oleh petugas profesional sesuai dengan keahliannya;
b. Menyediakan prosedur pengoperasian pesawat yang jelas dan mudah dipahami;
c. Mengatur luas lapangan radiasi fokus pada bagian yang diperiksa;
d. Membatasi peluang terjadinya pengulangan eksposi;
e. Melakukan Uji Kesesuaian pesawat secara berkala dan segera memperbaiki jika hasil uji
tidak andal ataupun andal dengan perbaikan.
Penggunaan pesawat mobile hanya dioperasikan untuk keadaan darurat dan tidak
digunakan untuk penggunaan rutin. Pada saat pengoperasian pesawat mobile, keselamatan
pasien atau masyarakat di sekitarnya menjadi concern manajemen Rumah Sakit Rajawali,
oleh karenanya pengoperasian pesawat mobile harus disertai dengan perisai radiasi mobile
untuk melindungi pasien lain dan masyarakat.
Untuk proteksi dan keselamatan radiasi pasien, manajemen Rumah Sakit Rajawali
menyediakan prosedur sebagai berikut:

No.
1.

Judul prosedur proteksi radiasi pasien

Nomor dokumen

Prosedur Prosedur Proteksi dan Keselamatan


Radiasi untuk Pasien

IV.1.3. Prosedur Proteksi dan Keselamatan Radiasi untuk Pendamping Pasien


23

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 24 dari 26

Kami menyediakan apron untuk digunakan oleh pendamping pasien. Pendamping


pasien diharuskan menggunakan apron untuk meminimalkan paparan radiasi yang
diterimanya. Untuk proteksi dan keselamatan radiasi pendamping pasien Rumah Sakit
Rajawali menyediakan prosedur sebagai berikut:12
No.

Judul prosedur proteksi radiasi untuk


pendamping pasien
Prosedur Prosedur Proteksi dan Keselamatan
Radiasi untuk Pendamping Pasien

Nomor dokumen

IV.2. Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat


Di fasilitas radiologi Rumah Sakit Rajawali, potensi kecelakaan dapat disebabkan
oleh kesalahan prosedur pengoperasian alat, kerusakan atau kegagalan dari pesawat sinar-X,
ataupun karena faktor manusia yang menyebabkan penerimaan dosis berlebih.
Jika terjadi keadaan darurat, manajemen Rumah Sakit Rajawali telah menetapkan
prosedur penanggulangan keadaan darurat, yaitu dengan mematikan panel kendali pesawat,
mencabut sakelar, memutuskan aliran listrik, mencatat detil posisi, arah berkas, dan kondisi
eksposi. Petugas akan memberitahu kepada PPR. Rekaman kejadian akan dibuat dalam
bentuk laporan kejadian dan disampaikan ke BAPETEN. Rencana keadaan darurat kami buat
dalam:
No.
1.

Judul prosedur penanggulangan keadaan darurat

Nomor dokumen

Prosedur Rencana Penanggulangan Keadaan


Darurat

12

24

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 25 dari 26

BAB V
REKAMAN DAN LAPORAN
V.1. Keadaan Operasi Normal
Manajemen Rumah Sakit Rajawali mengendalikan dan mencantumkan rekaman
terkait program proteksi dan keselamatan radiasi dan menjamin semua rekaman lengkap,
mudah dibaca, mudah diidentifikasi dan tersedia saat akan digunakan.
Rekaman terkait program proteksi yang kami pelihara, antara lain:
a. data inventarisasi pesawat sinar-X;
b. catatan dosis yang diterima personil setiap bulan;
c. hasil pemantauan laju Paparan Radiasi di tempat kerja dan lingkungan;
d. sertifikat uji kesesuaian pesawat sinar-X;
e. kalibrasi dosimeter perorangan pembacaan langsung;
f. hasil pencarian fakta akibat kecelakaan radiasi;
g. penggantian komponen pesawat sinar-X;
h. salinan sertifikat pendidikan dan pelatihan pekerja radiasi; dan
i. hasil pemantauan kesehatan pesonil.
Sesuai Peraturan Kepala BAPETEN No. 4 Tahun 2013 Pasal 53 tentang Proteksi Dan
Keselamatan Radiasi Dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir, Manajemen Rumah Sakit Rajawali
menyimpan dan memelihara hasil pemantauan kesehatan dan hasil pemantauan dosis pekerja
radiasi dalam jangka waktu:
Paling kurang 5 (lima) tahun untuk; dan
hasil pemantauan tingkat radiasi dan/atau kontaminasi di daerah kerja;
hasil pemantauan radioaktivitas lingkungan di luar fasilitas dan fasilitas;
Paling kurang 30 (tiga puluh) tahun terhitung sejak pekerja radiasi berhenti dari
pekerjaannya;
hasil pemantauan dosis yang diterima Pekerja Radiasi; dan
hasil pemantauan kesehatan bagi Pekerja Radiasi
Tabel 8. Rekaman hasil pemantauan kesehatan dan hasil pemantauan dosis pekerja radiasi.
Uraian rekaman
Keterangan
Hasil pemantauan tingkat radiasi dan/atau kontaminasi
didaerah kerja.
Hasil pemantauan radioaktivitas lingkungan di luar fasilitas dan
fasilitas
Hasil pemantauan dosis yang diterima Pekerja Radiasi
Hasil pemantauan kesehatan bagi Pekerja Radiasi

25

PROGRAM PROTEKSI
DAN KESELAMATAN RADIASI
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL
RUMAH SAKIT RAJAWALI
YAYASAN KEMANUSIAAN
Jl. Rajawali No. 38, No. Telp: (021) 6011913,
60791142, 6079142 Fax (022) 6032077.

No. Dok : 148/RSR/DirRad/III/2016


Tanggal : 18 Maret 2015
Revisi :
Halaman 26 dari 26

Tabel 9. Rekaman penggantian tabung pesawat Sinar-X.


Data tabung sinar-X lama
Tanggal penggantian
Data tabung sinar-X baru
Nomor izin:
Nomor izin:
Tabel 10. Rekaman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kompetensi personil.
Pelatihan Rencana atau
Nama pekerja
Latar belakang
yang
Waktu
Profesi sebagai
radiasi
pendidikan
pernah
pelaksanaan
diikuti
PPR
Rahmat Hidayat D III Radiologi
Dokter ahli
1. dr. Atta
Dokter Spesialis
radiologi/
Kuntara,.Sp.R Radiologi
dokter kompeten
ad
2. Bobby
Dokter Spesialis
Akbar.,Sp.Rad Radiologi
Radiografer
Fredy stiawan
D III Radiologi
Fisikawan medik Heppy
S1 Fisikika
Chrismawan
Operator pesawat
gigi.
V.2. Keadaaan Darurat
Kami bertanggungjawab dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan,
melaporkan terjadinya kecelakaan dan upaya penanggulangannya ke BAPETEN.
Keadaan darurat akan dilaporkan segera ke BAPETEN dalam waktu 24 jam melalui
telepon, faksimili, atau secara langsung. Jika terjadi kedaruratan, laporan secara tertulis akan
disampaikan lengkap sesuai kronologi ke BAPETEN paling lambat 3 (tiga) hari setelah
laporan awal.

26

Anda mungkin juga menyukai